
“He he he, di mana kitab Lima Yang kalian sembunyikan? Jangan sampai aku membuang-buang tenaga dalam secara percuma, untuk menghisap serangga ini dari tubuhmu lagi.” Pengurus Bai, masih mengancam Iblis Lengan Hitam.
“Ha ha ha, kalian sungguh bodoh dan dungu. Kalian semua manusia-manusia, tamak dengan Kitab yang kalian sendiri tidak pernah melihatnya.” Si Iblis Lengan Hitam mulai buka mulut, keberaniannya muncul kembali walau sesekali melirik ke arah Pengurus Bai.
“Setan, cepat jelaskan! Jangan berbelit-belit,” bentak Gou Long.
“He he he, apa yang mesti kami sembunyikan? Apanya yang Kitab tanpa tanding, dari awal kitab itu memang tidak pernah ada.”
“Hah! Apa? Kalau memang kitab itu tidak pernah ada sama sekali kenapa kalian mengorbankan orang tuaku yang sudah mengundurkan diri dari Dunia Persilatan?” balas Gou Long sengit dan dengan nada sendu.
“He he he, kau sungguh bocah yang masih hijau ... dalam Dunia Persilatan, apa salahnya mengorbankan satu dua nyawa agar tercapai cita-cita kita masing-masing.” Sambil sesekali meringis menahan rasa sakit, Iblis Lengan Hitam terus berbicara.
“Pada awalnya, rencana kami tidak termasuk pembunuhan terhadap Sepasang Walet Biru. Namun, dalam pelaksanaannya, mereka malah keras kepala lalu meledakan diri sendiri.”
“Coba kau pikir, dengan memunculkan isu Kitab tanpa tanding, pesilat mana yang tidak akan tergiur? ... Ha ha ha, lihatlah pegunungan ini, bukankah tempat ini, tempat paling cocok untuk isu yang menggemparkan?”
“Jangan salahkan kami, salahkan orang tuamu sendiri yang bodoh, memilih mengasingkan diri ketempat ini ... ha ha ha.” Iblis Lengan Hitam terus bercerita, semua yang dikatakan iblis ini sangat meresap di dalam hati setiap pesilat yang ada di situ.
Memang benar apa yang dikatakan Iblis tersebut, hanya dengan menaikan isu tentang Kitab luar biasa, adakah hal yang lebih mendebarkan dan dengan mudah mengumpulkan orang sebanyak ini selain dengan isu Kitab tanpa tanding?
“Lantas, kenapa setelah lima tahun kalian gembar-gemborkan lagi tentang Kitab yang tidak pernah ada?”
__ADS_1
“Ha ha ha, Sepasang Walet Biru keparat! Karena ledakan tenaga dalam mereka membuat kami terluka dalam cukup lama, sehingga rencana awal harus kami batalkan. Kami butuh tokoh baru untuk dijadikan tumbal pertama, untuk memulai Era Dunia Persilatan baru. Dunia Persilatan yang penuh dengan perkelahian dan hanya hukum persilatan yang berlaku, kami sudah sangat bosan dengan Dunia Persilatan yang terlalu damai dalam beberapa tahun ini.”
“Murong Sun, hanyalah tumbal awal, Kami telah merencanakan kekacauan ini sejak lama ... kalian tidak akan sanggup menghentikan kami, ha ha ha ... mereka orang-orang yang sangat kuat.”
Selagi semua orang terfokus pada cerita Iblis Lengan Hitam, tanpa disadari seorangpun, entah sejak kapan Zhang Sanfeng, Jin Kai, Peng Mofan Dan Kun Hong telah meninggalkan tempat itu.
Semua pesilat masih terus mendengar apa yang dikatakan oleh Iblis Lengan Hitam, raut wajah mereka memperlihatkan rasa ketidakpercayaan.
“Yang tidak kami sangka-sangka, para pesilat ini sudah jadi pengecut semua, mereka tidak berkelahi dan saling memperebutkan, malah duduk bermusyawarah dan berniat kemudian melelang Kitab yang diisukan.”
“Rencana kami terasa sukses ketika kau datang dan langsung masuk ke gua itu, kami sangat yakin akan terjadi perkelahian yang tidak akan ada habisnya di sini.” Mata Iblis Lengan Hitam berbinar terang, rasa senang memenuhi otaknya.
“Tapi ... siapa yang duga, kau adalah Monster, tenaga dalam mu sangat kuat, walaupun demikian, sekuat-kuatnya dirimu, mereka lebih kuat ... kalian tidak akan sanggup mengalahkan mereka ... kalian semua ada dalam genggaman kami–”
“Kau boleh membunuhku, tapi mereka bukanlah tandingan kalian semua ... ha ha ha, mereka adalah Organisasi Or–” Belum sempat Iblis Lengan Hitam menyelesaikan perkataannya, seberkas cahaya perak kecil melesat di kegelapan malam, itu adalah jenis senjata rahasia atau amgi.
Amgi yang tepat kena di tengkuk, dan tembus ke tenggorokannya lalu menghentikan nafas dalam sekejap, hanya meninggalkan suara mengorok keras. Dalam beberapa tarikan nafas tengkuk tempat terkena amgi menghitam dan terus menyebar ke seluruh tubuh Iblis lengan Hitam.
Jenis senjata rahasia jarum kecil, dan diberi racun sangat ganas. Gou Long hanya bisa menjulurkan lidah, melihat racun itu.
“Ha ha ha ... kau terlalu banyak berbicara yang tidak perlu, ada hal-hal yang tidak harus disebutkan dan tidak perlu kau umbar. Makanya, nyawamu yang jadi taruhan ....”
__ADS_1
Nada suara yang nyaring, dan renyah kembali terdengar di tempat itu. Suara yang sangat menggema serta kontrol tenaga dalam tepat dan jitu, dengan menggunakan jurus Menahan Nafas Memindahkan Suara.
Orang yang bersuara bisa jadi dari arah Timur, bisa saja dari arah Barat, yang jelas semua orang tau, dari nada suara itu yang mengeluarkan suara seorang perempuan.
Gou Long, memang tidak tau arah mana pelempar amgi itu, tapi dia berkelebat dengan gesit ke arah Selatan Lembah Gunung Petir. Ini berdasarkan bisikan dari Eira.
Menyadari tempatnya sudah ketahuan si pelempar amgi segera berkelebat melarikan diri, dan menjauh dari tempat itu. Dalam remang-remang cahaya bulan, Gou Long dapat melihat postur indah dari bentuk tubuh perempuan yang berkelebat dengan ilmu meringankan tubuh sangat tinggi.
Ilmu meringankan tubuh perempuan itu bahkan lebih tinggi dari tingkatnya Gou Long, dia seperti melihat wanita itu sedang terbang. Namun, setiap puluhan meter perempuan itu pasti menutul kakinya di atas ujung rumput, sedikit saja tutulan kaki wanita tersebut lalu melesat puluhan meter lagi.
Anehnya, rumput yang menjadi tempat dia menutul bahkan tidak patah, hanya bergoyang sedikit, seperti di tiup angin.
Tidak mau mengalah begitu saja, Gou Long terus mengejar wanita itu, dia mengempos tenaga dalam dan difokuskan di kedua kaki. Petir-petir kecil memperlihatkan cahayanya di kaki Gou Long, berkat usaha ini dia berhasil memperkecil jarak dengan wanita tersebut.
Sementara, di belakang mereka awalnya ada beberapa orang yang berhasil mengejar dan mengikuti. Orang-orang yang penasaran dengan kelanjutan dari kisah dan rahasia dibalik semua kejadian ini.
Tapi, mereka memang kalah kelas, baik dari tenaga dalam maupun ilmu meringankan tubuh, dalam sekejap saja mereka sudah tidak dapat mengejar bayangan Gou Long dan wanita itu yang telah menghilang di kegelapan malam.
Gou Long terus mengejar wanita di depannya, hanya butuh waktu satu jam, mereka telah menempuh jarak beberapa mil.
“Teruslah mengejar, kau bahkan tidak dapat menyentuh ujung bajuku ... ha ha ha ...” Suara ejekan wanita itu terdengar dari depan, membuat Gou Long semakin penasaran.
__ADS_1
Seperti mempermainkan, kadang jarak diantara wanita itu dengan Gou Long terasa semakin dekat. Namun, tiba-tiba saja, wanita itu kembali memperlebar jarak. Hal ini semakin membuat Gou Long jadi uring-uringan.
Sementara, nafas Gou Long sendiri terasa semakin berat setelah aksi kejar-kejaran yang sangat jauh, apalagi hampir sepanjang malam ini dia terus bertarung. Dengan mengeram keras, Gou Long memaksakan tenaga dalamnya dan terus berusaha mengejar.