
Pertarungan hebat yang jarang terlihat di perkampungan Siluman Pohon terjadi, semakin lama bertarung, Siauw Xiezy terlihat semakin hebat dan perkasa. Selain karena gerakan dan jurusnya sangat hebat, pola perpindahan tubuh juga sedikit membingungkan kedua lawan.
Hal-hal yang paling merepotkan sudah tentu serangan rahasia yang muncul setelah serangan pukulan telapak, tendangan ataupun tonjokan.
Sudah bukan rahasia lagi, Siluman Kalajengking ini memiliki keunggulan absolut dan sangat pandai saat melakukan serangan-serangan rahasia berbentuk jurus serangan senjata rahasia, jarum-jarum halus dari bulu yang keluar dan terus tumbuh dari tubuhnya. Itu menjadi keunggulan lain bagi Siauw Xiezy.
Tapi, Patriark Shu Qin dan Tetua Shu Cang, bukan tidak bisa membalas sama sekali, mereka tetap membalas dengan sengit setiap serangan yang dilakukan Siauw Xiezy. Setelah sekian lama, Shu Cang terlihat kian kesusahan, pertarungan antara siluman juga sangat bergantung pada daya tahan dan ranah kultivasi.
Saat pertarungan pertama dua pekan yang lalu, Shu Cang boleh saja berlaku sangat sombong dan terus menekan Siauw Xiezy serta Ding Jia Li. Ketika interogasi dalam dua pekan ini, dia juga masih memperlihatkan sikap yang sangat menindas Siauw Xiezy.
Dalam kemarahan yang meluap-luap, Siauw Xiezy bertarung dengan sepenuh hati, sekarang dia sudah tidak menahan gerakan sama sekali. Hal yang kian merepotkan saja dua orang lawannya.
Setelah ratusan gerakan, Siauw Xiezy berhasil menarik salah satu kaki dari Shu yang yang coba menendangnya di bahu kiri. Siauw Xiezy dengan keras menghempaskannya, tubuh Siluman Kalajengking itu, tidak berhenti begitu saja. Dia menyusul ke arah hempasan tubuh Shu Cang dan meninggalkan siluet Patriark Shu yang masih berada dalam keragu-raguan.
“Swooshh! Telapak kanan Siauw Xiezy dengan telak mengenai rusuk kiri Shu Cang.
“Itu adalah pembalasan untuk penyiksaan yang kau lakukan padaku selama dua pekan ini.” Secara samar dan tidak diketahui oleh siluman lain, Siauw Xiezy juga memasukkan jarum beracun dari bulu-bulu kecilnya yang tidak pernah kehabisan beriringan dengan pukulan-nya.
Saat kebencian dan amarah sudah menguasai, banyak hal yang sangat ingin dibalas Siauw Xiezy atas perlakuan Shu Cang padanya. Namun, hal yang sangat ia benci dari Shu Cang dan Patriark Shu Qin adalah niat mereka yang ingin membunuh Ding Jia Li di tempat.
__ADS_1
“Swooshh!” satu pukulan lain lagi telah mendarat di tubuh Shu Cang, kemudian ia seperti merasakan sakit dua sisi, saat tempurung kaki Siauw Xiezy dengan telak mengenai ulu hati dari Siluman Pohon. “Itu adalah pembalasan dari penghinaan dan penganiayaan yang kau lakukan pada Nona.”
Shu Cang merasakan sakit yang tak terhingga, tulang terasa patah. Saat itu, Siauw Xiezy sudah tidak mau membuang kesempatan. Dengan pemadatan hawa siluman, pedang pendek terlihat di tangan kanannya, dalam gerakan cepat ia menebas Shu Cang di leher.
Sadar nyawa di ujung tenggorokan, Shu Cang berusaha keras menghentikan tebasan ke arah lehernya dengan tangan membentuk huruf X. Namun, tangannya ikut terpotong berikut dengan kepala yang jatuh menggelinding di atas tanah.
Darah yang berwarna kehijauan, itu hampir mirip seperti getah pohon, menyembur deras dan mengotori badan Siauw Xiezy.
Patriark Shu Qin sudah berusaha sebisa mungkin menghentikan serangan Siauw Xiezy dengan pukulan tangan kosong. Tapi, itu dengan mudah dipatahkan Siauw Xiezy, tanpa melihat sama sekali, Siluman Kalajengking itu melepaskan serangan senjata rahasia yang mengarah ke tengah-tengah telapak tangan Patriark Shu Qin dan dengan tepat mematahkan usaha penyelamatan atas Shu Cang.
Semua tetua dan siluman penjaga lain dari Klan Shu merinding dan sedih melihat kematian dari Tetua Shu Cang, bahkan itu termasuk tahanan yang keluar bersama Siauw Xiezy tadi. Walau Shu Cang sangat berangasan, tapi ia masih tetap bagian dari Klan Shu.
Sesaat, Siauw Xiezy berdiri sambil mempertontonkan seringai kejam. Hawa siluman dari tubuhnya meluap-luap dan sangat menekan.
Patriark Shu Qin masih menyesalkan kematian Shu Cang, andai ia tidak menahan diri. Mungkin saja Shu Cang bisa terselamatkan.
Di depan semua siluman, dan di tengah-tengah hawa maut yang mencari kematian lainnya, mayat dari Shu Cang perlahan berubah, dan menjadi tunas pohon. Dalam sekejap, tunas itu terus membesar serta berbunga indah dan mengundang decak kagum.
Itu jenis pohon yang sangat indah, berbeda jauh dengan masa hidup dari Shu Cang yang terkenal kejam dan ringan tangan untuk melakukan pembunuhan. Tidak sepantasnya, pohon dengan bunga-bunga indah itu tumbuh dari mayat siluman yang jahat.
__ADS_1
Patriark Shu Qin tersadar, dia menggeram keras. “Keparat, tidak tahu terima kasih! Nyawamu akan menjadi pendamping yang sangat cocok bagi Shu Cang.”
“Aku tidak peduli,” jawab Siauw Xiezy acuh tak acuh. Salahkan dia sendiri yang telah sangat berani menghina dan memukul Nyonya.”
“Ha ha ha! …” Siauw Xiezy tertawa seram. “Baik sekarang giliran mu. Penyiksaan dan penguncian hawa energi siluman yang kau lakukan padaku sangat menyakitkan selama dua pekan ini.”
Setelah berkata seperti itu, Siauw Xiezy dengan pedang dari hawa siluman mulai menyerang dengan gerakan tebasan, bacokan dan tusuk.
Sebelum pedang datang, hawa dingin dari Energi Siluman sudah memberikan rasa perasaan agar segera menghindar jika tidak ingin mati saat itu juga.
Memang dalam pertarungan ini, tidak saling menggunakan jurus, tapi serangan-serangan mereka berdua jitu, tepat sasaran dan sangat mematikan. Salah fokus sedikit saja, nyawa sudah pasti direnggut lawan.
Saling serang dan balas pukulan terus-menerus terjadi. Saat ini, Patriark Shu Qin sudah tidak menahan diri lagi. Ia sudah tidak peduli pada kata-kata yang terus ia pikirkan selama dua pekan yang lalu.
Kematian dari Shu Cang membawa dampak besar bagi Patriark Shu Qin. Dia sangat ingin melenyapkan bocah siluman kalajengking itu.
Tapi, apa yang ia cita-citakan bukanlah perkara mudah. Ranah kultivasi keduanya memang benarlah seimbang. Namun demikian, ranah kultivasi, daya jelajah tenaga dalam serta daya dobrak dan ledakan hawa siluman dalam tubuh Siauw Xiezy terikat juga terkait erat dengan pemilik kontrak jiwanya.
Sudah pasti Siauw Xiezy juga memiliki daya ledakan tantangan dua tingkat kultivasi di atasnya. Fakta ini, jelas sekali tidak diketahui semua siluman di sana, dan hanya Siauw Xiezy sendiri yang sangat mengerti akan hal ini.
__ADS_1
Sekian lama bertarung dan tidak mendatangkan kebaikan sama sekali bagi dirinya sendiri, Patriark Shu Qin menjadi tambah berang. Sedangkan Siauw Xiezy di sisi lain terus menampilkan senyum dan seringai ejekan yang sangat memualkan Patriark Shu Qin.