Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 226. Barang Kiriman


__ADS_3

“Haaaah!” menghela nafas panjang, “Rasa tamak, dendam, pertarungan hidup dan mati akan selalu terikat dengan setiap seniman bela diri. Nyawa hanya sebagai taruhan, jika aku lemah maka yang menjadi mayat saat ini adalah aku.” Gumam Gou Long.


Mengambil cincin penyimpanan milik Bok Tong Wa, ia juga menumpuk ketiga mayat para Patriark itu di satu tempat. Dengan sedikit pengerahan tenaga dalam dan keseimbangan, Gou Long membawa ketiga mayat itu ke puncak Gunung Teratai.


***


Perusahaan Ekspedisi Naga Emas/Kim Liong Piawkiok merupakan Perusahaan Ekspedisi yang menyediakan jasa antar barang. Mereka selalu menjamin setiap barang yang mereka antar akan sampai pada tujuan.


Selama ini perusahaan tersebut belum pernah mengalami kegagalan saat melakukan pekerjaan, terlebih lagi pemimpinnya sangat terkenal. Dia adalah seorang seniman bela diri Puncak Ranah Surgawi, dulunya merupakan Panglima pimpinan pengawal di salah satu Klan Besar Daratan Tengah.


Ya! Daratan Tengah mengenalnya dengan sebutan Liong Ciangkun. Di bawah kepemimpinan Liong Ciangkun, Perusahaan Ekspedisi Kim Liong mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam beberapa tahun saja.


Perusahaan tersebut berpusat tidak jauh dari Gunung Teratai, itu hanya berjarak 1 mil, dan hanya seperempat jam perjalanan dengan kuda.


Pagi hari itu, terlihat berjalan santai seorang Pemuda tanggung, dia memangku tiga peti besar di atas bahu sebelah kanan. Yang unik dari cara pemuda tersebut berjalan ialah tidak tampak kelelahan, peti-peti tersebut jelas sangat berat.


Ketiga peti itu juga terlihat tidak bergoyang sedikitpun, padahal pemuda tersebut tidak mengikat peti itu. Dan yang paling luar biasa yaitu tidak terlihat telapak kaki bekas ia berjalan di atas tanah lembab bersalju tersebut.


Menandakan kontrol tenaga dalam dan kualitas ilmu meringankan tubuh pemuda itu di atas rata-rata. Mengundang decak kagum dari setiap orang yang melihat ia berjalan.


Arah yang dituju oleh si Pemuda tanggung tersebut adalah gedung besar dengan pamflet Kim Liong Piawkiok bercetak emas.


Dua orang pengawal pintu depan gedung begitu melihat si pemuda menyongsong kedatangan si pemuda, “Tuan Muda! Biarkan kami saja yang mengangkut barang yang Tuan Muda bawa ke dalam.”


“Tidak perlu!” sambil terus berjalan, senyuman mengembang dari wajah si Pemuda, “Aku bisa membawanya sendiri.”

__ADS_1


“Benar seperti yang dirumorkan! Kim Liong Piawkiok dari luarnya saja sudah memberikan rasa kepercayaan tinggi pada orang lain untuk mempercayakan segala jenis pengiriman kepada mereka.” Batin Pemuda tanggung tersebut.


Karena si Pemuda tidak mau dibantu kedua pengawal tersebut hanya mempersilahkan si Pemuda masuk ke dalam, “Mari Tuan Muda!” berjalan memimpin masuk ke ruang tunggu.


Sementara kawannya yang lainnya berjalan ke arah berlawanan, besar kemungkinan ia sedang memanggil Manager umum pengurus jasa pengiriman barang.


Pemuda itu mengikuti pengawal yang membawanya ke ruang tunggu, meletakkan peti-peti besar yang dibawanya, tanpa menunggu dipersilahkan ia langsung duduk di kursi kayu yang sudah tersedia di sana.


Tak lama menunggu manager, seseorang masuk ke ruang tersebut, “Perkenalkan! Senior ini pemilik Kim Liong Piawkiok, Liong Bei atau orang lebih mengenal dengan Liong Ciangkun.” Begitu tiba ia langsung memperkenalkan diri, seraya mengepalkan tangan di depan dada.


Pemuda itu bangkit, dan juga melakukan hal yang sama, “Junior Gou Long! Pemilik baru dari Gunung Teratai yang tidak jauh dari sini.” 


“Oiyaa! Senior ini juga sudah sering mendengar pembangunan besar-besaran yang terjadi di Gunung tersebut melalui mulut masyarakat sekitar…” Ramah Liong Ciangkun.


“Terkait dengan kedatangan Junior Gou ke sini apakah ingin mengantarkan barang-barang ini? Lalu kenapa tidak dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan, bukankah mengantar barang yang ada dalam cincin penyimpanan akan lebih menghemat biaya?” Liong Ciangkun langsung bertanya secara lugas, tidak mau berlama-lama dengan ramah-tamah yang tidak perlu.


Gou Long menuangkan teh ke dalam cangkir yang sudah disiapkan sejak awal di ruang tunggu tersebut, “Iya! Junior ini akan minta kesediaan Piawkiok milik Senior untuk mengantar tiga barang pada tiga tempat yang berbeda. Dan karena beberapa alasan barang-barang ini tidak boleh dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan…”


Pemuda ini walaupun ia seorang yang kejam, ketika membunuh bisa tersenyum, ia tetap menghargai jasad-jasad para Patriark yang telah dibunuhnya. 


Bagi Gou Long itu bukanlah suatu sikap yang etis memasukkan mayat ke dalam cincin penyimpanan.


“Bagaimana tanggapan Senior?” tanya Gou Long.


Liong Bei memegang dagunya yang penuh ditumbuhi dengan cambang bauk, “Bisa saja, namun perjalanan ke tiga tempat berbeda serta mengangkut barang yang sebesar peti ini jelas tidak bisa menggunakan dua atau tiga orang pekerja saja…”

__ADS_1


“Andaikan barang bisa dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan, Perusahaan kami bisa mengirim tiga orang saja ketiga tempat yang berbeda…”


“Namun dengan permintaan Saudara Gou jelas akan membutuhkan biaya lebih…”


Gou Long memotong cepat, “Urusan biaya, tidak perlu Senior jelaskan lagi! Junior akan membayarnya! Sebutkan saja jumlah yang harus Junior ini keluarkan.”


“...” tidak langsung menjawab, merasa ada satu hal yang terlupakan Liong Bei bertanya, “Ke mana saja kami harus mengantar ketiga barang itu?”


Gou Long bangkit dan memisahkan ketiga peti tersebut, dengan kontrol tenaga dalam tingkat tinggi ia menuliskan beberapa patah kata di penutup kayu setiap peti.


Itu adalah tempat tujuan dari masing-masing peti.


Guratan tangan itu halus dan rapi, “Sekte Phoenix Suci, Sekte Awan Berkabut dan Klan Ouyang.”


Melihat ketiga tulisan tersebut, Liong Bei menyadari itu adalah tiga Kota yang berbeda, dan ketiganya menghabiskan empat hari perjalanan kuda, hanya untuk pergi ke sana, lalu untuk kembalinya para pekerja juga akan membutuhkan empat hari. Total delapan hari perjalanan pulang pergi.


Liong Bei mengambil sempoa, setelah menggerakkan tangannya cepat dalam hitungan sempoa, ia berkata, “Itu hanya seratus lima puluh keping emas, masing-masing lima puluh keping emas untuk setiap tempat yang berbeda.”


Gou Long mengeluarkan seratus enam puluh keping emas, “Lebih sepuluh keping ini, sebagai bonus dari Junior ini untuk para pekerja yang akan mengantar barang titipan dari Junior…”


“Junior pernah mendengar setiap Perusahaan Ekspedisi tidak akan membuka paket kiriman! Membukanya merupakan hal yang tabu, benarkah demikian?” Gou Long bertanya.


“Tepat seperti yang Saudara Muda dengar, jadi kapan Saudara Muda ingin kami mengirim ketiga barang kiriman ini?” balas Liong Bei.


“Lakukan secepatnya, sebaiknya pagi ini terus!” jawab Gou Long, “Oiya! Saat tiba di tujuan para pekerja hanya boleh mengantar sampai gerbang, suruh mereka untuk kembali secepatnya, Junior takut mereka akan jadi korban amukan. Walau ini kecil kemungkinannya, soal ini Junior telah menyertakan sepucuk surat juga di dalam peti tersebut.”

__ADS_1


“Baik seperti yang Tuan Muda inginkan!”


Segalanya berjalan seperti direncanakan Gou Long, setelah meneguk habis minumnya, Gou Long berpamitan dan melesat kembali ke Gunung Teratai.


__ADS_2