
Mendapatkan pukulan dengan telak dan terlempar sampai 10 langkah, membuat organ dalam Gou Long bergetar hebat. Wajahnya jelas terlihat pucat, Gou Long hampir saja memuntahkan darah sebesar kepalan tangan.
Beruntung pertahanan hawa murninya sangat kokoh. Kalau tidak, bisa saja nasib Gou Long akan sama seperti pengurus-pengurus yang dia pukul sebelumnya, antara hidup dan mati.
Gou Long menarik nafas dalam-dalam dan melancarkan kembali hawa murninya yang bergejolak. Dengan memperlihat sorot mata yang geram Gou Long berkata “Tadi aku ceroboh, sekarang aku tidak akan tertangkap lagi. Bersiaplah ini akan sangat ganas.”
Benar saja, setelah dia memperingatkan seperti itu. Dia langsung berdiri dengan kuda-kuda tempur, lalu memadatkan hawa murninya. Gou Long bergerak dan melepaskan dua buah pukulan Telapak Arhat, dengan dua jenis hawa murni yang berbeda.
Bayangan telapak besar tercetak di udara dan melesat cepat ke arah Penatua Mu Yuan saling susul menyusul, yang pertama hawa panas menyengat dengan warna perak pekat, sedangkan yang kedua berwarna putih kebiruan dengan membawa hawa dingin dan membekukan terhadap apa saja yang dilaluinya.
Penatua Mu Yuan tersenyum mendapatkan serangan seperti itu dari Gou Long, dia hanya menaikkan 5% dari jumlah tenaga dalamnya dan ikut membalas dengan pukulan Telapak Arhat pula, bayangan telapak dari pukulan yang dia lepaskan terlihat lebih besar dari yang dilepaskan Gou Long.
“Booomm!”
“Dhuaarr!”
Suara dentuman dan ledakan yang sangat besar terdengar dari adu pukulan tadi, debu mengepul tinggi. Gunung Naga bergetar dan bergejolak hebat, seperti Naga yang telah lama tertidur kemudian bangun lalu menggoyang-goyangkan badannya.
Murid-murid yang tingkat kultivasi di Ranah Bumi tahap awal sebagian pingsan karena getaran dan efek kejut dari ledakan beradunya puncak tenaga dalam tadi.
Ketika hiruk-pikuk dari adu tenaga dalam berakhir, Gou Long sudah tidak berada di tempat dia berdiri sebelumnya. Saat ini Gou Long sedang melesat tinggi ke atas.
Oey Gang yang pernah dua kali merasakan jurus Gou Long ini berteriak.
“Hati-hati! Dia akan membombardir Penatua Mu, dengan ratusan telapak hawa murni.”
Semua orang mendengar teriakan itu, namun semua orang keheranan baik penonton maupun Penatua Mu Yuan yang berada dalam kancah pertarungan.
“Apa mungkin seseorang bisa melepaskan puluhan atau ratusan telapak hawa murni dengan ketinggian seperti itu, sedangkan orangnya tidak memiliki landasan pijakan kaki?”
Sesaat kemudian, keheranan mereka terjawab sudah ketika Gou Long berkata dari ketinggian.
__ADS_1
“Dua telapak dengan hawa berbeda dapat kau atasi! Akan kulihat bagaimana kau mengatasi puluhan telapak dengan hawa berbeda.” Seringai iblis terlihat di wajah Gou Long ketika berkata seperti itu.
Setelah berkata Gou Long segera melepaskan injakan beruntun dengan hawa murni ke bawah, itu adalah Jurus Selaksa Telapak Raksasa.
Kali ini benar-benar dahsyat, ini terasa lebih dahsyat dari tadi, 20 puluh bayangan telapak kaki dengan membawa hawa yang berbeda turun dari ketinggian melesat cepat dan menekan Penatua Mu Yuan yang ada di bawahnya.
Wajah penonton memucat mereka semua dapat membayangkan kematian yang mengenaskan akan menimpa mereka bila pukulan itu di arahkan atas mereka.
Penatua Mu Yuan dengan sigap bergerak dan melepaskan Pukulan Tinju Meteor ke atas, yang mana pukulan itu memapak 5 dari 20 telapak hawa murni yang dilepas Gou Long. Sebenarnya mudah bagi penatua Mu Yuan untuk mengelak, namun demikian efek daya hancur yang sangat besar bisa menghancurkan bangunan yang ada di sekitarnya.
Patriak Song Ki dan 3 Penatua lain “Zhou Yun, Liu Kang, dan Yang Chen” yang melihat 20 bayangan telapak dari hawa murni tersebut ikut turun tangan dan masing-masing dari mereka membuyarkan 5 telapak.
Mereka semua berhasil membuyarkan dan memecah bayangan telapak tepat sebelum telapak itu menyentuh tanah. Entah berapa bangunan yang akan roboh seandainya telapak itu benar-benar akan menimpa tanah.
Melihat jurusnya sia-sia, Gou Long segera melesat turun dan bersalto indah di udara sebelum benar-benar menyentuh tanah dan berdiri dengan gagah di sana.
“Kau selamat karena bantuan dari Penatua lain...” ujar Gou Long.
Penatua Mu Yuan segera meningkatkan hawa tenaga dalamnya, peningkatan ini jelas terasa dan sangat menekan siapa saja yang berada dalam radius 100 meter, yang merasa tidak tahan, segera menyingkir.
“Ha ha ha!.. Apa kau masih bisa bernafas?” ejek Penatua Mu Yuan.
Memang benar saat ini Gou Long agak sedikit tertekan dan kesusahan dalam bernafas karena hawa tekanan yang di keluarkan oleh Penatua Mu Yuan yang besar.
Gou Long tidak menjawab, dia memforsir tenaga dalamnya dan berusaha melawan dengan keras. Dengan memaksakan diri, Gou Long berteriak keras “TRANFORMASI ROH!”.
Hawa tiba tiba berubah menjadi sangat dingin, cahaya yang berkedip di seluruh tubuh Gou Long terlihat lebih pekat. Wujud sosok Gou Long sendiri juga terlihat berbeda, saat ini perbawaannya seperti sosok orang tua yang telah hidup ratusan tahun.
Namun gambaran wajahnya masih seorang pemuda, tidak tampak guratan garis ketuaan sedikit pun, rambutnya yang terurai saat itu terlihat memutih semua seperti benang-benang perak, sorot mata yang bening dalam dan akan menghayutkan siapa saja yang menatapnya dengan lama.
Hawa panas dan dingin di sekitarnya saat ini meningkat 2 kali lipat. Namun perbawaan dingin terlihat lebih tebal.
__ADS_1
Dengan bertranformasi seperti itu, Gou Long berhasil melawan daya tekanan hawa murni yang dipancarkan oleh Penatua Mu Yuan, Gou Long bergerak cepat dan memanggil Pedang Peri Ilusi bersamanya.
Gou Long memainkan jurus-jurus dari Ilmu Pedang Angin dan Petir dan bisa menekan Penatua Mu Yuan yang masih bertangan kosong dengan Jurus Rajawalinya. Pedang Peri Ilusi memperlihatkan kualitas yang sesungguhnya, hawa pedang yang sangat dingin terasa menyesakan.
Pedang ini ketika di alirkan hawa dingin es menjadi sangat berbeda, warna biru dari pedang terlihat terang, perbawaan pedang yang dingin menjadi tambah dingin. Dengan pedang itu tekananan yang di berikan Gou Long pada Penatua Mu Yuan menjadi berlipat ganda.
“Bocah setan! Harus ku akui kau bisa menekanku sampai sejauh, tapi ini tidak akan bertahan lama...” geram Penatua Mu Yuan. Kemudian di kedua tangan Penatua Mu Yuan, entah sejak kapan telah terpasang sepasang artefak seperti sarung tangan yang berbentuk cakar burung.
Dengan artefak itu dia tidak segan menangkis dan mencengkram pedang Gou Long. Sekarang suasana pertarungan kembali berbalik, Gou Long yang tertekan dengan hebat, dia terus berusaha menghindar agar pedangnya tidak tertangkap oleh cengkraman cakar Penatua Mu Yuan.
Pertarungan memang sudah sampai pada puncaknya, kedua petarung sudah mengeluarkan semua teknik dan artefak rahasia masing-masing, yang kalah dan menang jelas sudah terlihat. Itu adalah Gou Long yang sudah sangat tertekan.
Lalu dia meraung keras tidak mau tertangkap atau terpukul.
Gou Long memaksa kan diri untuk mengelak dan menjauh, setelah bergerak dan berpindah beberapa kali dengan Teknik Memindah Jasad, akhirnya Gou Long berhasil keluar dari desakan Jurus-Jurus Cengkraman Rajawali milik penatua Mu Yuan.
“Saat ini aku jelas tidak akan bisa menang dari Penatua Mu, kalau ini terus kubiarkan aku pasti akan terbunuh karena kehabisan hawa murni, sebaiknya kubunuh saja si penyebab masalah dulu.”
Berpikir begitu, Gou Long melepasakan 3 buah Pukulan Telapak Arhat ke arah Penatua Mu Yuan, yang dibalas dengan keras oleh Penatua Mu Yuan, kualitas pukulan yang dilepas oleh Gou Long tadi jelas lebih kuat dari biasanya, apalagi Gou Long masih dalam wujud Tranformasi Roh.
Adu pukulan tersebut berefek seperti bencana alam yang sangat besar, penonton yang dari tadi bisa bertahan, saat ini ada yang memuntahkan darah karena getaran dan tekanan dari adu hawa murni tersebut.
Memanfaatkan kekacauan itu Gou Long bergerak dengan Teknik Memindah Jasad, sebelumnya dia telah mengunci posisi dari Siangkoan Hong. Dia bergerak cepat menotok kaku Siangkoan Hong dan menariknya di kerah.
Gerakan Gou Long sangat cepat sehingga tidak dapat dicegah oleh Penatua Mu Yuan dan Siangkoan Hong sendiri.
“Aku paling benci manusia-manusia seperti kau, yang menyebabkan masalah berkepanjangan untuk orang lain.” Ucap Gou Long, suaranya terdengar serak dingin dan menyeramkan bagi telinga Siangkoan Hong
Penatua Mu Yuan yang melihat Gou Long dalam posisi lengah, bergerak dengan cengkram Jurus Rajawali. Namun Gou Long sudah memprediksi ini akan terjadi, sambil tersenyum mengejek Gou Long berkata “Ilmu meringkan tubuhmu tidak akan bisa menggapaiku, ini adalah Teknik yang belum bisa kalian pahami.”
Setelah berkata seperti itu Gou Long langsung mengembangkan Teknik Terbang. Dengan masih menjinjing Siangkoan Hong dengan tangan kiri, Gou Long melesat tinggi.
__ADS_1