Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 361. Kalimat Penyelamat


__ADS_3

Siauw Xiezy terpekur lama, ia memikirkan kembali perkataan yang keluar dari mulutnya kemarin, tepat sebelum ia jatuh pingsan. “Kau tidak boleh menyentuh dia walau seujung rambut pun ... dia adalah istri dari Tuan Pemilik Jiwa Roh Suci Rubah Ekor Sembilan dan Phoenix Es Suci.”


Tak disangka sama sekali oleh Siauw Xiezy, ucapan yang sangat asal-asalan dan hanya bersifat cari selamat di penghujung hayat malah benar-benar menyelamatkan mereka berdua.


Dalam hati Siauw Xiezy tertawa tiada henti, ini benar-benarlah lelucon yang akan sangat menggemparkan bila diketahui oleh siluman lain.


Sekarang, walau kedua siluman itu lebih hebat dari dirinya, tapi kendali keadaan sepenuhnya dalam genggaman Siauw Xiezy. Sedikit berlagak pilon, dia menjawab asal. “Aku tidak tahu, aku sudah melupakannya, dan aku butuh waktu untuk mengingat kembali.”


Bagi Patriark Shu itu masih jawaban yang wajar, tapi, Shu Cang di sisi lain sangat kesal, bahkan dengan cepat dia bergerak dan memukul keras kepala Siauw Xiezy. “Keparat kau berani bersikap kurang ajar pada pemimpin Klan Pohon.”


Siauw Xiezy meringis kesakitan. Ujarnya kemudian, “Jika kau terus memukuli kepalaku, maka aku akan lebih kesusahan mengingatnya. Apa kau tidak pernah dipukul di kepala. Andai belum, maka tunggu saat puncak kekuatan ku kembali, kepalamu berkali-kali akan aku pukul.”


Shu Cang menjadi tambah marah, dan ingin melanjutkan beberapa pukulan lagi pada Siauw Xiezy. Tapi, Patriark Shu Qin melarangnya, “Tahan, dia juga tidak tahu bahwa aku adalah Pemimpin Klan Shu.” Shu Qin berpikir sejenak. “Mari kita keluar saja, dan biarkan ia memulihkan diri, dengan tenaga dalam yang masih terkunci. Bocah ini tidak akan bisa mengacau di ruang tahanan ini. Pembicaraan selanjutnya bisa kita bicarakan esok hari.”


Patriark Shu sedikit melunak, dan mengajak Shu Cang keluar.


Saat keduanya telah benar-benar pergi dari sana, Siauw Xiezy memanfaatkan keadaan dan coba kembali menyalurkan energi siluman. Namun, itu benarlah seperti perkataan Patriark Shu, berusaha keras tapi tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya Siauw Xiezy hanya bisa pasrah dan membiarkan tubuhnya sembuh dengan sendirinya secara perlahan-lahan.


Dalam periode penyembuhan itu, Siauw Xiezy terus berpikir tentang perkataan apa yang paling cocok dan paling mengena di hati Patriark Klan Shu. Sudah terlanjur membual, apa salahnya bualan ini akan ditingkatkan lagi? Yang penting bisa menyelamatkan ia sendiri dan juga Ding Jia Li.

__ADS_1


Terus berpikir dan coba menahan rasa sakit dari tubuh yang patah hampir di setiap sendi dan ruas tulang. Siauw Xiezy mengabaikan waktu yang berlalu dan malah tertidur.


Perawatan yang didapatkan Ding Jia Li dari Tabib Siluman Klan Pohon atau Shu Hong juga mendatangkan kabar baik lain. Memang benar sebelumnya tabib tersebut telah membohongi Patriark Klannya sendiri. 


Luka yang diderita Ding Jia Li tidak akan membuat ia mati dalam tujuh hari. Itu memang luka yang sangat fatal, akan tetapi belum mencapai tahap sangat-sangat fatal dan akan menyebabkan kematian dalam hitungan hari.


Bertepatan dengan hari siang hari kedua saat Patriark Shu dan Shu Cang kembali mendatangi Siauw Xiezy, Ding Jia Li telah sadar dan membuka matanya. Iya menyadari dirinya sedang terbaring di atas ranjang batu. Tangannya terasa berat, saat Ding Jia Li menggerakkan dan mengangkat ke depan mata. 


Di kedua pergelangan tangan terlihat besi berat. Namun, tidak ada rantai sama sekali, ini seperti diputus paksa dengan tenaga dalam kuat.


Seorang Siluman yang dipenuhi dedaunan di bahu dan kepalanya mendatangi Ding Jia Li, dalam bahasa yang tidak dipahami si gadis di berkata-kata, “Baik sekali, engkau akhirnya tersadar! … Ah, iya, aku melupakan sesuatu.”


Luar biasanya, dia tidak menjadikan itu ke dalam sebentuk pil, tapi itu ditumpahkan begitu saja ke dalam cangkir minuman. Berbalik, sambil membawa cangkir berisi cairan alkimia, dia berjalan mendekati Ding Jia Li, dan meminumkan cairan harum dan menyegarkan tersebut pada si gadis.


Ding Jia Li patuh, Nyonya Gou ini telah menyadari niat baik serta gerak-gerik yang tidak bermusuhan dari siluman tersebut.


Setelah ia meminumnya, kehangatan menyebar keseluruhan tubuh Ding Jia Li. Kemudian, hal aneh lain juga terjadi, rangkaian kata-kata unik bermunculan dalam kepala Ding Jia Li.


Saat itu Tabib Shu kembali berkata-kata dan kali ini dimengerti dengan baik oleh Ding Jia Li.

__ADS_1


“Yang kau minum tadi adalah cairan pengetahuan, itu adalah gabungan dari teknik Alkimia dan Kesadaran spiritual. Maksudku adalah, selain dari beberapa bahan penting, kesadaran spiritual juga menjadi bahan yang sangat penting sebagai campuran utama dalam teknik itu.” Tabib Shu menjelaskan dengan panjang lebar.


“Oiya, kau saat ini berada di wilayah Domain Siluman dan Iblis, ini adalah perkampungan Klan Siluman Pohon. Jangan khawatir, keselamatan terjamin bersama ku, aku adalah Tabib Shu Hong. Di sini tidak ada yang berani memprovokasi ku, termasuk Patriark Klan.” Tabib Shu mengakhiri penjelasannya.


Ding Jia Li belumlah berkata-kata sama sekali, tapi ia sangat bersyukur. Saat ia teringat akan Siauw Xiezy, Ding Jia Li bertanya, “Bagaimana dengan temanku?!”


Hubungan yang tidak diketahui dengan jelas oleh segenap siluman ini juga tidak lepas ikut menarik perhatian dari Tabib Shu. “Bagaimana engkau bisa menjalin hubungan yang begitu baik dengan siluman kalajengking itu?! Ini menjadi sangat aneh di Dunia Kaisar Peri.” 


Tabib Shu belum menjawab, tapi ia malah balas bertanya. Ding Jia Li merasa berterima kasih pada Tabib Shu lantas menjawab apa adanya, “Pada kenyataannya, bukan aku yang berteman dengannya, tapi itu semua adalah hasil dari jerih payah suamiku.” 


“Ah …” Shu Hong tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. “Suamimu pastilah orang yang sangat luar biasa.”


Ada sedikit kehangatan mengalir indah dalam hati Ding Jia Li saat, Tabib Shu Hong memuji suaminya. Ding Jia Li mengangguk kecil sambil tetap terbaring. “Iya, dia memang pribadi yang sangat luar biasa, bahkan termasuk dalam manusia yang tidak bisa dicerna dengan akal sehat.”


“ … hei! Anda belum menceritakan kondisi dari kawanku.” Ding Jia Li sangat ingin mendengar kabar tentang Siauw Xiezy.


“Dia merupakan jenis dari Bangsa Siluman. Saat Bangsa Siluman masuk ke dalam Domain Siluman, itu bukanlah suatu masalah besar. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya, sudah pasti dia akan terus baik-baik saja.” Tabib Shu menjawab, dan memberikan ketenangan hati bagi Ding Jia Li.


“Terima kasih, untuk kategori Ras Siluman, Anda termasuk pribadi yang sangat baik.” Ding Jia Li berterima kasih setulus hati.

__ADS_1


__ADS_2