Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 56. Semua Terpukau


__ADS_3

Suara cicit bagaikan ribuan burung, segera terdengar di tempat itu, hari yang cerah semakin cerah, hawa panas menyengat tersebar ke area tersebut. Bayangan telapak tangan yang berwarna kebiruan terlihat mengiringi suara teriakan tadi.


“Swosshh!”


“Dhuuaarrr!”


Pukulan Telapak Arhat yang dilepas Gou Long dengan telak mengenai Siluman Kingkong kelas kesatu. Bau bulu hangus gosong tercium, siluman itu terlempar sepuluh tombak. Marah, dia berbalik dan melihat ke arah Gou Long, dalam tatapan geram.


Siluman tersebut, tadi dengan sengaja menerima pukulan Gou Long, tapi dia telah salah memperhitungkan, rupanya manusia yang satu ini tidak sama dengan manusia yang tadi dipermainkan


“Anak manusia ... kau sungguh ingin mampus dengan cepat? ... Ha ha ha, akan segera aku kabulkan, bersiaplah,” ucap siluman Kingkong, mengancam.


“Kau boleh mencobanya! ... Jangan sampai terlempar seperti tadi,” ejek Gou Long. Ia mengerucutkan mulut, menantang siluman tersebut.


Siluman Kingkong, meraung keras sambil memukul-mukul dada. Kemudian, dia bergerak dengan gesit, dan lincah ke arah Gou Long. Lalu menghujani si Pemuda dengan tinju beruntun.


Jangan dilihat tubuh yang besar! Tapi, gerakannya sangat gesit, pukulan-pukulan yang cepat dengan membawa kekuatan besar juga kasar. Tempat dan tanah di area pertarungan berlubang besar, debu mengepul tinggi menggelapkan pandangan mata.


Gou Long bergerak pesat menghindar, tubuhnya sudah sejak tadi terbungkus cahaya perak kebiruan. Sesekali terlihat kilatan cahaya di balik kepulan debu yang sangat tinggi.


Kilatan itu, kadang di sebelah kanan, kadang di sebelah kiri, kadang kala di belakang dan di depan siluman. Cahaya tersebut jelas posisi Gou Long, gerakan-gerakan Gou Long sangat cepat yang dengan segera membuat siluman itu tambah marah.


Tenaga yang besar dari siluman Kingkong dilawan Gou Long dengan kecepatan serta dibarengi sengatan-sengatan petir yang memberikan daya rusak secara perlahan pada kulit keras Siluman Kingkong tersebut.


Siluman Kingkong yang belum bisa memberikan luka berarti pada Gou Long, tampak sangat marah. Hawa siluman segera dipertebal, murid-murid Sekte Naga Langit yang masih berada disitu menjadi sesak nafas karena tekanan Energi siluman, lantas mereka segera menjauhi area tersebut.


Seluruh bagian tubuh siluman kingkong, kini terlihat samar cahaya keemasan membentuk armor transparan dari hawa siluman.


Gaya bertarung pun diubah, sekarang di tangan Siluman Kingkong kelas kesatu itu tampak sebatang tongkat yang berwarna emas juga. Entah dari mana dia memperoleh Tongkat itu.


Saat ini terlihat lebih jelas karena debu yang mengepul terbawa angin. Siluman Kingkong tersebut sekarang bergerak seperti manusia. Dia bertarung dengan menggunakan jurus-jurus tongkat.

__ADS_1


Baik ketukan maupun sapuan dan putaran tongkat selalu membawa tenaga besar, yang menekan Gou Long. Semakin lama gerakan dari Siluman Kingkong itu semakin gesit mencoba mengimbangi kecepatan Gou Long.


Baru saat ini para murid Sekte Naga Langit sadar bahwasanya siluman yang sejak tadi mereka lawan sedang mempermainkan mereka. Sorot mata mereka memperlihatkan perasaan terpukau terhadap pertarungan Gou Long dengan Siluman Kingkong.


“Ha ha ha ... apakah kau menyesalinya sekarang anak manusia?” ejek siluman itu sambil terus menghujani Gou Long dengan jurus-jurus tongkat.


“Jangan senang dulu! ... Aku masih mengelak, bahkan belum balas menyerang. Bersiaplah kalau kau tidak mau pertarungan ini berakhir dengan cepat.” Gou Long balas mengejek.


Sungguh luar biasa mereka berdua ini, sambil bertarung masih punya nafas untuk saling ejek, padahal, dalam intensitas pertarungan tingkat tinggi bercakap-cakap sambil bertarung merupakan hal yang tabu.


Tidak mau terus-terusan mengelak Gou Long menarik nafas dengan dalam. Ketiga dantian saling menghubungkan, tingkat tenaga dalam berubah, hawa tekanan dari siluman tersapu dengan hawa tekanan Gou Long, cahaya biru keperakan semakin terang.


Teknik Memindah Jasad dikembangkan Gou Long, tubuhnya dilambungkan tinggi, setinggi siluman Kingkong itu. Pemandangan pertarungan itu sekarang terlihat seperti seekor burung yang sedang mengganggu sarang lebah.


Posisi Gou Long yang terus berpindah-pindah tanpa ada tanda-tanda gerakan, sangat susah untuk ditebak. Hebatnya, Gou Long tidak hanya berpindah-pindah saja, dia juga melepaskan Pukulan Telapak Arhat saat posisinya singgah, walau sesaat.


Puluhan bayangan telapak berwarna kebiruan yang membawa daya hancur hebat terlihat di udara, lalu menghantam keras Siluman Kingkong dengan telak.


Bunyi hawa murni yang beradu dengan armor hawa siluman, terdengar memekakkan telinga. Pukulan Telapak Arhat yang dilepas Gou Long hanya merusak sedikit armor hawa siluman, kemudian kembali terbentuk armor utuh dengan sendirinya.


Melihat itu, lantas Gou Long menendang udara, Tubuhnya melesat puluhan meter ke langit.


“Selaksa Telapak Raksasa!”


Jurus original Gou Long dilepaskan, ratusan bayangan telapak kaki, sebesar kerbau tercetak turun lalu menekan siluman kingkong serta arena perkelahian itu.


“Duaarrr!”


“Duaarrr!”


“Duaarrr!”

__ADS_1


Bunyi ledakan tidak hanya sekali terdengar dan menggema, bumi bergetar dahsyat seperti akan hancur.


Debu yang tadinya sudah menghilang, kembali mengepul tinggi bahkan terbang melebar ke berbagai arah, memberikan rasa pedih ketika terkena kulit murid-murid Sekte Naga Langit yang menonton.


Mereka memang tidak mau pindah dari area pertarungan itu, sudah jadi rahasia umum dengan menonton pertarungan tingkat atas seperti ini, tidak sedikit manfaat yang diperoleh murid-murid itu.


Semua penonton berpikir bahwa Siluman Kingkong, akan gepeng terkena ratusan kali telapak hawa murni padat yang dilepaskan dari ketinggian, namun begitu kepulan debu menghilang, terlihat di sana Siluman Kingkong berdiri dengan gagah, armor hawa siluman benar-benar alot.


Lagipula siluman itu tadi berhasil menahan jurus Gou Long dengan putaran tongkat yang seperti baling-baling dan membentuk tameng pertahanan kokoh yang membatalkan efek daya hancur dari jurus Gou Long.


Di sekitar Siluman Kingkong itu berdiri, telah muncul kawah baru akibat tenaga dalam brutal Gou Long.


Gou Long melesat turun dan sedikit menjauh dari arena, lalu dia berkata. “Bagaimana! Mau minta ampun atau mati? Aku masih punya banyak senjata rahasia yang belum aku keluarkan ... ha ha ha, tapi ... kalau kuberi ampun rasanya tidak ada keuntungannya bagiku, ya sudah kau mati saja! Ha ha ha.”


“Budak manusia hina, kau pikir aku kerupuk udang yang bisa kau remas sesuka hati. Aku juga punya banyak hal yang belum aku perlihatkan. Armor ini saja belum bisa kau tembus, kau sudah berani omong besar.”


Siluman Kingkong kelas kesatu itu tidak kalah sengit membalas setiap ucapan Gou Long.


“Baik, kau lihatlah! Aku akan menghancurkan armor hawa siluman mu sekarang,” jawab Gou Long.


Lalu dia mulai bergerak dalam Jurus Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang, jurus ini sangat cocok di gunakan untuk menghancurkan armor dari hawa tenaga dalam atau armor yang berupa artefak tingkat tinggi.


Dalam penglihatan murid-murid Sekte Naga Langit penampilan Gou Long tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, Kultivasi Ranah Langit Tahap Awal. Akan tetapi, daya tahan dan tenaga dalamnya seperti bukan di Ranah Langit.


Bahkan setelah bertarung sekian lama, belum terlihat tanda-tanda kelelahan dari Gou Long, nafasnya masih stabil, raut wajah juga masih kemerahan seperti sebelumnya. Di sekitar tubuh Gou Long tidak pernah memudar cahaya biru yang samar.


Lucunya, semua murid ini tidak kenal dengan Gou Long, tapi mereka tau dari pakaian yang dipakai Gou Long, bahwa dia memang murid Sekte Naga Langit.


Lagi pula mereka juga belum pernah mendengar ada murid Sekte Naga Langit yang seperti ini kecuali, beberapa murid elite, namun sebagian besar murid-murid elite itu terlihat sombong dan arogan.


Mereka tidak dapat membodohi diri sendiri

__ADS_1


mereka semua terpukau dengan penampilan Gou Long, lantas siapakah dia ini?! ....


__ADS_2