
“Huftt! Ini bukan lagi pertarungan uji kekuatan Penatua Gou, tapi ini lebih seperti penganiayaan! Dan Penatua Gou menikmati penganiayaan yang dia lakukan! Sangat memualkan untuk ditonton, tidak ada kenikmatan pada pertarungan ini!” ujar salah satu dari Tetua Sekte Awan Berkabut.
“Nah! Kalian mengetahui itu, andai yang terjadi sebaliknya, Penatua Gou yang berada pada posisi Patriak kalian! Bagaimana tanggapan kalian? Kuyakin kalian pasti akan menikmati pertarungannya.” Balas Kui On Cinjin sengit.
Kui Ong Cinjin sadar sepenuhnya, bukan karena kualitas Ilmu Bela Diri dari Tong Kak San yang lemah, tapi orang itu yang terlalu memandang remeh Gou Long, sehingga dia kecolongan dan bahkan belum sempat mengeluarkan jurus-jurus ampuh ataupun pukulan-pukulan terbaiknya.
Dalam pertarungan ahli bela diri, konsentrasi penuh, tak perlu ejekan, dan tak perlu meremehkan Ranah Kultivasi dari lawan, karena jeda sedikit, hilang konsentrasi sedikit, dan kalah satu gerakan dapat menjadikan faktor kekalahan secara tidak langsung.
Dengan mengabaikan perkataan dari Kui Ong Cinjin, tetua itu memberi isyarat pada lima orang tetua lain dari Sekte Awan Berkabut.
kemudian, keenam orang tetua itu melesat ke atas platform pertarungan, bersama-sama mereka melepaskan pukulan keras.
“Booomm!”
Domain Es Gou Long Pecah, dari dalam meluncur deras tubuh Tong Kak San yang mendapatkan pukulan terakhir dari Gou Long.
Tubuh itu disambuti oleh salah satu dari enam tetua, terus melesat turun setelah menangkap tubuh Patriaknya.
Tubuh Tong Kak San saat itu sudah tidak berbentuk lagi, lembam hampir di seluruh tubuh, memerah dan biru, darah memenuhi pakaian yang dia pakai, nafasnya satu-satu dan tersengal kembang-kempis.
Satu sampai sepuluh pukulan dari golok berat milik Gou Long masih bisa ditahannya dengan lapisan tenaga dalam yang menyelimuti tubuh serta memanfaatkan Ilmu Tubuh Lentur miliknya, akan tetapi, kali ini Gou Long memukulnya hampir seratus kali dengan golok berat itu.
Dia telah kalah dan tidak memungkinkan untuk kembali bertanding, kekalahan ini memang memalukan, namun akan lebih memalukan jika memaksa untuk kembali bertanding.
__ADS_1
Sedangkan kelima tetua Sekte Awan Berkabut lainnya, melanjutkan gerakan ingin menyerang Gou Long dengan pukulan susulan, namun mereka kecele, karena beberapa bayangan lain juga telah berdiri di sisi Gou Long.
“Ha ha ha! Dari pada menyerang kami di sini lebih baik kalian mengurus Patriak Sekte kalian yang terlihat seperti anjing buduk di bawah sana!” ejek Kui Ong Cinjin, tangannya menunjuk Tong Kak San yang lembam-lembam di bawah sana.
Kui Ong Cinjin benar-benar orang tua yang berbicara dan berbuat semaunya, dia tidak peduli pada sopan santun dan penilaian orang lain pada dirinya.
Dengan berat hati, mereka menahan serta menarik kembali pukulan yang akan dilepaskan, lalu melesat turun ke tempat semula.
Gou Long berdiri di tempat, tersenyum mengejek pada lima orang tetua itu, pemandangan ini terlihat seperti seorang iblis yang sedang tersenyum pada calon mangsanya, yang membuat orang lain di bawah sana bergidik ngeri.
Perlahan-lahan, aura pembawaan orang tua dan rambut putih Gou Long menghilang sepenuhnya, dia telah menarik kembali Teknik Transformasi Roh.
Dengan mengepalkan tangan di depan dada, Gou Long menghadap ke arah It Hong Taysu, Kui Ong Cinjin, Patriak Shi, dan Matriak Li. Merekalah yang tadi melesat naik dan mencegah adanya serangan susulan dari kelima tetua Sekte Awan Berkabut.
“Terima kasih pada senior sekalian yang telah membantu dan berdiri di sisi junior ini di saat-saat genting!” ujar Gou Long, sopan.
Patriak Shi maju satu langkah ke depan, dengan mengepalkan tangan di depan dada dia berteriak keras, “Para tamu dan hadirin sekalian, baik dari keterampilan Alkimia dan keterampilan Ilmu Bela Diri telah dipertunjukkan oleh Penatua Gou, maka kini tidak ada keraguan lagi untuk kapasitas dan kelayakan dari seorang Penatua Gou...”
“Hadirin sekalian! Kami juga akan memperkenalkan Pil terbaru yang akan memberikan manfaat tak terhingga bagi para seniman bela diri...” lanjut Patriak Shi.
Patriak Shi menepuk tangannya dua kali, “Prok! Prok!” menyusul kemudian melesat naik ke atas platform yang sama salah seorang dari murid Asosiasi Alkemis di memegang nampan yang di dalamnya terdapat dua buah botol giok, membawa bawaannya itu ke hadapan Patriak Shi.
Patriak Shi mengambil botol giok tersebut, murid itu setelah melakukan tugasnya, melesat turun dan menghilang di belakang platform.
__ADS_1
Dari dalam giok ia mengeluarkan sebiji Pil, pil yang berwarna biru cerah itu terlihat menghisap aura langit dan bumi, seperti seseorang yang sedang berkultivasi menghisap aura alam.
“Aahhh! Itu adalah pil yang sangat luar biasa.”
“Itu Pil tingkat tinggi yang jarang ada!”
Suara-suara teriakan takjub terdengar, padahal saat itu Patriak Shi berniat buka suara dan menjelaskan kondisi dari pil tersebut. Tapi karena suara-suara takjub itu Patriak Shi, mengurungkan niatnya serta membiarkan mereka terus berkata-kata takjub dan saling bantah sesamanya.
Menunggu sesaat, akhirnya para tamu terdiam, Patriak Shi baru menjelaskan “Hadirin sekalian! Pil ini, adalah Pil Yuandan Super yang dapat menyerap hawa Langit dan Bumi semakin lama disimpan semakin banyak hawa Langit dan Bumi yang diserap...”
“Menyimpan pil tersebut di tempat yang dipenuhi Batu Magnet Nadi Bumi maka akan lebih cepat penyerapannya. Bagi kultivator mengkonsumsi pil yang sudah disimpan selama setahun akan meningkatkan fondasi kultivasinya selama sepuluh tahun, manfaat lainnya juga akan memperlebar daya tampung energi murni di dalam dantian...” Patriak Shi mengakhiri penjelasannya.
“Nah untuk harga dari pil ini, rekan kultivator dapat bertanya langsung pada Paviliun Harta sebagai rekan kerja sama dari Asosiasi Alkemis selama bertahun-tahun ini.”
Kemudian kembali bisik-bisik terdengar di setiap sudut, masing-masing ingin segera menuju ke Paviliun Harta agar bisa membeli Pil Itu nantinya.
Sampai suara teriakan keras lain terdengar dipancarkan dari kursi hadirin, “Patriak Shi! Berhubung Penatua Gou juga masih berdiri di sisimu, aku ingin bertanya pada Penatua Gou! Apakah pil yang tadi Penatua Gou racik juga akan dijual?”
Dari atas panggung Gou Long melihat orang tersebut adalah Duan Hong Ya adanya, orang yang pernah ditipu Gou Long saat di Tanah Suci Para Pendekar, Gou Long segera memahami maksud dari Duan Hong Ya berniat membeli Pil Kondensat Ranah Surgawi.
Bertahun-tahun berkutat di Puncak Ranah Langit, bahkan sampai bisa memasuki Tanah Suci Para Pendekar sebanyak dua kali, harapan untuk bisa melepaskan diri dari belenggu Ranah Langit tidak kunjung muncul, dengan adanya Pil Kondensat Ranah Surgawi yang baru saja dijadikan ajang bertanding meracik pil, harapan itu kembali terbuka bagi Duan Hong Ya.
“Hal ini... Bagaimana Penatua Gou akan mengambil keputusan?” tanya Patriak Shi.
__ADS_1
Gou Long tidak menjawab, dia melambaikan tangannya pada Duan Hong Ya agar orang tersebut datang menghadapnya.
Duan Hong Ya paham maksud Gou Long, dia dengan sebat melesat cepat ke atas platform.