
“Dengan siapa Gege berbicara?” bisik Hua Mei, dia juga melihat gerak mulut Gou Long yang berbicara dengan menggunakan pesan suara tenaga dalam.
“Orang-orang di belakang kita, mereka murid Sekte Pedang Suci.” Jawab Gou Long singkat.
Setelah menjawab pertanyaan Hua Mei, 12 siluet bayangan manusia lain bergabung ke tempat persembunyian mereka.
Tenaga dalam orang-orang ini sangat hebat, itu jelas diketahui Gou Long, Hua Mei dan juga Murong Qiu. Karena aura dan nafas mereka tidak bisa dirasakan, padahal mereka baru saja melesat dengan ilmu meringankan tubuh.
Tidak perlu Gou Long menjawab, dengan kehadiran orang-orang ini maka terjawab sudah keheranan serta penasaran Hua Mei dan Murong Qiu.
Begitu tiba yang menjadi pimpinan, langsung bergerak ke sisi Gou Long.
“Aku Gak In Liang, murid pertama dari guru Kui Ong Cinjin, semua keputusan Sekte Pedang Suci di sini aku yang bertanggung jawab, apa yang ingin saudara negosiasikan?”
“Senior Gak bisa menyapa Junior ini dengan Saudara Gou, Junior ini bernama Gou Long,”
“Sebelumnya... Aku ingin mengetahui pendapat senior tentang sepuluh orang di sana, Junior ini orang baru di Daratan Tengah, oleh karena itu banyak tokoh yang tidak Junior kenali.” Bisik Gou Long, sekaligus meminta petunjuk dari Gak In Liang.
Gak In Liang segera saja memperkenal kesepuluh orang yang berdiri di sana, “Yang tidak perlu saudara Gou khawatirkan hanya orang yang berkultivasi paling kanan, orang itu sangat terkenal di dunia persilatan Daratan Tengah...”
“Si Malas Nomor Satu, putra dari Patriak Sekte Phoenix Suci, dia tidak akan peduli pada apa pun yang terjadi dengan rekan-rekan sesama Sekte Phoenix Suci, yang paling kuat orang yang di tengah, Sen Sin-Hiong.”
“Bagaimana dengan yang mengatur Array? Yang manakah di antara mereka Master Array?” tanya Gou Long.
“Aku sangat setuju dengan Saudara Gou, yang perlu kita bereskan pertama kali dialah orangnya,” jawab Gak In Liang, menunjuk orang yang berkultivasi paling dekat dengan Sen Sin-Hiong.
“Orang ini bernama Cia Keng Hong, selain spesialisasi Array, orang ini juga merupakan ahli senjata rahasia pada generasinya,”
__ADS_1
“Dan yang terakhir yang harus kita waspadai adalah orang yang berkultivasi di samping si Malas Nomor Satu. Orang ini bernama Coh Jiu Nio menurutku dialah orang yang paling merepotkan, karena memiliki spesialisasi khusus di bidang racun.” Gak In Liang mengakhiri penjelasannya.
“Hemmm! Aku merasakan aura yang tidak wajar dari si Malas Nomor Satu, mungkin dialah orang yang harus lebih kita perhatikan, orang yang malas seperti ini biasanya hanya butuh satu pelecut kecil, maka rasa malasnya pasti akan ditekan,”
“Saat ini karena dia belum memiliki pelecut yang tepat sehingga dia selalu saja malas seperti itu.” Gou Long menjelaskan apa yang dipikirkannya.
“Saudara sungguh sangat perhitungan, untuk hal sekecil itu juga tidak lepas dari perhitungan Saudara Gou, semoga saja tidak ada yang membuat ia bisa bergerak dari rasa malasnya, Ha ha ha... Orang sepertinya biasa hanya akan bergerak dari rasa malasnya ketika ia jatuh cinta.” Timpal Gak In Liang.
“Berarti selain 4 orang yang Saudara Gak sebutkan tadi, semuanya hanya seniman bela diri biasa dengan tingkat kultivasi di Puncak Ranah Langit, Junior ini ingin melihat apa yang akan mereka lalukan lagi selama 2-3 jam ke depan, baru kemudian kita ambil tindakan. Bagaimana menurut Saudara Gak?”
“Tepat seperti yang saudara Gou maksudkan! Kami juga akan bertindak seperti itu, dan jarahannya... 50 banding 50 bagaimana?”
“Sepakat! Akan kuurus si Pengontrol Array terlebih dahulu.” Gou Long menjawab singkat.
Sebenarnya Gou Long bisa saja bertindak sendirian, dengan menggunakan Domain Elemen Es, lalu membantai mereka semua. Tapi, kalau dia yang bergerak sendirian orang-orang Sekte Pedang Suci hanya menikmati jerih payahnya saja.
Tidak ada dari mereka yang mau menyerah, sehingga setiap waktu terdengar teriakan kematian di dalam Array tersebut.
Begitu kubah Array terbuka kembali, Gou Long segera membentuk Segel Transformasi Roh, melesat dengan cepat, setelah mencapai jarak 15 tombak dengan murid-murid Sekte Phoenix Suci, Segel Suci Domain Es dan Penjara Es dikeluarkan Gou Long.
Kedua jurus itu hanya ditujukan pada si Pengontrol Array, dan 1 menit kemudian, Cia Keng Hong membeku sepenuhnya, orang ini mati tanpa tahu siapa yang turun tangan membunuhnya.
Raut keterkejutan tidak dapat disembunyikan Sen Sin-Hiong, “Keparat! Apa yang kau lakukan pada juniorku?” teriaknya, setelah melihat Cia Keng Hong membeku sedangkan es itu tidak bisa di cairkan dengan tenaga dalam, kemudian dia melihat siluet bayangan Gou Long melesat dan berhenti di depan mereka dalam jarak 5 tombak.
“Kenapa kau begitu terkejut? Saat kau membantai orang lain kenapa kau tidak terkejut? Apa karena ini akan merugikanmu?” jawab Gou Long balas bertanya.
“Ha ha ha... Tepat! Tepat! Siklus hukum di sini memang begitu adanya, saat kita berani membantai orang lain, maka kita juga harus siap dibantai orang lain lagi.”
__ADS_1
Beberapa siluet bayangan manusia segera saja berjejer dan berdiri di sisi Gou Long, itu adalah Gak In Liang yang berbicara tadi.
Kemudian menyusul Hua Mei dan Murong Qiu juga ikut turun dan berdiri bersama di sisi Gou Long. Dengan kemunculan dua gadis itu, Bok Wan Tek tidak dapat menyembunyikan ketertarikannya, dia bangkit dari kultivasi, gerak-gerik malas menghilang seutuhnya dari cara dia bangkit.
Sen Sin-Hiong terlihat senang dengan gerakan Bok Wan Tek, “Kalian telah membangkitkan gairah singa yang malas.” Pikirnya.
Dia juga menghitung jumlah lawan, semuanya berjumlah 15 orang dengan 13 dari mereka berada pada Puncak Ranah Langit kultivasi. Namun dengan gairah yang ditunjukkan Bok Wan Tek, Sen Sin-Hiong merasakan kepercayaan diri.
“Ha ha ha... Rupanya murid-murid Sekte Pedang Suci juga ingin mendapatkan jarahan hasil jerih payah kami... Sayang sekali! Ini tidak akan semudah yang kalian pikirkan, kalian telah menggugah minat dari singa kami. Orang yang dipercaya bisa mencapai Ranah Surgawi di usia paling muda.” Ujar Sen Sin-Hiong.
Dia melihat Gak In Liang, dan mengenalnya sehingga menganggap Gou Long, Hua Mei dan Murong Qiu juga dari Sekte Pedang Suci.
Bagi Sen Sin-Hiong, hanya Gak In Liang yang dianggapnya paling kuat, dan dia cukup yakin bisa mengalahkan Gak In Liang kalau 1 lawan 1, akan tetapi saat ini 15 lawan 9 akan berbeda ceritanya, dan beruntungnya orang paling berbakat dari mereka telah menunjukkan minatnya.
Bok Wan Tek memperlihatkan mata yang berbinar terang ketika melihat Hua Mei, yang paling menarik minatnya dari gadis ini yaitu pupil matanya yang kebiruan.
“Nona manis! Bagaimana kalau Nona ikut denganku ke Sekte Phoenix Suci, hidup Nona akan terjamin seutuhnya, baik sumber daya dan kultivasi Nona dapat kujamin akan meningkat dengan pesat...” Bok Wan Tek telah melihat Hua Mei yang menunjukkan gerak-gerik tidak ingin berjauhan dari Gou Long, “Ha ha ha! Apa bagusnya si pucat yang berambut putih ini.” Lanjutnya, menunjuk Gou Long dan merendahkan.
Memang orang-orang ini baru pertama kali melihat Gou Long dalam mode Transformasi Roh, sehingga akan aneh melihat seorang pemuda dengan rambut memutih semua.
Gak In Liang dan murid-murid Sekte Pedang Suci awalnya tidak terlalu perhatian dengan perubahan Gou Long, sekarang juga ikut melihat perubahan Gou Long, dia dapat merasakan wibawa seperti orang yang sangat tua muncul dari aura Gou Long.
“Apa bagusnya pemalas sepertimu?” balas Hua Mei ketus.
Gou Long menggerakkan tangannya, menahan Hua Mei agar tidak berbicara lebih lanjut.
“Saudara Gak! Junior sudah membereskan si Pengontrol Array, Junior rasa sekarang Saudara Gak dan kawan-kawan dari Sekte Pedang Suci bisa membereskan 8 orang lainnya, sedangkan si Pemalas ini bagianku.” Ujar Gou Long, dia mengabaikan semua lawan-lawan di depan, malah berbicara dengan Gak In Liang.
__ADS_1