
Setengah harian bepergian dengan penguntit di belakang yang tidak berani bergerak mendekat sedikit banyak membawa perasaan khawatir bagi rombongan para Alkemis ini, namun kehadiran Siluman Rubah Ekor Sembilan dan Peri cantik yang terus mengawal mereka, memberikan jaminan keamanan bagi mereka.
Yang paling terlihat khawatir jelas Suma Xiulan adanya, dia bukan khawatir pada penguntit, akan tetapi kepada Gou Long yang tak kunjung hadir. Itu terlihat jelas dari sikap yang sebentar-sebentar mengeluarkan kepalanya dari balik jendela kereta dan bertanya pada Han Zhong.
“Paman Han! Apa bayangan saudara Gou Sudah terlihat?”
“Bersabarlah! Mereka berdua yang lebih mengenal saudara Gou saja tidak terlihat khawatir, kekuatan yang dimiliki saudara Gou berada di luar nalar kita, jadi tenang saja.” Jawab Han Zhong menenangkan Suma Xiulan sambil menunjuk ke arah Eira dan Hauri.
“Dia telah kembali!..” ujar Hauri memecah keheningan setelah jawaban yang diberikan Han Zhong tidak memberikan kepuasan hati bagi Suma Xiulan.
“Dari mana Nona tahu?” tanya Han Zhong penasaran.
“Penguntit yang berjumlah sembilan orang di belakang kita mati satu persatu sejak tadi, itu pasti hasil dari pekerjaan si Sadis Kecil itu!...” jawab Hauri tegas.
Benar saja tidak lama kemudian kehadiran Gou Long terlihat sudah, dari kejauhan Hauri dapat melihat Gou Long mengambil cincin penyimpanan dari penguntit yang dibunuhnya. Kemudian segera melesat cepat ke arah mereka dengan Teknik Memindah jasad.
“Tidak perlu tergesa-gesa, perjalanan kita saat ini sudah aman. Semua anggota Organisasi Ordo Setan Hitam yang mengejar kita sudah kubunuh.”
Suara itu terdengar bersamaan dengan hadirnya siluet sosok bayangan Gou Long di samping jendela kereta kuda. Dengan kehadiran Gou Long, Chung bersaudara segera menghentikan kuda, Han Zhong yang bertindak sebagai kusir kereta juga menghentikan laju dari kuda yang menarik kereta.
Suma Xiulan segera turun dari kereta kuda, dia tidak berkata-kata hanya memperlihatkan sorot mata kagum dalam setiap tatapan matanya ke arah Gou Long.
Sambil tersenyum ramah Han Zhong berkata pada Gou Long, “Sangat Kagum! Saudara Gou benar-benar Naga diantara para manusia, dengan usia yang masih sangat muda serta kultivasi Ranah Langit tahap menengah, bisa dengan mudah mengalahkan kultivator Ranah Surgawi, kagum!...”
__ADS_1
“Jangan terlalu di besar-besarkan Paman Han, ingat! Di atas langit masih ada langit.” Jawab Gou Long merendah.
Dia terus saja bergerak mendekat ke arah Hauri kemudian mengambil kembali dua cincin budak yang di serahkannya tadi siang.
Saat itu hari memang sudah magrib, Chung Munna dan Chung Bau Im mulai mengumpulkan ranting-ranting dan kayu kering sebagai sarana pembuatan api untuk bermalam nantinya. Eira sudah kembali ke bentuk rubah putih kecil, dia hinggap dengan santai ke atas bahu Gou Long.
Karena memang sudah waktunya, Gou Long dibantu Chung bersaudara mempersiapkan makan malam seadanya buat mereka semua, selesai menyantap makanan Gou Long sengaja menjauh dari mereka, setelah terlebih dahulu berpesan pada Han Zhong dan yang lainnya.
Dengan membawa Eira dan Hauri, Gou Long melesat ke balik sebatang pohon besar. Dia lalu mengeluarkan gadis budak yang sedang sakit dari cincin budaknya, Hauri dan Eira yang menjaga area sekitar dan Gou Long sendiri sedang terfokus pada teknik penyegelan.
Malam itu Gou Long bekerja keras menyegel kekuatan Roh Suci Phoenix dalam darah si Gadis, kemudian dia melanjutkan dengan menotok beberapa bagian penting dari meridian gadis itu setelah terlebih dahulu memasukkan pil penyembuh ke dalam mulutnya.
Saat menjelang subuh akhirnya Gou Long berhasil membuat kondisi dari gadis itu menjadi lebih baik, kini tidak hanya suara mengerang dari si gadis telah hilang, pernafasan dari gadis tersebut juga menjadi lebih teratur. Satu jam kemudian si gadis telah membuka matanya.
Melakukan itu semua tidak sulit bagi Gou Long sudah hafal Kitab Dewa Obat Tangan Petir. Kembali sejam berlalu, cahaya matahari sudah mulai menerobos melalui celah-celah daun ketika gadis tersebut berbalik dan mengambil sikap sembah budak pada tuannya.
“Terima kasih Tuan! Kebaikan Tuan telah menyelamatkan hamba dari kematian, hanya bisa hamba balas dengan pengabdian dan nyawa hamba pada Tuan.” Ucap si gadis dalam posisi menyembah.
“Bangkitlah dahulu! Duduk seperti biasa!” perintah Gou Long, dia terus melanjutkan perkataannya, “Posisimu saat ini sama seperti manusia biasa, segel budakmu telah aku angkat... Kamu manusia yang bebas, sekarang pun aku akan memberimu pilihan, kamu boleh mengikutiku atau bebas pergi ke mana pun yang kamu inginkan, akan kuberi beberapa keping emas sebagai biaya hidup..”
“Aku akan ikut Tuan.” Potong gadis itu cepat.
“Baik sekali! Tapi sekali lagi kau panggil Tuan! kubunuh kau di sini juga.. panggil dengan kakak/Gege, aku juga sepertimu hidup dalam kemiskinan di gunung, orang tua di bunuh orang sejak kecil. Aku belum memiliki adik perempuan, kau boleh menyapaku dengan kakak/Gege, namaku Gou Long, siapa namamu?”
__ADS_1
kata-kata yang di ucapkan Gou long dengan tegas di awal membuat gadis itu takut, namun sirna ketika nada lembut muncul belakangan. Gou Long sengaja berbuat begitu agar si gadis tidak merasa rendah diri dan terus menerus menganggap diri sendiri seorang budak.
“Baik Tu-Long Gege...” jawab gadis itu sedikit takut, dia melanjutkan ucapan yang terputus karena belum terbiasa, “Orang tua memberi nama Yueyin padaku.. Lengkapnya Feng Yueyin.”
Gadis ini dimulutnya saja berkata dan turut seperti perkataan Gou Long, namun dalam hati dia tetap menganggap Gou Long sebagai tuan penolongnya.
“Kalau begitu aku akan menyapamu dengan Yueyin Siaumei! Sekali lagi sapa aku sebagai kakakmu, Long Gege atau Long Twako!” tegas Gou Long.
Lalu dia juga menjelaskan mengenai cincin budak pada Feng Yueyin serta membolehkan Feng Yueyin keluar masuk sesuka hatinya, Gou Long juga memperkenalkan Eira dan Hauri pada Feng Yueyin.
Rombongan Alkemis tidak mengganggu aktivitas Gou Long semalaman, mereka dengan sabar menunggu. Bahkan pagi ini mereka sudah menyiapkan makan untuk Gou Long, Eira dan Hauri.
Gou Long yang keluar dari balik pohon besar bersama Eira, Hauri dan juga seorang gadis lain yang terlihat seperti sedang sakit parah karena raut wajahnya yang pucat sedikit mengherankan para rombongan Alkemis.
Mereka semua pasti berpikir sama, “Pemuda ini aneh dan misterius, entah berapa macam kejutan lagi yang akan diperlihatkannya nanti.”
Sambil tersenyum cerah Gou Long memperkenalkan Feng Yueyin pada mereka semua, tanpa malu-malu dia berkata, “Semuanya! Perkenalkan ini adikku paling kecil, Feng Yueyin. Karena satu dua alasan dia jarang keluar dia selalu berada di kamarnya dalam jangka waktu yang lama..” Gou Long berhenti sejenak dan berpaling menghadap Suma Xiulan.
“Selama perjalanan ini, bolehkan aku meminta Nona Suma berbagi kereta dengan adikku, aku juga minta Nona merawatnya sementara waktu.” Keraguan terlihat dari wajah Gou Long ketika meminta hal ini, dia sanggat mengerti para Alkemis yang bersifat angkuh. Apalagi pakaian yang dikenakan Feng Yueyin terlihat lusuh.
Namun sikap yang ditunjukkan semua orang berbeda, baik Suma Xiulan, Han Zhong, dan Chung bersaudara terlihat patuh terhadap apa pun yang dikatakan Gou Long, padahal permintaan tadi bersifat pribadi dan di luar dari perjanjian awal mereka.
Suma Xiulan bergerak mendekati Feng Yueyin, tanpa malu dia merangkul dan mengajak Feng Yueyin makan bersama dengannya.
__ADS_1
Melihat sikap yang diperlihatkan Suma Xiulan, Gou Long bernafas lega.