Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 407. Jin Long


__ADS_3

Gou Long duduk menunggu dengan tenang, tapi dia benar-benar tidak mengetahui alasan para Puncak Ranah Kaisar Agung itu berhenti sesaat.


Dalam hal ini, alasan yang paling besar adalah karena sembilan orang yang mengejar Gou Long telah meragu sejenak. Bagaimana tidak? Ini tidak lain karena selama kejar-mengejar itu, orang yang mereka kejar malah melintas masuk ke domain lain. Ya, Gou Long telah masuk ke domain Ras Iblis dan Siluman.


Namun, setelah membenarkan pola pikir sendiri, para Puncak Ranah Kaisar Agung tersebut mengabaikan tatanan hukum tidak tertulis antar domain.


Pada saat Gou Long dan sembilan orang Puncak Ranah Kaisar Agung tersebut melanggar aturan lintas domain. Ras Siluman yang berjaga di tempat tersebut tentu saja mengetahuinya, dan posisi mereka saat itu adalah tepat berada di daerah kekuasaan salah satu Ras Terkuat Bangsa Siluman.


Itu adalah daerah kekuasaan Roh Suci Klan Naga. Puncak kekuasaan Roh Suci Siluman Naga saat ini dipimpin oleh Naga Emas—Jin Long.


Saat petugas dari Ras Naga mengetahui ada Ras Manusia yang melanggar batas wilayah mereka, terlebih lagi dari fluktuasi nafas energi orang yang melanggar batas domain adalah eksistensi terkuat dari Ras Manusia. Dengan sigap dia bergerak cepat memberikan laporan pada atasannya dari Klan Naga.


Jin Long–mendengar kabar tersebut, dia membawa lima orang tetua Ras Naga bersamanya pergi ke tempat fluktuasi energi besar tersebut.


Tanpa diketahui Gou Long sama sekali, dia kali ini bukan saja menunggu kedatangan musuh kuat, tapi juga mengundang musuh kuat lainnya.


Setelah satu dupa kembali berlalu, Gou Long membuka mata. Di depannya sekarang telah berdiri sembilan orang dari Puncak Ranah Kaisar Agung.


“Apa kalian begini tidak tahu malu?! Mengejar satu orang pemuda seperti diriku saja, kalian beramai-ramai turun tangan. Dari kultivasi kalian yang tidak dapat aku ukur, aku yakin kalian masih setingkat dengan manusia bermarga Leng.” Gou Long mengejek kesembilan eksistensi kuat tersebut. Dia yakin, mereka bersembilan pasti tidak akan mengeroyok.

__ADS_1


Bahkan, Gou Long sangat yakin orang-orang ini pasti akan melakukan taruhan atau hanya mengutus satu dan dua orang saja dari mereka yang akan bertarung dengannya.


Mengeroyok atau menyerang Gou Long satu persatu, sama saja bagi mereka. Mengeroyok memanglah perbuatan pengecut secara nyata. Tapi, menyerang satu persatu juga tidak kalah pengecut daripada mengeroyok. Dalam hal ini sama seperti menguras tenaga Gou Long dan kemudian baru menangkapnya pada saat ia benar-benar sudah kelelahan.


Chu Ling Bau menyunggingkan senyum. “Sayang, bakat dan tulang yang engkau miliki menang baik, tapi engkau telah dinyatakan buronan oleh sang putri agung.”


Chu Ling Bau sangat berhasrat ingin menangkap Gou Long melanjutkan perkataannya, “Trik yang sama tidak akan berguna untuk kedua kali. Kau boleh saja membinasakan Leng Bian dengan trik itu, tapi itu tidak akan berlaku bagiku. Engkau juga tidak perlu khawatir, kami tidak akan mengeroyok atau menguras tenaga dalam milikmu. Cukup aku saja yang turun tangan.”


“Benar anak muda, melakukan dua hal itu pasti akan sangat merendahkan martabat kami. Jika Saudara Chu tidak berhasil menangkap mu. Maka, kami akan berpasrah pada keadaan.” Salah satu dari Puncak Ranah Kaisar Agung menguatkan ucapan Chu Ling Bau. Kali ini mereka sangat yakin bisa menangkap Gou Long setelah melihat jurus rahasia milik si pemuda sebelumnya.


Gou Long mendengus dingin, seraya bangkit berdiri. Matanya kian tajam menyipit, Gou Long menengadah kepala ke langit terang, dan bergumam kecil, “Kali ini, jika memang harus membunuh sembilan orang kuat dan jarang ada bandingannya lagi merupakan satu cara untuk memperoleh kehidupan. Aku akan sangat tidak keberatan menambah daftar orang-orang kuat yang pernah aku bunuh.”


Berpikir demikian, Lu Banxia juga memperlihatkan senyum mengejek. Pada saat ia baru saja berkata dua patah kata. “Anak muda–”


“Puncak eksistensi Ras Manusia, apa kalian telah memikirkan konsekuensi terhadap apa yang kalian kerjakan kali ini?!” Teriakan keras telah memotong perkataan dari Lu Banxia. Teriakan itu kembali berlanjut, “Aku pemimpin dari Roh Suci Klan Naga, akan mengambil tindakan nyata terhadap apa yang kalian lakukan hari ini.”


Seiring dengan teriakan tersebut, fluktuasi energi siluman meledak dengan besar di langit tinggi, berikut munculnya enam siluet bayangan dalam bentuk manusia berdiri di antara Gou Long dan sembilan orang Puncak Ranah Kaisar Agung.


Keenam sosok tersebut, benar-benar seperti manusia biasa, tapi di kedua sisi kepala mereka terlihat tanduk kecil. Sementara orang yang berdiri di tengah-tengah memili tiga tanduk berwarna keemasan dia lah sang pemimpin Klan Naga–Jin Long (Naga Emas).

__ADS_1


Jin Long saat ini tidak melirik ke arah Gou Long. Ketika dia melihat para Puncak Ranah Kaisar Agung dari Ras Manusia, hasrat bertarung dalam darah pemimpin Klan Naga itu tiba-tiba begitu menggebu-gebu.


“Ha ha ha! ...” Tertawa lantang, Jin Long langsung bergerak menyerang Lu Banxia, seraya berkata, “Para Kaisar Agung! telah terlalu lama aku tidak mengadu pukulan dengan kalian. Kali ini, aku tidak akan menunggu bantahan apapun dari mulut kalian.”


“Hei Long, Lei Long, Xue Long, Bing Long dan Tie Long! Kalian diam di tempat jangan mengganggu kesenangan Raja ini.” Jin Long memberikan perintah pada lima tetua klan naga yang ia bawa.


Gerakan menyerang yang dilakukan oleh Jin Long pada Lu Banxia memang sangat cepat dan jitu. Itu berupa keprukan ke arah kepala dengan dua tangan yang dikepalkan secara bersamaan. Tangan Jin Long seperti sebongkah emas berat, membawa deru angin keras saat dia mengayunkan tangan. Hawa siluman meluap-luap dan akan menyesakkan nafas jika mereka tidak membentengi diri Kaisar Qi.


Jin Long benar-benar memiliki penglihatan yang tajam, sekali lihat dia langsung tahu bahwa Lu Banxia adalah orang terkuat di antara sembilan orang Puncak Ranah Kaisar Agung.


Pemimpin Klan Naga itu juga tahu, delapan orang lain pasti tidak akan campur tangan terhadap dia yang langsung menyerang Lu Banxia.


Orang yang terakhir disebut itu, setelah ucapannya terpotong paksa, dia telah bersiap-siap. Siapa yang tidak tahu bangsa siluman selalu bertindak licik dan suka menyerang tanpa memberikan peringatan.


Pada saat serangan dari Jin Long datang, Lu Banxia memforsir Kaisar Qi di dalam tubuhnya. Ledakan kilatan petir emas terang menyelimuti seluruh tubuh Lu Banxia. Ya, dia adalah Puncak Ranah Kaisar Agung pemilik petir surgawi, tentu saja tenaga dalamnya sedikit mirip-mirip dengan milik Gou Long.


Lu Banxia berdiri kokoh di tempat, pelan dia mengangkat tangan dan menangkis keprukan dari Jin Long.


“Dhuaaar!” Dentuman besar terjadi seiring dengan adu pukulan itu.

__ADS_1


__ADS_2