
Entah berapa lama telah terlewati, ketika Gou Long membuka mata, badannya kembali terasa lebih segar dan bertenaga. Karena posisi di bawah pohon besar, terik matahari pagi itu tidak mengganggu pemulihan sama sekali.
Matahari sudah naik hampir setengahnya, terik matahari yang sudah mulai menyengat kulit sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Gou Long memperhatikan sekitarnya, tidak jauh dari sini ada kota kecil yang bisa digunakan untuk menginap serta melepaskan penat dan dahaga.
Gou Long segera bangkit dan berkelebat ke arah kota itu.
***
Kota Qing Mu merupakan sebuah kota kecil yang tidak terikat oleh sistem pemerintahan, dan tidak ada Penguasa Kota yang mengatur kota, Kota ini lebih seperti pusat perdagangan di daerah Selatan. Hampir semua pedagang berkumpul di Kota Qing Mu.
Walaupun Kota ini, merupakan kota perdagangan, masyarakat setempat tetap menjual jasa pelayanan umum seperti rumah makan, warung arak, dan penginapan sebagai sarana pendapatan tetap bagi masyarakat.
Hampir di sepanjang jalan berdiri berbagai toko serta para pedagang yang menampung dan menawarkan segala jenis barang dagangan.
Gou Long, yang baru sampai ke kota itu bergegas ke sebuah toko material, dia ingin menjual beberapa material yang terdapat di dalam cincin semesta. Terkhusus, material dari beberapa bangkai siluman yang dibunuh ketika berpetualang di Hutan Seribu Ilusi, tempo hari.
“Toko Mantan Pendekar, menerima segala jenis material, menaksir harga material dan menyediakan jasa layanan tanya-jawab bagi para pendekar yang kebingungan dengan material.”
Nama Toko, Pamflet, serta promosi yang unik dari toko itu, membuat Gou Long melangkahkan kaki ke arah toko tersebut.
Seorang penjaga toko, tergopoh-gopoh segera menjumpai Gou long, berkata sambil tersenyum ramah. “Selamat datang Tuan Muda! Selamat siang, ada yang bisa kami bantu! Atau ada yang tuan muda ingin konsultasikan?”
“Bolehkah aku berbicara dengan Manager toko ini? Aku akan jual material bukan dalam jumlah sedikit, ini hampir ratusan material.” Gou Long menjelaskan, ia berbisik pelan.
__ADS_1
“Baik, Tuan Muda mohon menunggu sebentar, Hamba akan menyampaikan hal ini pada Manager toko.” Pelayan itu segera berlalu dari hadapan Gou Long. Sebelum dia menjumpai Manager toko, tidak lupa menyiapkan minuman untuk Gou Long.
Gou Long tidak salah ketika memilih toko, dia juga tidak merasa heran dengan toko yang banyak pengunjung seperti ini. Pelayanan super ramah, sangat jarang dapat ditemui di manapun itu, hanya beberapa orang tertentu, sadar akan pentingnya pelayanan pelanggan dalam berdagang.
Setelah beberapa tarikan nafas, pelayan yang tadi menyambut Gou Long, kembali bersama seorang wanita muda yang sangat memesona, baik dari segi gerak tubuh, pakaian yang dipakai serta wajah yang cantik jelita.
“Tuan Muda! Kita bisa langsung berbisnis di sini, toko kami tidak pernah membeda-bedakan pelanggan, dan kami akan menjual, atau membeli apapun di depan para pelanggan lain tanpa memakai ruang tertutup.” Manager cantik itu langsung berbicara dengan intonasi suara yang sangat ramah.
“Wow!” Dia terkejut saat melihat Eira. “Peliharaan yang sangat imut lagi cantik, Rubah Putih Salju yang masih sangat muda. Bolehkah aku memeluknya?” Manager cantik langsung mengambil siluman rubah tersebut dari atas bahu Gou Long dan mengelus-elus lembut.
Gou Long memberikan kesempatan pada Manager cantik tersebut untuk terus mengelus-elus siluman rubah. Dalam hati Gou Long berujar, “Rubah imut apanya, kau hanya tidak tau dia itu Siluman Rubah Ekor Sembilan.”
“Jadi, Tuan muda ... material apakah yang akan tuan muda jual pada kami? Akan kami tentukan harganya nanti, berdasarkan kualitas material itu sendiri.”
“Manager?! ... Tuan Manager dapat melihatnya sendiri,” jawab Gou Long.
Tanpa ragu-ragu, Gou Long mengeluarkan berbagai jenis kulit siluman kelas ketiga dan keempat dari jenis ular, serigala, harimau dan kingkong. Jumlahnya sekitar dua ratusan. “Tolong Nona Lan taksir harganya! Kalau harga yang Nona ajukan dalam batasan wajar, dan tidak saling merugikan, aku masih punya banyak item seperti ini yang bisa ku jual di toko Nona.”
“Kami membeli kulit dari siluman berdasarkan kelas siluman itu sendiri, terlepas dari berbagai macam kegunaan masing-masing. Harga untuk kulit siluman kelas ketiga, satu ikat sepuluh keping emas, kurangi tiga keping untuk kulit siluman kelas keempat, bagaimana?”
“Baik sekali! ... Setuju! Karena jumlah yang aku tawarkan terlalu banyak aku akan memberi potongan lebih untuk Nona Manager, berikan saja padaku seribu enam ratus keping emas untuk seluruh kulit ini,” jawab Gou Long, dia bermurah hati pada Nona Lan.
Kemudian, Gou Long mengeluarkan lagi berbagai tulang dan gigi dari siluman kelas yang sama. Hal ini membuat Manager Lan terbengong-bengong, sampai mulutnya terbuka lebar tanpa disadari.
__ADS_1
“Lantas bagaimana Nona akan mengajukan harga untuk barang-barang ini?” Pertanyaan dari Gou Long segera saja memecah kebengongan Manager Lan.
“Tulang dan gigi setiap siluman, lebih mahal dari pada kulit siluman, selain karena lebih alot juga karena item ini sangat berguna pada pembuatan Artefak Tingkat Bumi. Bagaimana kalau untuk tulang siluman kelas ketiga bernilai lima belas keping emas, dan kurangi dua keping untuk kelas keempat.”
“Karena tadi Tuan Muda sudah memberikan potongan, kali ini kami tidak akan menerima potongan, kami akan membayar seharga yang Tuan Muda inginkan.” Mata Siu Lan berbinar, Manager cantik itu memberi penawaran pada Gou Long.
“Sangat baik! ... sepakat! Harga keseluruhan kulit dan tulang ini empat ribu empat ratus keping emas. Apakah manager punya stok keping emas sebanyak jumlah itu?”
“Tuan Muda tidak perlu khawatir, keuntungan toko kami setiap hari lebih dari jumlah tersebut. Kami selalu memiliki stock emas yang dapat digunakan kapan saja,” jawab Manager Lan, singkat.
Gou Long, mengambil kembali rubah yang sejak tadi sangat nyaman berada di pelukan Manager cantik itu, sambil berbisik, “Apakah Nona Manager juga menampung dan menjual buku ilmu silat? Baik itu Ilmu Pedang, Ilmu Tombak atau Ilmu Pukulan, apa saja dari Ranah Raja.”
Gou Long sengaja bertanya ilmu silat dengan kualitas Ranah Raja, karena ilmu silat Ranah Raja masih sering diperjual-belikan, baik itu di pelelangan atau di toko-toko biasa.
“Hmm, toko kami juga menyediakan layanan seperti itu, apakah Tuan Muda ingin menjual buku ilmu silat?”
“Tidak! ... Kalau memang begitu tolong Nona pilihkan dua puluh buku ilmu silat Ranah Raja. Baik itu Ilmu Pedang, Ilmu Pukulan atau apa saja, Nona bisa langsung memotongnya dari harga penjualan item tadi,” jawab Gou Long cepat.
Saat ini hal yang paling dibutuhkan Gou Long adalah keberagaman dari ilmu silat.
Bagi Gou Long, tidaklah penting Tingkatan Ranah Ilmu, setelah pengalaman bertarung beberapa kali, Gou Long mulai memahami, semakin tinggi ranah kultivasi seseorang, maka jurus apapun yang digunakan sama saja tingkat efektifitasnya.
Dia ingat, Jurus Telapak Arhat, yang semalam membuatnya terluka, itu adalah jurus yang sangat umum, tapi tenaga dalam si pengguna setingkat di atasnya.
__ADS_1
“Semua yang Tuan Muda inginkan, sudah kami masukkan ke dalam cincin ini, harga untuk setiap kitab bernilai lima keping emas, jadi kami langsung memotongnya dari keping emas yang Tuan Muda peroleh.” Manager Lan menjelaskan, sambil menyerahkan cincin penyimpanan pada Gou Long.
Setelah bercakap-cakap sebentar, kemudian Manager Lan sendiri yang mengantar kepergian Gou Long dari toko itu.