
"Ya dia adalah salah satu dari pria yang sering datang ke sini tapi bukan dia pria yang sering membawa buket bunga mawar ke makam almarhumah istri kamu" jawab pria penjaga makam.
Refan tersentak kaget. Dia ingat dia juga mencurigai seorang pria lagi. Refan segera meraih ponselnya dan membuka galeri di ponselnya, dia sengaja memilih foto dirinya bersama para sahabatnya.
"Pak coba lihat foto ini, adakah pria yang satu lagi di dalam foto ini?" tanya Refan.
Jantungnya berdetak sangat kencang. Dalam hatinya dia berdoa semoga dugaannya salah.
"Ada" jawab pria penjaga makam.
Seketika Refan lemas karena ternyata tebakannya benar dan apakah pria yang dia curigai adalah orang yang sama.
"Bisa Bapak tunjukkan yang mana laki - laki yang satu lagi sering berkunjung ke makam istri saya?" tanya Refan.
Bapak penjaga makam mendekatkan wajahnya ke arah ponsel Refan dan menunjuk ke arah ke wajah salah satu sahabat Refan yang ada di dalam foto itu. Refan menahan nafasnya, jantungnya berdetak tidak karuan.
Pria itu mengangkat tangannya, karena usianya sudah tua jari - jari tangannya bergetar ketika menunjuk ke arah gambar.
"Yang ini" jari tangan pria itu terhenti tepat di wajah Riko.
Refan semakin lemas. Benar tebakannya selama ini. Riko adalah salah satu pria yang selalu datang ke makam Renita. Refan kini mengingat kenangan mereka dulu saat mereka kuliah.
__ADS_1
Walau Renita tidak satu jurusan dengan mereka tapi karena Refan selalu membawa Renita ikut serta bersama mereka otomatis para sahabatnya juga dekat dengan Renita. Refan sering sekali membeli setangkai bunga mawar merah untuk diberikan kepada Renita dan Riko sering menemani Refan membeli bunga itu. Jadi sudah jelas kalau Riko mengetahui bunga kesayangan Renita.
Pria itu menatap kembali ponsel Refan.
"Mengapa pria itu foto bersama kamu? Apakah kamu mengenal pria itu?" tanya Penjaga makam.
Refan menundukkan kepalanya sambil mengangguk.
"Iya Pak saya mengenal pria itu bahkan saya mengenal kedua pria yang saya tunjukkan fotonya kepada Bapak" jawab Refan.
Pria itu melihat wajah Refan dengan kasihan.
"Lalu siapa pria yang satu lagi?" tanya pria itu.
"Pria itu adalah bos di kantor istri saya. Saya baru mengetahui hubungan mereka hari ini. Saat saya mengetahui kalau anak saya itu bukan anak kandung saya, saya mencoba mencari tau kebenarannya. Hari ini saya membongkar semua barang - barang istri saya. Saya menemukan buku diarynya. Di dalam buku itu, istri saya bercerita kalau dia menaruh hati pada bosnya dan mereka sering melakukan perjalanan ke luar kota bersama - sama. Saya menemukan foto mesra mereka di sebuah hotel dari handphone istri saya. Saya juga melihat di daftar kontak istri saya dia menyimpan nomor pria itu dengan sebutan My Love" jawab Refan dengan nada putus asa.
Hatinya benar - benar hancur saat menceritakan itu lagi. Pria tua itu memeluk baru Refan mencoba menenangkan.
"Apa yang harus saya lakukan Pak?" tanya Refan. Mata Refan memerah karena menahan air matanya tapi dia tidak berhasil. Baru kali ini dia bisa bercerita tentang hidupnya kepada orang yang baru dia kenal.
"Hati saya sangat sakit, saya ingin marah tapi dia.. dia.. sudah meninggal Pak. Saya ingin dendam dan mengumpatnya habis - habisan tapi istri saya melarangnya karena dia sudah meninggal. Istri saya menyuruh saya mengikhlaskan dan memaafkannya Pak karena itu akan mengurangi dosa - dosa almarhumah istri saya di alam kubur sana" ujar Refan.
__ADS_1
"Istri kamu benar. Kalau kamu menyalahkan dia itu akan memperberat dosanya. Dosa berzina, dosa mengkhianati suami, berbohong kepada suami, suami tidak ridho dan dia hamil anak dari pria lain. Dosanya sangat besar Nak. Dia adalah istri kamu sebelumnya, saya yakin kalau dulu kamu sangat mencintai istri kamu. Apakah kamu tega melihat dia tersiksa di kubur dan di akhirat? Mungkin melihat dia di siksa di dunia saja saya yakin kamu tidak akan tega apalagi kalau dia di siksa di alam kubur. Hidup di alam kubur sangat panjang nak waktunya. Bayangkan setiap hari setiap saat dia selalu di siksa, dia tidak pernah bisa tenang nak di alam sana. Setidaknya jangan perbanyak dosanya. Maafkan dia dan ikhlaskan mungkin itu bisa meringankan bebannya" nasehat pria tua itu.
"Tapi Pak... " ucap Refan.
"Bapak tau itu sangat sakit dan sangat berat. Mengetahui kalau putri yang selama ini kamu sayangi dan kamu urus ternyata bukan darah daging kamu. Wanita yang selama ini sangat kamu sayangi ternyata mengkhianati kamu. Bapak mengerti hancurnya hati kamu saat ini. Tapi hidup dalam amarah dan dendam tidak baik nak. Hidup kamu juga tidak akan tenang, kamu tidak bahagia dan dia di sana lebih tersiksa. Berdamailah terhadap sebuah masalah jika kamu tidak mendapatkan jalan keluar untuk menyelesaikannya. Mungkin dengan cara seperti itu perlahan - lahan kamu akan mendapatkan keikhlasan dan bisa memaafkannya. Seiring berjalannya waktu pasti kamu akan melupakannya apalagi tadi kamu katakan kalau saat ini kamu juga sudah menikah lagi dan dari cerita kamu tadi Bapak bisa menilai kalau istri kamu sekarang adalah wanita yang baik karena dia bisa memberikan nasehat kepada kamu agar kamu bisa memaafkan istri kamu yang sudah meninggal. Ambil hikmah dari perjalanan hidup kamu Nak. Dalam rumah tangga pasti masalah selalu ada, godaan dan bisikan setan tak pernah berhenti untuk merayu kita melakukan tindakan - tindakan yang di laknat Allah. Godaan dalam berumah tangga itu sangat banyak, bisa datang dari sikap dan sifat kalian berdua sebagai suami istri bisa juga dari sikap keluarga bisa dari godaan orang luar yang berusaha menjadi duri dalam daging didalam rumah tangga kalian. Sekarang kamu sudah menikah lagi, jadikan itu ilmu yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan rumah tangga kamu bersama istri kamu yang sekarang. Kalian harus saling menguatkan, harus saling menjaga. Menjaga kepercayaan diantara kalian, menjaga keutuhan rumah tangga kalian agar tidak tergoda dengan pihak ke tiga. Jangan juga karena luka masa lalu membuat kamu trauma pada istri kamu yang sekarang. Kamu jadi bersikap suka curiga dan cemburu tak beralasan. Memang dalam rumah tangga kecemburuan itu sangat perlu agar rumah tangga tetap utuh dan terjaga tapi cemburu buta juga sumber masalah. Cukup kamu bertindak dan bersikap sesuai dengn porsinya. Kamu pasti bisa menilai perbedaan antara istri kamu yang sekarang dengan istri kamu yang dulu. Mana dulu perbuatan kamu yang salah pada istri kamu yang dulu, kamu perbaiki kepada istri kamu yang sekarang. Belajarlah dari pengalaman rumah tangga kamu yang dulu" nasehat panjang pria tua itu kepada Refan.
Kata - kata pria tua itu sangat mengena di hati Refan. Rasanya langsung masuk ke dalam hati Refan dan dia ngerasa tenang mendengarnya.
"Apakah saya harus berhenti Pak?" tanya Refan.
"Kalau itu menurut saya jangan kamu hentikan. Kasihan anak kamu. Dia harus tau siapa Bapaknya dan Bapaknya juga harus tau kalau anak yang kamu besarkan itu adalah anak dia. Untuk mengelakkan kemungkinan yang terjadi kelak di masa yang akan datang nak" jawab Pria tua itu.
Refan menarik nafas panjang.
"Baiklah Pak, saya akan coba menenangkan diri saya dulu setelah itu baru saya akan kembali bergerak mencari kebenarannya dan mencari siapa ayah kandung dari anak saya" tegas Refan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1