Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 263. Perintah Bunuh Diri


__ADS_3

Dasar mereka ini orang-orang yang berhati keji, dan juga seniman bela diri dari golongan hitam, melihat enam orang Penatua begitu mudahnya tewas di tangan Gou Long.


Rasa takut dan ingin menyelamatkan diri muncul dari keduanya, meninggalkan murid-murid Sekte Racun Utara yang telah bersumpah setia pada leluhur pendiri mereka. Seakan telah bersepakat, tanpa aba-aba keduanya mengembangkan teknik terbang dan melesat menjauhi Gou Long.


“Hoo! Kalian berdua ingin kabur, lupakan saja niat itu! Kalian hanya bisa kabur ke neraka.”


Lebih cepat gerakan Gou Long, dua kali dia berpindah jasad di udara yang menimbulkan riak halus hampir tidak terlihat mata kepala, begitu tinggi kontrol tenaga dalam yang diperlihatkannya saat mengejar lawan tadi.


Si Penatua disentil Gou Long dengan energi murni elemen petir hitamnya, sedangkan Patriark Sekte Racun Utara dipukul Gou Long keras dengan golok berat miliknya, keduanya tewas tanpa dapat melakukan perlawanan sengit.


“Huft! Hanya begini saja…” gumam si Pemuda.


Murid-murid Sekte Racun Utara yang melihat kedelapan orang yang sangat mereka andalkan telah tewas semuanya, dan hanya menyisakan satu Penatua yang coba menahan serangan di ujung sisi Timur. Menjadi lemas, lutut goyah, mereka rubuh duduk di atas tanah salju dan genangan darah begitu saja. Semangat mereka dan perasaan ingin selamat sudah menghilang, hanya satu yang mereka inginkan saat ini, yaitu mati secepatnya dari pada tertekan seperti ini.


Pertarungan yang terjadi di sana malam itu, berkesan sangat mudah bagi Gou Long.


Sebenarnya hal ini menjadi sangat wajar, dari nama sekte mereka saja, orang akan berpikir bahwa dalam hal ilmu silat dan bela diri, orang-orang ini jelas lebih rendah kualitasnya jika dibandingkan dengan seniman bela diri biasa.


Kekuatan terhebat dari mereka yaitu pada cara-cara penggunaan racun dan formasi racun, sayang, ketika berhadapan dengan Gou Long yang notabene juga seorang ahli racun, serta paham cara menangkal racun kedua keahlian khas mereka menjadi sia-sia.


Dan hanya bisa mengandalkan ilmu bela diri saja.

__ADS_1


“Nah! Bagi setiap seniman bela Kultivasi Ranah Langit, tidak ada ampun, silahkan bunuh diri saja, jangan menunggu aku turun tangan…” teriak Gou Long, tanpa ampun dan tanpa perasaan.


“Dan untuk selain dari ranah ini masih ada jalan selamat, jangan coba-coba melarikan diri atau bersembunyi, dari aura kehadiran kalian aku dapat melihat Ranah Kultivasi kalian semua,” Gou Long melanjutkan ucapan perintah itu, menekan mereka semua dengan Domain Ranah Surgawi, “Menunggu aku yang turun tangan? Hanya kematian setelah penyiksaan yang akan kalian peroleh.”


Kata-kata itu sebenarnya hanya ancamannya saja, andai benar-benar harus ia yang turun tangan, maka kematian cepat juga akan mereka dapatkan.


Namun, ancaman tadi yang ia keluarkan sangatlah efektif, hampir dua ratus orang lebih murid-murid Sekte Racun Utara dengan ranah kultivasi seperti tersebut, menjalankan perintah Gou Long patuh.


Sementara ada juga satu dua orang murid yang baru saja berhasil menembus Ranah Surgawi masih coba melawan. Mereka dengan mudah dikirim Gou Long ke akhirat.


Malam itu, merupakan kedua kalinya Gou Long membunuh begitu banyak manusia, baik langsung lewat tangannya atau hanya dengan beberapa patah kata saja.


Setelah merasa di tempat itu sudah bersih dari para murid dengan kultivasi Ranah Langit dan Surgawi, Gou Long melesat ke sisi Timur dimana Patriark Pan yang membuat keributan.


Penasaran dengan nyanyian Gou Long sebelumnya, Patriark Pan bertanya, “Siapakah mereka yang terus Pendekar Gou gaungkan namanya dalam nyanyi itu?”


“...” Gou Long tidak menjawab, hanya terus berjalan pelan mendekati Patriark Pan, sikap itu sedikit banyak juga mendatangkan rasa was-was di hati Patriark Pan.


“Apakah ini orang lain? Apakah yang sejak tadi bertempur di sisi lain bukan Pendekar Gou?” batin Patriark Pan, ia memasang kuda-kuda tempur saat Gou Long terus mendekat ke arahnya, Patriark Pan lupa untuk mencoba kesadaran spiritual agar bisa mengenali aura Gou Long.


Saat benar-benar sudah dekat, Patriark Pan baru melihat senyuman nakal di sudut bibir si Pemuda, dia bernafas lega. Di depannya Gou Long mengulurkan tangan kanan yang terkepal, “He he he,” tertawa licik, anak muda itu berkata, “Aku tahu Patriark Pan telah menguras gudang harta Sekte ini…”

__ADS_1


Tangan yang dijulurkan tadi, dibuka Gou Long kepalan itu, “Lima puluh banding lima puluh untuk Artefak dan Racun ataupun Pil berharga lainnya. Sementara emas dan perak, seratus persen untukku semua. Kalau Patriark Pan merasa tidak adil, maka perjanjian meracik Pil Kondensat untuk Sekte Lembah Es Utara juga dibatalkan saja.”


Di balik kepalan tangan pemuda itu terlihat dua cincin penyimpanan, Patriark Pan hanya bisa menghela nafas panjang, Pil Kondensat Ranah Surgawi lebih penting bagi Sektenya, dia patuh mengambil cincin yang diulurkan Gou Long memasukkan harta jarahan sesuai dengan keinginan si Pemuda.


Setelah menerima kembali cincin penyimpanan yang telah dikembalikan Patriark Pan dan mengeceknya sekilas, Gou Long menganggukkan kepala, ia terlihat sangat puas.


Keduanya segera kembali ke tempat Gou Long melakukan pembantaian, di sana hanya tersisa para perempuan yang tidak bisa ilmu bela diri, anak-anak dan seniman bela diri dengan ranah kultivasi tingkat Bumi. 


Jumlah mereka tidak banyak, keseluruhan hanya berjumlah seratus orang, Gou Long membagi mereka menjadi kelompok sepuluh orang, dan menunjuk setiap satu kelompok seorang pemimpin, terlebih dahulu mengancam dan memberi pil racun tipuan pada setiap orang-orang yang ia rasa akan memberontak.


Emas dan perak hasil jarahan tadi ia bagi sama rata pada setiap kelompok, “Aku telah melihat di pesisir sana ada banyak perahu yang bisa digunakan, kalian tinggalkan Pulau ini dan mulai hidup baru, orang-orang yang tadi kuberi kepercayaan jangan coba-coba memberontak, pil itu bukanlah racun biasa, aku bisa melacak posisi kalian melalui Pil tadi…”


“Dan yang paling penting…” Gou Long sengaja menekankan perkataan ini, “Sebarkan nyanyianku sebelumnya, nyawa kalian selamat hanya karena aku ingin menyebarluaskan kekuatan dan kekuasaan kami, ingat kami adalah Ordo Setan Hitam.”


“Ha ha ha…” tertawa keras setelah mewanti-wanti mereka semua, tawa yang membuat mereka semua takut dan patuh pada setiap pengaturan Pemuda itu.


“Baik Tuan! Kami akan menjalankan semua yang Tuan titahkan,” jawab mereka semua serentak.


“Nah! Sekarang pergilah dari sini!” perintah Gou Long, Orang-orang itu bergerak cepat meninggalkan tempat celaka tersebut. Sebentar saja di sana hanya meninggalkan Gou Long dan Patriark Pan.


Patriark Pan terus memperhatikan saja apa yang dilakukan si Pemuda, ia sudah pernah bertanya siapa itu Ordo Setan Hitam, namun belum dijawab Gou Long, sehingga sekali lagi Patriark Pan bertanya.

__ADS_1


Gou Long menjawab singkat, “Saat di Sekte Lembah Es Utara akan Junior jelaskan,” ia membuka topeng parung elang dengan tangan kiri, dan menjulurkan tangan kanan pada Patriark Pan, “Ha ha ha… Sudah saatnya bagi Patriark Pan mengembalikan topeng milikku.”


__ADS_2