Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 217. Tong Kak San Berniat Memindahkan Sekte


__ADS_3

Sekte Phoenix Suci dengan enam orang Penatua mereka juga tidak mau tertinggal dari kedua kubu lain yang ingin meratakan Gunung Teratai. 


Pemimpin mereka ini adalah seorang Penatua yang sangat loyal pada Sekte, orang ini akan menghalalkan segala cara hanya untuk kemajuan Sekte Phoenix Suci.


Dia bernama, Hou Siong, sedangkan kelima rekannya yang lain yaitu, Ciu Leiho, Beng Jiu An, Lie Giok Liong, Shaw Kiat, dan Nyoo Ji Siok. Keenam penatua ini adalah orang-orang pilihan dari Sekte Phoenix Suci. Yang paling hebat tetaplah si Pemimpin Hou Siong, si Loyal dan banyak akal.


“Huft! Kalian berdua dasar dua tua bangka licik, pergi bersama-sama, punya niat yang sama, saat menemukan keuntungan, kami mau kalian tinggalkan, kalian pikir mudah untuk membodohiku.” Batin Hou Siong, mencemooh Tong Kak San dan Ouyang Fan.


Ia mendengar percakapan antara Tong Kak San dan Ouyang Fan yang membahas tentang aura Langit dan Bumi yang sangat melimpah di Gunung Teratai jelas tidak mau ketinggalan, dia segera dapat menebak arah dari pembicaraan kedua orang tersebut.


Dia yakin ada hal yang sangat luar biasa di Gunung Teratai ini, sehingga aura Langit dan Bumi berkumpul di sana, menurut perkiraannya pastilah ada Artefak tertentu atau Harta tertentu yang sangat luar biasa.


“He he he…” Tong Kak San terkekeh.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan Penatua Hou Siong! Namun yang kuinginkan tidak seperti yang kau bayangkan.” Jawab Tong Kak San, tersenyum misterius, “Sekarang aku sudah tidak berniat menghancurkan Gunung ini…” Lanjutnya, ia menyembunyikan maksud yang sebenarnya.


“Patriark Tong tidak berniat mengambil harta yang ada di Gunung ini?” Hou Siong dan Ouyang Fan menegas serentak, mereka terpaku heran mendengar perkataan Tong Kak San.


“He he he…”


“Kalian boleh mengambil semua harta dan Artefak yang ada di Gunung ini kelak.” Jawab Tong Kak San singkat. Melesat kembali ke tendanya sendiri. Duduk dan berkultivasi di sana.


Sehari berlalu, menunggu bantuan yang lain datang, Tong Kak San kembali mengajak orang-orang itu untuk coba membobol Array pertahanan, namun hal itu masih sama seperti sebelumnya. Tidak ada perkembangan sama sekali.


“Keparat bermarga Gou itu entah dari mana dia memperoleh Master Array yang bisa memasang Array sempurna seperti ini. Leng Kun! Hemm, nama bocah ini tidak pernah kudengar sebelumnya.” Tong Kak San berpikir keras.


Tidak mau hanyut dalam pikirannya sendiri, ia mengulang berkultivasi, orang-orang yang ditunggunya besok akan tiba, saat bersila dan berkultivasi ini, Tong Kak San menyadari fakta lain. Aura Langit dan Bumi yang melimpah di Gunung Teratai terasa lebih banyak dari sehari sebelumnya.

__ADS_1


Membuka matanya, Tong Kak San terlihat seperti berpikir keras, memanggil tiga orang Penatua Sekte yang ikut bersamanya, “Apa kalian menyadari? Aura Langit dan Bumi di Gunung ini hari ini lebih banyak dari kemarin.” Tanya Tong Kak San, memastikan apa yang ia rasakan.


“Tepat! Apa yang Patriark rasakan juga kami rasakan, kami heran akan hal ini. Kami ingin bertanya keputusan Patriark yang tidak berniat mengambil harta yang ada di Gunung ini, kenapa begitu? Bukankah ini akan sangat sia-sia jika rencana ini berhasil tapi kita tidak memperoleh apa-apa?” tanya salah satu dari Penatua tersebut. Mewakili rasa penasaran dari dua orang Penatua lainnya.


Yang bertanya ini adalah Hek Cu, Penatua pilihan yang kehebatannya tidak kalah dengan Tong Kak San sendiri, sementara dua orang lainnya bernama, Pek Khong, dan Kiu Pang. Ketiga orang ini menanti jawaban dari Patriark mereka.


“He he he…” terkekeh senang terlebih dahulu, Tong Kak San kemudian menjelaskan pada tiga orang Penatua tersebut niat hatinya, “Biarkan mereka mengambil harta yang ada di sini, tapi kita ambil tempat ini buat kita.” Ujar Tong Kak San, tersenyum licik.


Memastikan, Hek Cu berkata, “Maksud Patriark kita akan memindahkan tempat tinggal Sekte Awan Berkabut ke Gunung Teratai?” suaranya sedikit meninggi.


“Pelankan nada suaramu!” tegur Patriark Tong, “Tepat! Kita akan memindahkan Sekte Awan Berkabut ke Gunung ini. He he he…” Jawab Tong Kak San, terkekeh senang.


Ketiga Penatua lain hanya bisa melongo, terpaku di tempat, memang tepat apa yang dipikirkan Patriark mereka, aura Langit dan Bumi yang terus berkumpul setiap harinya di Gunung ini lebih berharga dari harta apa pun yang ada di Paviliun Gunung Teratai.


***


“Siapa mereka? Mungkin firasatku yang terasa tidak nyaman inilah adanya, ada orang yang coba mencari perkara dengan Paviliun ku.” Batin Gou Long.


Menghentikan kuda putihnya, Gou Long bergerak ke arah sisi yang berlawanan dari Gunung Teratai, setelah agak jauh ia menimpukkan batu kecil ke arah paha kuda.


Terkena timpukkan batu, kuda meringkik keras berlari dan menimbulkan suara gaduh. Orang-orang yang ada di dalam tenda bergegas keluar, melesat ke arah kuda yang berbuat gaduh.


“Keparat! Hanya seekor kuda, kenapa bisa berbuat gaduh seperti ini.” gerutu mereka.


Wajah-wajah yang muncul dikenali Gou Long, itu adalah orang-orang yang terikat dendam dengannya, “Ha ha ha… Rupanya kalian mengejarku sampai ke sini. Bahkan kalian sudah lebih dahulu menungguku di sini, baiklah! Tontonan yang menarik lain tidak dapat dihindarkan terjadi di Gunung Teratai.” Ucap Gou Long dalam hati.


Memanfaatkan kegaduhan itu, sudah lebih dari cukup untuk Gou Long melesat menghindari mereka dan masuk ke dalam Gunung Teratai tanpa sepengetahuan mereka.

__ADS_1


Beruntung ia telah diberi token keluar masuk Array ini oleh Leng Kun sebelumnya.


Tidak berhenti, terus bergerak naik ke Gunung Teratai, Gou Long langsung mencari Feng Yueyin, sedikit menyebarkan indra spiritual, ia telah menemukan Feng Yueyin.


Aura gadis itu terasa, dan bercampur dengan aura beberapa orang lain. Itu di ruang aula tepatnya.


Gou Long memancarkan suara dengan tenaga dalamnya, dikhususkan kepada Feng Yueyin, namun orang-orang yang ada di dalam aula itu juga dapat mendengar suaranya.


“Yueyin Siaumei! Gege telah kembali!...”


Mendengar suara Gou Long yang bergema di dalam aula, mereka yang ada di sana, satu persatu melesat keluar.


“Master Paviliun telah kembali!” sapa mereka satu persatu.


Gou Long baru sekarang tahu, Yu Yihua dan Duan Hong Ya telah mengambil inisiatif sendiri untuk langsung pindah ke Gunung ini.


Gou Long menjadi tidak fokus pada sapaan Leng Kun dan Feng Yueyin, dia lebih terfokus pada Yu Yihua dan Duan Hong Ya, “Kapan kalian berdua pindah kesini?” tanya Gou Long.


“Ini akan menjadi hal yang sangat baik, mengingat musuh kuat berada tepat di depan hidung kita.” Lanjut Gou Long bergumam.


“Tepat setelah Master Paviliun mengejar kekasih hati.” Jawab Yu Yihua, tersenyum menyindir Gou Long yang memiliki banyak kekasih hati.


“Kau…”


“Sudahlah…”


“Haaaaah!” Gou Long menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2