
“Nah! Sekarang kau sudah tahu dan mengerti sumber dari permasalahanku, maka kultivasimu harus terus kau tingkatkan. Jangan sia-siakan waktu sekecil apa pun itu.” Ucap Eira mengingatkan Gou Long.
“Iya! Itu sudah pasti, aku tidak akan menyia-nyiakan segala sesuatu yang terikat denganku. Baik itu budi atau hutang...” Jawab Gou Long
“Hei! Bukankah ini suara pertarungan?” Lanjutnya, seperti tidak percaya apa yang dia dengar dari kejauhan. Tidak menunggu jawaban Eira, Gou Long terus melesat dengan cepat ke arah bunyi dentingan adu pedang dan suara adu pukulan yang didengarnya.
Itu tidak terlalu jauh dari tempat Gou Long berkultivasi tadi, hanya berjarak 1 Km. Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh sebentar saja Gou Long telah sampai ke tempat pertempuran terjadi.
Gou Long tidak ingin ikut campur pada permasalahan yang belum diketahuinya dengan jelas, ketika tiba dia langsung melesat ke balik semak-semak belukar dan memperhatikan kancah pertempuran.
Yang sedang bertempur adalah rombongan yang tadi pagi bergerak dengan sangat tergesa-gesa. Setelah memperhatikan dengan seksama, Gou Long dapat mengenali dua orang yang sedang bertahan mati-matian dari serangan 4 orang lawan. Kedua orang itu saling menempelkan punggung mereka satu sama lain, dengan berbuat demikian mereka dapat mengamankan serangan tak terduga dari arah belakang.
Kedua orang tersebut yaitu Chung Munna dan Chung Bau Im, mereka merupakan murid-murid Guild Alkemis yang pernah dijumpai dan berbicara dengan Gou Long pada saat keributan yang terjadi di Lembah Gunung Petir karena rumor tentang Kitab Lima Yang.(Ch.36)
Sementara di sisi lain juga bertarung dengan sengit, Sang Kusir kereta bersama dengan gadis yang samar-samar dilihat Gou Long dari balik jendela. Mereka juga terdesak hebat, karena keroyokan dari 5 orang lawan.
Setelah melihat dengan seksama, orang-orang yang mengeroyok ini menggunakan setelan pakaian yang sama. Pakaian hitam dengan topeng berbentuk serigala di wajah mereka. Gou Long masih mengingat dengan baik, bahwa si Pelempar Amgi tempo hari juga bersetelan seperti ini.
“Mungkinkah mereka saling berhubungan!” Pikir Gou Long
Pertarungan yang berat sebelah itu sudah hampir berakhir, baik Chung Munna dan Chung Bau Im memang sudah terluka parah dimana-mana, si Gadis dan Sang Kusir kereta juga bernasib tidak jauh berbeda, di antara mereka hanya Sang Kusir kereta terlihat lebih kuat, ini tidak lain karena dia berada di tingkat kultivasi Ranah Langit tahap awal.
Namun melawan keroyokan 5 orang, sedangkan dia hanya berdua dengan si Gadis, sedikit banyak dia juga ikut tergores oleh banyaknya serangan pedang lawan. Sedangkan dua orang yang berkuda paling belakang tadi pagi, saat ini sudah terkapar mati di atas tanah.
__ADS_1
Gou Long sudah memiliki gambaran umum dalam benaknya pihak mana yang akan dia bantu, setidaknya orang-orang yang sedang bertarung ini dapat memberinya informasi yang dia butuhkan. Memutuskan begitu, Gou long melempar dua lembar daun yang sudah membeku karena lapisan tenaga dalamnya.
“Siinkkk! Traankk!” Dua kali suara berdesing berbunyi, dua lembar daun yang sudah membeku tersebut melesat membelah udara dan menghantam dengan tepat badan pedang yang hampir memotong putus kepala Chung Munna.
Satu lembar daun lagi di lemparkan Gou Long tepat mengenai urat kaku di tangan si pemegang pedang yang tadi hampir menusuk Chung Bau Im.
Tak berhenti di situ saja, begitu turun tangan hawa maut yang dibawa Gou Long terasa merindingkan. Dia bergerak cepat dan berkedip-kedip berapa kali, 4 orang yang mengeroyok Chung Munna dan Chung Bau Im mati tanpa tahu siapa yang membunuh mereka.
Gerakan Gou Long terus berlanjut, kembali dia berkedip dengan Teknik Memindah Jasad, di tangan Gou Long terlihat pedang pendek dari pemadatan hawa energi, dengan pedang pendek itu dia memainkan Jurus Pedang Petir Membelah Langit, gerakan Gou Long tepat dan akurat, satu jurus lima nyawa melayang sekaligus semuanya tertebas tepat di kepala.
Dia menebas 9 pesilat tingkat kultivasi Ranah Langit tahap awal seperti orang yang memotong rumput saja.
“Terima kasih! Atas bantuan saudara junior, nyawa kami dapat terselamatkan...” ujar Sang Kusir kereta takjub, dia masih dapat mengenali orang yang menyelamatkan mereka adalah petani yang mereka jumpai pagi tadi.
“Bukan masalah besar senior, Junior ini hanya kebetulan kenal dengan mereka berdua,” Jawab Gou Long sambil menunjuk ke arah Chung Munna dan Chung Bau Im yang sedang merawat luka-luka mereka.
“Oo... Saudara Junior rupanya teman lama dari kedua Chung bersaudara di sana, jadi saudara junior pasti sudah bisa menebak bahwa kami dari Guild Alkemis!”
Gou Long menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan dari pernyataan Sang Kusir.
Kusir itu melanjutkan ucapannya sambil menunjuk mayat-mayat yang terkapar di atas tanah, “Mereka adalah bagian dari ‘Organisasi Ordo Setan Hitam’. Sejujurnya saat ini Guild Alkemis daerah Selatan telah jatuh, hanya kami berempat yang tersisa...”
“Kejadian ini merupakan hal besar yang terjadi di daerah selatan, baru sekarang aku mendengarnya. Tolong senior jelaskan secara terperinci!” pinta Gou Long.
__ADS_1
“Yaa!... Pergerakan mereka memang sangat rahasia, Organisasi ini memang sering menjadi rumor dalam dunia persilatan, akan tetapi saat itu hanyalah rumor belum ada pergerakan pasti,” ujar sang kusir mulai menjelaskan.
“Namun saat ini mereka telah menunjukkan taringnya dengan secara terang-terangan, dan memaksa Guild Alkemis daerah Selatan untuk memproduksi pil dalam jumlah besar khusus untuk organisasi mereka,”
“Pemimpin Guild, menolak keras permintaan mereka. Hal itu membuat organisasi mereka murka sehingga mereka menyerang serta membantai seluruh penghuni Guild Alkemis.”
Sambil mendengarkan penjelasan Sang Kusir kereta, Gou Long berpikir.
“Kalau dikaitkan secara menyeluruh, pangkal dari segala kekacauan di daerah Selatan ini, boleh dikatakan merekalah dalang utamanya. Termasuk kematian kedua orang tuaku dan Pembunuhan terhadap Penguasa Kota Xia Yu sebelumnya,”
“Kemudian saat ini mereka juga menghancurkan Guild Alkemis, entah kekuatan besar apa yang mereka miliki sehingga berani merencanakan hal ini dalam jangka waktu yang sangat lama.”
Saat itu kedua Chung Bersaudara telah selesai merawat luka, mereka tidak langsung menemui Gou Long, namun terlebih dahulu menggali lubang besar dengan tenaga dalam, kemudian melemparkan mayat-mayat tersebut ke dalam lubang besar itu setelah terlebih dahulu mereka melepaskan cincin penyimpanan dari mayat-mayat itu.
Kemudian keduanya menghampiri Gou Long, lalu Chung Munna berkata mewakili adiknya, “Terima kasih saudara telah menyelamatkan nyawa kami berdua, padahal kita tidak saling mengenal. Jarahan dari mayat-mayat itu menjadi milik saudara.” Dia juga menyerahkan cincin penyimpanan yang tadi mereka ambil.
Setelah mendengar perkataan itu, Gou Long baru menyadarinya. Saat ini dia dalam kondisi menyamar, sehingga kedua bersaudara itu tidak mengenalnya.
“Ha ha ha!...”
“Cincin penyimpanan itu ambil buat kalian, aku tidak membutuhkannya. Saudara berdua tidak mengenaliku? Lantas bagaimana dengan dia?” ujar Gou Long sambil memperlihatkan si Imut Eira pada kedua bersaudara tersebut.
“Ooo.. Saudara Gou rupanya! Maaf kami sedikit sangsi karena penampilanmu dan wajahmu yang kau tutupi dengan dengan tanah liat.” Chung Bau Im yang menjawab Gou Long kali ini.
__ADS_1
“Saudara setelah sekian lama bercakap-cakap, kita juga belum mengenal satu sama lain.” Ujar Sang Kusir memotong ucapan kedua bersaudara itu.
Gou Long baru teringat mereka memang belum mengenal satu sama lain.