Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 55. Hauri Dan Eira


__ADS_3

Hua Mei dan Gou Long berjalan memasuki hutan lebat, Gou Long memang tidak mau tergesa-gesa dalam bertindak, dia sengaja memilih hutan lebat agar mudah menyembunyikan jejak dari kelompok lain. Lagi pula, jangka waktu yang disediakan sekte masih sangat lama.


Apa salahnya sedikit menikmati keadaan, serta memanjakan Hua Mei yang rindunya sangat membuncah.


Menurut perhitungan, dia dan Hua Mei bisa memperoleh kristal esensi siluman hanya dalam waktu satu minggu.


Jumlah yang ditentukan sekte sebanyak lima kristal siluman untuk tiap kelompok, atau dengan kata lain, setiap orang dalam tim, harus memiliki satu kristal siluman.


Untuk menghindari dari kecurangan, sekte telah memasang beberapa segel rumit sebagai cap original kristal, yang langsung dirajah sendiri oleh Patriark Song Ki.


Sebelumnya, sekte telah menjelaskan bahwa mereka telah memasukan kristal esensi siluman tersebut ke dalam boneka beast yang sudah diberikan roh primordial buatan. Kekuatan dari boneka buatan itu setara dengan siluman kelas keempat.


“Mei ‘er! Tunggu disini sebentar,” pesan Gou Long, dia melesat ke salah satu puncak pohon paling tinggi di hutan lebat tersebut.


“Long Gege mau kemana?” Hua Mei balas bertanya, dengan nada khawatir.


“Tenang saja ... Long Gege cuma melihat-lihat keadaan, dan topografi area di Dunia ini, apa Mei ‘er lupa? Pengurus pra kompetisi sudah menjelaskan sebelumnya, bahwa lantai ketiga Pagoda Dimensi Lain ini berdiri sendiri.”


“Walau masih memiliki batas area dan ketinggian tertentu tapi ... Dunia ini dikatakan Dunia yang berdiri sendiri, sehingga tetap ada kemungkinan yang tidak diprediksi oleh sekte, seperti munculnya siluman kelas kesatu, atau muncul manifestasi Langit dan Bumi, seperti tumbuhan herbal yang hanya muncul setelah ratus ribuan tahun.”


“Atau, kejadian yang tak terduga lain. Jadi, selain sebagai arena pra kompetisi, kita disini bisa memanfaatkannya sebagai sarana latihan guna menambah fondasi tenaga dalam.”


“Aura di sini, sangat murni dan tebal. Mei ‘er! cobalah untuk mengambil nafas dengan dalam, kau akan merasakan kemurnian aura Langit dan Bumi.” Gou Long menjelaskan panjang lebar, lalu dia kembali berkelebat turun ke sisi Hua Mei.


Tidak membantah, Hua Mei melakukan apa yang dikatakan Gou Long, dia langsung bisa merasakan hawa yang sangat murni dan menyegarkan masuk dan meresap ke dalam dantian.


“Long Gege ... apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kita akan beristirahat dan berkultivasi dulu, atau kita akan menyusuri hutan ini dengan santai?” tanya Hua Mei.

__ADS_1


“Kita akan menyusuri hutan ini, tapi Long Gege akan memperkenalkan mu pada dua makhluk kuat yang ada bersama Long Gege, cepat atau lambat Mei ‘er akan mengetahui juga,” jawab Gou Long, tersenyum lebar.


Mata berbinar antusias, Hua Mei bertanya, “ Di mana makhluk itu? Bukankah kita hanya berdua disini Long Gege?”


Gou Long mendekati Hua Mei, mengambil anak rubah putih imut beranjak dewasa dari pangkuan Hua Mei. “Dialah makhluk luar biasa yang sangat kuat, lebih kuat dari Long Gege, dan–”


Belum lengkap perkataan Gou Long, Hua Mei yang keheranan memotong dengan cepat. “Dia makhluk yang sangat kuat itu? Tidak mungkin, Long Gege pasti bercanda,” sanggah gadis itu.


“Tidak, Long Gege tidak bercanda, lihatlah!” ucap Gou Long, tegas. Dia terus melanjutkan perkataannya, “Eira, kembalilah ke wujud asalmu, dan Hauri, keluarlah!”


Saat itu, tepat di depan mata Hua Mei muncul dua makhluk lain. Yang satu seorang gadis cantik, lebih cantik dari Hua Mei sendiri, dia itu si Pedang Peri Ilusi Hauri, dan satu lagi seekor Siluman Rubah Ekor Sembilan kelas kesatu yang berukuran sebesar Singa jantan dewasa.


“Yang ini Hauri, dan yang ini Eira, si Imut yang sangat nyaman berada dalam pelukanmu sejak tadi.” Gou Long memperkenalkan mereka berdua pada Hua Mei.


Mulut Hua Mei terbuka lebar, tidak terbayangkan sedikitpun olehnya bahwa binatang imut yang terus dipangku serta sesekali dielus-elus, merupakan Siluman Rubah Ekor Sembilan kelas kesatu.


“Halo, Cici cantik! Salam kenal, aku Hua Mei,” sapa Hua Mei


Hauri hanya mengangguk sekejap, lalu dia berubah ke bentuk tato pedang, dan kembali ke dalam otot lengan Gou Long.


Eira juga mengikuti jejak Hauri, dia kembali ke bentuk rubah kecil imut, kemudian melesat ke pangkuan Hua Mei, dalam bentuk imut itu dia berkata, “Jangan takut adik cantik! Bocah itu, akan membunuhku, jika aku membiarkan dirimu terluka, walau hanya seujung rambut.”


Suara Eira yang renyah dan enak didengar seperti suara gadis enam belas tahun menghilangkan perasaan takut di hati Hua Mei. Gadis ini, kembali mengelus-elus bulut lembut Eira.


“Iya, kah?! Tapi ekspresi wajah Long Gege seperti tidak peduli pa–”


“Bocah cantik, diam dulu ...” tiba-tiba Eira memotong perkataan dari Hua Mei. “Hati-hati aku merasakan aura yang sangat mengerikan, arah Barat hutan ini.”

__ADS_1


“Iya benar, coba dengarkan dengan hati-hati ada suara dentuman tenaga dalam, yang diiringi suara seperti beradu pedang,” Gou Long ikut menyahuti, membenarkan pendengaran Eira.


“Mari kita lihat, Eira! Keselamatan Mei ‘er, aku serahkan padamu.”


Gou Long mengembangkan ilmu meringankan tubuh, bergerak ke arah Barat hutan tersebut. Tidak mau tertinggal, Hua Mei juga ikut bergerak mengikuti Gou Long.


Setelah semakin dekat dengan tempat keributan, mereka berdua menyamarkan hawa keberadaan lalu bersembunyi dibalik rerimbunan salah satu pohon.


Di tempat itu, Gou Long dan Hua Mei melihat dua kelompok murid Sekte Naga Langit, dengan rata-rata kultivasi Ranah Bumi Tahap Puncak, tiga orang dari mereka Ranah Langit Tahap Awal.


Mereka sedang mengepung, seekor Siluman Kingkong Rambut Emas kelas kesatu.


Benar seperti Gou Long jelaskan tadi, Siluman Kingkong kelas kesatu itu, hal yang tidak diperkirakan oleh para Pengurus dan Penatua Sekte.


Murid-murid yang sedang mengepung Siluman Kingkong itu, terlihat sangat kualahan. Wajah mereka tampak pucat, perbedaan kekuatan jelas terlihat. Siluman kelas kesatu setara dengan Kultivasi Ranah Surgawi.


Namun, murid-murid itu tetap bertahan tidak meremas hancur token teleport zona aman. Lagi pula, bagaimana mungkin mereka mau mengundurkan diri begitu saja? Ini baru hari pertama dari pra kompetisi turnamen silat sekte.


Apalagi, bersama mereka terdapat tiga orang dengan Ranah Langit, mereka melawan dengan sengit. Padahal sebelumnya, mereka akan saling tempur, tapi karena kehadiran siluman itu, mereka lantas saling bahu membahu, agar bisa keluar dari situasi itu.


Siluman Kingkong, tampak sangat santai. Ia seperti meremehkan mereka semua. Itu dapat dilihat jelas oleh Gou Long, bahkan sesekali Siluman tersebut dengan sengaja membiarkan mata pedang murid-murid Sekte Naga Langit mengenai kulitnya yang sangat keras sehingga mengeluarkan bunyi seperti pedang yang sedang beradu.


Timbul rasa kasihan di hati Gou Long, haruskah mereka gugur padahal baru beberapa jam mereka masuk kesini! Akhirnya, Gou Long memantapkan hati lalu berkata pada Hua Mei. “Mei ‘er! Tunggu di sini, dan perhatikan dengan baik bagaimana Long Gege beraksi.”


Gou Long melesat ke arah kekacauan tersebut, sambil melepaskan satu pukulan Telapak Arhat dengan tenaga dalam sebesar tujuh puluh persen.


“Siluman bau, rasakan pukulan keras ku!”

__ADS_1


“Kalian semua! ... Menjauh dari sana!” teriak Gou Long, dengan keras dan bergema.


__ADS_2