
Pada saat Kaisar Qi yang dilepaskan oleh panglima Legolas hampir memotong kelopak bunga dari Pohon Peri Abadi. Gou Long bergerak sebat, Pukulan Telapak Arhat dengan puncak tenaga dalam Kaisar Qi dilepaskan si pemuda demi menghadang hawa tombak sang jenderal.
“Boomm!”
Ledakan keras terdengar, taman istana kekaisaran berguncang hebat.
Eleanor, dan beberapa orang jenderal hebat di taman itu baru menyadari bahwa pemuda itu merupakan Puncak Ranah Kaisar Agung yang baru.
Eleanor menjadi tidak heran sama sekali dengan kegagalan para Puncak Ranah Kaisar Agung menangkap pemuda itu setelah menyadari tingkatan kultivasi dari si pemuda.
Jenderal Legolas melihat serangannya digagalkan Gou Long menjadi sangat murka. Dia menjadi bersemangat untuk mengalahkan Gou Long.
Di sisi lain, Eleanor juga tidak mau terus menunggu. Putri Agung itu memerintahkan beberapa Kapten Prajurit lain untuk menggagalkan usaha kelahiran kembali Hauri.
Pada saat itu tidak kurang sebelas orang menyerang dan melepaskan pukulan ke arah kelopak yang sedang berkembang tersebut secara bersamaan.
Eira dan Bing Feng tidak ketinggalan segera turun tangan membantu Gou Long, mereka bertiga bahu membahu dalam menghalau setiap serangan yang datang. Dalam sekejap saja pertarungan sengit telah benar-benar pecah di dalam taman istana kekaisaran.
Tidak cukup dengan jenderal dan para kapten, Eleanor kembali memerintahkan dua puluh lebih kultivator kuat untuk membantu penyerangan pada Kelopak Bunga Pohon Peri Abadi. Putri Agung itu benar-benar memiliki kebencian yang mendalam dan tidak ingin kakaknya terlahir kembali.
Gou Long sangat tahu, ini bukan saat yang tepat untuk bermain-main. Kultivator dari Ras Peri sangat berbeda dengan Ras Manusia ataupun Ras Siluman.
Ini adalah Dunia Kaisar Peri, dan saat ini mereka juga berada di Domain Peri. Kaisar Qi yang dilatih oleh bangsa peri tentu saja lebih murni dan kuat jika dibandingkan dua ras lainnya. Andai itu tidak demikian, tentu saja Dunia tersebut tidak dinamakan dengan Dunia Kaisar Peri.
Karena perbedaan kekuatan itu, jelas sudah sangat merugikan pihak Gou Long.
Hawa pukulan dan Kaisar Qi yang dilepaskan di arena pertarungan menggila. Saling gondok dan saling menekan.
Gou Long kesusahan, Eira kesusahan, begitu juga dengan Bing Feng. Itu sekitar lima petarung dari Ras Peri telah dikirim Gou Long ke dalam ruang hampa. Tapi, jumlah mereka sangat banyak. Bagi si pemuda itu terasa tiada habisnya.
Namun, para petarung dari Ras Peri mulai belajar dan berimprovisasi setelah melihat banyak dari kawan-kawan mereka yang terhisap ke dalam ruang hampa tidak pernah kembali ke gelanggang pertarungan.
__ADS_1
“Hati-hati pukulan berhawa hitam itu sangat berbahaya, sekali kalian terkena maka tidak ada kehidupan dari kalian.”
Peringatan itu terdengar, dan kian memberatkan Gou Long.
Anak muda itu pada akhirnya mengambil inisiatif lain. “Eira, Bing Feng! Kalian cukup menjadi penjaga kelopak dari bunga Pohon Peri Abadi saja. Sedangkan mereka semua aku yang akan mengurus dengan cara yang paling baik.”
Bing Feng dan Eira mengangguk kecil dan segera melesat berdiri tepat di sisi kelopak yang terus menghisap Kaisar Qi. Vitalitas serta daya hidup semakin terasa dari kelopak tersebut.
Sekarang, Gou Long telah memforsir Kaisar Qi di dalam tubuh hingga sembilan puluh persen. Tidak berhenti begitu saja, dia juga memadukan dengan Teknik Transformasi Roh. Yang dipilih Gou Long tentu saja Roh ketiga–Roh Naga, selain dapat mengeluarkan tekanan Naga itu juga karena Naga merupakan salah satu eksistensi terkuat.
Kaisar Qi dan tekanan Naga yang melonjak dari tubuh Gou Long menekan semua lawan-lawannya, para prajurit dengan peringkat Kapten dan kultivator yang setara dengan para kapten merasakan nafas yang sangat menyesakkan. Hal ini membuat setiap serangan mereka terhenti beberapa saat.
Meskipun hanya sesaat saja itu sudah lebih dari cukup bagi Gou Long.
Di sana, di gelanggang pertempuran itu yang benar-benar bisa bergerak bebas hanya Jenderal Legolas.
Dia sangat terkejut melihat lonjakan tenaga dalam Gou Long. Namun, hal yang paling mengejutkan lagi bagi Jenderal Legolas dan semua Ras peri di sana adalah ketika mereka melihat teknik Gou Long.
“Huft memangnya kenapa kalau aku bisa menggunakan teknik milik Kaisar kalian?!” Gou Long memotong rasa kejut semua Ras Peri. “Sekarang, lihatlah aku juga akan menggunakan teknik lain. Lebih hebat dari ini … bagiku kalian Ras Peri tidak ada apa-apanya.”
Sebenarnya, tidak pantas Gou Long berkata seperti itu, dan dia menyadari akan hal tersebut. Tapi, si pemuda telah benar-benar sangat marah pada saat ini. Apalagi setelah melihat para Ras Peri ini tidak ada yang merasa sayang pada Hauri.
Kemudian, Gou Long membuktikan bahwa itu hanyalah permulaan kejutan kecil. Kerena, kejutan selanjutnya yaitu ketika dia telah mengeluarkan Pedang Peri Ilusi dan memulai membuka pertahanan dengan gerakan Jurus Pedang Tarian Peri.
“Itu Jurus Pedang Tarian Peri!” Eleanor berteriak, tidak percaya pada penglihatannya sendiri. Bisa dikatakan Putri Agung itu tidak sempat mempelajari jurus tersebut.
Hal itu karena kitab emas telah di bawa Hauri. Meskipun begitu, bukan berarti Eleanor tidak mengenal pembukaan dari jurus tersebut.
“Jenderal Legolas, bunuh dia untuk ku! Sejak dia mempelajari ilmu dari pihak bangsawan kita hanya kematian yang pantas untuknya.” Eleanor juga ikut terjun ke gelanggang pertempuran. Menyerang Gou Long dengan sengit.
Jurus-jurus serangan dari Putri agung sendiri segera dikenali Gou Long. Baik permainan telapak maupun serangan senjata sangat mirip dengan jurus serangan yang digunakan Hauri.
__ADS_1
Putri Agung memang tidak memadatkan tenaga dalam seperti yang biasanya dilakukan Hauri. Eleanor menggunakan senjata artefak dari akar pohon. Itu bergerak lincah bagaikan ular dan senjata selendang. Sangat efektif untuk menyerang pengguna tenaga keras seperti Gou Long.
Jenderal Legolas menyerang Gou Long dengan tombak panjangnya, sedangkan Eleanor menggunakan Artefak akar rambat.
Setiap tusukan tombak jenderal Legolas selalu memerihkan kulit Gou Long. Apalagi jurus tombak terlihat sangat aneh. Satu tusukan terpecahkan menjadi sepuluh tusukan.
Bayangan mata tombak berhamburan di udara, semuanya ditujukan ke setiap titip mati di tubuh Gou Long.
Sementara serangan Eleanor yang lincah, bergerak mencari celah agar bisa membelit Gou Long. Perpaduan serangan dari Eleanor dan Jenderal Legolas begitu sempurna.
Dengan serangan itu, para peri yang tertekan oleh Gou Long sebelumnya telah bisa melepaskan diri. Sekarang, semua ras peri malah terfokus menyerang Gou Long.
Beruntung, perpaduan Jurus Pedang Tarian Peri, Qi Kekacauan yang dapat membuka ruang hampa serta Teknik Memindah Jasad tingkat sempurna dikuasai Gou Long benar-benar memberikan manfaat yang sangat signifikan dalam pertarungan itu.
Gou Long tidak menahan diri sama sekali dalam menggunakan Jurus Pedang Tarian Peri–jurus kedua puluh langsung digunakan.
Bayangan tubuh nyata si pemuda terpecah menjadi dua puluh. Dengan begitu benar-benar telah membingungkan semua peri yang menyerangnya. Gou Long memperoleh keunggulan mutlak dari perpaduan ketiga teknik tersebut.
Dalam tiga tarikan nafas pertama si pemuda telah menebas kuntung dua puluh leher peri yang menyerangnya. Dia seperti hantu yang gentayangan, membunuh lawan-lawannya semudah mencabut rumput.
Beruntung, efek magis sihir dari jurus tersebut tidak berefek bagi para peri. Andai itu berefek pasti dalam sekejap saja banjir darah akan lebih deras terjadi di taman istana kekaisaran.
Wu Mofan dari Ras Manusia telah memperlihatkan gelagat tersihir dengan cepat telah di totok oleh salah satu prajurit. Tapi, ini benar-benar saat ternaas dalam hidup orang ini.
Tertotok tidak lantas membuat ia selamat dari efek sihir Jurus Pedang Tarian Peri, itu malah membuat ia semakin hanyut dan tidak bisa melakukan perlawanan. Orang ini mati benar-benar mengenaskan karena tidak bisa berbuat apa-apa terhadap efek dari jurus tersebut.
Eleanor dan Jenderal Legolas yang terkuat selamat dan terus bertarung sengit dengan Gou Long. Putri Agung itu seakan-akan tidak peduli pada nyawa setiap kapten dan prajuritnya, seraya bertarung dia terus menerus memberi perintah untuk mengisi kekosongan karena kematian perwira lain.
Pertarungan terus berlanjut, para perwira dari Ras Peri seperti semut yang masuk ke dalam bara api, mereka mengantar nyawa secara percuma. Setelah tiga puluh tarikan nafas, tidak kurang enam puluh orang perwira peri telah mati.
Bing Feng dan Eira menggelengkan kepalanya melihat kepatuhan bodoh yang diperlihatkan prajurit peri. Sudah tahu mati, tapi tetap saja mereka rela mengantar nyawa.
__ADS_1