Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 138


__ADS_3

Setelah selesai membaca doa untuk Bima. Kinan, Salman dan Refan berjalan meninggalkan makam. Mereka masuk kembali ke dalam mobil dan perlahan ke luar dari area parkir.


"Bima orang mana Nan?" tanya Refan.


Tiba - tiba saja Refan ingin tau tentang Bima.


"Mas Bima orang Jawa Timur Mas. Keluarganya semua ada di Surabaya" jawab Kinan.


"Jadi dia di sini sama siapa?" tanya Refan lagi.


"Mas Bima itu sendirian di sini, dia dulu kuliah di sini, terus keterima kerja dan seperti yang Mas ketahui. Dia bertemu aku dan kami menikah. Jadilah dia menetap di kota ini" jawab Kinan.


"Bima anak tunggal?" tanya Refan.


"Mas Bima punya dua saudara. Satu kakak dan adik. Tapi aku cuma kenal sama adiknya. Aku tidak pernah kenal atau bertemu Kakaknya" balas Kinan.


"Kenapa?" tanya Refan penasaran.


"Kata Mas Bima Kakaknya dulu pacaran dengan wanita beda agama. Keluarganya menentang tapi Kakaknya malah memilih lari dan pergi dari rumah. Itu membuat Papanya Mas Bima murka dan menyebutnya anak durhaka. Sejak saat itu semua orang di rumah dilarang membicarakan kakaknya itu. Semua foto, barang - barangnya dibuang bahkan namanya saja tidak boleh disebut " ungkap Kinan.


"Benarkah?" tanya Refan.


"Keluarga Mas Bima di kampung sangat terkenal dan dihormati Mas. Jadi apa yang dilakukan Kakaknya dianggap mencoreng nama baik keluarga. Papanya menganggap itu adalah aib keluarga yang sampai kapanpun harus di tutup rapat. Tidak ada yang berani mengungkitnya" jawab Kinan.


"Hubungan kamu dengan keluarganya bagus?" tanya Refan.


"Bagus, aku masih sering berkirim kabar pada mereka" balas Kinan.


Kinan melihat Refan tidak membawa mereka ke arah jalan pulang. Dia merasa heran akan hal itu.


"Lho kita mau kemana Mas?" tanya Kinan bingung.


"Mau ke rumah Bagus. Anaknya ulang tahun hari ini jadi dia undang kita untuk datang ke rumahnya. Katanya hanya teman - teman dekat saja" jawab Refan.


"Lho kamu kok gak bilang dari tadi? kita belum beli kado lho Mas" protes Kinan.


"Ini aku udah bilang, kadonya gampang itu Nan, kita beli saja di toko yang ada pinggir jalan menuju rumahnya" ujar Refan.


"Oh ya sudah kalau begitu" balas Kinan.


Tak lama kemudian mereka menemukan toko yang menjual perlengkapan anak - anak. Refan dan Kinan mampir sebentar membelikan kado untuk anaknya Bagus, sahabat Refan.

__ADS_1


Setelah selesai memilih mereka meminta kadonya di bungkus dengan kertas kado dan di hias cantik. Baru setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Bagus.


Disana ternyata para sahabat Refan lainnya sudah sampai. Refan bisa melihat mobil Romi, Riko dan Aril parkir di pekarangan rumah Bagus.


"Assalamu'alaikum... " ucap Refan dan Kinan ketika memasuki rumah Bagus.


"Wa'alaikumsalam.. Nah pengantin baru udah sampai" sambut Aril.


"Pengantin baru apaan, udah empat bulan kok masih baru" jawab Refan.


"Lho kan baru pulang honeymoon ke Bali selama seminggu. Apalagi tuh namanya kalau gak pengantin baru" balas Aril.


"Emangnya hanya pengantin baru saja yang boleh honeymoon Ko?" tanya Refan.


"Iya betul itu, aku juga mau honeymoon lagi biar Bayu punya adek lagi" sambut Bagus.


"Yu.. kode tuh" sindir Refan.


Ayu istrinya Bagus langsung tersenyum menanggapi ocehan para lelaki itu.


"Hai Nan.. apa kabar?" tanya Ayu.


"Alhamdulillah sehat" jawab Kinan.


"Salman kasih kadonya sayang untuk Bayu" perintah Kinan pada anaknya.


Salman mengikuti perintah Mamanya dan memberikan kado kepada Bayu anak Bagus dan Ayu. Setelah itu mereka bermain bersama.


"Lihat tuh mereka mainnya cuma berdua, kesepian kan?" ujar Bagus


"Tenang sebentar lagi mereka tidak akan kesepian lagi, nambah dua personil lagi" sambut Refan.


"Maksud kamu Kinan sekarang sedang hamil?" tanya Riko.


"Kembar?" tanya Bagus.


Refan tersenyum senang menjawab pertanyaan teman - temannya.


"Wah hebat kamu ya Fan.. bertahun-tahun menunggu akhirnya dapat anak juga langsung kembar lagi. Walau pernah kecewa tapi ternyata Allah memberikan yang lebih baik" ujar Bagus.


"Ka.. kamu tau?" tanya Refan.

__ADS_1


"Riko sudah bercerita kepada kami. Dan kami benar - benar tidak menyangka Renita bisa setega itu memperlakukan kamu hanb tulus mencintainya" jawab Bagus.


"Sudah lah Gus, gak udah di ungkit lagi. Semua sudah berlalu. Aku sudah bahagia dengan hidupku saat ini. Aku sudah mendapatkan Kinan plus Salman satu paket dan sekarang Kinan sedang mengandung anak - anakku. Aku sangat bahagia sekali saat ini" ujar Refan.


"Tapi kami lebih terkejut sekali ternyata Riko juga... " sambut Romi.


"Sudahlah.. gak usah kita bicarakan lagi. Riko juga sudah berjanji akan melupakan semuanya" potong Refan.


Bagus menepuk bahu Riko untuk memberikan semangat.


"Sudah saatnya serius bro.. tidak kah kalian melihat hidup aku dan Refan bahagia? Apakah kalian tidak ingin seperti kami?" tanya Bagus.


Riko menarik nafas panjang.


"Aku ingin serius tapi belum menemukan calonnya" jawab Riko.


"Salah gak kalau aku berharap dan berkeinginan mendapatkan wanita baik - baik seperti istri kalian?" tanya Riko.


"Lho gak salah Ko.. selama masih ada kesempatan untuk memilih kenapa nggak. Asal kamu berjanji ingin berubah dan tidak mengulang perbuatan kamu yang dulu - dulu" jawab Bagus.


"Kamu serius ingin mencari pendamping hidup?" tanya Romi.


"Seriuslah.. emangnya kalian berdua gak bosan apa, hidup begini - begini terus. Ketemu sama para wanita yang hanya menginginkan isi dompet kita atau wanita - wanita yang hanya ingin mendapatkan kepuasan sesaat saja. Aku ingin memiliki sebuah rumah dimana ada seorang wanita yang selalu setia menunggu kepulanganku. Mengkhawatirkan aku kalau aku telat pulang dan menemaniku menjalani hari - hari di masa yang akan datang" jawab Riko.


Romi dan Aril terdiam mendengar jawaban Riko. Sebenarnya mereka juga sudah merasakan hal yang sama tapi godaan surga dunia masih sangat sulit mereka tinggalkan.


"Itu yang aku rasakan ketika aku menikah dengan Kinan. Jika kita menikah dengan orang yang tepat dan benar, kita akan mendapatkan ketentraman dan kenyamanan hidup tapi jika kita mendapatkan orang yang salah kita akan mendapatkan sebaliknya" sambut Refan.


"Yah walaupun istriku belum berhijab seperti istri kamu Fan tapi sejak bertemu Kinan terakhir di rumah kamu, Ayu sudah mulai rajin beribadah dan mulai membeli baju - baju yang sopan. Aku semakin senang dan tenang. Beberapa kali dia mengajak aku untuk bertemu kalian tapi aku tau kamu sedang menghadapi masalah yang sangat serius. Jadi kami tidak ingin mengganggumengganggu" ungkap Bagus.


"Sekarang sudah selesai Gus. Semua sudah berakhir. Naila sudah dibawa Papa dan Mamanya Renita ke luar kota. Mereka pindah mungkin malu karena perbuatan Renita dulu. Aku juga sudah pindah ke rumah baru. Semua kenangan bersama Renita sudah aku kubur dalam - dalam. Rumah akan aku jual dan aku waqafkan atas nama Renita. Bagaimanapun dulu dia adalah istriku dan aku bertanggung jawab kepadanya. Aku harap dengan mewaqafkan rumah itu atas namanya dapat membantunya di sana. Bisa menghapus dosa - dosa yang telah dia lakukan" ungkap Refan.


Bagus menepuk bahu Refan untuk memberikan dukungan.


"Kamu memang pria yang baik Fan, walau kamu sudah tersakiti tapi kamu masih memikirkan keadaan Renita di sana" puji Bagus.


"Semua karena ada Kinan disampingku yang dengan kesabarannya sudah mengajak aku ke jalan yang benar" ungkap Refan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2