
Ketika Gou Long bersimpuh di depan para tetua, semua anggota Klan Gou yang lain, selain para tetua, terkejut kegirangan, terlebih lagi setelah Gou Long memperkenalkan dirinya.
Baru sekarang semua anggota Klan Gou menyadari, bahwa pemuda hebat ini juga bagian dari Klan Gou. Walau mereka tidak jelas pemuda itu anak dari paman yang mana, namun sebagian besar dari mereka sudah mulai menebak-nebak.
Bergetar hebat, Gou Fei berjalan perlahan mengelus lembut kepala Gou Long, “Anak baik! Anak baik! Bangkitlah! Mari kita masuk ke dalam terlebih dahulu.” Gou Fei memimpin masuk ke dalam, penatua lain langsung mengikuti, mereka juga meminta semua anggota Klan Gou lain bergegas masuk.
Para tetua ini, walau merasakan masygul karena pembunuhan yang dilakukan Gou Long, mereka tetap tidak mau bertanya atau mempermasalahkan lebih jauh tindakan itu. Yang terpenting, kehadiran Gou Long merupakan berkah terbesar saat ini.
Gou Long juga bangkit mengikuti mereka semua, Gou Chen dan Gou Ing-ing memisahkan diri dari kerumunan, mereka berdua bergabung dengan Gou Long.
“Long Twako! Sebaiknya Long Twako mengganti pakaian terlebih dahulu di semak-semak sana!” Gou Ing-ing menyarankan pada Gou Long, sekaligus menunjukkan semak berair di pojok jauh area Klan Gou, “Kami akan menunggu Gou Twako di sini.”
Ucapan itu menyadarkan Gou Long dengan kondisi tubuh dan pakaian yang berlumuran darah. Gou Long berkelebat cepat ke arah yang ditunjuk Gou Ing-ing.
Sesaat kemudian, “Byurrr!” suara orang yang mencebur dan cipratan air terdengar.
Tidak terlalu lama, Gou Long telah muncul kembali di depan keduanya sambil tersenyum, pakaian yang ia kenakan telah diganti, rambutnya juga telah disisir rapi.
Tersenyum menawan, “Mari kita juga bergegas masuk ke dalam,” ajak Gou Long pada keduanya.
Selama perjalanan beberapa langkah itu, keceriaan Gou Ing-ing dan Gou Chen telah kembali, wajah keduanya terlihat lebih cerah. Beban yang menekan hati mereka berdua sejak kemarin terangkat sudah.
***
Pertemuan seluruh anggota Klan Gou berlangsung seharian penuh, Gou Long telah diperkenalkan kepada seluruh anggota Klan. Kegembiraan terhadap kenyataan bahwa Gou Long merupakan putra dari Patriark muda menambah semangat dan antusias dari anggota Klan.
__ADS_1
Bagi Gou Long selama seharian tersebut, ia hanya mengikuti apa yang telah diatur oleh Paman Gou Fei.
Baru kemudian di keesokan harinya, Paman Gou Fei mengatur pertemuan dengan Patriark besar.
Ditemani oleh Gou Fei, Gou Ing-ing dan Gou Chen, Gou long berkunjung ke kamar besar tempat sang Kakek berbaring. Kesedihan terlihat nyata di mata Gou Long saat ia masuk dan melihat sang Kakek.
Gou Wenzhi, itulah nama sang Patriark besar, beliau terbaring lemah, dengan nafas satu-satu, mata tertutup, tubuh kurus yang menghitam secara keseluruhan.
Melihat kondisinya saat itu, lebih banyak ke jalan kematian jika dibandingkan jalan hidup, hanya karena ranah kultivasinya yang tinggi, ia masih bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Dalam keadaan seperti itu, secara samar Patriark besar kadang mengigau, yang dipanggil satu nama, “Han ‘er… Han ‘er!…”
Hati Gou Long sangat tertusuk melihat kondisi sang Kakek, dia menatap Gou Fei, “Paman! Berapa lama kondisi beliau sudah seperti itu?”
Saat itu, kembali terdengar igauan dari Patriark besar, “Han ‘er!... M-maafkan ayah!... T-tidak sepantasnya ayah mengatur perjodohan dan kebahagiaanmu…”
Bukan suatu rahasia bahwa, penyesalan yang mendalam dari Gou Wenzhi berasal dari pertikaian kecilnya dengan Gou Han, yang menyebabkan Gou Han melarikan diri dari Klan, dan itu juga diketahui oleh seluruh penduduk Kota Air Spiritual.
Di ruangan tempat Gou Wenzhi berbaring hanya Gou Long yang tidak mengetahui kenapa igauan sang Kakek begitu menyayat hati. Gou Ing-ing, Gou Chen dan Gou Fei telah berlinang air mata terhadap kondisi Gou Wenzhi.
Sigap, Gou Ing-ing bergegas ke sisi pembaringan Sang Kakek, dia menenangkan kembali orang tua yang terbaring itu, juga meminumkan ramuan penenang yang telah disediakan. Baru kemudian Sang Kakek terlihat lebih tenang dan bisa tidur dengan nafas yang lebih lembut.
Paman Gou Fei coba menutupi kesedihannya, ia menjawab pertanyaan Gou Long, “Kondisi keracunan sudah tiga tahun, sementara menghitam seperti itu baru lima bulan yang lalu…” Gou Fei menarik nafas dalam, dan melanjutkan ucapannya, “Sedangkan penyesalan dan kesedihan dalam hatinya datang sejak dua belas tahun yang lalu…”
“Selama dua bulan kedepan mungkin saja, beliau akan benar-benar meninggalkan kita semua, sedangkan harapan satu-satunya saat ini hanya ingin melihat Saudara Tua.” Gou Fei mengakhiri perkataannya, kesedihan terlihat jelas di mata pria paruh baya itu.
__ADS_1
Ya! Hal tersebut menjadi sangat wajar, saat Gou Fei mengingat kembali apa yang telah Gou Long ceritakan kemarin, yang bahwa orang tuanya, Gou Han dan Su Lan telah meninggal dunia.
Gou Long juga ingin mengetahui apa yang terjadi antara Ayah dan Kakek dahulu, “Paman! Maukah paman menceritakan apa yang menjadi penyebab pertikaian antara Ayah dengan Kakek nanti?”
Sambil bercakap-cakap dalam kesenduan itu mereka bertiga telah tiba di sisi pembaringan.
Gou Ing-ing sedang memberikan kompres ringan di dahi Sang Kakek, serta mengelap keringat yang keluar dari tubuh orang tua itu. Sementara Gou Chen tidak berkata-kata, matanya masih berkaca-kaca.
Gou Fei kembali melihat ke arah Gou Long sekilas, “Kenapa harus nanti? Sekarang pun Paman bisa menceritakan apa yang terjadi antara Ayah dengan Saudara Tua.”
“Tidak Paman! Jangan sekarang! Kondisi Kakek sudah sangat memprihatinkan, namun beliau masih bisa sembuh.” Gou Long menjawab ringan, di dalam ruangan tersebut, hanya Gou Long yang terlihat tidak terlalu sedih jika dibandingkan dengan tiga orang lainnya.
“Benarkah!” Kejut dan girang terdengar dari nada penegasan itu, Gou Fei menatap Gou Long dengan lebih berbinar, “Lalu siapa yang bisa menyelamatkan Kakekmu? Apakah Long ‘er seorang Alkemis? Atau Long ‘er mengenal Alkemis hebat yang bisa mendetoksi racun Kakekmu?”
“...” Gou Long mengangguk kecil, matanya terus melihat setiap sudut dari tubuh Kakek Gou Wenzhi, “Long ‘er pernah belajar sedikit Alkimia, bahkan untuk saat ini Long ‘er bisa menyuling pil Ranah Surgawi tingkat tinggi. Long ‘er juga pernah belajar beberapa jurus totok meridian.”
Gou Chen, Gou Ing-ing dan Gou Fei menatap Gou Long takjub. Raut kegembiraan tergambar di wajah mereka.
“Anak baik!... Anak baik!...” Gou Fei bergumam.
Secara tidak langsung Gou Ing-ing bangkit, dan mempersilahkan Gou Long untuk duduk di sisi ranjang, “Silahkan Long Twako periksa kondisi Kakek,” ujarnya.
Tidak menunda lebih lama, Gou Long langsung duduk, di sisi ranjang, dia memegang nadi Sang Kakek, serta mendengar detak jantung dari Kakek Gou Wenzhi sejenak.
“Bantu tegakkan posisi duduk beliau!” pinta Gou Long.
__ADS_1