Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 52


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Kinaaaaan" ujar Anita.


"Wa'alaikumsalam Nitaaaa... ih udah lama gak ketemu kamu, kangen. Masuk.. masuk... " jawab Kinan terkejut melihat Anita muncul di kantornya.


"Habis sahabat aku ini sibuk banget ngurusin keluarga barunya" sindir Anita.


"Apa sih Nitaaa. Duduk yuk.. Aku memang udah lama pengen ketemu kamu tapi maaf akhir - akhir ini aku memang sangat sibuk bukan hanya di rumah tapi di kantor juga" jawab Kinan.


Mereka duduk di sofa ruang kerja Kinan.


"Gimana rumah tangga kamu Nan? lancar gak?" tanya Anita sahabat Kinan.


Wajah Kinan langsung berubah sendu dan semua itu dapat di tangkap oleh Anita. Kinan tidak bisa berbohong pada sahabatnya itu.


"Kenapa wajah kamu seperti itu Nan?" Anita menggenggam tangan Kinan.


"Ta.. gimana menurut kamu pernikahan terjadi hanya karena butuh pengasuh anak?" tanya Kinan akhirnya.


"Apa? Refan menikahi kamu karena dia butuh pengasuh anaknya yang masih bayi itu?" tanya Anita terkejut.


Kinan menganggukkan kepalanya.


"Refan yang bilang sendiri ke kamu?" tanya Anita.


"Bukan kepadaku tapi kepada teman kuliahnya saat kami tak sengaja ketemu di Rumah Sakit waktu imunisasi Naila" jawab Kinan.


"Astaghfirullah Nan, Refan bilang begitu di depan orang lain? tega banget Refan berkata begitu? Apa dia gak hargai perasaan kamu?" tanya Anita emosi.


Kinan menarik nafas panjang dan masih sedih setiap mengingat kejadian itu.


"Mmm... Nit, salah gak kalau untuk sementara aku nolak ajakan Mas Refan di tempat tidur? Mm.. maksud aku... aku tau itu salah Nit tapi tapi.. aku hanya manusia biasa Nit yang merasa sangat tersakiti ketika suami menyebut nama istrinya di atas tempat tidur saat kami bersama dan aku juga marah karena dia hanya menganggap aku pengasuh anaknya tapi tetap minta jatah terus. A.. aku kok merasa sangat rendah ya Nit di matanya" Kinan meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Ya Allah Refan berbuat seperti itu Naaaan.. Kamu sudah bicarakan hal ini pada Refan?" tanya Anita.


"Sudah, kamu kan tau Nit gimana sifat aku. Aku gak bisa menahan sesuatu yang mengganjal di hatimu. Aku harus segera menyelesaikannya" jawab Kinan.


"Trus Refan jawab apa?" tanya Anita penasaran.


"Saat itu dia memang langsung minta maaf tapi kemudian kesalahan diulang lagi waktu ketemu temannya di Rumah Sakit" balas Kinan.


"Mengatakan pada temannya kalau dia menikah dengan kamu hanya butuh pengasuh untuk anaknya" Anita mengulang kata - kata itu lagi.


Kinan mengusap air matanya.


"Yang sabar ya Nan" Anita memeluk Kinan yang menangis.


"Terus sekarang kalian masih perang nih?" tanya Anita.


"Dia berjanji untuk yang kedua kalinya, dia akan berubah. Tadi malam dia ajak aku makan malam dengan clientnya dia juga belikan aku gaun dan tadi malam dia bersikap hangat. Aku jadi bingung dengan sikapnya Nit. Apakah dia berbuat begitu karena di depan clientnya apa memang benar - benar berubah sesuai perkataannya" ungkap Kinan.


"Saat ini aku lagi gak shalat Nit, rencananya aku memang mau ngetes dia setelah aku selesai datang bulan. Aku akan meladeninya kalau dia sudah benar - benar berubah" ujar Kinan.


"Kalau dia gak berubah juga Nan? Kamu mau berdosa terus dalam rumah tangga kamu?" tanya Anita.


"Kalau hanya mudharat saja yang aku dapatkan ngapain rumah tangga ini di perpanjangan Nit. Dia juga berdosa kan dzolim padaku dan pada dirinya sendiri. Aku juga berdosa tidak menjalankan tugasku sebagai istrinya. Mending kami kaji ulang saja pernikahan ini kemana mau dibawa. Naila juga sudah semakin besar kan? Sudah semakin kuat dan jarang sakit, kalau mau cari pengasuh ya dia kan bisa cari baby sitter yang banyak untuk anaknya atau dia cari saja istri yang sesuai dengan kriteria dia. Lebih baik aku besarkan anakku sendiri" ungkap Kinan.


"Kamu menyerah Nan? gak biasanya kamu seperti ini. Kinan yang aku kenal dulu tidak seperti ini. Dia selalu bersemangat dan optimis dalam menjalani hidup" sindit Anita.


"Aku sudah tiga kali dia sakiti Nit. Sakit pertama lima tahun yang lalu, yang ke dua dan ketiga setelah kami menikah. A.. aku hanya mau hidup tenang Nit. Sudah cukup aku kehilangan Mas Bima. Susah payah aku bangkit untuk menghadapi masa depanku dan anakku. Aku mencoba sekali lagi untuk berumah tangga tapi kalau sesakit ini mending aku hidup sendiri membesarkan Salman" ujar Kinan.


"Fikirkan lagi Nan matang - matang. Bercerai itu boleh tapi tidak dianjurkan. Itu hanya pilihan terakhir" ucap Anita mengingatkan.


"Aku akan berjuang sekali lagi Nit, kalau dia menyakitiku lagi mungkin aku akan memilih mundur" jawab Kinan dengan wajah sendu.

__ADS_1


Anita mengelus punggung sahabatnya mencoba menenangkannya dan memberi semangat. Kinan sebenarnya wanita yang kuat dia sangat jarang mengeluh dan menangis.


Saat ini kalau dia sampai melakukan keduanya berarti masalahnya memang sangat berat dan Kinan tak sanggup untuk menghadapinya. Anita sangat tau betul sifat Kinan.


"Aku doakan semoga perjuangan kamu berhasil ya.. semoga rumah tangga kamu tetap aman dan damai, sakinah mawaddah, warahmah" doa Anita untuk sahabatnya.


"Aamiin.. Makasih ya Nit sudah mau jadi pendengar setiaku. Sebenarnya aku tidak enak sekali menceritakan masalah rumah tangga ku pada orang lain tapi aku memang sangat membutuhkan nasehat, semangat dan tempat untuk berkeluh kesah. Dan aku sangat bersyukur punya sahabat seperti kamu yang mau kapan saja mendengarkan ceritaku" ungkap Kinan.


"Kamu seperti baru mengenalku saja Nan. Aku akan selalu ada untuk kamu. Lain kali kalau kamu butuh curhat lagi kabari aja aku ya. Dari pada kamu pendam sendiri dan kamunya yang jadi rusak mending di keluarkan kan unek - uneknya" sambut Anita.


"Karena keasikan curhat aku sampai lupa tawarin kamu minum Nit" ujar Kinan.


Kinan berdiri dan mengambil persediaan air mineral dalam wadah cup di ruangannya.


"Gak perlu repot Nan, aku juga gak lama - lama kok. Masih ada kerjaanku yang belum kelar. Tadi cuma pengen nyapa kamu saja eh gak taunya jadi panjang" sambut Anita.


Kinan memberikan air minumnya kepada Anita dan Anita segera meminumnya sampai habis.


"Aku gak bisa lama - lama ya Nan, aku balik ke kantor aku dulu. Masih ada kerjaan aku sedikit lagi sebelum pulang" ujar Anita.


"Iya Nit, sekali lagi makasih ya Nit udah mau jadi tempat curhat aku" jawab Kinan.


Anita berdiri begitu juga Kinan, mereka saling berpelukan. Lega rasanya perasaan Kinan bisa mencurahkan sedikit keluh kesah yang mengganjal di hatinya.


Tiba - tiba seseorang yang sedari tadi tanpa sengaja mendengarkan cerita Anita dan Kinan segera bergegas pergi meninggalkan ruangan kerja Kinan.


Ternyata seperti itu rumah tangga kamu ya Nan. Dulu sebenarnya setelah suami kamu meninggal aku ingin mendekati kamu tapi sepertinya kamu masih sangat berduka atas kematian suami kamu. Tiba - tiba aku mendengar kamu sudah menikah lagi, rasanya hatiku sangat sakit Nan. Tapi sekarang lebih sakit lagi rasanya mengetahui kalau pernikahan kamu tidak bahagia. Kalau pria itu hanya bisa menyakiti perasaan kamu Nan lebih baik aku yang memperjuangkan kamu. Aku akan membuat kamu dan anak kamu bahagia Nan. Ujar pria itu dalam hati.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2