
Malam itu Naila tidur dengan tenang dan nyenyak, mungkin dia tau kalau malam ini dia dijaga oleh Papa dan Mamanya. Mungkin juga karena seminggu ini dia terlalu lelah menangis dan lemah karena kekurangan cairan. Atau mungkin dia tidur nyenyak karena pengaruh obat yang disuntikkan di botol infusnya.
Kinan sengaja membuat alarm untuk pengingatnya memberikan Naila susu sesuai jadwal agar Naila tidak kekurangan cairan lagi dan semakin kuat.
Malam ini Kinan dan Refan dapat tidur dengan tenang di Rumah Sakit karena Naila tidak rewel. Sesekali mereka terbangun karena bergantian memberikan susu untuk Naila.
Refan tidur di tempat tidur yang disediakan untuk yang menemani menjaga pasien sedangkan Kinan tidur satu tempat tidur disamping Naila.
Naila tidur nyenyak dalam pelukan Kinan. Mereka berdua saling merindukan. Satu minggu tidak bertemu membuat keduanya merasa saling kehilangan.
"Sayaaang cepat sembuh ya. Kamu tidak akan kehilangan Papa ataupun Mama. Sampai kapanpun Papa dan Mama adalah orang tua kamu. Kamu jangan bersedih, Naila harus jadi anak yang kuat dan anak solehah. Naila hanya pindah tempat tinggal. Sekarang Naila tinggal bersama Opa dan Oma. Kapanpun Naila kangen kamu bisa kok bertemu Mama dan Papa. Cepat sembuh ya sayang, Papa, Mama dan Kak Salman sayang banget sama kamu" Kinan mengecup pipi Naila sebelum dia ikut tidur di samping Naila.
Refan yang belum tertidur dapat mendengar kata - kata Kinan dengan jelas. Dia semakin salut dan sayang kepada wanita ini.
Sungguh tulusnya hati kamu Nan. Kamu tidak pernah mengeluh ataupun membantah semua perkataan aku. Setiap apa yang aku putuskan pasti akan selalu kamu dukung. Aku sangat beruntung sekali mendapatkan istri sebaik kamu. Batin Refan sambil memandangi punggung Kinan dari belakang.
Mereka akhirnya tidur di rumah sakit malam ini. Padahal ini hari pertama mereka pindah di rumah baru mereka. Harusnya malam ini mereka bisa menikmati rumah, kamar bahkan ranjang baru di rumah mereka tapi tanpa mengeluh Kinan bersedia menemani dan menjaga Naila di sini.
Keesokan harinya Reno dan Talita datang ke rumah sakit untuk bergantian menjaga Naila. Wajah mereka tampak lebih segar dari kemarin. Mungkin mereka bisa beristirahat dengan tenang dan bisa tidur dengan nyenyak malam ini.
"Papa.. Mama... sudah datang?" tanya Refan.
"Sudah, kami tak ingin membuat kalian terlalu lama menunggu kami. Kalian juga kan butuh istirahat setalah semalaman menjaga Naila" jawab Reno.
"Naila tidak rewel kok Pak tadi malam. Dia baik budi sekali, tidak ada nangis dan juga kuat minum susunya" sambut Kinan.
"Oh syukurlah kalau begitu" balas Reno.
"Nan.. Fan.. ini ada Mama bawain sarapan untuk kalian. Silahkan di makan" ujar Talita sambil memberikan bungkusan kepada Kinan yang berisikan makanan untuk sarapan pagi mereka.
"Terimakasih Bu, udah repot - repot nyiapin semua ini" sambut Kinan.
"Ah tidak apa, hanya sarapan pagi saja kok" balas Talita ramah.
Kini sikap Talita sudah berubah kepada Kinan dan Refan. Sekarang dia sudah sangat ramah bahkan sudah menganggap Kinan sebagai keluarganya.
__ADS_1
Talita menghampiri Naila yang masih tidur nyenyak. Dia membelai lembut kepala Naila.
"Sayang Oma.. baik budi ya kata Mama malam ini. Naila jangan rewel ya, kita udah banyak repotin Mama Kinan dan Papa Refan. Naila harus cepat sembuh biar jadi anak yang cantik, sehat dan kuat" ujar Talita dengan penuh kelembutan.
Kinan dan Refan yang sedang sarapan merasa sedih dengan kata - kata Talita barusan. Sungguh mereka tidak merasa di repotkan dengan keadaan Naila saat ini karena mereka memang tulus menyayangi Naila.
Tak lama Dokter dan perawat datang untuk melihat keadaan Naila. Mereka memeriksa tubuh Naila pagi ini.
"Waah sangat pesan ini perkembangan cucu Bapak" ujar Dokter tersebut.
"Maaf ini siapanya pasien?" tanya Dokter itu kepada Refan dan Naila.
"Kami Papa dan Mamanya Dok. Maaf kami tidak ada saat Naila di rawat karena kami sedang di luar kota" jawab Refan terpaksa berbohong. Dia tidak ingin semua orang tau kisah hidup Naila. Biarlah itu menjadi rahasia keluarga mereka saja.
"Mungkin anak Bapak ini rindu sama Papa dan Mamanya" ujar Dokter.
"Iya, soalnya sudah seminggu kami tinggal ke luar kota. Dan di titip pada Opa dan Omanya" ujar Refan sedih.
"Yah beginilah Pak kehidupan sekarang, tuntutan pekerjaan yang terkadang mengorbankan anak - anak. Tapi sebisa mungkin anak Bapak dan Ibu di jaga dengan baik, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini" pesan Dokter.
"Pertahankan terus keadaan putri Bapak seperti ini ya. InsyaAllah dalam beberapa hari kedepan dia sudah bisa dibawa pulang ke rumah" ungkap Dokter.
"Alhamdulillah.. terimakasih Dok" jawab Refan.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Pak, Bu.. " ujar Dokter.
Dokter dan perawat akhirnya keluar dari ruangan Naila.
"Alhamdulillah Naila sudah semakin lebih baik" ujar Talita sambil terus menatap wajah cucunya yang masih terlelap.
"Iya Bu, Alhamdulillah banget ya.. " sambut Kinan.
"Kalau beberapa hari ini dia semakin membaik Bapak rasa Naila bisa segera pulang ke rumah" ujar Reno.
Tiba - tiba Refan ingat sesuatu.
__ADS_1
"Tapi Pak maaf.. aku dan Kinan hari jumat harus pergi ke Bali. Kami sudah pesan tiket" ucap Refan dengan wajah serba salah.
"Tak apa Fan lanjut aja. Bapak yakin sebelum hari Jumat Naila sudah sembuh dan bisa pulang" sambut Reno.
"Iya Pak, Bu.. Maaf ya kami tidak tau begini keadaannya. Kami bedua pergi ada sedikit urusan" ucap Refan sedikit berbohong. Gak enak rasanya kalau mau cerita ke Pak Reno dan Ibu Talita, dia dan Kinan mau pergi bulan madu berdua.
Reno tersenyum mengerti.
"Gak usah sungkan Fan kami mengerti kok. Kamu dan Kinan kan baru menikah dan selama ini selalu saja ada pengganggu. Sudah waktunya kalian pergi berdua sekalian honeymoon menikmati waktu berdua" ujar Reno.
"Terus anak kamu.. mmm.. siapa namanya?" tanya Talita.
"Salman Bu" jawab Kinan.
"Iya Salman. Siapa yang jaga di rumah?" tanya Talita.
"Ada Mama dan Papa saya Bu. Selama kami pergi. Kami sudah minta Papa dan Mama saya juga Mamanya Mas Refan untuk menginap di rumah kami jagain Salman" jawab Kinan.
"Enaknya kalau banyak yang jaga jadi rame. Salman juga pasti gak merasa kesepian" sambut Talita dengan nada sedih.
Kinan merasa gak enak dengan perkataan Talita yang terakhir.
"Naila juga banyak yang sayang kok Bu. Kapan - kapan kami akan main ke rumah Ibu untuk menjenguk Naila agar dia tidak merasa kesepian" ujar Kinan kepada Talita.
"Ehm.. kami punya rencana lain Fan, Nan setelah Naila pulang dari Rumah Sakit. Kami berencana akan membawa Naila tinggal di luar kota ini dan menetap di sana" ungkap Reno.
Sontak Kinan dan Refan terkejut mendengar perkataan Reno barusan.
"Na.. Naila akan dibawa keluar kota Pa?"...
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1