
Tidak berlama-lama di tempat tersebut Gou Long segera melesat cepat, menuju pusat Kota Tian Yu, saat tiba di sana hari sudah malam, Gou Long mencari penginapan untuk bermalam, sebagian besar kamar penginapan telah penuh.
Itu keberuntungannya, kalaupun kamar yang bersisa satu ini adalah kamar pelayan bahkan lebih berkesan seperti gudang, Gou Long tidak terlalu mempermasalahkannya, dia cukup sadar diri serta tidak pernah melupakan asal usul tempat dia besar dulu ‘kacang yang tidak lupa sama kulitnya’.
“Tuan muda sudah bergerak terlebih dahulu, misi rahasia ini tidak boleh bocor! Barang-barang hantaran tuan muda sudah disiapkan. Saat ini yang mengetahui kondisi dari gadis itu hanya kita orang-orang tuan muda yang tahu, hentikan pesta arak kecil-kecilan kalian!”
“Senior terlalu penakut, He he he... aku dapat menjamin misi lamaran pada gadis itu akan disambut baik oleh orang-orang Asosiasi Alkemis.”
“Yang kutakutkan bukan kegagalan, tapi mabuk kalian! Siapa yang tahu gara-gara mabuk kalian malah mengoceh sembarangan!” balas orang yang dipanggil Senior, mendamprat.
“Iya! Baiklah! Senior tidak tahu bagaimana enaknya arak.” Balas orang yang lainnya lirih dan menggerutu.
Samar-samar Gou Long mendengar percakapan dari kamar sebelah, berselang satu kamar dari tempat Gou Long berkultivasi. Percakapan itu menimbulkan perasaan bertanya-tanya pada diri Gou Long.
“Gadis Alkemis siapa yang akan mereka lamar? Apa kondisi tertentu dari gadis yang mereka maksud?” pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat mengganggu kultivasi Gou Long, kesal dengan hal itu. Gou Long membuka jendela kecil kamarnya sendiri.
Dengan menghilangkan jejak nafas dan aura, Gou Long berjalan melayang santai ke jendela kamar sebelah, ingin melihat suasana kamar penginapan orang-orang yang berbicara tadi, sekaligus mendengar lebih jelas apa yang mereka bicarakan.
Namun, apa yang menjadi keinginan dan realitas yang ada di sana tidak sesuai harapan Gou Long, dari balik sela-sela kecil lubang jendela, dia melihat orang-orang yang berbicara tadi sudah tertidur pulas, mereka mabuk berat. Mabuk yang tidak seperti diperkirakan oleh orang yang lebih mawas di antara mereka.
Tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan, Gou Long kembali masuk ke gudang, dan melanjutkan kultivasi sampai sinar sang surya menyinari wajahnya melalui sela-sela jendela.
__ADS_1
Gou Long berbangkit, melesat dari jendela, dia masuk kembali ke warung yang ada di lantai bawah penginapan, memesan makanan dan minuman, tidak lupa juga meminta mereka mengisikan arak ke dalam kendi yang sudah kosong.
Dia tidak berlama-lama, hanya makan dan minum sekedarnya lalu melesat cepat ke arah Asosiasi Alkemis.
Kedatangan Gou Long di Asosiasi Alkemis pagi itu dengan cepat menyebar, terlebih lagi karena para pelayan di Asosiasi mengenal pemuda ini adalah orang yang mengantar Nona Suma dengan selamat ke Asosiasi. Kemudian orang-orang yang mengenal Gou Long berdatangan satu persatu.
Itu adalah Han Zhong yang pertama kali datang, “Junior Gou! Beberapa hari tidak berjumpa sudah melangkah ke Ranah Surgawi, orang tua ini akan menemani Junior mabuk semalaman penuh nantinya.” Sapa Han Zhong ramah dan berbasa-basi.
Menyusul di belakang Han Zhong, Suma Xiulan dan Yu Yihua, kedua gadis ini mendengar kedatangan Gou Long dengan cepat bergegas menyambutnya, mereka semua tahu Gou Long baru saja menerobos Ranah Surgawi, karena mereka melihatnya saat baru keluar dari Tanah Suci Para Pendekar.
Sapaan yang diucapkan Han Zhong itu seakan-akan telah mewakili mereka berdua, sehingga kedua gadis itu hanya menangkupkan tangan di depan dada dan menyapa singkat, “Selamat berjumpa lagi Saudara Gou!...”
“Malah, Junior ini merasakan adanya banyak bahaya karena hal tersebut, belum lagi rasa iri yang muncul di hati orang-orang golongan putih, bahkan bisa saja Junior ini menjadi objek incaran seniman bela diri dan Ahli Alkimia dari golongan hitam sebagai bahan penelitian mereka...”
“Kita selalu merasa orang-orang Ahli Alkimia hanya dari golongan putih, tidakkah kita berpikir, mungkin saja ada Ahli Alkimia lain yang juga bisa jadi lebih hebat dari pada para Senior Alkemis di sini... Bisa saja ada, siapa yang tahu, dunia ini sangat luas.” Ujar Gou Long panjang lebar, merendah dan menyampaikan kekhawatiran.
“Ha ha ha!...” Han Zhong tertawa lepas, “Saudara Gou! Tak perlu merendahkan diri, sepatutnya berbangga diri juga, merupakan hal yang wajar kalau kejahatan itu selalu lebih maju dari kebaikan...”
Dia berhenti sejenak dan menarik nafas, kemudian memilih kata yang tepat, “Dengan mawas diri dan ingat akan langkah-langkah pergerakan dari kejahatan itu sangat baik, namun kita juga harus sedikit menikmati kesuksesan-kesuksesan yang diberikan langit pada kita.” Han Zhong mengakhiri ucapannya, gambaran kebijaksanaan usia tua terlihat dari sikapnya.
“Perkataan Paman Han sangat tepat, jangan terlalu memikirkan hal yang tidak perlu Saudara Gou.” Yu Yihua menimpali.
__ADS_1
“Baiklah, sangat tidak baik berbicara panjang lebar di depan gerbang masuk seperti ini, mari kita masuk ke dalam! Para tetua dan yang lainnya sudah berada di aula pertemuan sejak pagi tadi, mereka seperti membicarakan sesuatu yang mendesak.” Suma Xiulan berkata, dan mengajak mereka masuk ke dalam.
Dia langsung berbalik dan berjalan menuju aula pertemuan, kemudian diikuti Yu Yihua, Han Zhong, dan Gou Long.
“Saudara Gou seperti memiliki hal yang sangat penting untuk dibicarakan dengan Patriak Asosiasi atau orang-orang yang setingkat dengannya, maukah Saudara Gou menyampaikannya pada kami?” ujar Yu Yihua sambil jalan.
“Hal ini...” Gou Long terlihat sedikit malu, mengambil ujian Alkemis seperti akan mempermudah segala urusan baginya, mencari jalan mudah rasanya akan sangat memalukan, namun dia menjawab juga, “Aku ingin mengambil ujian resmi Alkemis, memiliki lencana dan jubah Alkemis.”
Suma Xiulan berbalik, memalingkan wajahnya pada Gou Long, sambil terus berjalan mundur ujarnya, “Sebenarnya sejak lama Saudara Gou harus mengambil ujian Alkemis, dari sejak awal kita tiba di sini, tidak sepantasnya Saudara Gou terus menyembunyikan hal itu dari kita semua...”
“Saudara Gou terlalu berhati-hati, padahal dalam urusan bakat Alkemis lebih hebat dari kita semua.” Lanjutnya menggerutu.
“Maaf! Aku hanya tidak ingin terikat dengan Asosiasi, Sekte ataupun Klan. Ha ha ha...” Gou Long tertawa lepas, kemudian melirik ke arah Han Zhong, “Aku tidak mau pikiran ilmu silatku menumpul, karena nyamannya kehidupan di Asosiasi Alkemis.” Sindirnya.
“Kau bocah edan! Mentang-mentang sudah melangkah ke Ranah Surgawi, sudah berani menyindir orang tua ini!...” Han Zhong mendelikkan matanya pada Gou Long, tidak terlihat raut marah dari wajahnya, “Orang tua ini cukup sadar diri, tidak berbakat seperti dirimu, apa salahnya menikmati usia tua dan memiliki murid yang cantik macam dia.” Lanjut Han Zhong, menunjuk Suma Xiulan.
“Kalau Paman Han tidak kunjung naik ke Ranah Surgawi, aku tidak akan menjadi murid Paman lagi, He he he...” Suma Xiulan terkekeh, “Masak orang yang menjadi murid Ranah Kultivasi lebih tinggi dari guru.” Ledeknya.
“Kau ini! Ketularan si Edan ya! Baiklah orang tua ini akan mencoba yang terbaik dan tidak tertinggal jauh dari kalian yang muda-muda ini, haaaa...” ujar Han Zhong, kemudian menghela nafas panjang.
Asyik bercakap-cakap, tidak terasa mereka telah tiba di aula pertemuan.
__ADS_1