
Setelah selesai ijab kabul Reni dibawa Ela dan Bela keluar dari ruangan khusus. Reni tampak berjalan dengan sangat pelan dan didampingi para sahabat setianya.
Bimo terus menatap wajah istri solehahnya sang bidadari surga. Semakin dekat Reni kepadanya semakin jelas dia bisa melihat wajah cantik wanita itu.
Kamu cantik sekali sayang.. aku memang tidak salah memilih kamu. Puji Bimo dalam hati.
Kini Reni sudah ada di hadapan Bimo. Reni mencium tangan Bimo dengan hormat dan khidmat setelah itu Bimo meletakkan tangan kirinya di atas kepala Reni dan membaca doa pernikahan. Setelah itu Bimo mengecup lembut kening istrinya.
Seluruh keluarga dan para sahabat yang menyaksikan kejadian itu langsung bertepuk tangan.
"Akhir nikah juga si Setan Kecil" ucap Aril.
"Mas Ariiil... " protes Reni.
"Riiil... jangan godain bidadari surgaku" ucap Bimo membela istrinya.
"Cie.. Si Setan Kecil udah ada yang belain sekarang" goda Jelita.
"Hus.. kamu ini suka sekali godain adik kamu" larang Bu Suci.
Bimo dan Reni naik ke atas pelaminan dan mendapatkan ucapan selamat dari seluruh keluarga. Acara syukuran pernikahan Bimo dan Reni berlangsung. Tak hanya kedua mempelai seluruh orang yang hadir di situ juga ketularan rasa bahagia pengantin baru.
"Kamu cantik sekali bidadari surgaku" puji Bimo.
"Maaas jangan gitu ah, aku jadi malu" Reni tertunduk malu.
"Jadi gak sabar nanti malam" goda Bimo.
"Maaaas" wajah Reni semakin merah merona.
"Makasih sayang.. kamu sudah menerima diriku apa adanya dengan segala kekuranganku dan masa laluku" ujar Bimo.
"Jangan ucapkan kata - kata itu lagi Mas. Aku tidak mau kamu terus - menerus mengungkit masa lalu kamu. Marilah kita sambung masa depan kita yang lebih baik dan indah" balas Reni.
"Iya sayang. I love you... " sambut Bimo sambil mencium tangan istrinya dengan lembut.
"Love you too Mas" sambung Reni.
Mereka saling pandang dengan bahagia.
"Perhatian untuk semua hadirin pesta kita akan berakhir satu jam lagi. Setelah itu diharapkan seluruh keluarga berkumpul di loby hotel membawa semua barang bawaannya karena akan ada perjalanan rahasia yang sudah disediakan oleh mempelai pria untuk semua tamu undangan yang hadir di sini" ucap presenter pesta pernikahan Bimo dan Reni.
"Mas kok gak bilang - bilang kamu punya rencana seperti ini?" tanya Reni.
"Kejutan sayang untuk kamu dan seluruh keluarg kita. Ayo kita ke kamar pengantin kita untuk menyiapkan semua barang - barang yang kita butuhkan" ajak Bimo.
Sontak ruangan jadi riuh karena pengumuman kejutan yang diucapkan oleh pembawa acara.
"Lho pengantinnya sudah pergi ke kamar mereka" ucap Refan.
__ADS_1
"Yuk Mas kita siap - siap nanti kita ketinggalan. Soalnya anggota keluarga kita banyak, aku tidak mau ada yang tertinggal" ajak Kinan.
"Baik sayang, ajak bibik bawa anak - anak kita ke kamar" sambut Refan.
Sementara di sisi yang lain
"Dasar si Bimbim isengnya dari dulu gak pernah berubah. Selalu saja suka - sukanya buat kejutan seperti ini" omel Jelita dekat suaminya.
"Kejutannya pasti seru nih yank. Bimo kan emang ahlinya kalau soal buat kejutan. Yuk kita siap - siap" ajak Tagor.
"Gila tajir bener kakak kamu Bel. Gak nyesal deh ikutan ke sini" ujar Rizal.
"Yoi bro. Aku kira mereka akan honeymoon berdua saja ternyata sekampung di ajak" sambut Gery.
"Untung udah ambil cuti seminggu" oceh Ela.
"Iya aku juga. Kalian sih enak, Bos kalian semua ada di sini. Bela, Ela, Rizal sedangkan Gery kan usaha keluarga. Lah aku ini gak ada apa - apanya di banding kalian" sambut Dini.
"Tenang Din, kalau kamu di pecat nanti pasti di kasih kerjaan sama Mas Riko" sambut Ela.
"Emang Dini siapanya Mas Riko?" tanya Rizal penasaran.
Kemarin waktu pindahan rumah Bela Rizal sempat mendengar nama Dini di sebut - sebut tapi dia tidak berani bertanya.
"Dini ini calonnya Mas Riko yang lagi OTW" jawab Gery.
"Kenapa lagi OTW?" tanya Rizal bingung..
"Udah ah jangan cerita itu terus, aku kan jadi gak enak sama Mas Riko" potong Dini.
"Hei kalian buruan siap - siap. Kita mau acara selanjutnya" ucap Bela pada teman - temannya.
"Yuk Din kita balik ke kamar" ajak Ela.
Semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing dan bersiap untuk acara selanjutnya yang masih menjadi rahasia Bimo.
Di kamar pengantin.
Reni tampak sedang membersihkan make-upnya. Sedangkan Bimo sedang membuka jas dan pakaiannya yang lain.
Sekilas Reni melihat Bimo sedang membuka bajunya dan tampak dada bidangnya yang kekar. Pipi Reni langsung memerah dan dia membuang pandangannya ke arah lain.
Bimo segera memakai bajo kaos berkerah yang ngepas ke badannya. Reni kembali melirik ke arah suaminya.
"Koper Mas yang mana, sini biar aku rapiin" ujar Reni.
"Udah sayang gak perlu, kamu beres - beres aja dulu biar Mas siapin yang lain" jawab Bimo.
Wajah Reni rasanya semakin panas karena perhatian dan perlakuan Bimo yang manis. Reni segera membuka kopernya dan mengambil pakaiannya.
__ADS_1
"Kita mau pergi ke mana Mas?" tanya Reni bingung.
"Rahasia donk sayang" jawab Bimo sambil menyusun kopernya.
"Aku cuma mau sesuaikan dengan pakaian yang akan aku pakai" jawab Reni.
"Kita mau ke laut" ujar Bimo.
"Oh baiklah... " sambut Reni.
Reni mengeluarkan sepatu kets putih kemeja putih model tunik yang panjang sampai kelutut dan di padu dengan celana jeans. Reni ingin membuka gaun pengantinnya tapi dia kesulitan karena resletingnya ada di belakang.
Mau minta tolong Bimo tapi dia malu sekali. Bimo diam - diam berjalan menghampiri Reni dan langsung menyentuh bahu istrinya.
"Butuh bantuan?" tanya Bimo lembut.
Tubuh Reni langsung menegang. Reni langsung menunduk dan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa sungkan meminta bantuanku. Aku kan suami kamu" ujad Bimo.
Bimo membuka resleting gaun pengantin Reni. Reni segera menjauh dan masuk ke kamar mandi dengn membawa pakaian gantinya. Bimo tersenyum tipis karena melihat sikap malu - malu istrinya.
Tak lama kemudian Reni keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian baru. Tampilan Reni persis seperti anak remaja.
Bimo langsung menghampiri istrinya itu dan memeluknya dari belakang.
"Melihat kamu seperti ini aku merasa jauh lebih tua dari kamu" ujar Bimo.
Reni hanya terpaku kaku dan gak tau harus berkata apalagi.
"Ma.. Maas.. " ucap Reni.
Bimo mencium puncak kepala Reni.
"Kamu cantik dan wangi sekali. Rasanya aku sudah gak sabar. Apa kita harus membatalkan perjalanan kita ini dan memilih tinggal di kamar saja?" goda Bimo.
"Maaaas... gak enak donk sama yang lainnya. Bapak, Ibu, Mama, Mbak, Mas dan teman - teman yang lain" jawab Reni.
Reni membalikkan tubuh istrinya, kini mereka saling berhadapan.
"Hahaha... aku cuma bercanda. Aku sudah merencanakan yang lebih indah dari saat ini. Kamu bersiaplah... " Ucap Bimo.
Reni menunduk malu, wajahnya kini sudah panas terbakar rasa malu karena pengalaman seperti ini adalah yang pertama untuknya.
Bimo memegang wajah Reni dengan kedua tangannya. Jantung Reni sudah berdetak dua kali lipat lebih kencang dari normal. Bimo tersenyum lembut melihat wajah malu - malu istrinya.
Bimo mendekatkan wajahnya dan Reni menutup kedua matanya pasrah. Bimo mengecup kening Reni dengan lembut dan lama.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG