
Hawa pedang dari ketiga orang itu menyambar ke mana-mana, Hawa panas serta percikan-percikan petir kecil dari pedang Gou Long, hawa berbau busuk racun yang membuat orang pusing, serta hawa pedang ganas yang keluar dari gerakan pedang cepat tak beraturan si Setan Arak.
Bunyi benturan pedang tiada henti terdengar di kaki Gunung tersebut, dengan pertarungan tiga sisi ini mereka sama-sama tidak diuntungkan, ketiganya harus selalu siaga terhadap dua orang yang lain.
Dalam sebuah kesempatan, Gou Long melihat adanya celah dari Setan Arak. Kesempatan itu tidak disia-siakannya, sebuah telapak dengan menggunakan tangan kiri, dikirim Gou Long ke arah dada Setan Arak yang terbuka, “Aku sangat benci manusia-manusia licik macam kau, senyum di muka namun niat hati siap memakan yang lemah, mampuslah!”
Gou Long mengutuk berbarengan dengan melesatnya hawa panas petir dan telapak berwarna kebiruan pekat ke arah dada Setan Arak. Sementara tangannya yang bermain pedang setelah menangkis serangan pedang dari si Racun Tua, juga meninggalkan Racun Tua kemudian dia menambah beberapa tebasan cepat dan menyilang dari arah belakang Setan Arak setelah bergerak dengan Teknik Memindah Jasad.
Tekanan berat yang sebelumnya didapatkan Racun Tua menjadi lebih ringan semenjak Gou Long ganti menyerang ke Setan Arak, merasa mendapatkan keringanan serta momentum tenaga dalam yang berkurang, Racun Tua tidak menyia-siakan kesempatan itu, dia menghirup udara dan mengambil nafas, kemudian tenaga dalamnya pun ditingkatkan.
Hawa racun dari tangan kirinya dengan cepat menyebar, dia ikut menyerang Setan Arak di arah yang sebelumnya Gou Long serang, ini adalah Pukulan Telapak Lima racun. Pukulan dari Racun Tua meluncur mengikuti dan membayangi pukulan Gou Long.
“Aku juga sangat tidak suka bertarung dengan orang licik seperti kau! Walau kita dari golongan hitam, tapi ular sepertimu tidak dapat dipelihara, suatu saat kau pasti akan menggigitku juga. He he he... Mampuslah!” Ujar Racun Tua setelah melepaskan pukulan tersebut.
Setan Arak yang tiba-tiba saja menjadi sasaran dari dua orang lawannya, tidak tinggal diam, dia segera melapisi tubuhnya dengan hawa tenaga dalam, kemudian berbalik dan melepaskan hawa pedang sebagai bentuk tangkisan terhadap serangan pedang menyilang dari Gou Long.
“Dhuarrr!” bunyi ledakan dari beradunya hawa pedang.
Serang pedang dapat ditangkis, namun dua buah pukulan telapak secara berturut-turut dengan telak mengenai punggungnya. Kerugian yang dia dapatkan tidaklah sedikit.
__ADS_1
Setan Arak terlempar lima kaki, namun dia masih bisa bersalto di udara, kemudian baru mendarat di atas tanah.
“Khuk.. Khuk.. Khuk..”
Setelah berbatuk beberapa kali, rasa pusing tak tertahankan melandanya. Itu adalah tanda-tanda keracunan. Tidak ada darah yang melonjak dari dalam tubuh Setan Arak, pukulan telapak yang dilepaskan Gou Long merusak pertahanan tubuhnya, akan tetapi tidak membahayakan.
Namun Pukulan Telapak Lima Racun yang mengikuti pukulan Gou Long telah melukai dan meracuni tubuh Setan Arak.
Dengan terlemparnya Setan Arak, gelanggang pertempuran hanya menyisakan Gou Long dan Racun Tua, namun mereka berdua seperti memiliki perasaannya yang sama, keduanya bergerak cepat serta menambahkan pukulan dan tebasan hawa pedang ke arah Setan Arak yang terlihat sempoyongan.
Mereka tidak memberikan kesempatan pada Setan Arak untuk mengambil nafas, dan menahan racun yang sudah mulai menyebar ke dalam organ-organ penting tubuhnya.
Ketika tutup kendi dibuka, bau harum arak segera menyebar di area kaki Gunung Teratai, itu adalah Arak Anggur Surgawi, arak ini adalah hasil dari olahan Setan Arak sendiri, entah bahan apa saja yang dimasukkannya sehingga arak ini dapat menetralkan racun dalam tubuh serta meningkatkan tenaga dalam bagi yang meneguknya.
Setan Arak meneguk araknya, kemudian dia tertawa terbahak-bahak, “Bagus! Hari ini aku melihat Racun Tua bekerja sama dengan bocah bau kencur hanya agar bisa menumbangkanku! Ha ha ha...” Setan Arak mengejek Racun Tua, dia merasa terpojokkan dengan serangan dari Gou Long dan Racun Tua.
Karena daya tahan dan tenaga dalamnya telah kembali setelah meneguk Arak Anggur Surgawi, Setan Arak mau bergerak kembali bertempur. Akan tetapi keinginannya terhenti ketika Gou Long dengan tangan kosong muncul di depannya.
Sedangkan di gelanggang pertempuran tadi, dia melihat Racun Tua sedang bertarung sengit dengan seorang gadis lain yang tiba-tiba saja muncul, itu adalah Hauri. Setelah serangan tadi tidak membuahkan hasil, Gou Long merasa pertarungan ini akan tidak baik kalau terus bertarung dalam tiga sisi.
__ADS_1
Lantas dia memanggil dengan lirih, “Hauri!” Pedang Peri Ilusi di tangan Gou Long menghilang dan muncul seorang gadis peri di sana, “Kau urus si tua beracun ini! Sedangkan pemabuk gila itu aku yang akan mengurusnya!” perintah Gou Long ketika Hauri muncul.
Lalu dengan sigap gadis tersebut menyerang Racun Tua dengan jurus-jurus telapaknya, sementara Gou Long sendiri bergerak menyongsong ke arah Setan Arak yang sedang berbicara dan menghina si Racun Tua. Semua kejadian itu terjadi dalam beberapa tarikan nafas, walau sangat panjang ketika diceritakan.
Sekarang masing-masing dari dua orang lawan Gou Long sudah memiliki lawan tersendiri, Hauri yang selama ini belum pernah benar-benar menunjukkan kelasnya, hari diperlihatkan secara nyata, di tangan kanannya terlihat pedang panjang dari pemadatan hawa murni.
Sementara tangan kirinya juga melepaskan tenaga dalam yang memadat dan membentuk seperti akar rambatan mengejar, dan mengikat pergerakan dari Racun Tua.
Kombinasi dari dua serangannya, sangat merepotkan Racun Tua. Terlebih serangan-serangan dari akar rambatan tersebut, itu bergerak lincah seperti ular dan tidak dapat di prediksi oleh si Racun Tua. Orang tua itu menjadi sangat terdesak, apalagi serangan tenaga dalam racunnya tidak berpengaruh sama sekali pada Hauri.
Si Racun Tua pada akhirnya hanya bisa berharap pada daya tahan ilmu pedangnya, namun setelah bertahan lebih dari seratus gerakan, akar-akar rambatan yang membulat seperti sebuah tinju besar dengan telak kena di bagian punggungnya, Racun Tua terlempar ke depan satu langkah.
Memanfaatkan momentum tersebut, Hauri menyongsong arah maju si Racun Tua dengan tujuh tusukan beruntun. Dua tusukan dapat ditangkis oleh si Racun Tua, sedangkan lima tusukan lainnya dengan telak melubangi dada si Racun Tua, di jantung, hati, perut dan di antara sela-sela tulang rusuknya.
Racun Tua jatuh di atas tanah, berkelonjotan sesaat kemudian mati untuk selama-lamanya, dia mati tanpa sempat mengetahui dari mana munculnya gadis yang menjadi lawannya ini.
Hauri mengambil cincin penyimpanan dari si Racun Tua, kemudian melesat ke tempat Feng Yueyin yang sedang terpana dan keasyikan menonton pertarungan yang baru saja berakhir, dan saat ini sudah mengalihkan pandangannya pada pertarungan Gou Long dengan Setan Arak.
Di sisi lain, Gou Long yang bertarung dengan Setan Arak juga tidak kalah sengit, Setan Arak terus menerus bisa meningkatkan daya tahan dan tenaga dalamnya hanya dengan satu tegukan Arak Anggur Surgawi, padahal Gou Long sudah memberinya beberapa pukulan yang sangat mematikan.
__ADS_1