Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 172


__ADS_3

"Aku ingin memberitahu kepada kamu tentang kematian Bima. Bima meninggal bukan murni karena kecelakaan tetapi dia di bunuh" ungkap Bimo.


"Apa... itu tidak mungkin?" tanya Kinan terkejut.


Kinan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ja.. jadi Mas yang kirim pesan kepadaku?" tanya Kinan.


"Ya, aku yang mengirimnya kepada kamu" ungkap Bimo.


"Mengapa Mas berkata begitu. Apa Mas tau sesuatu tentang kematian Mas Bima sehingga Mas bisa mengatakan hal seperti itu?" tanya Kinan.


"Ya.. aku tau Nan, bahkan aku tau siapa yang membunuhnya" jawab Bimo sedih.


"Oh ya Allah.... " Mata Kinan kembali berkaca - kaca.


"Tolong ceritakan semuanya padaku Mas" pinta Kinan.


"Aku dan Bima bertemu di Bandung tanpa sengaja. Kami sudah lama tidak bertemu, sudah sembilan tahun tak pernah saling sapa, kirim kabar dan tidak bertemu. Saat itu kami berjanji untuk bertemu di luar kota Bandung karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Bima. Akhirnya kami memutuskan bertemu di Sukabumi. Kami bertemu di sebuah Restoran sekitar dua jam sebelum Bima balik ke Jakarta. Dan setelah itu Bima melanjutkan perjalanan ke Jakarta" ungkap Bimo.


"Pantas Mas Bima tidak masuk tol. Aku sempat heran, mengapa Mas Bima kembali ke Jakarta tidak melalui jalan tol" sambut Kinan.


"Bima bercerita kalau dia sudah menikah dan punya anak. Dia bilang istrinya bernama Kinan dan Putranya bernama Salman. Dia sangat bahagia memiliki istri seperti kamu. Dia menceritakan semua itu dengan penuh senyuman. Aku tau saat itu adikku benar - benar telah bahagia" ujar Bimo.


Kinan kembali meneteskan air mata ketika mendengar perkataan Bimo.


"Saat itu Bima bilang dia sedang dalam perjalanan dinas dari kantornya ke Bandung dan setelah pertemuan kami dia akan kembali ke Jakarta" sambung Bimo.


Bimo menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya. Bimo menatap wajah Kinan dengan perasaan yang tak bisa di lukiskan.


"Maaf Nan.. semua ini karena aku. Aku yang menyebabkan Bima terbunuh. Sebenarnya mereka mengincar aku, mereka mengikuti kemanapun aku pergi. Saat itu mereka melihat Bima masuk ke luar Restoran mereka mengikutinya dan akhirnya Bima kecelakaan dan mobilnya jatuh kejurang. Mungkin mereka mengejar Bima dan menabrak mobilnya" ungkap Bimo.

__ADS_1


Air mata Kinan semakin deras ketika mendengarkan penuturan Bimo tentang kejadian kecelakaan almarhum suaminya.


"Aku saat itu tidak tau kalau mereka salah target dan aku kembali ke Bandung. Alangkah terkejutnya aku ketika melihat berita tentang kecelakaan yang mengakibatkan kematian Bima. Maafkan aku Nan.. maaf kan aku.. saat itu aku berjanji, aku akan bertanggung jawab kepada kamu dan Salman. Aku akan melanjutkan tugas Bima untuk menjaga kalian" ungkap Bimo.


Braaaak...


"Maaf saya tidak bisa terima semua perkataan Anda. Saat ini Kinan dan Salman sudah menjadi tanggung jawab saya. Jadi Anda tidak perlu lagi menggantikan posisi Bima. Lagian Kinan dan Salman bukan barang yang bisa dioper atau diganti kepemilikan. Kinan adalah istri saya dan Salman juga sekarang sudah menjadi anak saya" ucap Refan yang tiba - tiba masuk ke dalam ruang kerja Kinan bersama Fadlan.


"Ma.. Maaas.. kamu kok bisa ada di sini?" tanya Kinan bingung.


Bimo berdiri menyambut kedatangan Refan.


"Maaf bukan seperti itu maksud saya, saya hanya ingin melindungi mereka karena kematian Bima adalah tanggung jawab saya. Kalau bukan karena saya, Bima pasti tidak akan mati. Saya ingin membuktikan bahwa kematian Bima adalah sebuah pembunuhan" tegas Bimo.


"Kalau untuk membuktikan tentang kematian Bima saya tidak masalah karena itu memang tanggung jawab kamu. Kamu yang mengetahui alasan mengapa Bima di bunuh" ujar Refan.


"Maaf Mas apa alasan sampai Mas Bima terbunuh?" tanya Kinan.


"Istriku meninggal karena kecelakaan dua tahun yang lalu. Delapan tahun pernikahan kami, kami tidak mempunyai keturunan. Keluarganya menyalahkan aku atas kematian istriku karena menurut mereka aku yang merencanakan kematian istriku karena saat kecelakaan dia memakai mobilku. Mereka pikir aku sengaja merencanakan kematian istriku karena aku ingin menguasai semua harta kami. Polisi sudah memeriksa semuanya dan aku tidak terbukti bersalah. Semua murni karena kecelakan tapi mereka tetap tidak terima. Semua usahaku di Papua mereka hadang dan hancurkan dan selama dua tahun ini aku di kejar dan di teror ingin dibunuh " ungkap Bimo.


Dia tidak menyangka nasib Kakak kembar almarhum suaminya setragis itu tapi yang lebih tidak Kinan sangka almarhum suaminya sudah menjadi korban atas kehidupan Kakak kembarnya.


"Maaf kalau beberapa bulan ini aku seperti menyembunyikan diriku dari kalian karena aku masih memastikan apakah mereka masih mengintai dan mengikutiku. Aku sudah lama mencari kamu Kinan dan aku tidak menyangka kalau kamu begitu cepat menikah lagi. Setelah enam bulan kematian Bima kamu sudah menikah lagi" ujar Bimo.


"Itu hak Kinan, dia menikah lagi atau tidak itu haknya. Anda tidak perlu mencampurinya. Kami menikah juga sah, Kinan sudah melewati masa indahnya bahkan orang tua Anda saja menyetujui pernikahan kami" bela Refan.


"Aku ingin memastikan kamu dan Salman dalam keadaan baik - baik saja. Dan aku juga ingin memberitahu kalian tentang kematian Bima. Makanya aku muncul setelah memastikan semuanya aman. Agar kamu dan Salman tidak terseret dalam masalah ini" ungkap Bimo.


"Maaas" Kinan menatap suaminya.


Refan segera menggengam tangan Kinan untuk memberikan kekuatan

__ADS_1


"Tapi Anda datang di saat yang tidak tepat, saat ini Kinan sedang hamil. Kehadiran Anda sempat membuat Kinan stres bahkan dia pernah pingsan karena pesan yang Anda kirim" ujar Refan geram.


"Maaf.. maafkan aku.. Aku harus memberitahu kalian secepatnya karena kalau semakin lama semua ini di ungkap aku takut akan sulit untuk memecahkan penyebab kecelakaan Bima" jawab Bimo.


Kinan kembali duduk di sofa, tubuhnya terasa sangat lemas karena shock mendengar semua cerita Bimo. Refan terus menggenggam tangan Kinan dan berusaha memberikan kekuatan.


"Maaf bolehkah saya meminta satu permohonan kepada kalian?" punya Bimo.


"Apa yang ingin kamu pinta?" tanya Refan.


"Izinkan aku bertemu dengan Salman. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Bagaimanapun dia anak dari adik kandungku. Walau kami tidak pernah bertemu sebelumnya tapi aku sangat menyayanginya. Saat aku bertemu dengan Bima sebelum kematiannya dengan penuh bahagia dia berjanji akan mempertemukan aku dengan Salman putranya" pinta Bimo.


Wajah Bimo tampak sangat berharap, dia menatap wajah Kinan dan Refan bergantian. Tatapan meminta dan memohon kepada Kinan dan Refan.


Refan dan Kinan saling tatap. Jujur semua ini masih sangat mengejutkan bagi Kinan. Sebenarnya Kinan belum bisa berpikir secara jernih karena kondisinya yang masih Shock.


Refan mengetahui keadaan Kinan saat ini. Tidak ada alasan Refan untuk menolak permintaan Bimo karena dari ikatan darah Bimo mempunyai hak untuk bertemu dengan Salman.


Refan menarik nafas panjang, masih sambil menggenggam tangan Kinan dengan lembut.


"Baik kami akan mempertemukan Anda dengan Salman"...


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers... masih kepo kan dengan kelanjutan perbikahan Kinan dan Refan. Jangan lupa baca terus novel ini ya.


Dan boleh donk aku minta like, koment, vote juga hadiahnya agar lebih semangat aja nulisnya.

__ADS_1


Selamat menikmati buat kalian semua pecinta novel.


Terimakasih..


__ADS_2