
"Apa Nan? Serius kamu? Jadi kamu dulu wanita yang dijodohkan dengan Mas Refan sebelum menikah dengan Renita?" tanya Ayu tak percaya.
Dia sangat terkejut mendengarkan perkataan Kinan barusan. Kinan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Wah gimana perasaan kamu ketika untuk kedua kalinya kamu di jodohkan kembali dengan Refan yang dulu sempat menolak perjodohan dengan kamu?" tanya Ayu penasaran.
"Awalnya aku memang menolaknya Yu tapi aku di desak oleh keluargaku dan juga Mamanya Mas Refan. Aku shalat istikharah dan mengadukan semuanya kepada Allah. Sampai pada akhirnya Naila sakit dan aku menjenguknya ke Rumah Sakit. Saat itu juga hatiku tergerak menerima lamaran keluarganya" jawab Kinan.
"Kamu wanita yang baik ya Nan. Menurut aku Mas Refan sangat beruntung mendapatkan istri seperti kamu. Sudah pintar masak, cantik, baik, solehah dan sayang lagi sama anaknya" puji Ayu.
"Ah biasa aja Yu, menikah kan menyempurnakan separuh agama, jadi anggap aja semua itu ibadah agar tidak ada keterpaksaan untuk menjalaninya" balas Kinan.
"Kamu sudah lama kenal dan akrab dengan teman - temannya Mas Bagus?" tanya Kinan.
"Sudah, sejak aku menikah dengan Mas Bagus aku di kenalkan dengan mereka. Waktu itu Mas Refan juga baru menikah dengan Renita. Selama ini yang aku lihat sih Mas Bagus dan Mas Refan yang paling akrab mungkin karena sama - sama sudah menikah kali. Kalau yang tiga itu masih single tapi pacarnya dimana - mana Nan" Mereka melirik ke arah suami mereka dan teman - temannya.
"Sering ngumpul seperti ini?" tanya Kinan.
"Mereka sih sering kalau aku jarang Nan. Awalnya aku sering di ajak Mas Bagus, Mas Refan juga bawa Renita tapi lama kelamaan Mas Refan sering datang sendiri Katanya Renita lagi sibuk atau sedang keluar kota. Akhirnya aku ya males ikut mereka lagi karena hanya aku sendiri perempuan" jawab Ayu.
"Oooh.. ternyata dulu Renita sibuk terus ya" sambut Kinan.
Pantes Mas Refan saat pertama kali menikah setiap aku layani makan atau siapkan pakaiannya dia terlihat seperti terkejut. Mungkin dulu dia jarang sekali di perlakukan seperti itu sama almarhumah Renita.
"Kamu kerja Nan?" tanya Ayu.
"Kerja. Aku PNS Yu" jawab Kinan.
"Wah enak donk jam kerjanya lebih santai dan tepat waktu. Kalau karyawan swastakan sering lembur seperti aku. Enak ya Nan kamu, jadi bisa ngurus rumah tangga. Pantas saja Mas Refan gendut seperti itu hidupnya lebih terurus sejak menikah dengan kamu" sambut Ayu.
"Ah kamu bisa aja Yu" balas Kinan.
"Eh Nan kamu pakai jilbab seperti itu Mas Refan gak komplain? Secara kan dulu Renita sering tampil sexy lho, pakaiannya yaah seperti itulah" tanya Ayu.
"Sejak dulu Mas Refan sudah tau kalau aku ini pakai jilbab. Makanya dulu saat perjodohan pertama kami batal ada selentingan yang mengatakan kalau Mas Refan menolak aku yaaah karena jilbabku ini. Aku kalah ganti dengan almarhumah istrinya dan lain sebagainya" Ungkap Kinan.
__ADS_1
"Trus setelah menikah dengan kamu dia gak masalah dengan jilbab kamu ini?" tanya Ayu.
"Gak masalah, aku pakai jilbab begini kan juga untuk ngelindungi dia juga Yu" jawab Kinan.
"Ngelindungi Mas Refan gimana Nan? Emangnya Mas Refan dalam bahaya?" tanya Ayu bingung.
"Wanita memakai jilbab untuk melindungi tiga laki - laki dalam hidupnya. Yaitu Bapaknya, suaminya dan saudara laki - lakinya. Nanti di akhirat mereka akan dipertanyakan tanggung jawabnya mengapa tidak menyuruh kita memakai jilbab" jawab Kinan.
"Oh ya? Aku baru tau lho Nan" jawab Ayu.
Kinan tersenyum lembut kepada Ayu. Dia mengerti mengapa Ayu tidak tau akan hal itu. Mengingat Ayu juga saat ini tidak memakai jilbab.
"Kapan - kapan kita ketemuan yuk Nan, aku mau belajar ilmu agama sama kamu. Kalau ikut pengajian aku masih belum pede" pinta Ayu.
"Boleh, kabari aja aku ya kapan kamu mau bertemu" sambut Kinan semangat.
Ayu juga terlihat semangat berteman dengan Kinan. Rasanya cepat banget akrab dan nyambung ngobrol dengan Kinan.
"Eh kamu bilang Mas Refan dulu tidak masalah kalau Renita berpakaian sexy dan berdandan kan?" tanya Kinan.
"Jadi tadi kenapa waktu aku dandan dia keberatan ya. Katanya aku gak perlu dandan tebal, cukup sederhana aja. Kok dia keberatan ya padahal sebelumnya Renita seperti itu dia tidak masalah?" tanya Kinan bingung.
"Kamu itu memang natural cantiknya Nan, luar dalam lagi. Mungkin karena itu Mas Refan lebih suka kamu yang tampil sederhana dari pada make up tebal kayak pakai topeng" jawab Ayu.
Kinan terseyum mendengarkan jawaban Ayu. Tapi mengapa dia masih merasa belum puas dengan jawaban Ayu.
"Eh tunggu sebentar Yu aku tadi buat cake untuk cemilan" Kinan berdiri dan melangkah ke dapur.
Tak lama kemudian Kinan membawa dua piring yang berisikan cake marmer yang dia buat tadi siang. Kinan meletakkan satu piring di meja ruang keluarga dan satu piring lagi dia antar ke teras samping tempat para lelaki sedang santai ngobrol.
"Di makan Mas?" ujar Kinan mempersilahkan.
"Kamu buat cake ini?" tanya Refan terkejut
"Iya, kemarin kan kamu gak ke bagian pas acara di rumahnya Mama. Jadi aku buat sekalian untuk menyambut teman - teman kamu" jawab Kinan lembut.
__ADS_1
Semua teman - teman Refan memperhatikan gerak - gerik Kinan dan Refan.
"Yuk dimakan cakenya. Kata Mamaku enak, aku juga belum pernah coba cake buatan Kinan ini" perintah Refan kepada teman - temannya.
Kinan kembali ke ruang keluarga duduk dan ngobrol bersama Ayu istrinya Bagus.
Refan dan teman - temannya mulai menyicipi cake buatan Kinan.
"Mmm... benar Fan cakenya enak" puji Riko.
"Dimana sih bisa dapat istri seperti Kinan itu lagi. Aku mau donk menikah kalau dapat istrinya seperti Kinan" timpa Aril.
"Halaaaah... dulu waktu di acara syukuran Kinan kamu sempat ledekin Refan bilang kalau pakaian Kinan kayak ibu - ibu pengajian" sindir Romi.
"Yah melihat hidup Refan berubah drastis seperti ini membuatku sadar wanita - wanita sexy di luar sana hanya bisa bersolek saja tapi gak bisa mengurus kita di rumah" jawab Aril.
"Siapa bilang istriku tidak sexy?" tanya Refan sambil tersenyum.
"Jadi dibalik pakaiannya itu ternyata Kinan sexy ya Fan?" tanya Aril.
"Itu rahasia perusahaan donk" balas Refan bangga.
"Waaah pantesan dia jadi bucin gini. Gak lihat apa dari tadi dia dikit - dikit lirik istrinya dan senyum - senyum sendiri. Buat aku iri dan pengen nikah" sambut Riko.
Refan semakin bangga kepada Kinan mendengar ucapan para sahabatnya.
Aku semakin yakin Nan dan semakin memantapkan hatiku untuk mencintai kamu. Akhirnya aku merasakan jatuh cinta lagi tapi entah mengapa perasaan cinta kali ini beda dengan cinta sebelumnya. Batin Refan.
Refan menatap dari kejauhan istrinya sedang ngobrol dengan Ayu dan dia tertawa lebar. Melihat Kinan tertawa seperti itu sontak membuat Refan tersenyum dan ikut bahagia.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1