
Refan terbangun karena mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Tangannya meraba tempat tidur tapi dia tidak menemukan keberadaan Kinan di sampingnya.
Setelah pertarungan mereka yang pertama terjadi kecelakaan sedikit. Lidah Refan keplintir menyebut nama Renita yang membuat Kinan menangis karena sakit hati.
Jelas saja dia sakit hati, wanita mana yang tidak terluka saat dia sudah di sanjung dengan perlakuan lembut yang membuat dia melambung tinggi seketika itu juga di hempaskan ke bumi dengan cara Refan menyebut nama alm. istri pertamanya.
Tapi hikmahnya mereka jadi bisa membahas tentang pernikahan mereka dan berjanji untuk memulai rumah tangga mereka dengan keterbukaan, rasa percaya dan mencoba melupakan masa lalu mereka berdua.
Bukan benar - benar melupakan seseorang yang pernah ada di hati mereka yang kini telah diambil Allah selama - lamanya tetapi menyimpan kenangan mereka dan menguncinya di dalam hati mereka yang terdalam.
Saling menghargai dan sama - sama mendidik anak - anak mereka secara disiplin baik itu jadwal berkunjung Oma dari pasangan mereka yang pertama. Dan juga mendidik anak - anak mereka menjadi anak - anak yang soleh dan solehah dan mandiri.
Setelah sedikit pertikaian air mata mereka melanjutkan pertarungan mereka yang lebih indah dari yang pertama. Refan membenahi dirinya dengan tidak lagi menyebutkan nama Renita dalam pertarungan cinta mereka di atas ranjang. Sampai akhirnya mereka kelelahan dan tidur saling berpelukan.
Kini saat bangun di pagi hari, Refan di suguhi pemandangan yang sangat mempersona. Kinan mandi hanya menggunakan pakaian dalamnya saja sebagai basahan dia mandi. Tapi Refan bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh istrinya itu. Benar - benar menggoda.
Refan merasa seperti kembali merasakan malam pertama di pernikahannya yang pertama. Jiwa remajanya kembali bangkit dan ingin terus mendekap tubuh Kinan erat.
Kalau tak ingat mereka sudah melakukannya dua kali malam ini rasanya Refan ingin kembali bergabung dengan Kinan di kamar mandi. Tapi dia takut Kinan masih merasa terpaksa melayaninya karena ingat tugasnya sebagai seorang istri.
Refan ataupun Kinan belum ada membicarakan perasaan mereka masing - masing. Tadi malam mereka sama - sama terbuka kalau mereka masih sama - sama belum bisa melupakan pasangan mereka sebelumnya.
Mereka hanya berjanji untuk menjalani hubungan rumah tangga ini dengan serius dan berusaha untuk melupakan mereka yang telah pergi secara perlahan - lahan.
Refan tidak ingin terkesan memaksa, jadi dia harus pasrah dan harus menahan hasra*nya yang bangun hanya karena melihat Kinan sedang mandi.
Lagi - lagi Refan memuji bentuk tubuh Kinan yang selama ini tidak pernah dia bayangkan ternyata sangat - sangat menarik. Semua perkataan teman - temannya salah tentang wanita berhijab yang menyembunyikan lekuk tubuhnya dari pandangan pria.
__ADS_1
Refan malah bangga terhadap Kinan. Karena hanya dia sendiri yang bisa menikmati indahnya tubuh Kinan di balik pakaiannya yang serba besar. Tidak ada pria lain yang pernah melihatnya kecuali almh. suami pertama Kinan dulu.
Walau Refan adalah orang kedua yang telah melihat dan menyentuh tubuh Kinan tapi Refan tidak merasa sakit hati karena memang seperti inilah pertemuan jodoh mereka.
Dulu dia memang pernah akan menikah dengan Kinan tapi gagal dan baru sekarang baru bisa terlaksana. Refan menerima kenyataan ini dengan lapang dada. Bahkan sekarang sedikit demi sedikit Refan sudah mulai merasa bersyukur telah menikah dengan Kinan.
Kinan tipe wanita yang suka menyelesaikan masalah dengan cara terbuka berbeda dengan Renita yang suka memaksakan kehendaknya dengan bermanja atau malah dia ngambek seharian sehingga Refan lah yang selalu mengalah.
Dalam menyelesaikan masalah Kinan suka mengajak Refan berfikir logis dan dapat diterima oleh logika sedangkan Renita selalu terbawa perasaan.
Renita memang wanita yang sangat manja karena dia adalah anak tunggal di keluarganya. Kedua orang tuanya memang sangat memanjakan Renita sehingga Refan juga di tuntut oleh mantan mertuanya itu untuk tetap memanjakan Renita seperti mereka memanjakannya.
Dulu Refan tidak mempermasalahkannya tapi kini Refan merasa kalau perbuatannya dulu salah. Harusnya sebagai kepala keluarga dia harus bisa mendidik istrinya untuk selalu manut kepada semua perintahnya dan harus merawat dan melayani juga menghotmatinya sebagai seorang suami.
Kinan keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobenya. Wajahnya memerah karena mendapati suaminya sedang menikmati melihatnya mandi di dalam kamar mandi transparan.
"Iya.Sebenarnya aku ingin bergabung dengan kamu mandi bersama tapi aku takut kebablasan dan mengulang pertarungan kita yang ke tiga. Aku ingat kamu masih capek kan lagian pagi ini kita akan pulang ke rumah. Anak - anak di jaga oleh para Opa dan Omanya. Aku takut mereka kewalahan menjaga anak - anak kita" jawab Refan.
Seketika wajah Kinan merona karena mendengar jawaban Refan yang terlalu terbuka itu.
"Ya sudah Mas mandi sana, sebentar lagi adzan subuh. Kita shalat berjamaah" ajak Kinan. Kinan sengaja mengalihkan pembicaraan mereka karena merasa sangat malu kepada Refan.
"Kalau kamu malu karena sudah aku tonton kamu mandi, kamu bisa kok membalasnya dengan menonton aku mandi juga" sambut Refan.
"Apaan sih Mas ini" elak Kinan.
Refan tersenyum melihat wajah Kinan yang sudah merah merona. Dia berjalan menuju kamar mandi sedangkan Kinan menyibukkan dirinya dengan menyiapkan pakaian shalat suaminya tadi malam.
__ADS_1
Tak lama Refan selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Mereka lalu melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Satu lagi yang Refan syukuri menikah dengan Kinan membuat dia semakin dekat dengan Allah. Kinan selalu mengingatkan dan mengajaknya untuk shalat berjamaah. Kinan sering menanamkan ilmu agama dalam mendidik anak - anaknya.
Seperti saat menggendong Naila, Kinan selalu bersenandung dengan menyanyikan shalawat atau bertilawah. Membuat Refan jadi lega dan tenang meninggalkan putrinya dalam pengawasan dan didikan Kinan.
Naila juga terlihat sangat suka di gendong Kinan terlihat saat Naila menangis dan Kinan menggendongnya Naila langsung terdiam dari tangisnya. Naluri anak - anak tidak akan pernah berbohong. Jika seseorang tidak menyukai mereka maka mereka akan terus meronta dan menangis. Kalau Naila diam itu artinya dia memang menyukai Kinan yang tulus menyayanginya.
Pagi hari sekitar jam delapan pagi pelayan hotel datang membawakan sarapan pagi plus pakaian untuk mereka berdua. Setelah selesai sarapan mereka kembali ke rumah.
"Lho kok cepat banget pulangnya. Jadwalnya kan sampai sore" ucap Papa Kinan.
"Kami kangen sama anak - anak Pa" jawab Kinan.
"Kengen apa gak betah?" selidik Suci, Mama Refan.
"Maksud Mama?" tanya Refan penasaran.
"Kalian gak bertengkar kan tadi malam? atau pisah ranjang seperti yang kalian lakukan di rumah ini?" desak Mama Kinan.
"A.. apa maksud Mama?" tanya Kinan terkejut.
Mengapa Mamanya bertanya seperti itu? Apakah mereka mengetahui rahasia pernikahan Refan dan Kinan selama dua minggu usia pernikahan mereka?
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG