
Suaranya terdengar nyaring dan keras, akan tetapi orang yang mengeluarkan suara benar-benar tidak terlihat di sana.
“Tong Kak San! Permainan anak-anak yang kau mainkan ini sudah tidak laku lagi di masa sekarang, kau hanya bisa mengelabui beberapa orang tolol di Ranah Langit.” Ejek Bok Tong Wa.
“Ha ha ha! Saudara Tong, hanya demi bermain-main dengan beberapa orang tua ini, kau dengan tergesa-gesa kesini dan meninggalkan murid-murid Sekte Awan Berkabut di belakang sana.” Timpal Patriak Klan Hua.
Pendatang baru ini adalah Patriak Sekte Awan Berkabut, cara dia datang juga pamer kekuatan, dia hanya memperdengarkan suara, sementara jasadnya tidak kelihatan.
Itu adalah, permainan ilusi tingkat tinggi. Tong Kak San sangat pantas menjadi Patriak dari Sekte Awan Berkabut, orang ini telah berlatih Kesadaran Spiritual sampai pada tingkatan tertinggi.
Saat ini, dia sudah bisa membuat 1000 orang lebih terkena ilusi.
“Tak perlu kalian mengkhawatirkan murid-murid Sekteku, seharusnya kalian lebih memerhatikan Klan kalian masing-masing,” Jawab Tong Kak San, acuh pada Patriak Klan Hua.
“Bok Tong Wa! Anjing tua! Kau pikir dengan ranah kultivasimu kau bisa mengalahkanku? Ha ha ha... Aku masih bisa melawanmu dengan sebelah tangan.” Balas Tong Kak San mengejek Patriak Sekte Phoenix Suci lebih sengit.
Begitu ucapan itu selesai, sebentuk asap samar terlihat berikut muncul orangnya. Itu adalah seorang tua kate, dengan rambut jarang-jarang dan botak di tengah kepalanya.
Orangnya kecil tapi suaranya sangat melengking, serta membuat gendang telinga berdenyut-denyut.
Ribut-ribut itu kembali terhentikan, ketika datang anggota Klan Wu, Klan Tang dan Klan Ouyang bersama Patriak mereka secara serentak, walau kedatangan mereka juga mencolok.
Tapi fokus para kultivator lebih kepada kata-kata yang diucapkan Patriak Ouyang, “Saudara Hua! Bagaimana kalau kita kembali menjalin ikatan yang terputus selama 9 tahun?”
“Kudengar putri kecil Klan Hua tidak mati, sekarang bahkan sudah kembali ke Klan.”
“Huuuuh! Semua orang persilatan juga tahu keturunan Klan Ouyang orang yang seperti apa, sampah dari Klanmu juga berani mengharapkan permata, sangat tidak tahu malu,”
“Bukankah dengan berkata seperti itu Klan Ouyang hanya mengejek diri sendiri?”
__ADS_1
Kali ini Patriak Klan Wu yang menjawab, dia datang bersamaan dengan Ouyang Sikuan, namun mendengar lelucon itu keluar dari mulut Ouyang Sikuan, Patriak Klan Wu, Wu Mofan menjadi tidak tahan.
“Kau-Kau...” Belum sempat Ouyang Sikuan berkata, Patriak Klan Hua juga ikut menimpali, “Ha ha ha... Perkara lama sebaiknya dilupakan saja, apa yang dikatakan Saudara Wu sangat tepat, sebaiknya Saudara Ouyang jangan menambah rasa malu pada diri sendiri.”
“HUUUHH! KALIAN ANGGOTA 7 KLAN BESAR SEMAKIN LAMA HIDUP SEMAKIN TAK GENAK BERKELAKUAN! SEKTE LAIN MUNGKIN TAKUT PADA KALIAN, TAPI KUI ONG CINJIN BERANI MEMOTONG KEPALA KALIAN SATU PERSATU!”
Bersama dengan makian itu muncul sebentuk pedang sebesar rakit sungai dari pemadatan hawa murni yang melesat dengan kecepatan tinggi, riak udara yang terbelah terlihat dengan mata kepala.
Di atas Pedang besar itu terlihat 13 orang berdiri, sambil mengatur keseimbangan tubuh, itu adalah rombongan dari Sekte Pedang Suci. Patriak Mereka Kui Ong Cinjin, berkelakuan sama persis seperti namanya.
Kui Ong Cinjin(Raja Iblis Petapa) ini bukanlah nama asli, melainkan julukan yang diberikan dunia persilatan padanya. Orang ini bukan golongan putih, juga bukan golongan hitam, namun lebih banyak ke golongan putihnya.
Setiap tindakannya kejam, kalau turun tangan pasti orang yang menjadi lawan akan dibunuh dan disiksa terlebih dahulu, dia menikmati apa yang dikerjakannya.
Padahal statusnya Patriak Sekte dan juga penganut ajaran Tao. Dia menilai orang lain sesuka hatinya, dari 6 Sekte Utama dan 7 Klan besar tidak ada yang dihormati orang ini, hanya It Hong Taysu satu-satunya orang yang dia hormati dan dia dengar perkataannya.
Para Patriak dari 7 Klan besar dan 6 Sekte utama yang sudah mengetahui sifat orang ini tidak ada yang menanggapinya, mereka terlalu malas berurusan dengan Kui Ong Cinjin.
Mendapat teguran, Kui Ong Cinjin tersenyum dan mengontrol pedangnya terbang ke arah rombongan It Hong Taysu, begitu sampai murid-murid Sekte Pedang Suci segera meloncat turun, dan memberi hormat pada Biksu tersebut.
Sementara Kui Ong Cinjin kembali pamer kekuatan, dia menghilangkan pedang di bawah kakinya sedangkan orangnya turun perlahan dari udara, seperti orang yang sedang menuruni tangga.
Cara dia turun saja sudah membawa decak kagum ribuan kultivator, namun yang lebih hebatnya adalah setiap kali kakinya menginjak udara, muncul riak udara serta dentuman bunyi keras.
“Tap!...”
“Tap!...”
“Tap!...”
__ADS_1
Bunyi itu terus terdengar sebanyak 12 kali, seperti orang yang sedang menuruni tangga dengan anak tangga sebanyak 12 lantai.
Dentuman keras itu membuat ribuan kultivator, seperti tertahan nafas karena ketegangan yang ditimbulkan oleh Kui Ong Cinjin.
Begitu menginjak tanah, mata orang ini melihat sosok Gou Long yang sedang berkultivasi di antara kerumunan rombongan para biksu.
Yang menarik dari apa yang dilihatnya yaitu cahaya keperakan serta kilatan-kilatan kecil yang terus mengelilingi tubuh Gou Long selama berkultivasi.
Menanggapi teguran dari It Hong Taysu, Kui Ong Cinjin berkata, “Taysu mengangkat murid baru yang begitu berbakat, sudah sepantasnya Cinjin tua ini memberikan ucapan selamat,”
“Selamat! Kuil Budha Emas pasti akan mengukir nama yang lebih tinggi ke depannya.”
“Cinjin Salah mengerti, ini adalah pendekar muda Gou, dia ini hanya teman perjalanan Lolap,”
“Karena terlalu kelelahan dan belum sempat memulihkan stamina, dia berkultivasi di sini, di tengah-tengah kerumunan murid-murid Lolap.” Jawab It Hong Taysu sekenanya.
“Ooo.. Sungguh bakat yang sangat bagus! Sangat sayang kalau disia-sia kan. Akan sangat bagus kalau mau bergabung dengan Sekte Pedang Suci.” Gumam Kui Ong Cinjin.
Nah! Ini juga salah satu dari sekian banyak penyakit yang ada di dalam dunia persilatan, bukan hanya Artefak, Sumber Daya, Kitab Tanpa Tanding, bahkan bakat-bakat muda juga akan menjadi rebutan bagi setiap sekte.
Dalam kultivasi, Gou Long yang samar-samar mendengar percakapan yang berkaitan dengan dirinya, membuka mata kemudian bangkit berdiri.
Tadi, setelah berbasa-basi dan bercakap-cakap sebentar dengan murid-murid It Hong Taysu dia memutuskan untuk mengisi kembali staminanya yang banyak terkuras dalam 3 hari yang lalu ketika meracik pil, dan kemudian berakhir dengan kejar-kejaran.
Walau Kultivasi ini hanya satu atau dua jam, namun itu sangat bermanfaat baginya.
Melihat Gou Long bangkit, Kui Ong Cinjin menawarkan, “Bocah apa kau berniat masuk Sekte? Sekte Pedang Suci akan menjadikanmu murid inti dan menjadi murid langsung dengan urutan ke-7 di bawah 6 muridku yang lain.”
Banyak tatapan iri ditujukan pada Gou Long, termasuk dari murid-murid Sekte Pedang Suci sendiri. Belum pernah ada dalam sejarah Kui Ong Cinjin mengangkat murid baru setelah 6 murid yang lain.
__ADS_1
Setiap bakat baru yang masuk Sekte Pedang Suci, selalu menjadi murid dari para tetua yang mengepalai puncak-puncak tertentu.