
Sepanjang malam itu, Gou Long terus duduk dengan antengnya di atas pohon sambil menunggu laporan keseluruhan dari Eira. Siluman Rubah memang punya kemampuan khusus penglihatan malam yang lebih tajam.
Mungkin cuma perasaan Gou Long saja yang terlalu awas, baik Toko Mantan Pendekar maupun Manager Lan tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan. Mengintai sepanjang malam, dan tidak ada pergerakan yang berarti, akhirnya Gou Long kembali ke penginapan.
Setelah membayar biaya penginapan. Gou Long segera bergegas melesat ke arah Sekte Naga Langit.
***
Sementara itu, di ruang bawah tanah Toko Mantan Pendekar, telah berkumpul beberapa orang dengan setelan hitam yang dibaluti jubah berwarna abu-abu. Mereka semua memakai topeng yang berwarna hitam pekat.
Mereka duduk melingkar setengah Lingkaran. Seluruh yang hadir di situ berjumlah dua puluh satu orang, tujuh dari mereka duduk di kursi dan masing-masing berdiri di belakang mereka dua orang pengawal, yang juga berpakaian hitam dan sama-sama memakai topeng berwarna hitam.
Yang membedakan antara tokoh duduk dan yang sedang berdiri, yaitu; bentuk topengnya saja. Para tokoh yang sedang duduk memakai topeng dengan bentuk burung elang, sedangkan tokoh yang berdiri memakai topeng berbentuk serigala.
Dari bentuk tubuh, dan cara berpakaian, tokoh-tokoh yang sedang duduk, dapat diketahui lima orang dari mereka berjenis kelamin laki-laki sedangkan dua lainnya perempuan. Tujuh tokoh yang duduk di kursi inilah pemimpin cabang, Organisasi Ordo Setan Hitam.
Mereka adalah Organisasi yang selama ini menjadi buah bibir Dunia Persilatan, walaupun Dunia Persilatan tidak pernah tayu apakah organisasi ini benar-benar ada.
Sudah sejak semalam, mereka membahas berbagai pergerakan yang mereka lakukan selama ini di dunia persilatan, terkhusus di wilayah Selatan.
Pertama; tentang Sekte Naga Langit yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kalau dibiarkan terus seperti itu, maka Sekte Naga Langit akan menjadi Penguasa Tunggal di daerah Selatan, dan ini harus diantisipasi dengan segera oleh mereka.
Kedua; kegagalan rencana yang telah dirancang selama bertahun-tahun, akibat kecerobohan Tiga Iblis dari Selatan, beserta kematian mereka bertiga menjadi kerugian besar bagi Organisasi Ordo Setan Hitam.
__ADS_1
Ketiga; Guild Alkemis, yang selalu tidak mau terikat dan terlalu angkuh harus bisa mereka kontrol agar penyaluran sumber daya bagi mereka tercukupi, untuk menyaingi Sekte Naga Langit.
Yang terakhir; munculnya pemuda aneh dengan energi murni elemen petir. Mereka akan berusaha menarik pemuda ini ke pihak Organisasi. Informasi mengenai pemuda tersebut bahkan sangat sedikit sekali yang mereka tahu.
Ketika salah seorang dari wanita yang duduk di kursi berkata, “Tenaga dalam pemuda itu hebat, dia di Ranah Langit Tahap Awal. Namun, kekuatan tempurnya setara dengan Ranah Langit Tahap Puncak, ini dapat aku pastikan, karena aku sendiri yang mengujinya kemarin.”
“He he he, Nyonya kalau berurusan dengan laki-laki langsung gerak cepat, apalagi laki-laki muda,” ejek salah seorang yang juga duduk di kursi, warna kulit orang ini tampak pucat sekali, bahkan tidak ada warnanya.
“Hei! Pucat! Aku tidak seperti yang kau kira, aku masih murni, yang ku katakan tadi adalah sebuah kenyataan, aku tidak tahu bagaimana dia mengetahui posisiku ketika aku melempar amgi,” bantah wanita itu sengit. Dia menyambungnya, “Lan ‘er! Laporkan semua kejadian di Toko kemarin siang.”
Salah seorang gadis, yang berdiri di belakang si Wanita buka suara. “Pemuda itu bersikap layaknya pemuda biasa, menjual dan berbelanja. Hanya saja, apa yang dijualnya dalam jumlah terlalu banyak, seperti orang yang telah lama tinggal di Gunung tertentu dan berburu siluman ....”
“Jumlah yang di jual hampir mencapai seratus tujuh puluh kulit dan tulang dari siluman kelas ketiga, dan kelas keempat. Bukankah ini jumlah yang fantastis?! Dia juga membeli dua puluh jilid kitab Ranah Raja, biasanya, kitab tersebut sebagai bekal daras bagi masyarakat awam berlatih ilmu bela diri.” Gadis yang disapa Lan 'er menutup laporannya.
“Kami rasa, informasi darimu yang paling sempurna, selebihnya kita akan mencari informasi tentangnya di kemudian hari, ha ha ha ... aku sudah bosan, terlalu lama duduk di sini. Saatnya kita bubar, pertemuan ini berakhir di sini saja.” Pria dengan warna kulit sangat gelap, menjawab. Semua peserta pertemuan tersebut setuju.
Dalam beberapa kali tarikan nafas, ruang bawah tanah itu sudah kosong, hanya menyisakan wanita yang disapa Lan ‘er.
Setelah menghela nafas, wanita tersebut juga berkelebat pergi. Entah apa yang menjadi beban pikiran dari wanita yang disapa Lan ‘er ini, sehingga dia menghela nafas seperti itu.
***
Gou Long yang sedang berlari pesat ke arah Sekte Naga Langit, tiba-tiba menghentikan lari. Dia mengingat sesuatu yang hampir dilupakan, tersenyum sendiri seperti orang gila. Gou Long putar arah, kembali ke Kota Qing Mu.
__ADS_1
Berjalan ke arah toko perbekalan, membeli bekal untuk perjalanan selama seminggu lebih. Eira, keheranan dengan perilaku Gou Long, dia bertanya, “Hei! Kenapa kembali lagi? Dan kenapa engkau senyum-senyum sendiri? Kau teringat Nona Lan lagi?”
“Bukan! Kau ini, sekali aku minta menyelidiki Nona Lan, sepanjang perjalanan kau terus-menerus meledek ku,” jawab Gou Long, sedikit kesal.
“Lantas, kenapa putar arah? Apakah kau tidak mengerti, aku tidak tahan cuaca panas,” protes Eira.
“Sabarlah sebentar! Nanti kau akan tahu ... kalau tidak tahan panas masuk ke dalam lengan baju.” Gou Long, menjawab secara samar dan minta Eira untuk patuh.
Eira tidak berbicara lagi, dia bergegas masuk ke dalam lengan baju Gou Long.
Sikap aneh Gou Long semakin menjadi-jadi, dia berjalan menuju ke Sekte Naga Langit. Tapi anehnya, pemuda itu, memutari jalan dan memilih arah perjalan yang paling jauh, ini bisa mengabiskan waktu perjalanan lebih dari seminggu kalau berjalan santai.
Lebih parahnya, dia mengeluarkan salah satu kitab ilmu bela diri yang dibeli dari Toko Mantan Pendekar.
“Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang.” Sambil berjalan, dengan santainya Gou Long membaca kitab itu.
Awalnya, dia hanya iseng membaca kitab tersebut. Kemudian pikirannya malah terbenam dalam kitab itu. Satu tangannya memegang kitab, sedangkan tangan yang lain bergerak memainkan Ilmu Pukulan tersebut.
Memang orangnya yang berbakat dan mudah menangkap maksud dari ilmu-ilmu silat yang terkandung dalam kitab. Hanya dalam waktu tiga jam, dia sudah berhasil menghafal hampir setengah dari isi kitab tersebut.
Seharian berjalan kaki santai seperti itu, sambil membaca dan menghafal kitab serta mencoba gerakannya, Gou Long sangat menikmati perjalanan ini, yang mengganggunya, hanya gerutuan Eira karena tidak tahan cuaca panas, walau akhirnya berhasil dibujuk dengan masakan lezat khas Gou Long.
Sampai hari mulai gelap, baru Gou Long berhenti dari aktifitas aneh. Dia mencari-cari pohon yang besar dan lebat, berkelebat ke atas pohon lalu berkultivasi di atas dahan yang bisa diduduki.
__ADS_1