
“Nona Hua! Kita memang berjodoh, bahkan telah berjodoh sejak kecil, langit sampai tidak rela kita berpisah dan mengantarmu kembali padaku di Tanah Suci Para Pendekar ini.”
Itu adalah Ouyang Shilin, dia sangat berani mengucapkan kata-kata yang membuat orang-orang mendengarkan ucapan tersebut mencibirnya.
“Huh! Tuan Muda Ouyang sangat tidak tahu malu, masih berani menganggap orang lain sebagai jodoh, padahal Patriak Hua jelas-jelas sudah membatalkan ikatan perjodohan tersebut,”
“Ini benar-benar lelucon terhebat zaman ini! Ha ha ha...” yang menjawab ini adalah orang-orang dari rombongan Alkemis, mereka karena melihat kedatangan Gou Long, ikut berhenti bergerak walau kemudian Gou Long tidak datang menghampiri mereka.
Suara cibiran tadi diucapkan oleh Yu Jiang, dia memang tipe pemuda yang paling tidak suka berbelit-belit. Apa pun yang ada dalam benaknya akan di sampaikan, kecuali perasaan cintanya pada Suma Xiulan.
Rombongan Asosiasi alkemis di kebun ini sebagian besar di kenal Gou Long, itu termasuk Yu Jiang, Yu Yihua, Suma Xiulan, Chung bersaudara, dan 4 orang lain wajah baru yang belum pernah dijumpai Gou Long sebelumnya.
“Saudara Gou! Lama tidak berjumpa tidak kusangka, malah berjumpa Saudara Gou di sini.” Lanjut Yu Jiang menyapa Gou Long ramah.
“Lama tidak berjumpa Saudara Jiang! Semoga ke depan kita bisa berjumpa tidak pada...” ucapan Gou Long yang belum habis terpotong dengan ucapan balasan dari Ouyang Shilin, “Sejak kapan Asosiasi Alkemis berani campur tangan urusan dari Klan Ouyang-ku!” nadanya keras, kasar dan mengancam.
Gou Long memang tidak tahu cerita lengkap tentang ini, namun secara samar ia tahu, ini pasti urusan perjodohan Hua Mei, “Manusia bermarga Ouyang! Pertama; Nona Hua adalah orangku, kau berani omong besar! Nyawa anjingmu akan terkubur di tanah ini,” Ancam Gou Long, sorot mata Gou Long tajam dan menekan.
“Kedua; aku tidak suka orang lain memotong ucapanku dan mengancam orang-orang yang menjadi temanku, apa kau benar-benar ingin mati muda?” lanjut Gou Long, mulutnya yang tersenyum terlihat menyeramkan.
Banyak sorot mata terkejut mendengar ucapan Gou Long ini, akan tetapi tidak ada yang bertanya atau ingin sekedar memahami maksud dari ucapan Gou Long.
Hua Mei yang awalnya mendengar ucapan dari Ouyang Shilin menjadi sangat marah, sebelumnya dia memang tidak mengenal Ouyang shilin, namun karena ucapan tersebut ia jadi mengenal dengan biang kerok yang telah membuat dia dan Cici Ranrannya sangat menderita.
Murong Qiu mendekat dan menggenggam erat tangan Hua Mei, ia tahu beberapa saat lalu Hua Mei sedang menekan perasaannya, itu terlihat dari gerak postur Hua Mei yang bergetar sambil berdiri.
__ADS_1
“Tenang saja, Long Gege mu pasti akan membereskan keparat ini untukmu!” bisiknya, menenangkan Hua Mei.
“Iya Cici! Tapi, aku ingin membereskan sendiri keparat ini... Gara-gara dia lah, Cici Ranran sangat menderita.” Lirih Hua Mei pada Murong Qiu.
“Perhatikan saja dulu situasinya, jangan bertindak gegabah.” Balas Murong Qiu Mengingatkan.
“Ha ha ha!....” tawa keras terdengar di antara bisik-bisik kedua gadis ini.
Tawa ini diperdengarkan Ouyang Shilin, dia menunjuk Gou Long, “Kau!... Kau hanya semut yang tak pantas kulihat walau hanya ujung bajumu,”
“Orang kampungan sepertimu bahkan berani mengatakan Nona Hua adalah orangmu. Inilah lelucon yang sebenarnya, bocah kampungan! Siapa namamu? Aku tidak pernah membunuh orang yang tidak memiliki nama.” Balas Ouyang Shilin mengancam Gou Long tidak kalah sengit.
Gou Long tidak langsung menjawab, namun ia memperhatikan Ouyang Shilin sesaat, “Sayang! Muda dan berbakat, tulang juga bagus, akan tetapi energi murni yang tersimpan di dalam tubuh banyak terbuang percuma...” ujar Gou Long, ucapan yang tidak dimengerti oleh hampir semua orang yang ada di sana.
“Baiklah! Karena kau sangat ingin segera bertemu dengan raja akhirat, maka ingatlah baik-baik namaku GOU LONG.” Nada yang dikeluarkannya seperti sengaja di tekan pada lafal penyebutan nama.
Huan Tay Seng menggunakan Teknik Suara khusus yang menekan semua keributan di sana, serta memperingatkan akan bahaya yang sejak tadi mereka tunggu berlalu agar tidak terjadi bentrok dengan makhluk tersebut.
“He he he!... Berterima kasihlah pada makhluk itu, nyawamu menjadi sedikit lebih lama.” Ujar Ouyang Shilin mengejek Gou Long.
Gou Long tidak peduli pada Ouyang Shilin, dia lebih terfokus pada apa yang diucapkan Huan Tay Seng baru saja, lantas Gou Long bertanya, “Saudara Huan! Memangnya ada apa dengan kebun herbal ini? Dan apa maksud perkataan saudara barusan?” tanya Gou Long memanfaatkan kesempatan yang ada.
Huan Tay Seng lantas menunjuk ke kejauhan sana, “Coba Saudara Gou pancarkan Kesadaran Spiritual ke arah sana.” Jawab Huan Tay Seng.
Tidak ada keanehan yang terlihat dengan mata kepala di kejauhan sana, akan tetapi, begitu Gou Long mengedarkan kesadaran spiritualnya, ia segera menyadari ada sosok lain yang memiliki kemampuan berkamuflase serta bersembunyi dengan sama baiknya.
__ADS_1
Setelah diperhatikan dengan seksama oleh Gou Long dia segera tahu itu adalah Siluman Kelas Ke-1 yang sangat merepotkan, karena teknik kamuflasenya, itu jenis Kalajengking yang menggunakan racun untuk menyamarkan diri.
Bagi Gou Long, siluman kelas ke-1 merupakan makhluk yang biasa, dia dapat dengan mudah membunuhnya, namun bagi seniman bela diri Puncak Ranah Langit lainnya, makhluk ini memiliki kekuatan tempur setara dengan kultivator Ranah Surgawi dan memiliki kesenjangan kekuatan yang sangat jauh dengan mereka.
Kalajengking itu terlihat seperti menjaga herbal yang sudah tumbuh selama ribuan tahun di sana.
Mengetahui, yang membuat mereka kadang berhenti dalam jangka waktu yang lama adalah karena siluman kelas ke-1 itu, Gou Long malah segera membuat kekacauan.
Dengan perilakunya itu, perasaan semua orang-orang di sana menjadi ketar-ketir sendiri.
Kecuali beberapa orang saja yang pernah melihat kehebatannya, seperti Hua Mei. Murong Qiu Suma Xiulan, dan kedua bersaudara Chung.
Dia sengaja berteriak keras dan memancing kemarahan Makhluk tersebut, “Senior Kalajengking!” teriak Gou Long, kemudian ia tertawa keras, baru melanjutkan ucapannya, “Kami akan mengambil Herbal yang telah kau jaga bertahun-tahun ini...”
Dari kejauhan terdengar suara mengeram dan menjawab dengan nada keras, “Anak manusia tak tahu diri! Mundurlah, akan kuberi kalian satu kesempatan hidup!”
Orang-orang yang ada di kebun herbal bernafas lega mendengar ucapan siluman tersebut, namun mereka menjadi sangat geram pada Gou Long karena dia malah memprovokasi siluman itu lebih jauh.
Dengan menjadikan Ouyang Shilin sebagai kambing hitam, Gou Long kembali berteriak, “Senior Kalajengking! Orang yang berpakaian kelabu jubah merah hati ini memaksa kami... Dialah yang menjadi pemimpin, dan dialah yang memiliki ide merebut barang yang kau jaga...” sambil berteriak Gou Long menunjuk Ouyang Shilin dengan tangannya.
Di sana, suara jawaban kembali terdengar.
“Ha ha ha! Tidak penting siapa yang memimpin, kalian semua harus mati karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan.”
Saat ini, raut wajah mereka semua memucat, “Keparat kenapa kau menumbalkan ku, kau sendiri yang mengganggu makhluk itu tadi.” Maki Ouyang Shilin.
__ADS_1
“Ha ha ha... Sekarang bukan saatnya untuk memakiku, tapi inilah saatnya memikirkan cara untuk menyelamatkan diri.” Balas Gou Long, ia terlihat sangat menikmati terhadap apa yang telah diperbuatnya.
Murong Qiu dan Hua Mei tertawa cekikan melihat tingkah Gou Long, tidak terlihat perasaan dan rasa khawatir mereka akan kedatangan Siluman Kalajengking itu.