
Gou Long berlagak jual mahal. Teknik tarik ulur sebelum benar-benar melakukan pukulan bagi penjual di saat-saat terakhir selalu saja menguntungkan pembeli, apalagi terhadap kategori jual beli yang di tidak disukai pembesar kota.
Apa yang dilakukan Gou Long itu terbukti bermanfaat. “Tuan, kami memiliki banyak hamba sahaya yang akan sangat berguna bagi tuan. Mari lihat-lihat lah terlebih dahulu. Jika memang nanti tuan benar-benar tidak berminat, aku tidak akan menghambat tuan.” Penjual hamba sahaya itu coba merayu Gou Long dengan kata-katanya yang sederhana, tapi masuk akal.
Gou Long pura-pura berpikir keras. Padahal dalam hati dia mengejek keras, “Huh, semudah inikah menipu kalian? Benar-benar pedagang yang belum profesional.”
“Bagaimana tuan?” Orang tersebut menjadi sedikit tidak sabaran.
Gou Long mengabaikannya. Dengan lagak pria hidung belang, dia menowel pipi Hua Mei dan Eira. “Bagaimana menurut kalian berdua, Cantik!”
Hua Mei tertawa genit. Permainan sandiwara istri Gou Long itu terlihat sangat natural. “Mari Gege, kami juga sangat ingin memiliki beberapa hamba sahaya kuat dan mudah untuk dijadikan pesuruh.”
“Baik, aku akan menuruti keinginan kalian berdua.” Gou Long melingkarkan lengannya dengan erat ke pinggang Hua Mei dan Eira. “Perlihatkan hamba sahaya yang sesuai dengan selera kedua gadis cantik ini.”
Si penjaga pasar hamba sahaya tersebut membawa mereka bertiga berkeliling dan menawarkan semua yang mereka anggap terbaik di sana.
Namun, sekian lama berputar-putar. Tidak ada yang menarik minat Hua Mei atau pun Eira.
“Bagaimana kalau hamba sahaya yang baru tiba?!” Gou Long akhirnya beranjak ke tujuan utama mereka ke sana.
“Itu …”
“Apa ada masalah kah?!” Gou Long menjadi tidak sabaran dan sedikit menuntut penjelasan.
Penjaga pasar hamba sahaya tersebut menggelengkan kepala. “Tidak tuan, jika dikatakan bermasalah. Ini bukanlah suatu masalah. Jika dikatakan bukan masalah, juga tidak tepat sepenuhnya–”
__ADS_1
“Kalau begitu, biarkan tuanmu saja yang berurusan dengan ku.” Gou Long melepaskan tangan yang melingkari pinggang Hua Mei dan Eira.
Dia berjalan dan melewati si penjaga itu. Hua Mei dan Eira mengikuti di belakang Gou Long. Si penjaga tidak bisa berbuat banyak, dia dengan terpaksa berjalan di belakang Hua Mei dan Eira.
Bertemu dengan pemilik langsung dari pasar hamba sahaya itu. Si pemilik mengernyitkan bulu kening. Sangat aneh, saudagar sekelas Gou Long tidak bisa diselesaikan oleh bawahannya sendiri. “Ada apa ini a Fei? Kau tidak bisa menyelesaikan proses transaksi kecil dengan saudagar kecil-kecilan sekelas mereka.”
Si pemilik jelas sekali tidak suka dengan cara Gou Long yang langsung menyerobot masuk tanpa prosedur dari dirinya.
Juga tidak senang dengan cara kerja bawahannya yang tidak kompeten.
“Tidak Tuan, Mereka merasa tidak cocok dengan semua hamba sahaya yang ada di sini. Tapi, mereka malah lebih tertarik pada hamba sahaya yang datang bersama tuan tadi.” A Fei terlihat ketakutan saat menjelaskan apa yang diinginkan Gou Long.
Si pemilik pasar hamba sahaya melihat ke arah Gou Long dengan tajam. Aura penindasan yang tebal terasa untuk sesaat. Meskipun itu hanya penindasan dari Puncak Ranah Kaisar. Namun, Gou Long yang bermain sandiwara juga telah menekan kultivasi sendiri setingkat di bawah kultivasi pemilik pasar hamba sahaya.
“Ho … Engkau juga berisi rupanya, Ranah Kaisar Tahap Menengah, pantas saja bisa dengan mudah mengetahui ada hamba sahaya bagus di sini.” Setelah menekan, ia memuji Gou Long bisa melihat barang bagus. Yang dimaksud oleh pemilik itu sudah pasti Patriark Qiau. Kultivator yang dinyatakan sebagai hamba akan lebih dianggap bermutu atau barang bagus. Bahkan akan menjadi rebutan jika di bawa ke pelelangan.
“Namun, aku juga tetap membutuhkan pengawal yang tepat. Para hamba sahaya yang berkualitas sudah tentu menjadi pilihan yang paling menjanjikan.” Gou Long memberi alasan yang sangat masuk akal.
Mau tidak mau sekali lagi si penjual hamba sahaya memuji Gou Long.
“Tuan saudagar benar-benar orang yang berpikir jauh. Tapi, ini tepat seperti perkataan bawahan ku sebelumnya, barang baru ini belum bisa dikatakan sebagai hamba sahaya. Aku belum memberikan rajah pengenal para hamba di tubuhnya.”
Mendengar penjelasan itu, Gou Long menjadi sangat senang. Walaupun begitu, dia menutupi perasaan senang dengan baik. Memperlihatkan senyum yang tidak dapat dibaca orang lain. “Tidak masalah, aku bisa menunggu segala prosedur yang kalian tetapkan. Sebelum itu, aku juga ingin menilai kualitasnya sendiri. Bagaimana tanggapan tuan?”
Gou Long telah mengambil keputusan, sudah cukup berbasa-basi dengan hal-hal tidak perlu. Apalagi sejak tadi dia telah mengirim pesan suara pada Eira untuk mencium ada berapa aura manusia di sana yang menjadi bawahan si pemilik para budak.
__ADS_1
Itu bukanlah hal yang sulit bagi Eira. Siluman Rubah itu telah mencium ada sepuluh orang bawahan. Semuanya masih bisa diatasi dengan mudah oleh Eira jika benar-benar harus turun tangan.
“Itu tidak boleh sama sekali–” Pada saat si pemilik hamba sahaya buka suara melarang. Bahkan ia belum sempat menjelaskan alasan dari larangan.
Siluet bayangan Gou Long telah berpindah ke belakangnya. Sekarang Gou Long tidak menekan sama sekali basis kultivasi Puncak Ranah Kaisar Surgawi. Dengan mudah ia mencubit belakang kuduk si pemilik hamba sahaya.
“Aku tidak bertanya tanggapanmu terhadap para hamba yang kau miliki. Tapi, aku menanyakan tanggapan mu tentang kondisi yang akan kau hadapi sekarang.” Suara Gou Long terdengar menyeramkan di telinga si pemilik hamba sahaya.
Orang itu baru sekarang merasakan ancaman yang sangat besar. Ketakutan jelas sekali sekarang terlihat dari wajahnya yang memucat. “A-apa yang akan kau lakukan? L-lepaskan aku.”
Gou Long tertawa kecil, tenaga dalam sengaja dipancarkan dalam tawa kecil itu. Dia mengkhususkan tawa tersebut pada telinga pemilik para hamba sahaya dalam genggaman tangannya. “Apa yang aku lakukan?! Aku hanya ingin bertanya beberapa hal padamu. Tentu saja engkau tidak akan bisa berbohong."
“Akan aku beritahukan satu rahasia padamu.” Setelah berkata seperti itu. Gou Long mendekatkan mulutnya ke dekat telinga orang tersebut.
Dia membisikkan sesuatu ….
Bisikan itu semakin membuat orang dalam genggaman Gou Long kian memucat. Ketakutan yang sangat besar muncul dalam diri orang tersebut.
Padahal pada saat itu, sepuluh orang bawahannya telah berkumpul di sana dan mulai mengepung Gou Long, Hua Mei, Eira dan dia sendiri.
Namun, ketiga orang yang menjadi target tidak peduli. Itu bukan karena di dalam tangan si pemuda ada tawanan. Tapi, sepuluh orang itu memang akan sangat mudah ditaklukkan oleh seorang Eira saja.
___________
Yuk, sambil menunggu update ini ... berkunjung ke novel lain, recommended banget. Jujur aku terpukau karena diksi dari si penulis yang keren.
__ADS_1