Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 413. Amukan Bing Feng


__ADS_3

“Hei! Engkau telah menjadi lebih dewasa?! Padahal ini masih terpaut delapan hari.” Gou Long berjalan mendekati Bing Feng.


Begitu teliti si pemuda melihat setiap sudut postur dan wajah Bing Feng. “Aku masih tidak percaya dengan penglihatanku. Kau begitu cepat mengalami pertumbuhan–Bisakah raut wajah datar mu ini diubah sedikit lebih ramah?!”


Bing Feng tersenyum dan berkata, “Engkau sendiri seperti orang gila, yang tidak makan bertahun-tahun. Kurus dan tidak terurus, ini hanya delapan hari! Begitu lah orang lain akan heran melihat dirimu yang terus meningkatkan ranah kultivasi dalam waktu singkat.”


“Apa kau tidak pernah berpikir bahwa pertumbuhan ranah kultivasi mu itu terlalu aneh bagi orang lain?!” Bing Feng mengingatkan Gou Long agar si pemuda berkaca pada keanehan dirinya sendiri.


Gou Long menyapu wajah dengan telapak tangan. Dia menyadari ada banyak pertumbuhan bulu yang tidak terawat di tubuhnya. “Aku akan membersihkan diri di sungai depan sana. Mari, engkau masuk lagi ke dalam cincin budak. Akan ada pesta meriah menunggu kita.”


Bing Feng menuruti kehendak Gou Long, itu tidak perlu dijelaskan lagi. Mereka akan kembali pada rencana awal.


Gou Long langsung bergerak ke arah sungai di tanah kematian setelah Bing Feng masuk ke dalam cincin. Dia masih ingat posisi sungai di sana, ketika dahulu dia bersama Hou Cin Lam dan tujuh orang lain bertarung dengan para raksasa.


Satu dupa berlalu setelah Gou Long membersihkan diri dan menganti pakaian dengan yang lebih rapi.


Gou Long membuka void crack dan menyebarkan kesadaran spiritual ke kepingan kecil di ikan mas yang telah ia tinggalkan. Mulutnya menyunggingkan senyum. “Nah, sekarang kalian para Naga, minta ampun pun akan percuma saja. Aku tidak butuh pelayan seperti kalian.”


Bermonolog di dalam hati, Gou Long bergerak cepat, dia berpindah-pindah di dalam ruang hampa. Ya, ini adalah perjalanan dari seorang Puncak Ranah Kaisar Agung, tentu saja kecepatannya lebih cepat dibandingkan dengan ranah di bawahnya.


Jika, pada saat berada di Puncak Ranah Kaisar Surgawi Gou Long menghabiskan waktu tiga hari perjalanan untuk pulang ke Kota Enghiong dari domain Ras Siluman. Maka saat ini, si pemuda hanya membutuhkan satu hari perjalanan, ia telah tiba di tempat tujuan.

__ADS_1


Gou Long mendapatkan botol giok berisi jiwa ikan mas dengan kepingan kesadaran spiritual miliknya telah mulai retak. Telat sehari saja, maka Gou Long benar-benar akan kehilangan posisi yang telah ia tandai.


Dari dalam ruang hampa, Gou Long coba menyebarkan kesadaran spiritual ke sisi dimensi sebelah. Dia tidak merasakan aura dari tujuh orang Puncak Ranah Kaisar Agung. Begitu juga dengan aura dari Patriark Klan Naga.


Gou Long sedikit kecewa, padahal dia sangat ingin mencoba kekuatan tempurnya sendiri saat ini.


“Sudahlah! Para keronco ini juga tidak masalah.” Gou Long membuka ruang hampa dan langsung keluar dari sana. “Huft! Siluman bau, kenapa hanya keronco macam kalian yang merindukan ku? Sementara Patriark kalian tidak rindu sama sekali pada diriku.”


“Ini sangatlah menyebalkan.” Gou Long, pada saat sudah ada di antara para tetua naga dan beberapa anggota klan naga lain yang baru saja datang, telah berbicara dengan omongan besar.


Semua siluman dari Ras Naga melihat ke arah asal suara, dan mereka sedikit terkejut ketika mendapatkan si pemuda benar-benar telah keluar dari ruang hampa. Seakan-akan si pemuda telah pasrah serta bersiap mengantar kematian sendiri.


Tie Long–Setelah dua belas hari masih merasa mendongkol pada Gou Long karena si pemuda sangat meremehkan dia tempo hari. “Anak manusia, akhirnya engkau keluar juga. Patriark tidak pernah melarang jika aku harus membunuh mu sekarang juga.”


Serangan yang sangat ganas tanpa belas kasihan sama sekali. Telapak keras itu digerakkan ke arah jantung, dengan tujuan satu pukulan langsung menewaskan.


Tapi, Gou Long hanya tersenyum. Tidak terlihat ejekan dari sudut bibirnya. Dalam penglihatan para siluman, tangan Gou Long digerakkan secara perlahan. Menyambut pukulan telapak besi dari Tie Long.


Namun, itu benar-benar tidak terduga sama sekali. Ketika di sana, di antara Tie Long dan Gou Long terlihat seorang pemuda tampan lain yang berkulit putih bening, berdiri anggun dan angkuh.


Aura dan pembawaan si pemuda itu seperti Patriark Klan Naga sendiri. perbedaannya, si pemuda lebih angkuh.

__ADS_1


Wajah si pemuda sangat datar, dan berkesan tanpa ekspresi. Semua Siluman dari Ras Naga dapat merasakan aura penindasan yang mutlak dari pemuda itu. Pukulan lengan besi dari Tie Long telah masuk ke dalam telapak tangan si pemuda dan tergenggam erat di dalamnya. Tidak dapat ditarik bahkan tidak dapat digerakkan.


Sementara Tie Long–merasakan jiwa seperti terbentot, dingin, berdiri dengan gemetar. Tetua Naga itu bahkan seperti tidak sadar bahwa dia akan mati sebentar lagi.


Si pemuda angkuh itu berpaling ke arah Gou Long. Dengan ekspresinya yang tidak pernah berubah, dia berkata, “Apakah engkau keberatan jika aku menguji kekuatan? Setelah ribuan tahun tidak pernah benar-benar bertarung.”


Terhadap sikap si pemuda, senyum Gou Long semakin melebar. “Tidak masalah! Ku akan sangat senang terus berdiri di sini dan menonton pertunjukan milikmu.” Kemudian sorot mata Gou Long menajam dan terlihat kejam. “Bunuh semua, dan hanya boleh engkau sisakan satu saja yang selamat.”


Padahal di sana sangat banyak siluman lain dari Ras Naga. Namun, dua makhluk itu berbicara seperti tidak ada siapapun di tempat itu. Benar-benar kekuasaan mutlak yang tidak memandang pada makhluk lain karena menghina mereka sebelumnya.


Sekarang, semua siluman Ras Naga yang ada di tempat tersebut menyakini bahwa pemuda tampan dan dingin yang baru muncul itu adalah pembantu sekaligus kenalan dari pemuda yang menjadi buronan mereka sebelumnya.


Ya, tentu saja yang tiba-tiba muncul itu adalah Bing Feng, setelah dia merasakan Gou Long telah keluar dari ruang hampa. Bing Feng juga ikut keluar dari cincin budak.


Namun, Bing Feng keluar bertepatan dengan waktu Gou Long mengangkat tangan bersiap menahan serangan dari Tie Long.


Baru saja muncul, bukannya penyambutan yang baik ia dapatkan. Tapi, malah serangan mematikan. Hal itu tentu membuat Bing Feng sangat murka. Puncak aura yang lebih kuat dari roh suci dikeluarkan ketika ia menahan pukulan dengan kepalan tangan.


Bing Feng adalah Phoenix Es Suci, pembawaan dingin sudah menjadi ciri khasnya. Dia kembali berpaling ke arah Tie Long. “Nah, engkau naga kecil. Benar-benar belum pernah melihat kematian! Sekarang, rasakan pelajaran pertama dariku, saat engkau tidak bisa merasakan nafas dan jantung yang berdetak. Cukup tutup mata saja.”


Hawa sangat dingin merebak di sana, semua Siluman Naga tidak dapat menahan rasa dingin tersebut. Termasuk Bing Long–Naga Es itu juga ikut merasakan dingin. Begitu dahsyatnya tenaga dari Bing Feng.

__ADS_1


Tangan Tie Long yang tergenggam Bing Feng, perlahan mengeras, membeku. Pembekuan itu bahkan meretakkan lempengan besi di tubuh si Naga Besi.


Gou Long tersenyum, ia sangat menikmati tontonan singkat yang diperlihatkan Bing Feng.


__ADS_2