
Dilepas Eira, orang itu merasakan sedikit ketenangan, padahal ia benar-benar tidak mengetahui, dalam hal kekejaman, Bai Penzhi lah guru Gou Long yang sebenarnya. Eira mencontoh kekejaman Gou Long, sedangkan anak muda itu beberapa kali melihat cara kerja Bai Pengzhi.
Saat ia tersenyum karena terlepas dari kekejaman Eira. Bai Pengzhi dan Liu Kang bergerak menyerang. Dasar hati orang tersebut telah ciut sejak tadi. Hal ini memudahkan Liu Kang dan Bai Pengzhi bergerak menyerang.
Selagi menyerang Bai Pengzhi melirik pada Liu Kang. “Penatua Liu, bagaimana kalau kita melihat tontonan yang menarik sekarang?”
“Terserah pada Penatua Bai, aku juga sedikit penasaran dengan tontonan menarik yang dikatakan oleh Penatua Bai.” Sambil terus melakukan serangkaian serangan beruntun keduanya bercakap-cakap ringan.
Penatua Bai tersenyum senang, serangan yang dilancarkannya semakin cepat, ia menarik pedang, melakukan serangkaian serangan tipuan dengan jurus tendangan beruntun. Saat lawan terkecoh dengan dan menggeliat berkelit, Penatua Bai melakukan gerakan memutar.
Telapak tangannya dengan lembut menepuk ringan bahu lawan. Di saat orang itu terlihat kebingungan.
“Apa kau bercanda? Serangan apaan ini seperti elusan lembut perempuan saja. Apa kau tidak bisa memberi serangan yang lebi–” orang itu jelas sedang mengejek tepukan lembut dari Penatua Bai Pengzhi.
Namun, ejekan itu, berhenti seketika dan tergantikan dengan erangan keras dan kesakitan.
Seluruh tubuh terasa terbakar, wajah yang memucat tidak percaya pada apa yang telah terjadi dengan tubuhnya sendiri. “A-apa yang t-telah kau lakukan padaku?”
Penatua Bai Pengzhi tidak menjawab, ia mengabaikan orang tersebut, lalu berbalik menghadap pada Penatua Liu Kang. “Sudah cukup, tidak perlu bertarung lagi, nikmati saja tontonan menarik ini.”
“Aaarrrgghh!”
“Aaarrgghh!”
Teriakan keras, penuh dengan penderitaan terus terdengar dari mulut orang yang telah dimasukkan serangga api pelahap hawa murni oleh Penatua Bai Pengzhi.
__ADS_1
Di sela-sela teriakan itu.
“Ha ha ha …” tertawa keras, Penatua Bai Pengzhi mengacungkan jari telunjuk pada lawannya yang sedang tersiksa parah. “Dia sudah tidak bisa bertarung lagi, semakin keras ia mengeluarkan tenaga dalam, semakin besar rasa sakit yang ia rasakan.”
Penatua Liu Kang juga terlihat keheranan. “Memangnya apa yang telah Penatua Bai lakukan?”
Gou Long yang sedang bertarung dengan tiga iblis pemimpin utama Organisasi Ordo Setan Hitam, sekilas mencuri lirik pada orang yang disiksa Penatua Bai, dia segera tahu apa yang telah terjadi.
Selain Gou Long, Nyonya Dong juga tahu apa yang telah dikerjakan Penatua Bai, ia pernah melihat penyiksaan yang sama dilakukan orang itu empat tahun yang lalu.
Penatua Bai Pengzhi mengapit satu serangga api pemakan hawa murni di tangannya. “Ini bukanlah hal yang sulit, aku hanya memasukkan dua binatang peliharaanku ini ke dalam tubuhnya.” Tersenyum senang, menjelaskan apa yang telah ia lakukan secara samar.
“Binatang apa itu?” kejut dan heran Penatua Liu Kang, sementara orang yang mereka lawan tadi terus bergulingan di atas tanah. Perlahan tubuhnya mulai berlubang dan menghitam.
Tersenyum bangga, karena orang yang telah lama menjabat sebagai Penatua di Sekte Naga Langit tidak tahu jenis serangga eksotik peliharaannya. Penatua Bai Pengzhi berkata, “Ini adalah serangga eksotik pelahap hawa murni. Binatang ini disebut dengan serangga api pelahap dantian–”
Wajah Penatua Liu Kang memucat, ia membayangkan penderita yang sedang dialami lawan mereka tadi, bergidik ngeri.
Eira, Bai Pengzhi dan Liu Kang sekarang hanya berdiri melihat kondisi dari orang-orang yang memerlukan bantuan, dan pada kenyataannya, tidak ada yang membutuhkan bantuan.
Kelompok selanjut yang jatuh adalah orang-orang yang sedang bertarung dengan Siauw Xiezy, Meng Wu Ya dan Patriark Song, kelompok ini tidak jauh berbeda dengan kelompok yang bertarung dengan Eira.
Yang menjadi tokoh utama di sana sudah pasti Siauw Xiezy adanya. Ya! Daya serang dari siluman ini seperti yang telah kita ketahui, ia akan mengikuti ranah kultivasi dari orang yang mengikat kontrak jiwa dengannya. Sehingga menjadi sangat wajar ia perkasa dan kuat.
Setelah masuknya dua orang dari Sekte Naga Langit, pertarungan menjadi lebih cepat berakhir. Walau dalam perwujudan manusia, jurus serangan khas milik Siauw Xiezy tidak hilang begitu saja. Ia sangat ahli dalam melancarkan serangan rahasia atau amgi.
__ADS_1
Tiga orang dari Organisasi Pembunuh Iblis Emas, menjadi sangat kelabakan, serangan telapak dari Patriark Song, serangan pedang dari Meng Wu Ya, dan serangan senjata rahasia berupa jarum-jarum kecil sehalus bulu yang dilepaskan oleh Siauw Xiezy. Ketiga orang itu akhirnya hanya bisa berdiri saling memunggungi, guna menepis setiap serangan dengan pedang di tangan mereka.
Baik tangkisan telapak atau ayunan pedang serta loncatan dalam langkah-langkah kaki gerakan unik telah mereka kembangkan, walaupun begitu serangan yang tertuju pada mereka terlampau banyak.
Nah, begitulah pertahanan rapat mereka. Memang mudah untuk menghalau serangan pedang dan pukulan telapak. Namun, saat serangan jarum-jarum kecil dari Siauw Xiezy yang tiada habisnya terus menerus menyusup di antara dua jenis serangan lain.
Ketiganya tidak bisa bertahan, mereka tewas tertusuk ratusan jarum kecil. Tubuh membiru keracunan, jumlah jarum yang terlihat di wajah yang tidak tertutup pakaian saja sudah puluhan, entah berapa banyak jarum lain di balik pakaian itu.
Patriark Song dan Meng Wu Ya menjulurkan lidah, takjub dan heran, di mana orang tua paruh baya ini menyimpan begitu banyak jarum halus beracun.
Hal yang jelas akan menjadi misteri seumur hidup bagi mereka berdua.
Patriark Song dan Meng Wu Ya tidak tahu bahwa Siauw Xiezy adalah seekor siluman kalajengking. Jarum-jarum halus yang digunakan sebenarnya bulu-bulu halus dari tubuh sendiri. Cukup sekali ayunan bulu-bulu tersebut sangat mudah bagi Siauw Xiezy menghempaskan dalam bentuk serangan senjata rahasia.
Dengan vitalitas yang tinggi, bulu-bulu itu begitu mudah tumbuh kembali, sehingga ia tidak pernah kehabisan jarum senjata rahasia.
Dalam dua ratus gebrakan, tujuh dari empat belas orang kuat di pihak mereka mati mengenaskan atau tidak dapat bertarung sama lagi. Nyonya Gila Berwajah Malaikat kian marah saja.
Sejak adu pukulan keras dengan keras tadi, ia dan dua orang saudara perguruannya, belum melanjutkan pertarungan dengan Gou Long, masing-masing mereka, baik Gou Long dan ketiga iblis tersebut memperhatikan pihak mereka masing-masing.
Gou Long melirik ke arah kedua orang istrinya, keduanya masih tertekan hebat, padahal mereka juga dibantu oleh Ye Xuan dan He Fei. Namun, karena lawan mereka Puncak Ranah Surgawi, hal dasar dari tekanan mereka.
Sebelumnya, kedua orang istrinya itu bisa mengimbangi lawan mereka karena ada tekanan Domain Es milik Gou Long, tapi saat Domain Es runtuh, musuh menjadi lepas dan bebas.
Gou Long melihat Hua Mei, Ding Jia, Ye Xuan dan He Fei, masing-masing sudah mengeluarkan keringat sebesar kedelai. Begitu berat perlahan mereka.
__ADS_1
“Siauw Xiezy, kau bantu Jia Li ‘er, dan Eira, kau bantulah, Mei ‘er!” perintah Gou Long pada kedua siluman itu.