
Puas tertawa, si Kakek melanjutkan, “Bocah! Dua ratus tahun yang lalu, Rimba Hijau memiliki dua orang momok yang saling bersaing, dari golongan putih ada seorang manusia yang memiliki bakat luar biasa, yang bernama Song Bu Kek. Sedang dari golongan hitam akulah orangnya…”
“...” Gou Long menganggukkan kepala, menyimak setiap patah kata dari si Kakek, ia tidak memotong, membiarkan Kakek tersebut menarik nafas sejenak.
Ia juga tidak menunjukkan sikap bermusuhan, walaupun Kakek ini dari golongan hitam, tapi apa yang bisa dilakukan orang tua yang sedang menunggu ajal itu terhadapnya?
“Aku Kwee Ang Liong menjadi pesaing terbaik dari manusia yang bernama Song Buk Kek itu, pertarungan kami terjadi selama berpuluh tahun, tetap saja tidak ada yang berhasil mengalahkan satu sama lain, namun kisah kami ini hampir tidak ada orang yang tahu…” Si Kakek menarik nafas lagi.
Heran, Gou Long menanggapi, “Kenapa kisah ini tidak ada yang tahu kek? Sedangkan Kakek Song bahkan sangat terkenal tanpa tanding, namun di sini Kakek berkata ‘Kakek dan Kakek Song saling bersaing'!...”
“He he he…” terkekeh senang akan ketelitian Gou Long, “Bocah! Siapa namamu?” Kakek Kwee malah bertanya nama Gou Long.
“Aku bernama Long dengan marga Gou.”
“Bocah! Gurumu si orang tua bermarga Song itu memang tidak memiliki tandingan dari golongan putih maupun golongan hitam, hanya aku seorang yang menjadi tandingnya dari golongan hitam…”
Kakek Kwee kembali menarik nafas dalam dan berat, ada rasa marah yang membuncah dari tarikan nafas itu, “Kemudian saat aku menghilang, nama Song Bu Kek semakin melambung tinggi…”
Gou Long tahu, yang membuat perasaan Kakek Kwee berat dan muncul rasa marah bukan karena nama Kakek Awan Putih yang melambung tinggi, melainkan penyebab ia menghilang.
Memastikan apa yang menjadi buah pikirannya, Gou Long bertanya, “Kenapa kakek menghilang?...”
“Aih! Ini akan sangat memalukan, seorang momok golongan hitam seperti diriku ini malah dicelakai oleh tiga orang murid durhaka… Aku diracuni oleh mereka, lalu mereka menyekapku di sini lebih dari seratus tahun, bisa hidup mengandalkan lumut dan tetesan air yang jatuh dari lantai atas itu sampai sekarang ini…”
“Yang Maha Kuasa masih berlaku baik padaku, memberi secercah harapan agar aku bisa membalas kelakuan tiga orang murid durhaka itu…”
__ADS_1
“Ha ha ha…” terlalu bersemangat, Kakek Kwee melupakan pokok awal ceritanya.
Gou Long sabar menanti, membiarkan semangat Kakek Kwee muncul. Baru kemudian ia bertanya, “Lalu siapa ketiga orang murid Kakek? Apa mereka juga yang Kakek maksud telah kusinggung sebelumnya?”
Tidak langsung menjawab, Kakek Kwee menyakinkan Gou Long, “Bocah! Yakinlah! Kau pasti akan bisa keluar dari lubang terkutuk ini, aku yang akan mengeluarkanmu, namun…”
Mimik wajah Kakek Kwee terlihat ragu, ia ingin meminta suatu kesediaan dari Gou Long.
“Katakan saja Kek! Selama nyawaku masih di dalam badan perkara Kakek akan ku usahakan.” Ujar Gou Long.
“Kau harus bisa memburu dan membunuh ketiga manusia durhaka itu, arwahku kelak akan tenang kalau kau bisa membunuh mereka.” Pinta Kakek Kwee.
“Baik Kek! Itu akan kulakukan.” Bagi Gou Long seorang Guru itu layaknya orang tua, durhaka pada Guru, sama saja dengan durhaka pada kedua orang tua, dia sangat membenci orang-orang durhaka seperti itu.
Maka tanpa pikir panjang ia menyetujui, walaupun yang meminta ini adalah salah satu legenda dari golongan hitam.
Tanpa diminta, Gou Long langsung bersumpah, “Aku bersumpah jika aku tidak bisa membunuh ketiga murid durhaka Kakek Kwee, maka kultivasi ku tidak akan pernah meningkat dan akan terikat dengan Iblis Hati!” tegas sumpah yang diucapkan Gou Long.
“Bagus! Bagus!” Kakek Kwee sangat puas dengan sikap Gou Long, ia melanjutkan, “Bocah! Kalau kukatakan nama ketiga murid durhaka itu, kau pasti tidak akan mengenalnya…”
Lama… Kakek Kwee berpikir, “Mungkin kau mengenal kalau yang kukatakan yaitu julukan ketiganya. Yang paling hebat dan punca dari segala kelicikan adalah muridku yang paling tua, Nyonya Gila Berwajah Malaikat, dialah yang merencanakan semua penderitaanku ini…”
“Lalu, dua orang lainnya, Sepasang Iblis Hitam dan Iblis Putih…”
Mendengar ketiga julukan itu, tubuh Gou Long tersentak, ia sangat terkejut.
__ADS_1
“Ah! Pantas kedua Iblis itu sangat hebat, guru mereka saja sehebat Kakek Kwee.” Batin Gou Long, namun mulutnya berkata, “Aku mengenal yang dua terakhir, yang pertama Kakek sebutkan tidak kukenal…”
“Baik sekali kau mengenal dua yang terakhir, orang tua ini perlu bercerita yang dua itu, nah orang tua ini akan fokus mengenalkanmu dengan yang pertama tadi…” ucap Kakek Kwee.
“Saat itu mereka bertiga adalah orang-orang yang memiliki ambisi tinggi dengan keinginan menyatukan Dunia Persilatan kelima daerah, baik itu Selatan, Utara, Timur, Barat dan Daratan Tengah, namun kemampuan mereka bertiga sangat terbatas…”
“Di sinilah si Nyonya Gila Berwajah Malaikat memainkan perannya dengan sangat baik, dia memiliki seribu ide licik di dalam kepalanya, dia merancang pergerakan dengan nama Organisasi Ordo Setan Hitam, dia juga yang memegang pucuk pimpinan, lalu merekrut beberapa orang bawahan, termasuk kedua adik perguruannya dia jadikan bawahan…”
Gou Long tambah terkejut mendengar cerita ini, ia terus menyimak dengan lebih teliti.
Kakek Kwee menghela nafas panjang, “Di sinilah awal mula kesalahanku, Aku terlalu meremehkan ambisi perempuan gila itu. Aku berpikir usaha mereka adalah kesia-siaan, sehingga aku membiarkan saja…” Kakek Kwee memotong ceritanya, “Poin pertama tadi jangan kau lupakan bocah.”
“Iya Kek! Aku tidak lupa, mereka bertiga memiliki kemampuan yang sangat terbatas, dengan kata lain Ilmu Silat mereka biasa-biasa saja.” Jawab Gou Long.
“Tepat! Berbicara denganmu menjadi sangat mudah, kau tetap mengingat hal-hal penting bagian dari cerita…” Ucap Kakek Kwee.
Gou Long mengerti, pemahaman umum Dunia Persilatan, tidak sepantasnya seorang guru yang tak terkalahkan memiliki tiga orang murid yang biasa-biasa saja, pasti ada sesuatu yang salah ketika hal seperti itu terjadi.
“Jadi, kenapa mereka bertiga memiliki kemampuan yang biasa-biasa saja?” tanya Gou Long.
“Bukan kemampuan mereka yang biasa-biasa saja, saat itu ketiganya belum benar-benar memahami apa yang kuajarkan, ambisi yang besar lebih menguasai hati mereka, dan itu terbukti, bukankah sekarang mereka bertiga merupakan momok?”
Gou Long tidak bisa membantah, ia pernah bertarung dengan Sepasang Iblis Hitam dan Putih, dan keduanya memang sangat hebat.
“Lalu… mereka bertiga menuntut agar aku memberi Pelajaran Ilmu Silat yang lebih hebat bagi mereka. Padahal yang aku ajarkan pada mereka bertiga masing-masing sangat sesuai dengan karakter mereka. Disinilah si Nyonya Gila Berwajah Malaikat kembali bermain gila…”
__ADS_1
Kakek Kwee menarik nafas dalam dan panjang, “Dia membisiki kedua adik perguruannya, bahwa aku memiliki sebuah Kitab luar biasa, namun aku enggan mengajari mereka ilmu yang ada di dalam Kitab itu.”
Kakek Kwee, tidak melanjutkan ceritanya, sehingga rasa penasaran yang sangat besar muncul di dalam pikiran Gou Long.