
Meskipun sedih, Permaisuri Florian mengangguk, patuh pada pengaturan suaminya.
“Proses kelahiran kembali putrimu yang lain akan berlangsung sedikit lebih lama, besar kemungkinannya itu akan terjadi selama dua hari lagi. Aura dan Ki dari peri di tempat ini menjadi kurang baik setelah pertarungan dan pembunuhan besar-besaran.” King Erwin berkata lembut pada istrinya.
Dia berbalik dan berkata pada prajurit yang masih berdiri penuh penghormatan. “Kalian semua! Bersihkan tempat ini. Aku dan Istriku akan kembali ke sini setelah satu hari.”
Menggandeng tangan sang istri, King Erwin melesat dan menghilang dari taman istana kekaisaran bersama dengan sang Permaisuri.
Para prajurit di bawah arahan kapten mereka segera bekerja seperti perintah Sang Kaisar, mereka tidak peduli pada Gou Long dan yang lainnya.
Ratu Rubah Ekor Sembilan membuka totokan Gou Long. Seperti penjelasan dari King Erwin Pedang Peri Ilusi telah masuk ke otot lengan Gou Long. Si pemuda sudah tidak mau berkata-kata lagi, dia sangat mendongkol dan kesal, suaranya telah serak karena teriakan dan makian sebelumnya.
Tidak perlu bertanya lagi pada Gou Long, Ratu Siluman Rubah Ekor Sembilan melihat Eira dengan takjub. Dia telah mengenali Eira dari auranya.
Untuk selanjutnya, reuni sejenak terjadi di tempat tersebut ….
***
Kota Enghiong–Toko Alkimia yang baru buka beberapa bulan lalu itu menjadi sangat terkenal. Sekarang, bangunan tersebut telah menjadi hak milik dari si Alkemis muda, dia membeli serta merenovasi bangunan itu sehingga terlihat megah dan mewah.
Alkemis muda pemilik toko benar-benar orang yang luar biasa; Usia muda, tampan, dan juga seorang dengan puncak kultivasi tertinggi–Puncak Ranah Kaisar Agung.
Hal yang paling membuat orang lain iri adalah, para gadis cantik dari berbagai ras yang hidup bersama dengan si Alkemis. Kemudian, beberapa siluman dengan Ranah Kultivasi setingkat Roh Suci juga ada bersamanya.
__ADS_1
Meskipun itu seperti melanggar kebijakan antar Domain, tapi hal tersebut tidak berlaku bagi si Alkemis. Dia mendapatkan otoritas khusus terhadap apa yang ia kerjakan.
Suasana riuh dengan senda gurau terus berlangsung di bangunan itu sejak petang tadi. Yang menjadi korban dari senda gurau mereka adalah si Alkemis muda dan jiwa dari peri cantik.
Di ruang tengah bangunan tersebut. Seorang gadis cantik dengan ekspresi wajah yang datar dan terlihat kesal, berdiri bersandar pada dinding bangunan dengan posisi tangan yang dilipat di depan dada.
Gadis cantik lain yang terlihat sangat mirip dengan gadis kesal itu berdiri di sisinya, tersenyum sambil sesekali menoel pipi si gadis yang kesal. Sementara empat gadis yang lainnya, menertawakan mereka.
“Bagaimana adikku?! Bukankah kehidupan seperti ini menyenangkan. Jika dibandingkan dengan kehidupan di istana yang membosankan.”
Gadis yang berbentuk jiwa tidak menjawab. Dia mengabaikan segala upaya mereka menjahilinya. Alasan dia tidak bisa kembali ke bentuk tato pedang juga karena kelima wanita lain di sana, terus menerus memaksa si pemuda untuk memanggil nya.
Tapi kemudian, pemuda yang ikut menjadi korban dari wanita-wanita itu berkata, “Sudahlah, apa kalian tidak bosan terus mengoda dia?! Kalian seharusnya juga mengingat diri kalian sendiri.”
Senyum ejekan tergambar di sudut bibir si pemuda. Dia menunjuk dua gadis pertama dari Ras Manusia. “Kalian berdua–Mei ‘er dan Jia Li ‘er, sejak di dunia asal kita, kalian telah mengejar-ngejar aku, bahkan kalian tidak mau aku tinggalkan di sana sementara waktu.”
Pemuda itu menunjuk gadis lain dari Ras Manusia. “Lalu, engkau Xiaohu ‘er! Engkau sudah tahu aku sudah memiliki dua orang putri-putri yang tidak pernah bisa lepas dariku. Namun, engkau juga tidak mau kalah dengan mereka berdua.”
“Selanjutnya engkau, Eira. Bukankah engkau memiliki kesempatan besar untuk kembali ke Ras Siluman Rubah Ekor Sembilan dan menjadi salah satu pemimpin mereka. Akan tetapi, engkau malah memilih tinggal bersamaku.”
Mata si pemuda dialihkan pada gadis yang berdiri di sisi si gadis berwajah kesal. “Engkau sendiri–Hauri, jika dibandingkan menikmati kehidupan nyaman di istana, malah lebih sering keluyuran di tempat ku.”
“Ini hanya berarti satu hal–”
__ADS_1
Perkataan si pemuda terpotong. “Engkau monyet sialan. Rasa percaya dirimu terlalu besar.”
Gadis yang disapa Hauri berjalan, dan menjitak kepala si pemuda. Sedangkan empat wanita lainnya tidak mau kalah mereka menyerbu dan mencubit perut dan pipi si pemuda.
“Owww …” Si pemuda meringis, kemudian dia tertawa lantang. “Tapi, bukankah daya tarik dari monyet sialan ini sangat besar, bahkan betina-betina seperti kalian semua tidak ada yang mau berpisah dengan monyet sialan ini.”
Semua wanita di ruang tersebut memerah, mereka menemukan kebenaran dari perkataan si pemuda. Dalam hati mereka merasakan kehangatan dan tidak dapat membantah ucapan itu ….
“....”
TAMAT.
__________________
Alhamdulillah, pada akhirnya Author telah menyelesaikan karya pertama ini. Author sadar karya ini banyak kurangnya, banyak cacatnya dan tentu saja ada beberapa misteri yang masih tidak dibahas tuntas.
Author rasa misteri itu tidak perlu diceritakan lagi. Secara pribadi, setiap karya yang pernah Author baca juga masih banyak meninggalkan misteri. Karena ketika suatu karya tidak meninggalkan misteri, maka karya itu rasa-rasanya tidak pernah tamat.
Selanjutnya, Author minta maaf pada sekalian reader yang membaca karya ini, berkomentar–baik yang membangun atau yang tidak, baik yang julid atau kritik dan pernah Author balas dengan kata-kata pedas. Maka, mohon dimaafkan. Kalaupun tidak dimaafkan juga tidak apa-apa. 😂😂😂
Nah, apalagi ya?! Sudah, sekian aja unek-uneknya.
Owh iya, terakhir. Insyaallah LPH akan Author lanjutkan kembali. Ya, meskipun agak lama.
__ADS_1