Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 352


__ADS_3

"Bagaimana Ai? Apa kamu mau aku ajak ta'aruf?" tanya Salman.


Aisyah bingung harus berkata apa, dia masih tidak percaya Salman mengajaknya ta'aruf. Hal yang sangat dia inginkan sejak dulu hanya saja dia tidak tau dan tidak berani untuk memulainya.


Bagi Aisyah, Salman hanyalah sebuah impian yang sulit digapai. Pertemuannya dengan Salman baru - baru ini saja sungguh tidak pernah dia bayangkan selama ini.


Mengetahui Salman juga masih single sebenarnya mulai membuat benih - benih sebuah harapan mulai berkembang di hati Aisyah. Tapi tetap saja Aisyah gadis yang pemalu.


Lebih baik nama Salman yang sering dia sebut dalam doanya. Meminta pada Sang Maha Berhak atas semuanya di dunia ini. Ternyata doanya di dengar dan dikabulkan.


Hanya saja Aisyah belum mempunyai kekuatan dan bingung harus memulai dari mana.


"Ma.. maaf Sal, ini sangat tiba - tiba sekali. A.. aku belum bisa menjawabnya saat ini" jawab Aisyah.


Salman menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Karena dia tidak bisa konsentrasi saat berkendara sambil berbicara serius kepada Aisyah.


Salman menarik nafas panjang.


"Baiklah... Aku kasih kamu waktu satu hari ya.. aku harap kamu mau mempertimbangkan niat baik aku ini" ucap Salman.


"I.. iya.. nanti aku akan bicara dulu pada kedua orang tuaku. In.. InsyaAllah besok aku akan kasih keputusan pada kamu" jawab Aisyah.


"Terimakasih Ai.. kamu sudah mau mempertimbangkan permintaan aku ini. Bisa kita lanjutkan perjalanan kita ini?" tanya Salman.


Aisyah hanya sanggup mengangguk pelan. Dia masih belum bisa menetralkan detak jantungnya yang tak karuan saat ini.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Ai - Ai Butik. Salman menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk ke Butik.


"Terimakasih ya Sal udah anterin aku" ucap Aisyah.


"Itu sudah kewajibanku Ai.. Maaf ya aku tidak bisa singgah lagi karena aku mau lanjut ke kantor" sambut Salman.


"Iya, gak apa - apa Sal. Hati - hati ya" balas Aisyah


Salman tersenyum lembut.


"Jangan lupa Ai, aku masih menunggu kabar dari kamu besok. Aku tunggu ya.. aku harap kami memberi kabar gembira" ungkap Salman


Aisyah hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman.


"Aku turun ya Sal, Assalamu'alaikum" ucap Aisyah.


"Wa'alaikumsalam" jawab Salman.


Aisyah turun dari mobil Salman dan berjalan masuk ke Butik nya. Sedangkan Salman melanjutkan perjalanan menuju kantornya.

__ADS_1


Begitu sampai di ruang kerjanya Aisyah langsung duduk lemas di sofa yang ada di ruangannya. Aisyah meraba dadanya yang masih berdebar kencang.


Ya Allah... benarkah apa yang terjadi padaku hari ini? Ini bukan mimpi kan? gumamnya sendiri.


Tring... Ponsel Aisyah berdering. Aisyah langsung meraih ponselnya dan melihat nama Rahma yang tertera di layar ponselnya.


"Assalamu'alaikum Rahma... " ucap Aisyah.


"Wa'alaikumsalam Ai.. kamu kenapa? Kok suaranya lemas begitu?" tanya Rahma penasaran.


"Rahmaaa... Salman Ma.. Salman ngajak aku ta'aruf tadi" jawab Aisyah.


Tanpa Aisyah sadari air matanya mengalir perlahan sangkin bahagianya.


"Alhamdulillah.. pasti kamu senang sekali saat ini kan?" tanya Rahma turut senang.


"A.. aku gak tau apa yang saat ini aku rasakan.. Kamu tau kan Rahma. Sepuluh tahun yang lalu hatiku sudah menginginkannya hanya saja aku harus mematahkan hatiku karena aku rasa itu hal yang tidak mungkin tapi ternyata Allah punya rencana lain" jawab Aisyah sambil menangis.


"Itu karena kamu bisa menahan hati dan pergaulan kamu dari makhluk yang namanya laki - laki. Kamu juga pandai sekali menyimpan rasa kamu kepada Salman sampai Salman sendiri tidak mengetahuinya. Allah mengabulkan doa kamu Ai" ucap Rahma memberi semangat.


"Aamiin Rahma.. Aamiin ya Allah... " sambut Aisyah.


****


Aisyah


Assalamu'alaikum Salman.. Aku sudah sampaikan niat kamu kepada kedua orang tuaku pagi ini. Papa menyuruh kamu datang ke rumah aku nanti malam.


"Alhamdulillah.... " ucap Salman ketika membaca pesan dari Aisyah.


Salman langsung membalas pesan Aisyah secepatnya.


Salman


Wa'alaikumsalam.. InsyaAllah aku akan datang Aisyah. Terimakasih pagi - pagi kamu sudah memberikan kabar gembira padaku. Bakda Isya aku akan datang.


Salman tersenyum bahagia dia segera keluar dari kamarnya dan menghampiri seluruh keluarganya yang sudah berkumpul di ruang makan.


"Selamat pagi semuanya.... " sapa Salman dengan senyuman penuh kebahagiannya.


"Waaah ceria banget pagi ini. Ada kabar gembira ya? Bagi donk" sambut Naila.


Salman duduk di kursi yang biasa dia duduki setiap harinya.


"Aku mau sampaikan berita bahagia pagi ini. Alhamdulillah Aisyah menerima permintaan aku untuk menjalani ta'aruf dengannya. Nanti malam aku akan menemui keluarganya dan menyampaikan langsung kepada Aisyah dan keluarganya kalau aku serius ingin melamar Aisyah secepatnya" ungkap Salman.

__ADS_1


"Alhamdulillah" jawab semua keluarganya.


"Waah Kak Salman gak mau kalah sama Kak Naila dan Bang Jeta" sambut Khansa.


"Waaah Fan.. sekalian aja kita buat pesta besar. Gabung aja acara pernikahan mereka" ujar Jelita.


"Botul itu kau bilang sayang.. aku setuju" sambut Tagor.


Refan dan Kinan saling pandang dan ikut tersenyum bahagia.


"Tidak masalah. Ada Om Bimo yang bisa mengurus semuanya. Bila perlu kita minta bantuan Om Aril untuk acara pernikahan kalian. Dia ahli dalam bidang percepatan pernikahan" sambut Refan.


"Hahaha... Mas ini, aku jadi lucu ingat pernikahannya Mas Aril dulu. Dia sangat hebat dalam satu minggu bisa menyiapkan pernikahannya" ucap Kinan.


"Waow... Om Aril keren" puji Jeta.


"Bukan keren Jet, dia udah kebelet" sambut Jelita.


"Hahaha" tawa Kinan pecah.


"Aku bicarakan dulu dengan keluarga Aisyah ya Pa, Ma.. Aku kan gak bisa memaksa mereka kalau mereka belum siap" ujar Salman.


"Nanti Papa akan bantu kamu bicara pada orang tua Aisyah. Kalau masalah ini biar urusan kami para orang tua" sambut Refan.


"Terimakasih semuanya" ungkap Salman bahagia.


"Ayo Kak Sal. Semangaaaat... " teriak Khalid.


Hari ini Salman dengan semangat bekerja sepanjang hari. Dia terlihat sangat tidak sabar menunggu hari berganti malam.


Sore harinya Salman sudah mempersiapkan semuanya. Dia sudah memesan buah tangan yang akan dia bawa nanti saat datang ke rumah orang tua Aisyah.


Salman dengan sigap bersiap - siap hendak berangkat menuju rumah Aisyah. Setelah shalat maghrib di Mushala kantornya bersama dengan para karyawan kantornya. Salman langsung berangkat menuju rumah Aisyah.


Saat adzan Isya Salman mampir di mesjid dekat rumah Aisyah. Begitu selesai shalat Salman langsung menuju rumah Aisyah.


Kini Salman sudah tiba di rumah Aisyah dan disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Aisyah. Mereka berkenalan terlebih dahulu baru setelah itu Salman menyampaikan maksud dan tujuan dia datang ke rumah Aisyah.


"Pak, Bu saya ingin menyampaikan satu hal yang sangat penting malam ini. Mungkin sebelumnya Aisyah sudah menyampaikan kepada Bapak dan Ibu tapi lebih baik kalau saya mengutarakannya secara langsung. Saya serius ingin menikahi Aisyah. Jika Bapak dan Ibu merestui besok orang tua saya akan datang ke rumah ini untuk melamar Aisyah secara langsung" ungkap Salman.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2