Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 400. Tekanan Puncak Kaisar Agung


__ADS_3

Hanya Gou Long sendiri yang sangat mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya. Saat kompetisi babak pertama tadi, dia dapat merasakan tekanan yang kuat dan mendominasi ditujukan atas dirinya.


Dalam benak si pemuda, ada seorang Kaisar Agung Tahap Menengah atau bahkan Tahap Puncak telah dengan sengaja berbuat curang dalam kompetisi itu. Orang itu hanya menekan dan terus memandangkan mata tajam kepada Gou Long seorang dengan sengaja.


Tapi, Gou Long tidak tahu arah mana tatapan itu berasal. Bahkan, gara-gara tekanan itu Gou Long bisa saja tidak dapat menembus babak pertama jika ia tidak dengan cepat membentengi diri secara paksa dan samar-samar dengan Teknik Transformasi Roh yang dipadukan dengan tekanan Naga.


“Keparat, Kaisar Agung Pengecut dengan sengaja menekan ku. Baiklah aku akan mengikuti permainan indah darimu secara suka rela. Aura ini akan aku tandai, saat aku kuat nanti hutang ini pasti akan kubalas.” Gou Long sangat marah pada Kaisar Agung yang mencurangi dirinya.


Pada kenyataannya, ini sangatlah tidak sama dengan apa yang dipikirkan si pemuda. Tidak ada Kaisar Agung yang mencurangi kompetisi sama sekali.


Di platform paling tinggi, tempat Tuan Penguasa Kota dan sepuluh orang Puncak Kaisar Agung duduk serta menonton kompetisi itu secara acuh tak acuh, sekarang telah berubah sepenuhnya.


Orang ini adalah Puncak Ranah Kaisar Agung yang tempat usahanya di obrak-abrik Gou Long, atau dengan kata lain dia adalah pemilik dari pasar hamba sahaya yang sebenarnya.


“Aura mu tidak akan dapat mengelabuhiku anak muda.” Kaisar Agung tersebut bermonolog di dalam hati.


Namun, pada saat ia memperhatikan Gou Long dengan lebih teliti. Segera saja ia mengenali, bahwa si pemuda adalah orang yang dicari-cari oleh Putri Agung.


“Hai, lihatlah?! Bukankah itu anak muda pendatang baru yang diceritakan oleh Putri Agung.” Kaisar Agung Tahap Puncak itu mulai mengasapi sembilan Puncak Ranah Kaisar Agung lainnya di sana.


Pemuda cuek–Kaisar Agung pemilik petir surgawi melirik acuh pada Gou Long. “Ada aura samar yang terasa sedikit sama dengan Putri Agung dari pemuda itu.” Dia bermonolog di dalam hati.

__ADS_1


“Huft, hanya bocah kemarin sore. Biarkan aku menekannya dengan penglihatan mataku saja.” Salah satu Kaisar Agung di sana berkata-kata dengan acuh.


Puncak Kaisar Agung ini bernama Leng Bian, orang ini merupakan seorang Master Array kelas tinggi. Kepribadiannya sangat culas dan iri terhadap kecerdasan yang dimiliki orang lain. Padahal usianya sudah sangat tua, tapi kebijaksanaan tidak kunjung datang pada pribadi orang tersebut.


“Baiklah, aku juga ingin melihat perkembangan kekuatan dari Saudara Leng setelah beberapa tahun berlalu.” Ini adalah Kaisar Agung yang pertama kali menanam benih kebencian pada Gou Long, atau si pemilik bisnis hamba sahaya yang sebenarnya.


Dia bernama Chu Ling Bau–Puncak Ranah Kaisar Agung yang menguasai sekaligus spesialisasi bagian pola segel-segel rumit, termasuk segel pengunci Kaisar Qi.


Chu Ling Bau dan Leng Bian adalah dua serangkai yang dulu menjatuhkan Puncak Kaisar Agung pemilik dua keahlian–Kaisar yang berinisial L dan K jatuh karena buah karya mereka berdua.


Ingat! “Kejahatan yang terorganisir dengan baik dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik.”


Chu Ling Bau merupakan sahabat baik L dan K, sedangkan Leng Bian kerabat dekat sekaligus paman dari L dan K. Pada saat dua kerabat dengan niat jahat bersatu, kejadian selanjutnya seperti sudah diceritakan terdahulu.


Lu Banxia–Puncak Kaisar Agung Pemilik petir surgawi ini adalah orang yang selalu mengunggulkan diri sendiri. Selain dia menjadi yang terkuat diantara para Puncak Kaisar Agung, dia juga yang paling tua diantara mereka.


Insiden yang melibatkan tiga orang dan kejatuhan salah satu dari Kaisar Agung–Lu Banxia tahu dalangnya. Namun, sekali lagi keegoisannya yang tinggi dan merasa paling kuat membuat ia malas turun tangan terhadap hal-hal yang dianggapnya tidak mengganggu eksistensi dari dia sendiri.


Bahkan, pada kasus kejatuhan Puncak Kaisar Agung L dan K bisa dikatakan keberuntungan berpihak pada Lu Banxia tanpa dia sendiri harus turun tangan.


Sementara, tujuh orang Puncak Kaisar Agung lain juga terlihat acuh. Tapi, dalam hati kecil mereka semua sangat ingin melihat kehebatan orang yang bisa membuat Putri Agung mewanti-wanti dan mencari keberadaan orang tersebut.

__ADS_1


Leng Bian tidak peduli pada cemoohan semua Puncak Kaisar Agung lain. Dia mulai memfokuskan tekanan miliknya, dan menekan Gou Long dengan intimidasi dari jarak yang jauh.


“Duk!” Jantung Leng Bian bergetar dan berdetak lebih kencang. Sorot matanya sejenak menajam dan memperlihatkan rautan ketidakpercayaan. Walaupun begitu, sebisa mungkin ia menyembunyikannya dari Puncak Kaisar Agung lain di sana.


“Rupanya dia memang sedikit berisi. Padahal masih sangat muda, tapi sudah bisa menembus Puncak Ranah Kaisar Surgawi. Apa mungkin usia pemuda itu tidak sesuai dengan penampilannya.” Leng Bian berkata-kata pada diri sendiri. Masih meragukan tolakan dari tekanan mata yang tadi dilepaskannya.


Perlawanan yang membuat jantung Leng Bian bergetar tadi, itu berasal dari Teknik Transformasi Roh dan Tekanan Naga milik Gou Long. Ketika Leng Bian merasakan adanya perlawanan, semakin keras ia menekan Gou Long dengan tatapan matanya.


Gou Long menjadi gemetaran dan kesusahan untuk fokus pada kontes keterampilan. Leng Bian bahkan berusaha agar Gou Long tersingkir sejak awal. Ya, usaha keras dia juga mendapatkan perlawan keras dari si pemuda.


“Boleh juga kau, anak muda! Akan kulihat sampai batas mana engkau dapat bertahan.”


Namun, pada akhirnya Gou Long berhasil melewati kontes pertama, pencapaian itu merupakan pukulan telak pada muka Leng Bian.


Cemoohan lain segera ia dapatkan dari para Puncak Ranah Kaisar Agung lainnya di platform paling tinggi. “Huft, Kaisar Agung Leng hanya memiliki nama kosong belaka. Untuk anak kemarin sore saja sampai kualahan seperti ini.”


Chu Ling Bau jelas tidak suka dengan hasil akhir yang didapatkan oleh Leng Bian. Meskipun ia tidak mengatakan kalimat cemoohan, tapi, raut masam dari wajah Puncak Kaisar Agung Master Segel itu tidak disembunyikan sama sekali.


Namun, sebagian dari Kaisar Agung itu ada yang menatap kagum pada Gou Long. Hawa samar merah sedikit bercampur warna kuning yang muncul dari tubuh Gou Long saat ia bertahan dari serangan Leng Bian tidak dapat membohongi mata tajam mereka.


“Anak ini memiliki aura yang tidak biasa. Bukan hal mudah untuk menundukkannya.” Pujian tulus seperti itu juga muncul dari mulut dua-tiga orang Kaisar Agung lain.

__ADS_1


Lu Banxia menjadi sedikit tertarik, dia yang sebelumnya hanya memandang sebelah mata pada Gou Long, sekarang membeliakkan mata dan meneliti secara lebih jelas.


“Ah! Bagaimana ini mungkin?!” Lu Banxia terkejut dan hampir bangkit dari tempat duduknya.


__ADS_2