
Sementara itu, beriringan dengan tiga tempat terjadi penerobosan Ranah Surgawi, udara dingin di Gunung Teratai semakin dingin, uap kabut perlahan mulai menyelimuti Gunung Teratai, dari puncak paling tinggi, perlahan dan pasti kabut itu terus meluas.
Ketiga kubu yang ada di Kaki Gunung, meremehkan kabut tersebut, dalam bayangan mereka itu disebabkan oleh udara musim salju yang terkontaminasi dengan gelegar petir penerobosan Ranah Surgawi tiga kali secara berturut-turut.
Bala bantuan yang mereka tunggu dari Ahli Array dan Penatua Puncak Ranah Surgawi akhirnya muncul, hal yang paling unik adalah Patriark Sekte Phoenix Suci, Bok Tong Wa juga ikut datang. Dia sendiri yang memimpin empat Penatua lain muncul ke Gunung Teratai.
“Keparat Tua ini rupanya tidak bisa menahan diri untuk ikut datang ke sini, mungkin Penatua lain dari Sekte Phoenix Suci juga melaporkan peningkatan aura Langit dan Bumi di Gunung ini.” Hati Tong Kak San berkata-kata.
Begitu juga dengan Patriark Klan Ouyang, Ouyang Sikuan ikut hadir juga, ia telah memperoleh berita dari Organisasi Pembunuh, bahwa empat orang yang mereka kirim ditemukan mati.
Organisasi Pembunuh Iblis Emas meminta bayaran lebih pada Klan Ouyang, target mereka terlalu kuat, mungkin harus memanggil sesepuh top sepuluh tertinggi daftar pembunuh hebat mereka.
Berang Ouyang Sikuan tidak tertahankan, akhirnya ia sendiri membawa beberapa Penatua lain ke Gunung Teratai, menuntut balas pada Gou Long.
“Keparat muda Gou itu terlalu banyak merepotkanku, kali ini kalau aku tidak bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri, belum puas rasanya hatiku.” Gumam Ouyang Sikuan.
“Patriark tidak perlu khawatir, dengan sebanyak ini orang yang berkumpul, dan Master Array yang hebat untuk membongkar pertahanan mereka apa mungkin masih ada jalan lari untuk orang-orang Gunung Teratai?” Ouyang Fan menyahut gumaman Patriark Ouyang, sekaligus menekankan apa yang ia pahami.
“Melihat persiapan ini, memang kita tidak perlu khawatir, namun bocah Gou itu selalu bisa keluar dari lubang jarum. Ingat ini adalah Gunung yang ia kuasai, sudah pasti ia lebih mengetahui segala sudut Gunung ini…” balas Patriark Ouyang.
“Ingat musuh ada di tempat yang gelap, sedangkan kita ada di tempat yang terang, ini saja sudah merupakan keuntungan bagi mereka.” Patriark Ouyang menambahkan, ia terlihat bijak.
“...” Ouyang Fan tidak bisa berkata-kata, tepat apa yang Patriark Klan Ouyang katakan, “Musuh ada di tempat gelap…” kata itu masih terngiang-ngiang di telinganya.
Menyadari kesalahannya yang berlaku tidak waspada, Ouyang Fan berkata, “Maafkan kecerobohan dari Penatua ini Patriark!”
Ouyang Sikuan melambaikan tangan, “Abaikan…tidak perlu kita permasalahkan, yang terpenting sekarang saatnya membongkar Array pertahanan ini…”
“Tepat seperti apa yang dikatakan Patriark Ouyang, mari kita bongkar pertahanan mereka!” Tong Kak San menyahut.
Ketiga Patriark itu segera bersepakat, masing-masing mereka mengutus dua orang Ahli Array, sehingga enam Ahli Array berkumpul di tiga sisi yang berbeda mencoba bongkar pertahanan Gunung Teratai.
__ADS_1
***
Di aula Gunung teratai, setelah kepergian Hauri, Feng Yueyin juga bersiap keluar dari aula ketika perkataan Gou Long menghentikan langkah kaki gadis itu.
“Yueyin Siaumei mau kemana?” tanya Gou Long.
“Aku…”
Tersenyum, Gou Long berkata, “Kau khawatir dengan penerobosan Ranah Surgawi yang akan Leng Twako jalani?”
“...” Anggukan kecil terlihat dari gerak kepala Feng Yueyin.
“Tidak perlu khawatir, Leng Twako, Saudara Tua Duan Hong Ya dan Nona Yu akan berhasil menerobos Ranah Surgawi dengan aman, Pil Kondensat Ranah Surgawi Tingkat Tinggi, akan mempermudah mereka...” ujar Gou Long, keyakinan tinggi terpancar dari wajahnya, ekspresi itu sekaligus menghilangkan kekhawatiran dari Feng Yueyin.
“Sekarang coba Yueyin Siaumei keluarkan lempengan tiagram pengontrol Array!” pinta Gou Long Lembut.
Feng Yueyin mengeluarkan piringan itu, tanpa diminta dia mengaktifkannya, dari piringan tersebut muncul gambar hologram, itu adalah miniatur bentuk Gunung Teratai secara menyeluruh.
Gou Long bisa menebak, titik merah itu adalah para penghuni Gunung Teratai yang bergerak dengan aktifitas masing-masing, ia lebih penasaran pada garis lingkaran kuning, “Apa kegunaan garis ini?” tanya Gou Long.
“Ini adalah pertahanan lainnya, Array ini menurut penjelasan Leng Twako adalah Array yang memiliki tiga tingkatan, garis terluar menciptakan kubah berwarna biru, kemudian yang di dalamnya berwarna kuning, dan yang terakhir berwarna putih bening, tidak kasat mata, dua yang terakhir belum diaktifkan.” Jawab Feng Yueyin menjelaskan.
“Hal ini sangat bagus!” nada suara Gou Long sedikit meninggi, ia bahkan memukulkan salah satu tangannya yang terkepal ke dalam telapak tangan yang lain.
“Yueyin Siaumei bisa mengaktifkan lapisan Array yang berwarna kuning?” lanjut Gou Long bertanya.
“Itu hal mudah Gege.” Feng Yueyin langsung mengaktifkan Array berwarna kuning. Kubah Array lain terlihat dalam proyeksi hologram itu.
Gou Long memandang kagum, matanya berbinar, “Leng Twako benarlah seorang Master Array yang sangat hebat.” Batin Gou Long.
Selagi mereka bercakap-cakap, “Banggkk!” suara keras terdengar, dalam proyeksi hologram terlihat enam titik hitam dari luar garis Array sangat dekat dengan garis Array.
__ADS_1
Gou Long dan Feng Yueyin tahu, itulah orang-orang yang kembali mencoba bongkar Array pertahanan Gunung Teratai.
“Nah, sekarang coba memperlemah Array terluar, sehingga mereka berpikir usaha mereka telah membuahkan hasil, apa itu juga bisa dilakukan?” tanya Gou Long.
“Itu sangat mudah Gege.” Jawab Feng Yueyin, namun ia belum melakukan apa yang diperintahkan Gou Long. Ia masih menunggu instruksi selanjutnya.
“Baiklah, karena musuh sudah bergerak, Yueyin Siaumei! Atur Array seperti Gege minta, biarkan mereka semua masuk, namun Array lapisan kuning ini harus diperkuat, lalu aktifkan kembali Array terluar saat mereka semua sudah masuk ke dalam…” Gou Long tersenyum jahat.
“Kita kurung mereka di antara dua Array…”
“He he he…” terkekeh senang, “Hari ini, dendam yang kalian ikat akan kalian balas dengan nyawa.” Guman Gou Long.
“Yueying Siaumei Gege pergi sekarang ke garis depan, pertahanan Gunung Teratai Gege percayakan padamu.”
Gou Long melesat keluar dari aula, tanpa menunggu jawaban dari Feng Yueyin.
“Gege boleh berlega hati! Yueyin ‘er tidak akan mengecewakan Gege.” Teriaknya.
Gou Long melesat cepat turun ke bawah Gunung Teratai, saat ini kabut telah semakin tebal menutup jarak pandangan mata setiap kultivator, bagi orang-orang yang ingin menyerbu Gunung Teratai, mereka hanya bisa mengetahui posisi orang lain dengan cara penyaluran kesadaran spiritual.
“Banggkkk!” kembali getaran keras terjadi, Array pertahanan terluar perlahan terbuka. Gou Long tahu, Feng Yueyin telah menjalankan rencana mereka.
Seperti memberi kode pada penghuni Gunung Teratai bahwa perang telah dimulai, Gou Long tertawa dan berteriak keras.
“Ha ha ha!...”
“Seniman bela diri mana yang tidak tahu diri? Berani mengganggu ketenangan Gunung Teratai!...”
“Aku penguasa Gunung Teratai akan sangat senang mengantar nyawa kalian ke Raja Neraka…”
Teriak yang menggema dan menggetarkan seluruh Gunung Teratai, juga meninggalkan dengung lama di telinga semua orang.
__ADS_1