
Pesta kecil-kecilan mereka berakhir di penghujung malam, hal ini tidak lepas karena setelah makan dan minum, mereka berbicara tentang Ilmu Silat dan Ilmu Alkimia, yang berujung pada saling latih tanding Ilmu Silat antara mereka semua.
Dan sudah tentu yang paling menarik minat mereka adalah latih tanding Ilmu Silat. Ingat! Hampir semua alkemis berpegang pada prinsip.
“Seseorang tidak akan bisa menelan semuanya jika terlalu banyak memakan.”
Maksud dari ungkapan itu adalah seseorang yang berfokus pada Alkemis pasti tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk berlatih silat, jadi alangkah baik seseorang meninggalkan salah satunya, dan berfokus pada salah satu di antara keduanya. Sehingga dia bisa memantapkan langkah kakinya di salah satu dari jalan Alkimia atau Jalan Ilmu Bela Diri.
Hal ini telah di contohkan oleh Maharaja Alkemis ribuan tahun yang lalu, Dewa Obat Tangan Sakti yang hanya berfokus pada jalan Alkimia dan tidak berlatih ilmu silat. Sehingga nama beliau sangat diagungkan oleh para Alkemis, walaupun kemudian para Alkemis tidak pernah membaca kitab asli beliau dan tidak ada yang berhasil menjadi murid beliau.
Maka dengan latih tanding ilmu silat ini, seperti memberi air pada orang yang kehausan. Tidak dapat dipungkiri, hati kecil para Alkemis juga berharap bisa berlatih ilmu silat, namun mereka tetap harus mendisiplinkan diri dan menahan hasrat keinginan itu serta berpegang teguh pada prinsip mereka.
Lantas untuk apa juga para Alkemis berkultivasi? hal ini pernah dijelaskan sebelumnya, jalan Alkimia juga membutuhkan kultivasi, semakin tinggi ranah kultivasi seorang Alkemis semakin mudah baginya untuk meracik pil dengan ranah yang sesuai dengan kultivasinya.
Jadi wajar saja dalam kasus kakak beradik Yu salah dalam menilai ilmu pedang yang dimainkan Feng Yueyin, karena mereka menilainya bukan dari kualitas ilmu pedang, tapi dari dasar ranah kultivasi Feng Yueyin.
Malam itu Gou Long tidak langsung beristirahat dan berkultivasi, dia terlebih dahulu menjumpai Suma Xiulan, mengingat perjanjiannya akan berakhir esok hari, Gou Long menagih catatan resep pil yang ditulis oleh ayah Suma Xiulan dan menjadikan itu sebagai bahan bacaan utama malam itu juga, sebagian resep dihafalnya dan sebagian lagi hanya diingat sepenggal-sepenggal.
Keasyikan membaca tak terasa hari telah pagi, Gou Long baru sadar dan kembali ke kenyataan ketika pelayan mengetuk pintu lalu masuk dan membawakan sarapan pagi untuknya.
__ADS_1
Dia tidak langsung menyantap makanan, tapi terlebih dahulu mandi dan mengganti setelan pakaiannya, jubah Alkemis yang biasa dipakainya sudah dicopot agar terhindar dari masalah yang berkepanjangan, Gou Long sadar, Petinggi Asosiasi Alkemis pasti akan bertanya statusnya dari jubah Alkemis yang dipakai.
Dia belum pernah mengambil ujian Alkimia, Asosiasi Alkemis pasti tahu nama-nama murid dari Guild Alkemis berbagai daerah yang pernah mengambil ujian Alkimia. Dengan pertimbangan inilah Gou Long kembali berpakaian seperti biasa, setelan putih-putih dengan jubah berwarna biru.
Setelah sarapan, pelayan yang tadi datang mengantarkan makanan kembali hadir di kamar itu, dia ingin membereskan tempat dan sisa-sisa makanan Gou Long ketika Gou Long menghentikannya, “Nanti saja membereskannya, sekarang tunjukan jalan ke aula pertemuan!” Pinta Gou Long.
“Mari Tuan Muda!” pelayan itu langsung memimpin ke aula pertemuan.
Gou Long adalah orang yang terakhir sampai di aula pertemuan pagi itu, dia masuk dan memberi penghormatan kepada beberapa orang yang duduk di kursi utama, kemudian baru beranjak duduk di sisi bawah di samping Han Zhong yang sudah melambaikan tangan sejak tadi.
“Paman Han! Tolong paman perkenalkan beberapa orang yang duduk di kursi utama padaku.” Bisiknya.
“Yang di tengah-tengah itu adalah Ketua Asosiasi Alkemis Shi Chen, yang di samping kirinya adalah Thio Chang dan yang di samping kanan Lou Yuan, mereka berdua sebagai wakil pertama dan wakil kedua Asosiasi Alkemis.” Jawab Han Zhong.
Ketiganya masih gagah dengan rambut yang tersisir rapi serta kumis tipis yang memperlihatkan sisi maskulin dari ketiganya, mereka bertiga memakai jubah yang berwarna kuning keemasan lengkap dengan lambang Alkemis di dada, yang menandakan bahwa mereka Alkemis Ranah Surgawi.
Wibawa yang diperlihatkan mereka bertiga sangat berbeda dengan wibawa para pesilat, mereka memiliki keagungan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pesilat mana pun.
Gou Long kemudian menuangkan arak yang sudah disediakan di atas meja ke dalam cangkirnya, “Junior bernama Gou Long, maafkan keterlambatan junior! Sebagai kompensasi atas keterlambatan junior, Junior ini akan meminum secangkir arak ini penghormatan untuk para senior!” teriak Gou Long sambil mengambil sikap menyuguhkan arak ke arah kursi utama.
__ADS_1
Tiga orang yang duduk di kursi utama ikut menuangkan arak dan mengambil sikap seperti Gou Long, lalu mereka ikut meminum arak masing-masing, “Silahkan anak muda!” ujar mereka serentak.
Melihat sikap Gou Long dan ketiga Petinggi Asosiasi Alkemis, semua orang hadir di aula pertemuan itu serentak ikut berbuat seperti Gou Long, bagi mereka yang tidak minum arak menggantinya dengan teh.
Memang begitulah adanya pertemuan pagi itu, lebih seperti acara makan dan minum bersama. Baru kemudian Suma Xiulan melaporkan detail kejadian lenyapnya Guild Alkemis Daerah Selatan, serta menyerahkan Pil Yuandan Super hasil racikan ayahnya.
Ketua Shi menerima Pil tersebut kemudian langsung memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya lalu dia memberi pengumuman dan menanggapi laporan Suma Xiulan, “Mulai hari ini Nona Suma Xiulan dan rombongannya akan menetap dan tinggal di Asosiasi Alkemis, dengan area gedung timur menjadi tempat tinggal mereka,” ujarnya.
“Terkait dengan Organisasi Ordo Setan Hitam, mungkin saja saat ini mereka juga telah beroperasi di Daratan Tengah ini kita tidak tahu pastinya, yang jelas dan perlu perhatian kita bersama adalah ‘kejahatan selalu lebih maju satu langkah dari pada kebaikan’ maka kita hanya bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.” Lanjut Ketua Shi berapi-api dan penuh semangat.
“Benar apa yang disampaikan Ketua Shi, Asosiasi Alkemis akan selalu berdiri di atas kebaikan.” Wakil Ketua Lou ikut menyambung ucapan dari Ketua Asosiasi.
“Terima kasih Ketua! Kami tidak akan sungkan ke depan nantinya, mohon Ketua bersabar dengan tingkah Nona Muda kami yang masih dangkal dan perlu bimbingan dalam Ilmu Alkimia,” Jawab Han Zhong.
“Kalau begitu kami undur diri, dan berbenah dengan tempat tinggal baru kami.” Lanjut Han Zhong dengan sopan meminta izin undur diri.
“Jangan sungkan jikalau ada sesuatu yang ingin disampaikan dan ingin dipelajari, tempat ini sudah menjadi rumah baru bagi kalian.” Yang menjawab kali ini adalah Wakil Ketua Thio.
“Baik paman! Kami tidak akan sungkan.” Ujar Suma Xiulan, kemudian dia ikut undur diri dan berjalan mengikuti Han Zhong.
__ADS_1
Satu persatu mereka izin undur diri dan bergerak ke area gedung timur Asosiasi Alkemis. Gou Long juga mengikuti mereka dan bergerak cepat ke sisi Feng Yueyin, “Yueyin Siomei! Persiapkan segala keperluanmu! Kita juga akan berpamitan dengan mereka.” Bisiknya.
“Baik Gege! Segala keperluanku, sudah kusimpan dalam cincin ini.” Jawabnya lirih, ada sedikit rasa keengganan berpisah dengan Suma Xiulan dalam diri Feng Yueyin, namun kehendak dari Gou Long lebih diutamakannya.