
Pembawaan Patriark Pan memang berbeda dari orang lain yang ada di sana, walaupun penampilan pemuda yang ada di depannya kumuh dan awut-awutan, dia telah meneliti pemuda itu dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya. Patriark Pan yakin ada hal tertentu yang tidak bisa dibuat permainan dalam diri pemuda itu.
Tersenyum ramah, Patriark Pan berkata, “Ini adalah Daerah Utara, secara spesifik Pendekar muda berada di Sekte Lembah Es Utara. Dan aku Patriark dari Sekte ini, Pan Guang Yi. Itulah namaku…” Memperkenalkan dirinya, Patriark Pan melanjutkan, “Lalu Pendekar muda ini siapakah?”
“...” Gou Long tidak langsung menjawab, berdiri termangu- manggu di tempat, “Ini Daerah Utara!” bergumam menegas pada dirinya sendiri, “Posisi keberadaanku sangat jauh melenceng, kukira ini hanya berjarak beberapa Kota dari tempat semula…”
“Patriark! Pemuda ini sangat tidak sopan! Datang ke Sekte tanpa diundang, dia juga sangat berani tidak menjawab pertanyaan dari Patriark.” Kesal terhadap tindakan Gou Long, salah satu dari Penatua Sekte Lembah Es Utara bergerak sebat menyerang, “Pengemis gila! Mampus lah!”
“Tahan! hentikan serangan!” teriak Patriark Pan.
Namun itu telah kasip.
“Whoosshh!”
Bayangan telapak sebening giok es meluncur deras ke arah Gou Long.
Teriakan dan pukulan itu memecah gumaman Gou Long, membuat ia kembali kepada kenyataan, tersenyum kecil, “Hanya Pukulan Telapak Es biasa! Ini merupakan permainan anak-anak bagiku!” batinnya.
Gou Long berniat memamerkan sedikit kekuatan yang dimilikinya, ia menyambut pukulan tersebut dengan Jurus Pukulan Telapak Hitam Kehampaan.
“Whoosshh!”
“Boomm!”
Ledakan terjadi, namun itu tidak besar, di sana! di tempat terjadinya adu pukulan, Telapak Es menghilang, semua orang yang hadir di jurang itu melihat Telapak Es tersebut dilahap perlahan oleh kekuatan hitam yang sangat mistis.
Sementara itu, Sang Penatua yang melepaskan pukulan, terdorong mundur sampai satu tombak. Raut wajah Penatua sedikit memucat, “Sangat kuat!” ucapnya.
__ADS_1
Semua orang juga sangat terkejut, dalam satu gebrakan, pengemis muda itu dapat dengan mudah mengalahkan Penatua Sekte mereka. Dan hal yang paling hebat, pengemis muda itu masih terlihat tersenyum.
“Tahan!” teriak Patriark Pan, “Tidak ada satupun dari kalian yang boleh bergerak!” perintah Patriark Pan tegas.
Para Penatua tidak berani bergerak sembarangan
Di depan sana Gou Long tersenyum, “Adu pukulan tadi sangat tanggung, itu bahkan tidak bisa membuatku merasakan sensasi dari bertarung. Bagaimana kalau kalian menemaniku bermain beberapa jurus untuk meregangkan otot yang telah lama tidak kugerakkan?”
Mata Gou Long berkilat tajam, “Keinginanku tidak terpenuhi, sudah barang tentu aku tidak akan menjawab semua pertanyaan kalian, dan anggaplah kita tidak pernah bertemu…”
“He he he…” Gou Long terkekeh, di dalam jurang itu dia terlihat lebih mendominasi jika dibandingkan dengan semua seniman bela diri dari Sekte Lembah Es Utara, “Percayalah! Sangat mudah bagiku untuk membunuh kalian semua, dan lebih mudah lagi bagiku untuk kabur dari sini.”
Patriark Pan mengelus jenggotnya, ia berpikir dan menatap para Penatua Sekte.
Melihat kedigdayaan yang ditunjukkan Gou Long sebelumnya, ia yakin pemuda yang terlihat seperti pengemis ini, merupakan seniman bela diri Puncak Ranah Surgawi.
“Baik! Aku sendiri yang akan bermain denganmu beberapa jurus, mari kita berpindah tempat! Kita bertarung di ruang latihan.” Ajak Patriark Pan, dia memimpin melesat keluar dari jurang dan menuju ke ruang latihan.
Gou Long mengikuti mereka semua, itu tidak lama, saat tiba di ruang latihan Patriark Pan telah menunggu, ia berdiri gagah di tengah ruang dengan pedang di tangan kanan.
“Aku merupakan seorang seniman bela diri pengguna pedang, andai Pendekar muda terluka saat berlatih tanding, maka jangan salahkan Patriark ini!”
“Sebagai generasi tua, Patriark ini akan memberi keringanan kepadamu sebanyak tiga jurus, Patriark ini berharap Pendekar muda juga seorang pengguna pedang.” Patriark Pan, memperingati dan juga mengakhiri ucapannya.
Gou Long tersenyum, “Junior ini sangat mengerti konsekuensi dari adu pukulan dan adu pedang saat latihan, tertebas serta terluka merupakan hal yang biasa, kebaikan dari Patriark akan Junior ini terima di dalam hati saja, pertarungan ini harus adil! Junior tidak dapat menerima keringanan tiga jurus yang Patriark berikan…” Tolak Gou Long.
Dia juga mengeluarkan pedang hijau yang sangat beracun, “Patriark tenang saja! Junior ini tidak akan keberatan untuk menggunakan pedang, dan satu hal yang pasti, pedang ini tidak beracun sama sekali, saat latih tanding nantinya, pedang ini akan dilapisi dengan Energi Murni, dan itu sudah pasti dapat menetralkan racun.”
__ADS_1
“Bersiaplah! Junior akan menyerang.” Gou Long langsung bergerak cepat menyerang Patriark Pan, ia bergerak dalam Jurus Pedang Petir Membelah Langit.
“Whuusshh!”
“Blesss!”
“Jeddaaarrr!”
Pedang hijau Gou Long berubah menghitam, terbalut dengan Hawa Murni Hitam Kehampaan. Bayangan dan Hawa pedang menari-nari di udara, serangan Gou Long sangat cepat.
Patriark Pan benarlah ia seorang Naga es yang tidak suka menonjolkan dirinya, serangan cepat yang dilepaskan Gou Long, padahal akan sangat sulit untuk dihadapi oleh seniman bela diri Puncak Ranah Surgawi di Daratan Tengah, namun ia berhasil mengimbanginya. Sehingga pertarungan keduanya terlihat sangat berimbang.
Deru angin menderu-deru disertai auman keras terdengar tiap kali terjadi pergantian ayunan pedang keduanya. Itu terlihat sangat kontras, yang satu berwarna hitam pekat dan yang satu lagi berwarna putih seperti giok kapur.
Saling membelit dan saling menggigit, bagaikan dua ekor Naga hitam dan putih yang sedang bertarung.
Murid-murid yang berada pada ranah kultivasi Puncak Ranah Langit, terpaksa menutup mata karena pusing. Mereka tidak dapat mengikuti alur dari pertarungan cepat tersebut.
Pertarungan cepat terus berlanjut, dalam sepuluh tarikan nafas mereka telah bergebrak sebanyak tiga puluh jurus, “Patriark Pan sangat hebat!” puji Gou Long, “Bahkan sampai saat ini masih dapat mengimbangi ku…”
“Berhati-hatilah! Intensitas serangan akan kupercepat!” Gou Long memberi peringatan, setelah tiga tahun tidak pernah bertarung, semangat dan sensasi yang dirasakan dalam pertarungan telah bangkit. Walau kadangkala gerakannya terlihat masih sangat kaku.
“Ha ha ha…” Patriark Pan tertawa senang, ia merasa pengemis muda ini semakin menarik saja, “Bagaimana mungkin kau meningkatkan intensitas serangan, sementara gerakanmu saja terlihat sangat kaku.”
Keduanya terus saling jual beli serangan, namun percakapan tetap terjadi di antara keduanya. Mau tak mau para Penatua yang menonton pertarungan itu semakin takjub saja kepada Gou Long.
“Patriark Pan bebas untuk tertawa senang! Sebentar lagi ucapanku pasti akan terbukti.” Gou Long kembali memberi peringatan.
__ADS_1
Kemudian, Hawa murni yang keluar dari tubuh Gou Long terjadi pergantian, warna yang sebelumnya hitam sekarang menjadi perak gelap. Gerakan Gou Long menjadi sangat cepat, di dunia ini siapakah yang dapat menandingi kecepatan kilat?
Patriark Pan terkejut, “Bagaimana bisa dia mengubah tenaga dalam secara tiba-tiba begini?” Batinnya.