
"Alhamdulillah kelihatan.. Nah selamat ya Pak.. Bu.. anak kaliaaaaaan... sepasang ini" ungkap sang Dokter gembira
"Alhamdulillah... sayang sepasang" sambut Refan kepada Kinan.
"Iya Mas.. Alhamdulillah" jawab Kinan.
Refan sangat senang sekali. Kini keluarganya semakin lengkap. Dia juga sangat senang mempunyai anak yang lengkap. Walau Salman memang sudah dia anggap seperti anak sendiri tapi dikaruniai anak kembar laki - laki dan perempuan membuat Refan semakin merasa lengkap.
"Pa adeknya cowok atau cewek?" tanya Salman yang masih bingung.
"Dua - duanya sayang" jawab Refan sambil mengelus kepala Salman.
"Waah adek Salman ada Prince dan Princess nya donk?" tanya Salman lagi.
"Iya Kakak Salman" jawab Kinan lembut..
"Asiiiiik... aku punya adek lagi seperti perempuan seperti Naila dan aku juga punya adek laki - laki untuk teman bermain" Salman lompat - lompat sangkin senangnya.
Refan menggenggam tangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih ya sayang" Mata Refan tampak berkaca - kaca.
"Maaas aku kan cuma menampung, kan kamu yang menitipkan keduanya di rahim aku" jawab Kinan tersenyum.
Refan membalas senyuman Kinan.
"Alhamdulillah.. ya Allah" ucap Refan berkali - kali.
"Ada keluhan lain Pak, Bu?" tanya Dokter.
"Tidak ada. Cuma saya mau tanya lagi Dok untuk memastikan. Kalau sedang hamil apa tidak masalah si Ibu pingsan. Kemarin saat istri saya pingsan saya sangat takut sekali?" tanya Refan khawatir.
"Kalau Ibu pingsan yang kita khawatirkan adalah benturan Pak. Karena Ibu pasti akan jatuh dan kita tidak tau bagaimana posisinya saat jatuh pingsan" jawab Dokter.
"Kemarin memang langsung saya tangkap Dok, sehingga istri saya tidak terbentur apapun" balas Refan.
"Syukurlah. Kalau bisa saat pingsan segera di sadarkan jangan terlalu lama bisa berbahaya untuk janin dalam kandungan. Ingat ya Bu, jangan terlalu kelelahan dan banyak pikiran. Nanti saya akan kasih resep untuk Ibu berupa vitamin untuk bayi juga vitamin tambah darah untuk Ibu. Buat Bapak, usahakan jaga Ibu dan kalau Ibu sering pingsan saran saya Ibu jangan dibiarkan sendirian. Setidaknya ada yang menemani kalau terjadi hal seperti itu lagi" pesan Dokter.
"Baik Dok akan saya ingat. Terimakasih" sambut Refan.
Setelah dokter selesai memeriksa kondisi Kinan dan bayinya mereka dan memberikan resep vitamin untuk Kinan. Mereka keluar dari ruang praktek Dokter yang terletak di sebuah Rumah Sakit.
Refan menggenggam tangan Kinan sambil kembali ke mobil mereka.
"Papa.. Mama... kita jalan - jalan dulu yuk" rengek Salman.
"Kamu mau jalan - jalan kemana sayang?" tanya Refan.
"Aku mau main" jawab Salman.
"Mas kita cari tempat makan yang bisa juga untuk tempat main Salman aja ya sekalian. Aku juga lapar nih" usul Kinan.
"Baiklah kalau itu keinginan kalian berdua. Kesayangannya Papaaaa" sambut Refan.
__ADS_1
Kinan tersenyum mendengar jawaban Refan. Sedangkan Salman udah melompat kegirangan.
"Horeeeee... ayo kita jalan - jalan dan makaaaaan" teriak Salman.
Refan tertawa melihat tingkah Salman. Dia segera menyalakan mobilnya dan melaju meninggakjant Rumah Sakit. Refan segera menjalankan mobilnya ke sebuah Restoran yang memiliki arena bermain untuk anak - anak.
Sesampainya di Restoran Salman tampak sangat antusias sekali dan sudah tidak sabar untuk bermain. Mereka segera keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam Restoran.
"Mama, Papa aku main ke situ ya" pinta Salman sambil menunjuk ke arena bermain.
"Boleh sayang" jawab Refan.
Salman segera berlari ke arena bermain sedangkan Kinan dan Refan memilih meja makan mereka yang tak jauh dari arena bermain tersebut.
Pelayan datang untuk menawarkan kepada mereka makanan yang apa yang akan di pesan. Kinan memesan makanan yang dia inginkan begitu juga dengan Refan. Tak lupa Kinan juga memesankan makanan untuk putranya Salman.
Tak lama kemudian makanan mereka sudah selesai di sajikan. Kinan memanggil putranya untuk berhenti bermain dan kembali ke meja mereka.
"Sayang udahan mainnya, kita makan dulu yuk" ajak Kinan.
"Iya Ma.. " sambut Salman.
Salman berlari menuju Mama dan Papanya duduk kemudian mereka mulai makan bersama.
"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Refan kepada Salman.
"Mmmmm mau beli makanan Pa" jawab Refan.
"Makanan apa lagi sayang. Sekarang kita kan udah makan?" tanya Refan.
"Ooo Mas kira di mau makan di tempat lain lagi" sambut Refan.
Refan mengelus lembut rambut Salman.
"Makan yang banyak ya biar cepat besar. Kan sebentar lagi Kakak Salman adek dua" ujar Refan.
"Oke Pa. Aku mau makan yang banyak bjar nanti bisa jaga adek" sambut Salman.
Refan dan Kinan tersenyum melihat tingkah lucu Salman. Tak lama kemudian mereka sudah selesai makan dan Refan juga sudah membayar tagihan makan malam mereka.
Refan, Kinan dan Salman melanjutkan perjalanan mereka menuju sebuah supermarket besar di kota itu.
Mereka bertiga turun dari mobil kemudian masuk ke dalam supermarket. Refan menarik sebuah troli dan Salman naik di atasnya. Kebiasan Salman kalau masuk ke sebuah pusat perbelanjaan yang memakai troli.
"Mama beli permen donk" pinta Salman.
"Boleh tapi harus rajin sikat gigi ya, biar giginya tetap bagus gak ada kumannnya" sambut Kinan.
"Okey" jawab Salman.
Kinan mengambil beberapa permen.
"Apalagi?" tanya Refan.
__ADS_1
"Coklat Papa" pinta Salman.
"Lalu?" tanya Refan lagi.
"Itu Papa" Salman menunjuk ke arah makanan ringan dan jajanan lainnya.
Refan dan Kinan hari ini sangat memanjakan Salman. Mereka mengabulkan semua permintaan Salam. Membuat Salman semakin senang.
Setelah semua makanan yang Salman mau di ambil mereka segera membayarnya di kasir.
"Sudah semua kan?" tanya Refan kepada Kinan dan Salman.
"Gimana Sal?" Kinan tersenyum menatap putranya.
"Sudah Ma, Pa" jawab Salman.
"Kamu senang?" tanya Refan.
"Seeeeeenang sekaliiii" ucap Salman sedikit berteriak.
"Ucap apa sayang?" tanya Kinan.
"Alhamdulillah.. terimakasih Papaaaa.... terimakasih Mamaaa" jawab Salman.
Refan tersenyum dan membelai lembut kepala Salman.
"Anak pintar. Sama - sama sayang" balas Refan.
"Sekarang kita sudah bisa pulang?" tanya Kinan kepada Salman dan Refan.
"Sudaaaaah" jawab Salman dan Refan kompak. Membuat Kinan tertawa melihat tingkah anak dan suaminya itu.
Refan mendorong troli yang berisikan belanjaan mereka ke dekat mobil dan memasukkan satu persatu bungkusan belanjaan mereka ke dalam mobil.
Kinan dan Salman sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu dan kini sedang menunggu Refan menyusun semua belanjaan mereka.
Setelah selesai Refan segera masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil tapi saat mobil mereka hendak berjalan tiba - tiba Salman berteriak.
"Pa.. Papaaa" teriak Salman.
"Ya Sal. Kenapa kamu manggil Papa teriak - teriak seperti itu. Papa di sini kok" jawab Refan lembut.
Refan dan Kinan melihat Salman ke arah belakang.
"Pa.. Papa.. Papa Bimaaaa" teriak Salman lagi sambil menunjuk ke arah seseorang di luar sana.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers setia novel saya.. Dukung terus novel ini ya agar saya lebih semangat.
__ADS_1
Jangan lupa berikan like, koment, vote dan hadiah kalian.
Terimakasih