
Qiau Qinsi merasa tenang dengan jawaban kedua gadis teman perjalanannya, dia melesat ke tengah-tengah di mana terdapat pola Altar yang menjadi sumber energi murni dari area tersebut, banyak seniman bela diri yang belum berkultivasi melihat tindakan dari gadis itu merasa tindakannya terlalu berani.
Mereka tidak tahu, tujuan dari gadis itu mendekat bukan untuk berkultivasi seperti yang dilakukan oleh seniman bela diri lain.
Walaupun mereka mencoba menyembunyikan rasa tidak senang, tapi sorot mata mereka menjelaskan perasaan itu semua.
Qiau Qinsi tidak peduli, dia terus saja pada tujuannya melihat dengan lebih jelas Pola Array dan Segel yang ada di sekitar Altar. Berdiri tenang sejenak, Qiau Qinsi menghirup energi murni dalam satu tarikan nafas panjang.
Orang yang melihat tindakannya tambah kesal, “Saudari! Sepantasnya kau lebih menghargai orang lain yang lebih dulu tiba di sini.” Peringatan mulai diteriakkan.
“Bukan urusan kalian!” ketus Qiau Qinsi.
Berkata seperti itu, dia melesat kembali ke tempat Murong Qiu, Hua Mei dan Duan Hong Ya berada, “Mari kita tinggalkan tempat ini! Tidak ada kebaikan dari energi murni di sini.” Ajaknya. Namun ia belum beranjak dari sana karena Murong Qiu dan Hua Mei belum bergerak.
Murong Qiu tidak dapat menahan penasarannya, “Memang ada apa dengan tempat ini?” pertanyaan keluar begitu saja dari mulut gadis itu. Duan Hong Ya yang berada dekat dengan mereka ikut mendengarkan percakapan gadis-gadis ini.
Dia tidak jadi berkultivasi, rasa penasaran dengan percakapan ini lebih besar dari rasa ingin berkultivasi yang sebelumnya diperlihatkan ketika bercerita.
Hua Mei juga tidak dapat menutupi rasa penasaran, dia menatap dalam Qiau Qinsi berharap gadis ini menjelaskan, sekilas Hua Mei dapat melihat pupil mata dari Qiau Qinsi yang sama biru seperti pupil matanya sendiri.
“Akan kujelaskan sambil bergerak, lekas! Kita tidak punya banyak waktu!” ujar Qiau Qinsi khawatir, dia sudah mengambil ancang-ancang gerakan, namun itu tepat seperti ucapannya. Sudah terlambat!
“Boooomm!”
Suara ledakan keras terjadi di tempat itu, segel yang sebelumnya sudah dipecahkan kembali seperti semula, tapi ini tidak sama, seperti ada yang dengan sengaja menyegel.
Ratusan seniman bela diri, baik yang sedang berkultivasi atau yang sedang mencari-cari tempat kultivasi dan yang masih berdiri saja, termasuk Hua Mei, Murong Qiu dan Qiau Qinsi ikut terkurung di dalam pola segel array tersebut.
“Ahhh! Ini sudah terlambat.” Lanjut Qiau Qinsi.
__ADS_1
Duan Hong Ya yang tadi menyimak percakapan para gadis ini tiba-tiba bertanya pada Qiau Qinsi, “Saudari Muda! Apakah ledakan dan segel yang kembali tertutup menjadi pangkal kekhawatiranmu?”
“Tenang saja! Mereka berenam pasti bisa memecah segel ini kembali, orang yang bisa membuka pasti bisa menutupnya kan!”
“Bukan! Ah... Kalian laki-laki tahu apa! Selalu saja lebih mengutamakan menambah tenaga otot dari pada menambah tenaga otak!”
“Ingin menambah tenaga otot, malah mengundang petaka yang lebih besar, seberapa cepat mereka bisa membuka segel ini? Pasti tidak lebih cepat dari petaka yang akan datang!” Qiau Qinsi mendamprat Duan Hong Ya, sekaligus menjelaskan secara sepotong-sepotong yang membuat orang mendengar tidak mengerti apa maksudnya.
Hua Mei dan Murong Qiu tidak dapat menahan tawa cekikan, namun mereka memalingkan wajah, mencoba menutupinya dari Duan Hong Ya, walau suara cekikan mereka tetap terdengar lirih.
Dalam usianya yang sudah tua, mendapatkan dampratan seperti itu, rasa malu tidak dapat ditahannya, wajahnya bahkan terlihat memerah.
Duan Hong Ya ingin menjawab.
“Booooom!”
Kembali suara ledakan terdengar bersamaan dengan getaran keras seperti gempa bumi yang sangat kuat terjadi.
Sosok itu berpostur tubuh seperti manusia, yang sedikit berbeda dikepalanya terlihat sepasang tanduk. Itu adalah sosok Iblis, energi murni yang sangat terasa dan sangat melimpah keluar dari tubuhnya.
Para seniman bela diri yang sebelumnya berkultivasi dan menyerap banyak energi murni di tempat tersebut tiba-tiba menggila.
Energi murni yang mereka serap bukanlah energi yang sebenarnya, itu adalah hanya pergantian energi.
Dalam tergesa-gesa Qiau Qinsi menjelaskan, “Hati-hati! Dan bersiaplah untuk bertempur, sosok Iblis telah muncul di sini,”
“Altar itu adalah Altar Pengorbanan Iblis, aku pernah membacanya di perpustakaan Klan, bahwa Altar tersebut memancing orang untuk berkultivasi di dekatnya dengan mengembunkan sedikit energi murni,”
“Namun yang sebenarnya terjadi, Altar itu menyerap energi murni mereka yang berkultivasi, kemudian mengganti energi murni dalam tubuh mereka dengan Energi Iblis...”
__ADS_1
Penjelasan dari Qiau Qinsi terhenti, karena saat itu pertempuran telah pecah dengan dahsyat, seniman bela diri yang menyerap Energi Iblis saat itu sudah berubah sepenuhnya.
Tubuh mereka sudah terselimuti dengan Energi Iblis berwarna hitam, mata mereka memerah, dan kesadaran sepenuhnya hilang. Tenaga dalam yang dikeluarkan orang-orang ini menjadi dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Jumlah mereka ratusan orang bahkan hampir mencapai 700 orang, sedangkan yang tidak berkultivasi dan belum terpapar Energi Iblis hanya berjumlah 200 orang.
Dipimpin oleh Iblis Hitam itu sendiri mereka menyerang seniman bela diri yang lain, setiap 200 orang ini harus melawan 3-4 orang. Ini bukan pertempuran, ini adalah pembantaian sepihak. Apalagi tenaga dalam 700 orang yang terpapar sudah meningkat pesat.
Beberapa seniman bela diri yang mengenal atau pernah berkenalan, mencoba menyadarkan kenalannya masing-masing, akan tetapi hanya jawaban gagu yang mereka dapatkan.
Segel yang menutupi tempat tersebut juga sudah terbuka kembali, namun itu tidaklah berarti, karena sudah tidak ada jalan untuk menjauh, yang ada hanya bertarung sekuat tenaga dengan harapan akan muncul sebuah keajaiban lain seperti keajaiban yang terjadi pada orang-orang yang terpapar Energi Iblis.
***
Gou Long yang sedang berjalan dengan santai sambil bersiul-siul kecil menikmati iringan musik tak menentu dari siulannya sendiri terkejut mendengar ledakan keras dari arah barat laut.
Sudah tiga hari yang lalu dia meninggalkan Makam Kuno Panglima Peri, di sana dia menghabiskan 3 hari. Selama itu, dalam 2 hari Gou Long berhasil membuka 7 dari 12 pintu yang tersegel.
Makam Kuno Panglima Peri itu lebih seperti gudang harta, 4 ruang yang dimasuki terdapat berbagai senjata dan artefak yang sudah tidak bisa digunakan lagi.
Sementara 2 ruangan lainnya, 1 lebih seperti ruang kerja dengan berbagai buku-buku kuno berbahasa peri. Gou Long yang pernah belajar bahasa peri, tanpa membaca buku itu, seluruhnya dia masukkan ke dalam cincin penyimpanan.
Ruang 1 lagi merupakan simpanan harta berupa emas yang sangat banyak, itu tidak berbentuk keping, tapi dalam bentuk seperti buah jambu(kalau bentuknya seperti ini tail namanya kan!).
Semuanya di isi dalam kotak peti besar berukuran 1x1 meter, dalam jumlah 20 peti. Semua emas ini dimasukkan Gou Long ke dalam cincin penyimpanan khususnya, cincin spesial yang hanya bisa dibuka dengan energi elemen petir.
Sehari lainnya digunakan untuk menyerap Roh Siluman Naga, dan memantapkan kultivasinya, ketiga dantiannya sudah berhasil mengikat roh dengan keunikan tersendiri.
Saat berkultivasi, keyakinan Gou Long akan ranah kultivasinya yang sudah meningkat mendapatkan kepastian.
__ADS_1
Ya! Setelah Kristal kuning kultivasi ganda masuk ke dalam dantiannya. Gou Long berhasil menembus ke Puncak Ranah Langit. Tapi... Kenapa tidak terjadi baptisan/ujian dari Langit dan bumi?