
Kombinasi serangan dan pertahanan tim Hua Mei dan Murong Qiu sangat sempurna, yang satu pengguna pedang dalam Jurus Ilmu Pedang Hujan Embun Keluarga Murong yang dipadukan dengan Artefak Ranah Surgawi pemberian Kakek Zhou.
Dan yang satu lagi pengguna pukulan tangan kosong Jurus Telapak Keluarga Hua beserta Artefak Sarung Tangan Emasnya. Di bawah bimbingan Kakek Zhou permainan telapak gadis ini meningkat pesat, telapaknya bermain-main di udara bagaikan kupu-kupu.
Mau menyerang tinggal hinggap, mau bertahan sangat mudah mengelak, tapi lawannya yang tidak menggunakan jurus dan tidak merasakan sakit ketika dipukul adalah lawan yang sangat merepotkan, apalagi jumlahnya berempat.
Walaupun mereka kehilangan akal, pola serangan mereka sangat terstruktur. Ketika yang satu tersurut mundur, yang lain akan mengisi kekosongan. Pukulan dan tebasan pedang mereka bagaikan air bah, tak pernah putus saling sambung-menyambung.
Lambat laun, pertarungan yang semakin sengit mengurangi daya tahan dan keuletan dari tubuh mereka, dengan menggigit bibir Hua Mei dan Murong Qiu terus bertahan dengan sekuat tenaga di bawah serangan dari 8 orang lawan mereka.
“Ci-Cici! In-Ini tidak baik, Ki-kita harus mencoba agar lebih dekat de-dengan Cici Qinsi!” lirih Hua Mei tersengal, keringat tak henti menetes deras di dahi dan seluruh tubuhnya.
“Iy-Iyaa!” Jawab Murong Qiu tersengal, kondisi keduanya sama, entah berapa banyak pukulan lawan yang mengenai mereka, wajah yang sudah memucat serta lelehan darah di sela-sela bibir yang sudah mengering juga terlihat.
Tak jauh berbeda dengan mereka, kondisi dari Qiau Qinsi dan Duan Hong Ya juga sudah seperti itu, hanya pengalaman bertarunglah yang membuat keduanya sedikit lebih diuntungkan.
Qiau Qinsi dan Duan Hong Ya tidak berkata-kata, namun dalam setiap gerakan bertarung, mereka terus mencoba agar kembali berdekatan dengan Hua Mei dan Murong Qiu.
Saat itu, di beberapa sisi lain, pendekar-pendekar yang berdatangan mulai mendominasi dan telah banyak mengurangi jumlah seniman bela diri yang terpapar.
1-2 orang yang datang bahkan ada yang membantu mereka berempat, dengan serangan-serangan dari arah belakang.
Mendapatkan sedikit kelonggaran karena bantuan yang datang, dalam sepersekian detik Hua Mei dan Murong Qiu sedikit lengah, Kelengahan karena kurangnya pengalaman bertarung.
Saat itulah 4 pukulan telapak serta 3 hawa pedang mengarah ke arah Hua Mei dan Murong Qiu, namun posisi berbahaya lebih banyak ke Hua Mei. Qiau Qinsi yang sekilas melihat apa yang akan menimpa mereka berdua, mengamuk dahsyat.
Tiba-tiba kekuatan yang sudah mulai padam dalam diri Qiau Qinsi, membludak keluar, Jurus Telapak dimainkannya, 5 pukulan telapak cepat menghancurkan kepala 5 orang pengeroyoknya, akan tetapi 5 pukulan hawa tenaga dalam juga menyerempet tubuh Qiau Qinsi.
Dengan sedikit menahan rasa sakit, Qiau Qinsi melesat meninggalkan Duan Hong Ya, serta menyongsong ke arah datangnya serangan yang akan menimpa Hua Mei dan Murong Qiu.
__ADS_1
Ketujuh serangan itu lagi-lagi ditahannya, itu adalah pertahanan yang nekat, kemudian dilanjutkan dengan gerakan membinasakan lawan, dalam gerakan Jurus Telapak yang sama, dia mengepruk hancur kepala 8 orang yang mengeroyok Hua Mei dan Murong Qiu.
“Prruuuuk!” suara hancurnya 8 kepala pengeroyok.
“Boooomm! Dess!” menyusul kemudian suara pukulan telapak yang mengenai badan Qiau Qinsi.
Semua itu terjadi sangat cepat, lonjakan tenaga dalam yang menyala-nyala dalam tubuh Qiau Qinsi padam seluruhnya, tubuhnya yang masih melayang setelah menerima pukulan dan tebasan hawa pedang meluncur jatuh.
Deru angin bekas pukulan juga ikut menerbangkan cadar tebal yang menutupi wajahnya yang cantik.
Wajah cantik Qiau Qinsi tersenyum indah, menikmati menit-menit terakhir dalam hidup, tidak tampak penyesalan dari guratan wajahnya, Qiau Qinsi sengaja memejamkan matanya.
“Inilah akhir dari hidupku, mati seperti ini rasanya juga tidak akan menyesal, tapi... aku tetap ingin melihat senyumannya untuk terakhir kali, atau mati dalam pelukannya..”
Tidak ada lagi lawan yang menyerang, Hua Mei dengan sigap bergerak sedikit dan menyambuti tubuh Qiau Qinsi sebelum ia benar-benar jatuh ke tanah.
***
Dia sangat murka, segel tangan unik ini adalah jurus terakhirnya, itu adalah Mode Demon Berserkers. Namun Gou Long dapat melihat itu, dia sudah pernah melihat siluman yang membuat pola segel Berserkers seperti itu.
Dalam keadaan masih melayang, palu milik Iblis Hitam karena belum diberi cap tanda Artefak kepemilikan oleh Gou Long dilemparkannya begitu saja ke dalam cincin penyimpanan.
Kemudian dengan tangan kosong, Gou Long membombardir Iblis Hitam dengan 10 Pukulan Telapak Arhat beruntun.
“Booooomm!”
Bunyi ledakan lebih keras dari sebelumnya.
Pukulan Gou Long hanya mengenai tanah kosong, sedangkan Iblis Hitam sudah dalam Mode Demon Berserkers, tiba-tiba Iblis tersebut tepat berada di hadapan Gou Long, ini adalah bentuk kecepatan yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Satu tinjunya juga dengan cepat melesat ke arah perut Gou Long yang diawali dengan bayangan Energi Iblis berwarna hitam. Daya hancur yang besar dirasakan Gou Long.
Itu dapat dirasakannya karena pertahanan tenaga dalam Gou Long rontok dan terbakar hanya karena hawa yang dibawa tonjokan itu padahal tonjokan itu sendiri belum benar-benar sampai.
“He he he... Ma-Mampus la-lah!” ujar Iblis Hitam, dia mulai bisa berbicara sejak dalam Mode Berserkers walaupun masih terbata-bata.
Tinju keras telak mengenai perut Gou Long yang tidak memiliki pertahanan tenaga dalam, “Ah! aku akan mati kali ini...” batin Gou Long
“Duk!”
“Des!”
Yang berikutnya terjadi sangat berbeda dengan apa yang diperkirakan Gou Long dan juga Iblis Hitam.
Pukulan Iblis Hitam masuk dan terserap ke dalam tubuh Gou Long, sedangkan tinjunya yang cepat, hanya terasa seperti tinju yang dilepaskan bocah lima tahun. Yang kemudian lengan itu juga lengket di perut Gou Long tidak dapat ditarik kembali.
Di perut Gou Long sendiri seperti ada reaksi lain, Gou Long dapat merasakan kehangatan yang menjalar dengan cepat ke seluruh tubuhnya.
Lalu, cahaya terang berwarna kuning keluar dari dantian Gou Long, itu beresonansi dengan pukulan Mode Berserkers yang dilepaskan Iblis Hitam.
Cahaya kuning ini terus menyerap Energi Iblis, seperti memurnikan energi jahat tersebut, dan terus menerobos masuk ke dalam dantian Gou Long, tidak lama setelah itu sosok Iblis Hitam yang kehabisan energi, terlihat samar dan menjadi bayangan lalu juga ikut terserap ke dalam kristal kuning kultivasi ganda milik Gou Long.
“Pa-panglima pe-peri ke-keparat... k-kau be-bergerak le-lebih ce-pat da-dari ku!”
Perkataan samar Iblis Hitam mengambang di udara tepat sebelum bayangannya terserap.
Gou Long yang kehilangan lawan karena keberuntungan tidak terlalu berpikir panjang, dia melesat turun serta mengeluarkan kembali pedang dan golok, kembali pembantaian sisa-sisa seniman bela diri yang terpapar dilakukan Gou Long.
Dia bergerak cepat menuju ke kelompok Hua Mei, sambil terus membantai.
__ADS_1
_________
Ramaikan dengan komentar, like, dan votenya ya!!