Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 146. Gou Long Vs Siluman Naga


__ADS_3

Gou Long yang sedang bertarung merasa tenaga dalamnya berada pada tingkatan yang berbeda, setiap serangan yang dalam penglihatan orang lain seperti merobek ruang, Gou Long dapat melihat secara jelas efektivitas serangannya sendiri.


Retakan-retakan kecil dapat dirasakannya, “Kenapa seranganku membuat ruangan hampa terbuka? Apa aku telah menerobos Puncak Ranah Langit?” batin Gou Long.


Guntur petir yang dihasilkan juga sangat memekakkan telinga serta membuat ruang bawah tanah ini bergetar hebat, beruntungnya makam ini merupakan buah karya dari arsitek Ras Peri, yang sudah terlebih dahulu memikirkan agar tidak roboh seandainya terjadi pertarungan di dalamnya.


Selagi bertarung Gou Long mengirimkan pesan suara pada Ding Jia Li, “Kau pasti malu seandainya rekan-rekanmu tahu apa yang terjadi di antara kita, bukankah ini saat yang tepat untuk kalian pergi dari sini?”


“Dengan meninggalkan aku di sini bertarung, juga akan memberikan kesan kita bermusuhan pada rekan-rekanmu.”


Mendengar pesan tersebut, Ding Jia Li merasa pesan itu ada benarnya. Lantas dia berkata pada rekan-rekannya, “Mari kita pergi! Barang yang dibutuhkan guru, tadi aku yang mendapatkannya, orang itu kalah cepat,”


“Lagi pula orang itu terlalu tamak, Lihat! Dia tidak berniat membunuh Siluman Naga itu, padahal kita mati-matian ingin membunuhnya, yang kutakutkan dia akan mengincar barang ini setelah dia berhasil menjinakkan Siluman itu.”


Gou Long yang sedang bertarung dengan Siluman Naga tersebut dapat mendengar jelas apa yang diucapkan Ding Jia Li, dia menambahkan kata-kata yang membuat gadis-gadis itu dari kagum berubah menjadi takut.


“Barang yang diinginkan Tuan Muda ini pasti akan kembali ke Tuan Muda ini, seberapa jauh pun kalian kabur, setelah menjinakkan Siluman Naga ini, tidak sulit bagi Tuan Muda mengejar kalian,”


“Saat ini, Siluman Naga lebih berharga dari pada barang yang ada pada dirimu... Ha ha ha... Kaburlah kalian! Belum terlambat untuk kabur sekarang juga.”


Ucapan Gou Long terdengar seperti ancaman yang bernada cabul, apalagi dia juga memperdengarkan suara jilatan bibir, seperti yang sering dilakukan penjahat pemetik bunga.


Apa yang diucapkan Ding Jia Li dan Gou Long benar-benar saling melengkapi, sehingga tidak akan kentara itu hanyalah sandiwara semata.


Orang yang tamak dan ingin memiliki semuanya pasti akan mendahulukan apa-apa yang dia takut akan kehilangan terlebih dahulu.

__ADS_1


Dalam hal ini, Gou Long takut Siluman Naga itu mati karena keroyokan para gadis, maka dia akan memilih naga itu terlebih dahulu, dan meninggalkan barang yang menurut ucapannya masih bisa dikejar lagi kelak.


Gadis-gadis itu memikirkannya saja jadi merinding, lantas mereka bergegas menjauh dan kabur dari Gou Long secepatnya. “Tanah Suci Para Pendekar ini sangat luas, tidak mungkin dia bisa melacak ke mana kita pergi.” Pikir mereka


Murid-murid Sekte Teratai Biru ini juga bukan orang bodoh, melihat pertarungan Gou Long dengan Siluman Naga Hitam itu saja mereka tahu bahwa pemuda tersebut lebih hebat daripada mereka semua. Lagi pula barang yang mereka inginkan sudah ditangan.


“Biarkan saja pemangsa bertarung, rusanya kita yang bawa kabur.”


Sekilas melihat kepergian mereka Gou Long menambahkah, “Bagus! Bagus! Kaburlah sejauh yang kalian bisa.”


Siluman Naga yang menjadi lawan Gou Long merasa diremehkan, selagi bertarung dengannya anak itu masih sempat-sempatnya mengancam lawan yang lain, bahkan anak manusia ini dengan percaya diri berkata bisa mengalahkannya.


“Bocah Manusia! Kau berani meremehkanku, kau pantas mendapat serangan semburan Naga.. Ha ha ha, bocah-bocah manusia betina tadi tidak ada yang sekuat kau, mereka hanya jadi mainanku saja.” Siluman naga memperingatkan, dan juga mengejek gadis-gadis yang sebelumnya dia lawan.


Dengan mengibas-ngibaskan ekornya yang keras beberapa kali dia menahan hantaman petir hitam Gou Long, Ras Siluman Naga memang berbeda dengan Ras lainnya, Konon menurut cerita, mereka adalah Ras terkuat di antara para Roh Suci.


Pertarungan ini memang berimbang, namun Gou Long merasa belum mengeluarkan puncak kekuatannya, energi hawa murni dalam tubuhnya lebih melimpah dari yang biasanya.


Penasaran dengan keadaan tubuh sendiri, dia menantang Siluman Naga tersebut, “Baik! Kau boleh coba keluarkan Semburan Naga! Kalau jaraknya kurang aku akan mundur satu tombak.”


Begitu kata-kata berakhir, orangnya juga telah berpindah satu tombak ke belakang, berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.


Dia juga mengedarkan kesadaran spiritual, jejak Ding Jia Li dan rekan-rekannya yang lain sudah tidak ada di tempat ini lagi.


Merasa lebih bebas, arus tenaga dalam dikeluarkan sampai 80 persen, pertahanan tenaga dalam petir hitam menutupi tubuhnya setebal 2 inci.

__ADS_1


Di depan sana, Siluman Naga hitam juga terlihat sedang memadatkan hawa siluman dan mengumpulkannya di dalam kerongkongan inti naga, tanpa aba-aba lagi dia menembakkan energi petir perak hitam pekat pada Gou Long.


Gou Long tidak mengelak dan tidak menghindar, tangannya diangkat dan membentuk pedang padat energi murni dari petir hitam, membelah bola energi petir tembakkan Siluman Naga.


“Gleeeghhaaarrrrr!”


Kembali guntur petir menggetarkan ruang bawah tanah Makam Kuno Panglima Peri.


Riak-riak kecil ruang hampa yang pecah akibat adu tenaga ini, menghisap sebagian dari kerikil dan debu yang mengepul.


Dibalik kepulan debu, Gou Long masih berdiri tenang di tempatnya, senyum kemenangan diperlihatkan, tenaga dalamnya menang banyak, dia hanya perlu membuat Siluman Naga ini terus kelelahan.


Teknik Memindah Jasad dikembangkan kembali, dengan pedang hawa murni ditangan serta seringai kejam, Gou Long berpindah-pindah dalam gerakan yang tak dapat diikuti penglihatan mata.


Dia mengiris-iris setiap inci dari sisik Siluman Naga Hitam dengan sadis, darah dari sisik yang terkelupas memenuhi lantai, Siluman Naga Hitam meraung tinggi.


Dia mencoba membalas setiap serangan Gou Long dengan kibasan ekornya, namun ini hanya gerakan sia-sia yang membuat energinya terkuras lebih cepat.


Gerakan Gou Long terlalu cepat tidak dapat diikuti, sampai akhirnya 500 gerakan berlalu, serta irisan-irisan kecil memenuhi seluruh tubuh Siluman Naga Hitam.


Tak berdaya melawan, kehabisan energi siluman, tubuh Siluman Naga Hitam jatuh terkapar di atas lantai. Gou Long tidak menunda waktu sedikit pun, Segel Pengunci Jiwa Tingkat lanjut segera dimainkan, kemudian telapak tangannya ditempelkan ke dahi Siluman Naga dan menarik keluar Rohnya.


Setelah 30 menit berlalu, bola kristal energi yang menyegel Roh Suci Naga Hitam terlihat di antara dua jari Gou Long, dia mengeluarkan beberapa botol giok, memasukkan roh itu ke dalam botol giok.


Sementara botol giok lain digunakan untuk menampung darah Siluman Naga.

__ADS_1


Ini benar-benar panen yang sebenarnya, tidak ada dari jasad Siluman Naga yang sia-sia, semua bisa dijadikan Artefak Tingkat Surgawi. Sehingga Gou Long mengeluarkan salah satu cincin penyimpanannya yang sudah dikosongkan dan melempar jasad naga secara utuh ke dalamnya.


Sudah tentu sebelum melakukan itu semua, dia mengambil kristal esensi, jantung dan hati naga terlebih dahulu.


__ADS_2