
Tidak terpengaruh sama sekali dengan teriakan dan makian dari Gou Ing-ing, Anggota dari Klan Lau itu, berbisik-bisik dengan rekannya, tertawa kecil, sambil menunjuk Gou Ing-ing dan Gou Long.
Sikap yang ditunjukkan oleh kedua orang tersebut persis seperti ibu-ibu komplek yang sedang membicarakan kejelekan tetangga saat sedang berbelanja sayuran.
Gou Chen sangat kesal terhadap sikap kedua orang itu, dia tidak balas memaki seperti yang dilakukan oleh Gou Ing-ing, dalam gerakan cepat ia melesat begitu saja.
“Whuusshh!” hamparan hawa murni merebak menerpa kedua orang Klan Lau, tidak ada peringatan, ketika turun tangan ia langsung melepaskan pukulan keras. Bayangan tinju besar dan satu tendangan melingkar mengikuti gerakan pukulan yang dilepaskan Gou Chen.
“Huh! Bukan kau saja yang memiliki kekuatan,” Anggota Klan Lau mencibir, menyambut pukulan serta menghindar dari tendangan Gou Chen.
“Booomm!” ledakan keras pasca terjadi adu pukulan terdengar, bongkahan salju berhamburan. Memercik ke atas pakaian mereka berenam.
Orang-orang semakin banyak saja menghentikan aktivitasnya, pertarungan menjadi lebih menarik bagi mereka jika dibandingkan harus melanjutkan aktifitas.
Gebrakan singkat itu, menaikkan gairah penonton yang sedang berlalu lalang, teriakan penyemangat terdengar di setiap mulut mereka yang melihat, “Ayok Gou Twako, semangat! Kami mendukungmu!”
Penyemangat dari Klan Lau juga muncul, “Lau Twako, kami sangat senang melihat engkau menambah daftar orang-orang Klan Gou yang keok di tanganmu.”
Bukan rahasia, sejak Patriark besar terkena racun dan belum bisa sembuh sampai sekarang, Klan Gou mengalami penurunan yang signifikan, orang-orang sangat senang melihat setiap anggota Klan Gou yang tidak kompeten ini kembali terperosok jatuh.
Mereka yang menyemangati Klan Gou di awal pertarungan, itu hanya sekedar untuk menambah rasa dan daya tarik dari keributan saja. Bukan niat sebenarnya mereka untuk benar-benar mendukung orang-orang dari Klan Gou.
__ADS_1
Setelah Gou Chen bergerak, Gou Ing-ing juga tidak mau kalah, ia mengeluarkan pedangnya. Melesat cepat dengan jurus yang sangat dikenali oleh Gou Long.
“Trankkk!” bunyi beradu pedang beberapa kali terdengar, bukan hanya Gou Ing-ing yang sudah mengeluarkan pedang, lawannya juga terlihat mengeluarkan pedang dan menangkis setiap serangan yang dilakukan oleh Gou Ing-ing.
“Ah! Itu adalah Ilmu Meringankan Tubuh Walet Menunggang Angin,” batin Gou Long, ia juga melihat ke arah Gou Chen yang sedang bertarung, gerakan Gou Chen juga terlihat sama seperti yang diperagakan oleh Gou Ing-ing. Yang membedakannya hanyalah, Gou Chen lebih mengutamakan kepada jurus pukulan sedangkan Gou Ing-ing, pengguna jurus pedang.
“Sayang sekali! Banyak kekurangan dari Ilmu Meringankan Tubuh yang mereka berdua mainkan,” Pikir Gou Long.
Apa yang dilihat oleh Gou Long ini semakin menambah fakta, bahwa ia benarlah anggota dari Klan Gou.
Pengalaman bertarung, Ranah Kultivasi yang tinggi, dan kepekaan terhadap keadaan di sekitarnya, setelah sekian lama melihat jalannya pertarungan, Gou Long menyadari, orang-orang itu tidak benar-benar menyemangati Gou Chen ataupun Gou Ing-ing, mereka sangat menantikan kedua pemuda dan pemudi itu jatuh terkapar di atas tanah bersalju tidak dapat bertarung lagi.
Entah tercoreng sampai pada tingkatan apa nama dari Klan Gou, bahkan masyarakat saja sampai terus menerus menantikan mereka jatuh dan terhina setiap harinya.
Senyum kebahagiaan karena harapan akan segera tercapai mulai terlihat di wajah para penonton. Gou Long mencemooh, “Huh! Apa yang kalian harapkan akan sia-sia saja,” lirih, ia bergumam.
“Ing-ing! jangan batasi dirimu dengan senjata, pedang hanyalah alat, manusia yang mengontrolnya, andai ia terlalu liar, lepaskan saja! Gunakan tangan sebagai pedang, tusuk tebas dengan hawa murni. Tangan adalah pedang yang hidup.” Gou Long mulai memberi pelajaran bertarung pada Gou Ing-ing.
Dengan pelajaran sedikit itu saja, gerakan pedang Gou Ing-ing menjadi berubah banyak, ia bisa sepenuhnya mengontrol gerakan pedang, lincah dan jitu. Adu mata pedang semakin jarang terjadi, gerakan pedang Gou Ing-ing sudah tidak bisa diikuti oleh orang Klan Lau.
Begitu juga dengan Gou Chen, Gou Long menuntun dia bertarung menjadi lebih cepat, Ilmu Meringankan Tubuh Walet Menunggang Angin, yang dimainkan Gou Chen dan Gou Ing-ing sebelumnya terasa kurang sempurna, di bawah arahan Gou Long, itu menjadi tambah hebat.
__ADS_1
Setiap ruang kosong yang terlihat dari kedua lawanya, selalu diucapkan Gou Long, sehingga memudahkan Gou Chen dan Gou Ing-ing melancarkan serangan.
Pada jurus ke enam puluh tujuh, “Crussh!” tusukan pedang Gou Ing-ing melesak masuk ke bahu lawannya.
Darah merembes keluar, pasca tusukan tersebut anggota Klan Lau menjauh dari Gou Ing-ing dua tombak, gadis itu sendiri juga mundur menjauh satu tombak, sehingga jarak yang terbentang menjadi tiga tombak antara keduanya.
Nasib yang lebih buruk diterima anggota Klan Lau yang bertarung dengan Gou Chen, setelah mendapat bimbingan dari Gou Long, gaya bertarung Gou Chen hampir menyerupai cara Gou Long bertarung.
Ia memanfaatkan kelebihan dari gerakan yang lincah berpindah-pindah, sehingga saat berada di belakang lawan, pukulan keras Gou Chen, tepat mengenai punggung lawannya, anggota Klan Lau tersebut terlempar dan bergulingan di atas tanah bersalju.
Sigap, ia bangun dengan cepat, terbatuk-batuk kecil, hawa murni yang bergolak, darah terasa sedikit naik melalui rongga mulut, yang terasa sedikit kelu di lidah, tidak sampai memuntahkan darah.
Anggota Klan Lau itu melesat ke sisi kawannya yang tertusuk. Menjauh dari Gou Chen dan Gou Ing-ing. Hal baiknya bagi kedua orang anggota Klan Lau ini, Gou Ing-ing dan Gou Chen tidak menyerang mereka lebih jauh. Mereka berdua sadar, andai Gou Long tidak membantu, yang tertusuk dan terkapar pastilah keduanya.
Gou Chen melihat ke arah dua orang pesakitan dari Klan Lau, “Lau Kian! Lau Tianfa! Kalian berdua harus lebih bisa menjaga mulut busuk agar tidak terlalu banyak mengeluarkan kotoran yang tidak penting.” Ia mengejek nasib kedua orang Klan Lau itu, Gou Chen sangat puas dengan apa yang telah terjadi pada keduanya.
Ia juga tidak berlaku terlalu impulsif setelah keduanya mengalami nasib seperti itu.
Lau Kian dan Lau Tianfa, tidak terlalu peduli dengan ucapan dari Gou Chen, sikap angkuh yang sejak awal mereka tunjukkan tidak pernah berkurang sedikitpun, walau mereka berada pada posisi kalah bertarung tadi. Hanya saja sikap berbeda dari mereka yaitu, mulut kotor dan ejekan sudah tidak terlihat lagi dari keduanya.
Sekarang! Tatapan mata dari dua orang anggota Klan Lau itu tertuju pada Gou Long, mereka tidak habis mengerti, bagaimana mungkin pemuda yang terlihat biasa-biasa saja, dengan tingkat kultivasi yang tidak terlihat ini, bisa dengan mudah membimbing kedua orang Klan Gou mengalahkan mereka.
__ADS_1
“Apa ranah kultivasi si kerempeng ini sangat tinggi?” batin Lau Tianfa dan Lau Kian.