Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 260


__ADS_3

"Bim.. Bim... " ucap Jelita terkejut.


"Jeli.." sambut Bimo tak percaya.


"Ya Allah kamu Bim.. beneran kamu, Bimbim?" ulang Jelita dengan wajah terkejut.


"Iya aku Jel, waah gak nyangka banget bisa ketemu kamu lagi" jawab Bimo.


Mereka saling berpelukan membuat semua yang melihat kejadian itu jadi terkejut. Terlebih Reni yang merasa cemburu walau itu kepada kakak kandungnya sendiri.


Enak aja Kak Jelita main peluk calon suamiku. Aku aja calon istrinya belum pernah dipeluk seperti itu. Batin Reni kesal.


"Eehm.. " tegur suami Jelita.


"Ah Bang maaf aku sepertinya kebablasan. Abang ingat Bimbim kan?" tanya Jelita kepada suaminya.


"Iya Abang ingat. Tapi kalian membuat semua yang disini terkejut dan penasaran dengan hubungan kalian. Sebaiknya segera diluruskan. Lihat wajah Reni cemberut gitu ketika kamu peluk - peluk calon suaminya" jawab Tagor suami Jelita.


"Ah iya aku lupa. Maafkan Mbakmu ini adikku sayang... kamu jangan cemburu ya karena Mbak sudah main peluk aja calon suami kamu. Habis si Bimbim ini makhluk langka yang sudah hampir punah. Sejak tamat kuliah langsung menghilang tanpa kabar berita. Sekalipun tidak pernah kami mendengar namanya atau kabarnya" ungkap Jelita tapi tentu saja Reni belum mengetahui hubungan Kakak sulungnya dengan calon suaminya.


"Maaf Jel, ceritanya panjang. Selama ini aku tinggal di Papua dan baru dua tahun terakhir ini aku keluar dari sana" jawab Bimo.


"Hei kalian malah bernostalgia. Ayo jelaskan dulu hubungan kalian pada Reni. dia sudah nunggu dari tadi" potong Tagor suami Jelita.


"Eh maaf.. maaf.. Kamu gak marah kan kalau Mbak bilang calon suami kamu ini alias Bimbim adalah mantan pacar Mbak sekaligus sahabat. Awalnya kami bersahabat karena teman - teman kampus suka menjodohkan kami akhirnya kami pacaran tapi ternyata rasa sayang kami hanya sebatas Sahabat. Mbak mencintai Bang Tagor dan Bimbim mencintai Elliah pacarnya setelah Mbak dan Bimbim putus" ungkap Jelita.


Reni hanya bisa tersenyum pahit.


"Maaf Ren, aku gak tau kalau kamu adalah adiknya Jeli. Kami hanya sebatas sahabat kok. Tidak ada hubungan apapun. Lagian Jeli juga sudah punya suami Tagor dan anaknya" ucap Bimo menjelaskan kepada Reni.


Bimo takut Reni marah, apalagi membatalkan pernikahan mereka besok.


"Gak apa - apa Mas, aku ngerti kok. Aku tau gimana cintanya Mbak Jelita sama Bang Tagor" ucap Reni.


Tapi aku juga tau gimana Mas cintanya sama Elliah istri Mas dulu. Batin Reni.


"Ooh syukurlah kalian ini membuat Mama takut saja" potong Bu Suci.


Bimo berpelukan dengan Tagor suaminya Jelita.


"Hay Bim, lama tak jumpa" sapa Tagor.


"Senang bertemu kamu lagi Gor" jawab Bimo.


"Ya sudah kalau begitu kita masuk ke dalam" ajak Refan.

__ADS_1


Suasana tegang kini sudah kembali mencair walau Reni belum bisa seceria semula. Bimo bisa merasakan perubahan sikap Reni itu. Reni selalu membuang tatapan matanya ketika mata mereka saling bertatapan.


Jelita merangkul bahu adik bungsunya.


"Hei setan cilik.. ternyata kamu sudah besar ya... besok akan menikah dengan si Bimbim. Beruntung banget kamu dapatin dia. Dia pria baik dek" ucap Jelita.


"Kalau dia baik kenapa Mbak dan dia putus?" sindir Reni.


Jelita akhirnya menyadari kalau adiknya itu masih dalam mode cemburu dan ngambek.


"Hahaha kamu masih marah ternyata ya..." goda Jelita.


Reni diam dan tak menjawab apapun kepada Jelita.


"Hei.. kamu mengertikan perasaan sayang sebatas sahabat dengan sayang karena cinta? Dengan Bimo aku tidak merasa jantung berdebar - debar dan panas dingin grogi saat bertemu. Aku hanya merasa nyaman dekat dengan Bimo. Hingga akhirnya Bang Togar datang aku merasakan perasaan yang berbeda. Jadi adikku yang cantik percaya deh Mbak tidak akan tertarik dengan calon suami kamu itu. Bang Togar masih membuat jantung Mbak berdebar - debar" ungkap Jelita.


"Apalagi kalau diatas ranjang. Besok kamu akan tau gimana rasanya jatuh cinta yang sebenarnya" bisik Jelita kepada Reni.


"Ih Mbak Jelita ini ada aja deh" balas Reni akhirnya.


"Hei Bimbim adik manisku ini ngambek. Rasain besok gak dapat jatah hahaha" canda Jelita dengan ceria menggoda Bimo dan Reni.


"Kamu sih suka banget godain calon istriku" balas Bimo.


"Tapi Jel jangan ajak calon istriku begadang ya.. besok dia jadi kurang tidur" potong Bimo.


"Tenang Boos" jawab Jelita.


Semua orang bisa melihat kedekatan Bimo dengan Jelita dan karena Tagor bersikap santai dan biasa saja tidak ada gelagat marah atau cemburu berarti hubungan Bimo dengan Jelita memang hanya teman biasa.


"Btw Hotel ini bagus ya" puji Tagor.


"Punya Bimo Bang" jawab Refan.


"Benarkah?" tanya Tagor terkejut.


"Kamu pemilik hotel ini Bim? Waah hebat banget ternyata kamu ya" sambung Tagor.


"Sepuluh tahun menghilang ternyata udah jadi orang kaya" sindir Jelita.


"Ah kalian bisa saja. Yuk aku tunjukin kamar untuk kalian" ajak Bimo.


Pelayan Hotel memberikan kunci kamar Jelita dan keluarga kecilnya yang terletak tepat disamping kamar Bu Suci dan kamar Refan.


"Kalian sudah makan?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Sudah" jawab Tagor.


"Kalau begitu kalian istirahat saja dulu. Nanti malam kita akan makan malam bersama dengan keluarga besar dan para sahabat. Sebentar lagi adik kandungku dan teman - teman yang lain juga akan sampai" ujar Bimo.


"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu nanti malam ya" Ucap Tagor.


Tagor dan anaknya Si Ucok, Jeta masuk ke kamar mereka. Sedangkan Jelita masih ingin bermain di kamar Refan dan Kinan untuk melihat ponakan kecilnya yang baru lahir.


"Aku mau lihat si kembar boleh?" tanya Jelita kepada Kinan.


"Silahkan Mbak, mereka tadi lagi bermain dengan Bibik di kamar" jawab Kinan ramah.


Kinan dan Jelita masuk ke dalam kamar sedangkan yang lainnya kembali ke kamar mereka masing - masing. Tapi Bimo mengajak Reni untuk keliling hotel miliknya.


"Kamu masih marah sama Mas?" tanya Bimo pada Reni.


"Sedikit" jawab Reni jujur.


"Jangan marah donk bidadari surgaku.. Kan kamu sudah dengar tadi dari Tagor kalau aku dan Jeli hanya sahabat lama" ujar Bimo.


"Tapi Mas punya panggilan sayang sama Mbak Jelita. Bimbim dan Jeli" ungkap Reni masih cemburu.


"Kita juga kan punya panggilan sayang berdua. Bidadari surga dan imamku" jawab Bimo sambil tersenyum.


Reni masih diam.


"Besok kalau kita sudah menikah aku akan tambah lagi panggilan sayang pada kamu" sambung Bimo sambil tersenyum menggoda.


"Apa Mas?" tanya Reni.


"Bidadari surgaku sayang" goda Bimo.


Reni tersenyum tertunduk, wajahnya semakin merah merona karena malu dengan godaan Bimo yang baru saja dia ucapkan.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers... selamat pagi.. Semoga dihari Jumat barokah ini kita semua senantiasa diberikan rezeki, kesehatan dan keselamatan. Aamiin...


Selamat membaca untuk kalian yang selalu setia mengikuti semua hasil karyaku. Jangan lupa vote, like, hadiah dan komentarnya ya..


Selamat berakhir pekan, semoga novelku bisa menjadi hiburan kalian. Terimakasih sudah mampir. 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2