
Gou Long kembali melanjutkan kultivasi seperti yang diajarkan oleh Kakek Awan Putih, dia ingin terus menstabilkan dan menyerap energi Langit dan Bumi agar fondasi tenaga dalam yang baru diperbaiki lebih stabil.
Hanya butuh waktu yang singkat, Gou Long telah hanyut dalam kultivasi dan meninggalkan Eira bersama Kakek Awan Putih yang sedang asik bercakap-cakap. Saat itu, Gou Long dapat merasakan hawa murni yang sangat alami mengalir dengan lancar tanpa terputus-putus, terus berputar saling menghubungkan antara satu dantian dengan dantian lainnya.
Lalu Gou Long mencoba mengalirkan energi murni ini melalui meridian, dan tanpa hambatan sama sekali energi tersebut mengalir dengan lancar. Bahkan, tanpa disadari Gou Long saat itu seluruh tubuhnya terbungkus cahaya kebiruan.
Eira dan Kakek Awan Putih yang sedang bercakap-cakap berdecak kagum, melihat cahaya pancaran energi murni yang meluap dan tidak terputus-putus juga berputar di sekitar tubuh Gou Long.
“Sungguh luar biasa, entah bagaimana bocah ini bisa membuka tiga dantian utama secara bersamaan. Inilah manfaat membuka tiga dantian utama secara bersamaan tenaga dalam yang tidak akan pernah habis, bisa saja dia tidak akan pernah merasa kelelahan,” tanpa sadar Kakek Awan Putih berujar.
“Saat ini, walaupun dia berada di Ranah Langit Tahap Awal aku yakin, tenaga tempurnya sudah setara dengan seseorang di Ranah Surgawi.” Kakek Awan Putih menambahkan.
“Benar apa kata Senior, aku juga sangat heran dengan bocah ini, saat pertama kali berjumpa dengannya, tenaga dalamnya sudah sangat hebat. Asal Senior tahu saja; ada makhluk lain yang lebih kuat dari ku yang juga ikut bersama bocah ini. Karena makhluk inilah, aku juga memutuskan untuk ikut dengan bocah ini.” Eira ikut menyahuti setiap ucapan Kakek Awan Putih.
Kedua makhluk berbeda ras itu terus bercakap-cakap dengan asik. Mereka baru berhenti ketika malam telah larut lalu ikut berkultivasi mengistirahatkan tubuh masing-masing.
Matahari pagi sudah mengintip malu-malu di ufuk Timur, bersiap untuk menyinari seluruh Dunia sebagai tugas hariannya. Gou Long membuka matanya dia bergerak cepat mempersiapkan makan pagi.
“Bocah, jangan lupakan sahabatmu yang satu lagi. Ia juga butuh asupan energi.” Suara Kakek Awan putih mengagetkan Gou Long.
Dia mengerti, yang dimaksud oleh Kakek Awan Putih adalah si Pedang Peri ilusi atau Hauri. Ini pasti Eira yang menceritakan segalanya.
Setelah semua kegiatan pagi mereka selesaikan, baik Hauri dan Eira sama-sama telah kembali ke tempat yang paling nyaman menurut mereka.
__ADS_1
Sekarang, tiba-tiba Gou Long menuntut pada Kakek Awan Putih. “Kakek, bagaimana dengan trik gerak tubuh cepat seperti yang Kakek perlihatkan kemarin?”
“Sabar bocah, aku tidak akan lupa pada janjiku, lagi pula, bukankah arah perjalanan kita searah, kan! Apa kau sudah lupa?” tegas Kakek Awan Putih.
“Tidak, Kek. Aku tidak lupa ... aku hanya ingin segera sampai di Sekte Naga Langit.” jawab Gou Long.
“Baiklah, sekarang aku akan mengajarimu, setelah kau bisa menggunakan teknik ini, dijamin hanya butuh waktu tiga jam kita akan sampai di Sekte Naga Langit. Mari jangan buang-buang waktu lagi!” ajak Kakek Awan Putih.
Kemudian, Kakek Awan Putih mulai menjelaskan teknik yang digunakannya untuk berjalan tapi bisa lebih cepat dari ilmu meringankan tubuh.
Teknik ini dinamakan dengan, Teknik Memindah Jasad. Tidak perlu berlari maupun bergerak, yang diperlukan hanya kontrol tenaga murni dan kontrol nafas.
Tidak jauh berbeda seperti ketika seseorang melepaskan pukulan dengan tangan, ketika melepaskan sebuah pukulan maka yang duluan mengenai lawan, adalah hawa murni yang keluar melalui telapak atau melalui tinju lalu tercetak seberkas bayangan pukulan dari hawa murni di udara. Itu masih bentuk kasar dari kontrol hawa murni.
Menariknya, teknik ini seakan-akan berjodoh dengan Gou Long, yang telah berhasil memadukan ketiga dantian utama, serta energi murni yang tidak terputus-putus. Untuk kultivator, umum memperhalus dan terus menerus mengeluarkan energi murni lalu menekan ke tanah akan sangat melelahkan.
Namun, berbeda ceritanya ketika para kultivator sudah melangkah ke Ranah Surgawi, kalau kultivator Ranah Surgawi memahami trik ini, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengunakan teknik tersebut.
Sudah lebih dari satu jam, Gou Long belajar cara memperhalus energi murni yang dikeluarkan, tapi berkali-kali pula dia gagal. Saat itu, tanah di bukit tempat Gou Long berlatih penuh dengan lubang-lubang besar, akibat daya rusak yang diciptakan oleh tekanan hawa murni yang Gou Long keluarkan melalui kaki.
Setelah sejam lebih berlatih, dan belum memperoleh hasil, Gou Long menjadi kesal, tanpa sadar dia menciptakan sebuah jurus original Gou Long. Kesal dia berteriak, “Jurus Selaksa Telapak Raksasa.”
tubuh Gou Long melambung tinggi ke langit sampai sepuluh tombak.
__ADS_1
Bayangan telapak kaki raksasa berwarna biru tercetak di udara kosong, memberikan daya tekanan yang sangat keras terhadap apapun yang ada dibawahnya.
“Dhuuaarr!”
“Dhuuaarr!”
“Dhuuaarr!”
Bunyi ledakan tenaga dalam terdengar berkali-kali dengan daya hancur yang sangat mengerikan. Kawah besar tercipta di bawah Gou Long, debu mengepul tinggi menyebar dan merusak udara segar di perbukitan itu.
Gou Long yang sedang meluncur turun dari ketinggian sekali lagi berteriak keras dengan jurus baru saja yang diciptakannya. Kembali hal yang yang sama terulang, Gou Long melambung tinggi sampai puluhan tombak.
Seperti memahami sesuatu, lantas dia mencobanya, ilmu meringankan tubuh dikembangkan, kemudian kaki menendang udara kosong dengan pemadatan energi murni, tubuh Gou Long melesat ke atas sampai ratusan kaki, lagi-lagi dia menendang, ratusan tombak kembali terlewati dengan mudah.
Ini bukan hanya Teknik Memindah Jasad, tapi ini terbang.
Gou Long, membiarkan tubuhnya jatuh dengan deras ke bawah, saat berjarak dua puluh tombak dari tanah dia berteriak, “Telapak Arhat!” bayangan telapak biru dari energi murni tercetak dan menekan bumi, memanfaatkan daya pantul, Gou Long menendang udara kosong dan dia berhasil melonjak ke atas sampai ratusan tombak.
Seperti anak-anak yang mendapatkan mainan baru, Gou Long mengulang praktik yang sama berkali kali sambil berteriak kegirangan.
Melihat Gou Long memperoleh pemahaman, tapi daya hancur yang ditimbulkan masih sangat tinggi, Kakek Awan Putih berkata menasehati. “Bocah! Kurangi pengeluaran energi murni, dan daya hancur. Lagi pula kalau kau terbang seperti ini, terlalu mencolok nanti. Cukup gunakan teknik yang ku ajarkan.”
Berkata seperti itu, Kakek Awan putih juga terbang, tidak menyembunyikan lagi pada Gou Long. Ia sengaja terbang agar Gou Long bisa bersikap bijak dalam mengunakan Teknik Terbang kelak.
__ADS_1
Lantas, Gou Long yang paham akan maksud dan nasehat Kakek Awan putih, segera berlatih kembali, memperhalus teknik dan mengurangi daya hancur yang diciptakan oleh energi murni.