
“Master Paviliun telah kembali!...”
“Master Paviliun telah kembali!...”
“Master Paviliun telah kembali!...”
Padahal masih awal pagi, dan itu saat orang-orang sedang malas-malasnya untuk bergerak. Lagi pula, waktu seperti itu adalah saat terbaik bagi para pembudidaya untuk menghimpun tenaga dalam, kesegaran hawa murni pagi, jelas lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan waktu-waktu lain.
Namun, udara sejuk dan kesegaran pagi tersebut tidak berguna sama sekali bagi pembudidaya yang tinggal di Gunung Teratai.
Tiga kali teriakan keras dan gema suara yang terus menggetarkan Gunung Teratai, lebih menarik perhatian seluruh penghuni Gunung.
Ratusan orang yang telah tinggal disana selama tiga tahun menjadi gempar. Bagaimana tidak! Bunyi dari teriakan itu begitu dinanti-nantikan oleh segenap penghuni Gunung Teratai.
Teriakan keras tersebut digaungkan oleh sosok pria paruh baya, yang berkulit sawo matang, mata yang besar bulat, tapi sangat cocok dengan alis mata yang berbentuk golok, hidung bangir, dan bibir yang tidak tebal maupun tipis, serta melintang di atasnya kumis tebal.
Sosok pria paruh baya itu kian terlihat gagah karena hanfu bercorak hitam dan abu-abu yang dia pakai. Yang sedikit berbeda dari pembawaan pria ini yaitu; auranya tidak terasa seperti aura seorang pembudidaya, tapi lebih seperti aura siluman.
Ya! Dia adalah Siauw Xiezy atau Siluman kalajengking yang mengambil wujud manusia.
Saat aura Gou Long mulai mendekati Gunung Teratai sejak kemarin ia telah dapat merasakan hawa keberadaannya, akan tetapi Siauw Xiezy tidak menjelaskan perihal ini pada siapapun, lalu dia sendirian berpatroli di Gunung Teratai sepanjang malam.
Pagi ini, ketika aura Gou Long dan Eira benar-benar sudah sangat dekat, kemudian Siauw Xiezy melihat sosok dua siluet bayangan dari kejauhan. Ia langsung menggemakan suara teriak tersebut.
Sebentar saja, kehebohan besar terjadi di sana, orang-orang yang sedang berkultivasi bangkit keluar serentak, menyambut kembalinya Gou Long.
__ADS_1
Kecuali Siauw Xiezy yang sudah sejak awal ada di depan gerbang. Feng Yueyin, Leng Kun, Yu Yihua, Duan Hong Ya, dan ratusan murid dari berbagai Biro Paviliun Gunung Teratai, telah datang berbondong-bondong membentuk barisan teratur di gerbang masuk.
Setiap murid tersebut secara otomatis berdiri membentuk kelompok masing-masing.
Gou Long sangat terkejut mendapatkan penyambutan mewah dari mereka. Namun, keterkejutannya bertambah besar saat semua orang berteriak keras, mereka serentak bersimpuh di atas lutut dengan satu kaki ditegakkan dan tangan dikepalkan di depan dada, serta kepala yang sedikit ditundukkan, “Para murid menyambut kembalinya Master Paviliun!”
Gema suara teriakan tersebut jelas lebih keras, angker dan berwibawa, apalagi diucapkan secara serentak dan bersama-sama. Itu tidak hanya menggema keras, bahkan menggetarkan lembah-lembah yang ada di sekitar Gunung Teratai.
Terpaksa Gou Long berteriak keras dengan tenaga dalamnya yang tinggi, “Bangkitlah! Tidak perlu penghormatan!”
“Terima kasih Master Paviliun!” serentak dengan ucapan tersebut, murid-murid segera bangkit, berdiri teratur menurut kelompok masing-masing.
Feng Yueyin, Leng Kun, Yu Yihua, dan Duan Hong Ya melesat ke hadapan Gou Long dan Eira. Mata mereka semua jelas tertuju pada Eira, akan tetapi itu hanya sekilas saja, tidak ada yang bertanya tentang identitas Eira saat itu, bagi mereka berbicara hal-hal yang berkaitan dengan Gou Long lebih penting.
Orang-orang itu mengepalkan tangannya di depan dada, yang dibalas Gou Long dan Eira dengan gerakan yang sama.
Feng Yueyin menyerang Gou Long dengan perkataan-perkataan panik dan penuh dengan kerinduan.
Gou Long mendorong lembut Feng Yueyin dari pelukannya, “Nanti akan Gege jelaskan. Ini sudah pasti menjadi cerita yang sangat panjang.” Gou Long melihat orang-orang yang berdiri di depannya satu-persatu, setelah melempar senyum hangat, penuh dengan permintaan maaf, “Aku telah merepotkan kalian semua selama tiga tahun ini mengurus Paviliun.”
“Ha ha ha!” Leng Kun tertawa, ia berjalan mendekati Gou Long dan menepuk bahu pemuda itu pelan, “Sejak awal aku, sudah melihat sisi dirimu yang tidak bisa mengikat diri dengan satu tempat tertentu, kau adalah jenis manusia yang suka keluyuran dan kelayapan ke berbagai daerah, aku tidak heran sama sekali dengan kepribadianmu ini.”
Keberanian, seperti itu hanya dimiliki Leng Kun, ia memperlakukan Gou Long layak saudara dekat. Ya sejak awal bertemu memang begitu cara mereka berdua bergaul, walaupun saat ini terlihat sedikit aneh di mata Duan Hong Ya dan Yu Yihua.
Gou Long nyengir malu, “Sebentar Leng Twako,” dia melihat pada seluruh murid Paviliun Gunung Teratai yang berdiri teratur berkelompok-kelompok, “Mereka ini ….”
__ADS_1
“Ini adalah ide dari Nona Yu,” Duan Hong Ya, menjawab cepat, “Biarkan Nona Yu sendiri yang menjelaskan, Nona Yu telah lama hidup di Asosiasi Alkemis, sehingga lebih memahami seluk beluk yang berkaitan dengan Sekte, Paviliun dan yang sejenisnya. Jadi dalam hal pengembangan dan peningkatan kekuatan juga perekrutan murid semuanya diatur oleh Nona Yu.”
Leng Kun dan Feng Yueyin, mengangguk setuju sambil menoleh ke arah Yu Yihua. Gadis ini tersenyum malu, lalu dengan lugas ia berkata, “Hal ini sebenarnya, hanyalah perkara yang sangat kecil, tidak semua murid berbakat dalam ilmu bela diri, tidak semua murid yang berbakat dalam penyulingan Alkimia, begitu juga dengan tiga hal lain, yaitu; penyulingan Artefak, pemahaman Array dan Talisman/penggambar pola jimat…”
Yu Yihua, melihat orang-orang kuat di Paviliun Gunung Teratai satu-persatu, ia melanjutkan ucapan, “Saat Gou Twako merekrut kami semua ke dalam Paviliun ini, Gou Twako menjadikan kami Kepala di bidang keahlian masing-masing, dan kami dibebaskan memilih bukit yang kami sukai … dari sinilah, aku mengusulkan untuk perekrutan murid juga berdasarkan bakat yang paling menonjol dari setiap murid.”
Kemudian Feng Yueyin memperkenal setiap kelompok murid-murid tersebut pada Gou Long.
Kelompok pertama; Murid-murid yang berbakat dalam hal Penyulingan Artefak ini dikepalai oleh Feng Yueyin sendiri, gadis ini walau ia tidak berbakat dalam pola Array, tapi ia sangat berbakat dalam penyulingan Artefak, dengan pelajaran yang diterimanya dari Leng Kun setiap hari, maka menjadi sangat wajar ia menjadi Ahli Artefak dan keahliannya itu hanya sedikit di bawah Leng Kun.
Lalu, kelompok kedua; Murid-murid yang memilih jalan Alkimia, mereka dikepalai oleh Yu Yihua. Kelompok ketiga; Adalah murid-murid yang berbakat di bidang Pola Array yang dikepalai oleh Leng Kun.
Hal yang luar biasa, tidak pernah terpikirkan oleh Gou Long adalah Duan Hong Ya, orang tua ini, saat direkrut oleh Gou Long, dengan harapan menjadi pembantu yang setia, akan tetapi orang tua ini adalah orang yang sangat ahli dalam hal pemahaman pola jimat. Sehingga saat Feng Yueyin memperkenal kelompok terakhir yaitu murid-murid yang ingin memahami pola jimat/talisman di bawah arahan Duan Hong Ya, Gou menjadi sangat kagum.
Setiap kali Feng Yueyin memperkenal kelompok-kelompok murid, para murid serentak berteriak, “Hormat pada Master Paviliun!”
Teriak yang berkesan kepatuhan dan kewibawaan yang sangat tinggi.
Tidak disangka sama sekali, tiga tahun ia menghilang, Paviliun Gunung Teratai berkembang sepesat itu, Aula Alkimia, Aula Artefak, Aula Array, dan Aula Talisman. Jumlah murid dari setiap Aula juga mencapai tujuh sampai delapan puluh orang.
Gou Long terlihat kegirangan, tapi kemudian ia mengerutkan kening, “Hmm, bagaimana dengan latihan kultivasi dan bela diri mereka semua?”
“Latihan dasar Kultivasi dan bela diri untuk saat ini kita sama ratakan. Duan tua yang mengontrol pola latihan mereka semua.” Leng Kun menjelaskan. Mereka semua setuju di antara setiap orang kuat Paviliun Gunung Teratai, hanya Duan Hong Ya yang memiliki dasar ilmu bela diri yang lebih baik.
“Baik sekali! Kedepan akan kusiapkan satu paket latihan khusus dan sama rata untuk setiap murid Paviliun kita, dan satu lagi, kita juga harus membentuk Aula Penegak Hukum.” Gou Long tersenyum, lalu ia berteriak keras, “Semua murid silahkan kembali ke Aula dan kegiatan masing-masing.”
__ADS_1
“Baik Master Paviliun, kami patuh!” teriakan serentak, keras, dan berwibawa digaungkan oleh segenap murid.