Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 277. Tidak Perlu Kambing Hitam


__ADS_3

Dua orang Klan Lau yang sebaya dengan Gou Long melesat cepat, mereka tidak hanya menghadang bahkan menyerang Gou Long sengit. 


Yang satu pengguna tombak, begitu turun tangan, dia langsung melakukan tusukan ala Jurus Tombak Naga. Deru angin dan hawa tombak membelah udara. Auman keras dari hawa tombak terdengar, dari cara dia menyerang terasa Tenaga Gang/Gwakang/tenaga otot yang besar telah ia latih.


Serangan dari pemuda lainya juga tidak kalah berbahaya, putaran angin keras terasa dari serangan orang itu, jurus yang ia gunakan adalah pola serangan cambuk. Hawa meletup-letup terdengar keras, membentuk pusaran angin, perih dan tajam.


Setelah diperhatikan dengan seksama, baru terlihat, orang itu adalah pengguna senjata Ruyung/Nunchaku/Double Stick.


Keduanya menyerang tanpa memberi peringatan sama sekali, titik serangan tusukan tombak tertuju pada tempat-tempat berbahaya, tusukan ke arah jantung dilanjutkan beruntun ke arah rongga dada lain. Sedangkan sapuan dan pukulan nunchaku selalu diarah berupa keprukan keras ke arah kepala.


Keduanya selalu mengincar titik mematikan, dengan tujuan sekali serang langsung mati di tempat.


Serangan keduanya jelas berbahaya dan ganas, namun itu tetap saja tidak dapat menghentikan Gou Long, perbedaan ranah kultivasi antara mereka terlalu mencolok.


“Kalian berdua belum memiliki kemampuan untuk menghentikan ku,” datar, ia berkata. Gou Long tidak peduli dengan serangan mematikan yang akan mengenainya. 


Orang-orang Klan Gou, merasakan nafas yang tertahan, anak muda yang tidak mereka kenal datang-datang mengantar nyawa demi kepentingan Klan mereka. 


Sebagian dari mereka bersiap menyelamatkan Gou Long, “Jangan ada yang bergerak!” Tetua Gou Fei memberi perintah, ia telah mendengar cerita kedigdayaan Gou Long dari Gou Ing-ing dan Gou Chen. 


Para tetua Klan Gou yang lain juga mendengar cerita tersebut, lagi pula mereka juga sangat ingin melihat kebenaran dari cerita kedua muda-mudi itu. “Apa mungkin dengan usia semuda itu sudah berhasil menembus Puncak Ranah Surgawi?” 

__ADS_1


“Usia muda bisa menembus Ranah Surgawi? Itu hal yang tidak mungkin dan belum pernah terjadi di daerah Utara. Mungkin saja Gou Ing-ing dan Gou Chen berbohong,” pikir tetua Klan Gou.


Cuaca dingin tiba-tiba saja berubah menjadi sangat panas, Gou Long telah menyebarkan segenap energi murni elemen petir sehingga membentuk pertahanan hawa murni.


Tekanan aura Puncak Ranah Surgawi dikeluarkan, dua orang pemuda Klan Lau yang menyerang Gou Long melambat, gerakan kedua terasa menjadi sangat berat, nafas sesak, keringat dingin terasa di tengkuk keduanya.


Gerakan Gou Long masih seperti tadi pelan dan pasti, namun begitu, dalam penglihatan orang lain, cara dia berjalan sangat cepat dan hanya berkisar dua kedipan mata saja. 


Tangan kanan dan kiri Gou Long bergerak cepat, “Kalau aku turun tangan tanggung, maka mereka akan tetap buta, dan terus mencari kambing hitam… Aih! Salahkan sikap kalian sendiri yang senang mencari muka dan pahala, nyawa kalian yang akan pertama kali terbang meninggalkan raga,” gumaman Gou Long, seakan menyesalkan kematian dua orang pemuda itu. Padahal masa depan mereka masih sangat panjang andai tidak suka mencari pahala.


Semua orang sekarang telah melihat, dua pemuda Klan Lau yang menyerang Gou Long terkapar dan menggelepar sesaat di atas salju, dari dada mereka berdua darah mengucur deras bak air pancuran. 


Kedua jari telunjuk kiri dan kanan Gou Long masih menetes darah dari mereka yang ia tusuk tepat di jantung. 


Luar biasanya, gerakan tersebut bahkan seperti telah disempurnakan oleh Gou Long. Sehingga ia begitu mudah mengelak serangan yang mengarah padanya, dengan langkah-langkah kaki ajaib, lalu melakukan tusukan dalam jurus totokan tepat di jantung kedua pemuda yang menyerangnya.


Gou Long tidak peduli dengan dua mayat yang terkapar di atas tanah, ia terus melesat cepat, gerakan perlahan sebelumnya telah ia ganti. Siluet bayangannya menghilang dari pandangan, lalu kembali muncul ditempat semula, berjarak satu tombak dari dua mayat tersebut.


Sementara Lau Tianfa dan Lau Kian yang bersembunyi juga telah terkapar di atas tanah, darah keluar dari seluruh lubang tubuh keduanya.


Tidak ada yang melihat kapan mereka mati dan bagaimana Gou Long membunuh mereka berdua. Bahkan sekelas Patriark Klan Lau saja tidak melihat bagaimana Gou Long membunuh mereka berdua. Sehingga ia tidak sempat turun tangan dan mencegah pembunuhan yang dilakukan Gou Long.

__ADS_1


Orang-orang Klan Lua masih terkejut dengan kematian cepat empat orang muda Klan mereka. 


Suasana menjadi lebih hening dan mencekam.


Gumaman dari Gou Long memecah keheningan itu, “Aku biarkan kalian hidup, agar kalian bertaubat bukan menjadi tukang pengadu… Apa salahnya tidak menjadi seniman bela diri? Toh kalian bisa hidup nyaman sampai tua, layaknya mereka yang tidak berlatih ilmu bela diri…”


Orang-orang jelas tidak perhatian dengan gumaman tersebut, walaupun perkataan itu yang memecah keheningan, mereka lebih fokus pada fakta kematian cepat dari empat pemuda Klan Lau.


Patriark Klan Lau dan Para tetua mereka menjadi sangat marah. Tidak menunda lebih lama, Lau Khu Cheng membuat gerakan isyarat perintah pada para tetua mengepung Gou Long, dia sendiri bahkan ikut terjun dalam barisan pengepungan.


Sekilas, melihat gerakan cepat dan tangan kejam Gou Long, Patriark Lau menyadari, si Kerempeng itu bukan Puncak Ranah Surgawi biasa. Ia tidak yakin bisa mengalahkan pemuda kerempeng itu sendirian.


Para Penatua Klan juga hampir bergerak ke isi Gou Long, namun anak muda itu melarang mereka, “Para tetua Klan Gou, tidak perlu turun tangan, silahkan menikmati saja!” pesan Gou Long, pembawaannya terlihat tegas dan berwibawa.


Padahal mereka tidak yakin, dalam hati mereka bertanya-tanya, “Walaupun ia berada pada tingkatan Puncak Ranah Surgawi, apa mungkin ia bisa mengalahkan delapan orang tetua dan satu orang Patriark?”


Mereka tidak sempat berpikir terlalu jauh, saat ini Gou Long terdengar berkata, “Nah! Sekarang kalian tidak perlu mencari kambing hitam lagi. Bukankah musuh sebenarnya yang kalian penujui sudah terlihat dan muncul di depan hidung kalian?” Gou Long mengejek keras orang-orang Klan Lau.


“Anak muda sombong! Kau begitu yakin dengan kemampuanmu! Jangan menyesal jika nyawamu melayang hari ini…” Patriark Klan Lau tidak mau kalah gertak, menyerang bersama-sama seperti ini rasanya akan menambah persentase kemenangan pihaknya.


“...” Gou Long tersenyum, ia tidak menjawab. Menatap tajam satu persatu kedelapan penatua dan Patriark Lau.

__ADS_1


Mau tidak mau kerutan di dahi Patriark dan Penatua Klan Lau terlihat. Sikap dan ketenangan yang ditunjukkan Gou Long di bawah kepungan mereka terlihat seperti orang yang sudah terlalu banyak melalui pertarungan hidup dan mati.


Tidak tahan, Patriark Lau kembali berkata, “Anak muda! Sikap gagah dan tidak terlihat rasa takut dari dirimu menggugah perasaanku, Kematianmu sudah tertulis hari ini, namun kami akan tetap menghargaimu dengan cara mengingat dan mengukir prasasti tentangmu di sini, sebutkan namamu agar mempermudah pekerjaan kami kelak.”


__ADS_2