
Meskipun suasana yang menyesakkan nafas semua orang telah terbebaskan. Di gelanggang pertempuran, lubang hitam dengan ganas menghisap segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Sebentar saja, Gou Long dan Leng Bian telah terhisap ke dalam lubang hitam ruang hampa. Kemudian ruang hampa itu menghilang tidak berbekas sama sekali.
Seketika itu juga platform utama menjadi sangat hening, tidak ada pertarungan sama sekali, hanya menyisakan puing-puing bekas pertarungan. Palu hitam berat milik Gou Long juga tidak terlihat lagi di platform tersebut.
Banyak penonton di sana menyayangkan nasib yang menimpa Leng Bian, tapi ada juga sebagian dari mereka bersedih pada Gou Long.
Yang menyayangkan nasib dari Gou Long bukan satu atau dua orang penonton saja, itu termasuk mereka dari Kota Enghiong.
Master Tian Long, Bibi Xue Yue, Master Shui, dan semua generasi muda di tempat VIP platform Kota Enghiong. Mereka semua hanya bisa menghela nafas secara terus menerus. Tidak ada kata-kata yang bisa mereka keluarkan, wajah semua orang jelas sekali telah memucat pasi lebih putih dari sebelumnya.
Mo Xiaohu telah berlinang air mata, ingin rasanya ia berteriak, tapi suara seakan tercekat di dalam kerongkongan. Ketika sentuhan lembut dan berlanjut dengan elusan penuh kasih sayang di punggungnya, isak tangis gadis itu pecah sudah.
Mo Xiaohu berbalik menghadap ke arah tangan halus yang sedang mengelus punggungnya. Di sana ia mendapatkan wajah cerah, tersenyum indah pada dirinya. Tidak ada kesedihan di wajah itu, tidak ada linangan air mata sama sekali. Hanya ada kelembutan, menatap dalam padanya seperti seorang ibu yang sedang menegur anaknya yang nakal.
Hal itu menjadi sangat aneh bagi Mo Xiaohu, dan sebentar saja isak tangisnya menghilang berganti dengan keheranan. Bukankah dia istri dari si pemuda? Tapi, kenapa tidak terlihat kesedihan darinya?
“Mei Cici, Kenapa Mei Cici tidak bersedih? Long Gege mati. Tapi, Cici tersenyum bahagia di sini. Bukankah kalian sangat mencintai satu dengan yang lainnya?” Mo Xiaohu tidak dapat menahan diri lagi, bertanya lirih pada Hua Mei. Ini adalah keanehan yang tidak dapat ia pecah dalam batas pengetahuannya saat ini.
Senyum di wajah Hua Mei semakin lebar, dia menundukkan kepala ke sisi telinga Mo Xiaohu. “Xiaohu ‘er, Cici akan memberi tahu padamu satu hal yang tidak diketahui oleh orang lain.” Hua Mei berkata semakin lirih, “Long Gege telah menguasai Teknik Kultivasi Ruang Angkasa sampai pada tahap puncak kesempurnaannya. Bahkan ia dapat membawa beberapa orang lain bersamanya di dalam ruang hampa.”
__ADS_1
Isak tangis kesedihan yang sempat muncul di wajah Mo Xiaohu telah berubah sepenuhnya, bahkan tidak ada bekas kesedihan sama sekali. Matanya gadis itu membeliak tidak percaya. Namun, itu adalah istri Gou Long sendiri yang berkata. Hal seperti itu tidak mungkin tidak merupakan kebenaran yang hakiki.
Mo Xiaohu paham, Hua Mei berkata-kata dengan lirih hanya agar orang lain tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Biarlah orang lain memahami sikap penuh senyuman dari Hua Mei adalah bentuk kepercayaan mutlak pada suaminya.
Karena berpikir demikian, Mo Xiaohu tidak terlalu memperlihatkan kegembiraan. Dia malah kemudian bersandiwara dengan kesedihan seperti orang lainnya di sana.
Hal yang berbeda sedikit terjadi di platform paling tinggi tempat para Puncak Ranah Kaisar Agung berdiam diri. Mereka menyadari adanya keanehan dari pertarungan tadi. Itu adalah Chu Ling Bau dan Lu Banxia yang sangat tertarik dengan teknik kultivasi ruang angkasa milik Gou Long terus memperhatikan dengan seksama setiap gerakan serangan si pemuda.
Chu Ling Bau yang paling berhasrat pada penangkapan diri Gou Long melihat seringai jahat di wajah si pemuda. Dia segera paham bahwa, anak muda itu akan melarikan diri melalui kesempurnaan Teknik Kultivasi Ruang Angkasa. Puncak Ranah Kaisar Agung itu kemudian melepaskan kesadaran spiritual dan mengunci si hawa keberadaan si pemuda.
Chu Ling Bau tidak mau orang yang mengacaukan bisnis hamba sahaya miliknya lepas begitu saja. “Apapun yang terjadi hari ini, engkau tidak akan bisa melarikan diri dengan mudah.”
Sebenarnya, Puncak Ranah Kaisar Agung lainnya juga mengunci hawa keberadaan Gou Long. Namun, mereka tidak memiliki ambisi yang sama seperti Lu Banxia dan Chu Ling Bau.
Keyakinan mereka bahwa Gou Long melarikan diri, semakin diperkuat tatkala tatapan tajam mata mereka tidak mungkin berbohong setelah melihat gerakan tangan anak muda itu seperti bekerja cepat menutup lorong hampa.
“Anak itu, telah membohongi mata semua orang yang ada di sini.” Salah satu dari Puncak Ranah Kaisar Agung di sana bergumam pelan.
Dia segera mengikuti tindakan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Chu Ling Bau dan Lu Banxia, bergerak cepat coba terus mengikuti aura Gou Long yang telah menghilang di balik ruang hampa.
__ADS_1
Kesadaran spiritual milik Puncak Ranah Agung tentu saja berbeda dengan Kultivator biasa. Gou Long bisa saja mengelabui orang lain saat ia lari dari sana melalui ruang hampa setelah terlebih dahulu melempar Leng Bian ke dalam kekosongan.
Tapi, itu tidak dapat mengelabui sembilan Puncak Ranah Kaisar Agung lainnya.
Di dalam ruang hampa, Gou Long terus bergerak cepat berpindah-pindah agar bisa terlepas dari kuncian para Puncak Ranah Kaisar Agung lainnya. Usaha Gou Long benar-benar sia-sia, para Puncak Ranah Kaisar Agung itu bisa terus mengikuti dia, padahal mereka terhalang dimensi ruang hampa.
Namun, Gou Long tidak pernah berputus asa. Dia terus bergerak secepat yang ia bisa.
Kejar-kejaran berbeda dimensi tersebut berlangsung lebih dari sehari semalam perjalanan. Entah berapa ratus lie telah terlewati dalam jangka waktu tersebut.
Pada saat benar-benar merasa kelelahan, akhirnya Gou Long keluar dari ruang hampa. Dia tahu sembilan orang Puncak Ranah Kaisar Agung lain akan segera tiba di tempat ia berhenti dalam jangka waktu dua dupa.
Melarikan diri lagi merupakan usaha yang sia-sia saja. Gou Long berbalik dan duduk dengan tenang bermeditasi menunggu mereka yang terus mengejarnya.
Tidak percuma sebelumnya Gou Long telah berpesan pada Hua Mei dan Eira agar bergabung dengan rombongan dari Kota Enghiong. Kekhawatirannya benar-benar terjadi saat ini.
Sesaat keanehan sedikit terjadi, menurut perkiraan Gou Long para Puncak Ranah Kaisar Agung itu sudah akan tiba di tempat ia berhenti dalam satu dupa kemudian. Tapi, gerakan mereka seperti berhenti sejenak.
“Apa mereka tidak berniat melanjutkan pengejaran?!” Gou Long bermonolog dalam hati, rasa senang sempat mendatangi. Kemudian, rasa senang itu benar-benar menghilang karena sembilan orang Puncak Ranah Kaisar Agung kembali bergerak.
__ADS_1
“Huft! … Dasar para perkakas tua tidak tahu malu. Kali ini akan kuberikan perlawanan yang benar-benar sengit pada kalian.”